Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 68


__ADS_3

Bila Yemi kini sedang berbahagia, maka berbeda dengan Mia. Kini Mia sedang duduk di sebuah ruang tamu sebuah rumah yang lumayan mewah, bisa du bandingkan dengan rumah Yemi yang dulu dia tempati sebelum menikah dengan suami nya Kenzi dan pindak ke apartemen milik suami nya itu.


Wajah Mia tampak tegang dan tangan nya yang sedari tadi tidak diam dan terus saling bergesekan satu sama lain, pertanda dia sedang sangat tegang dan gelisah saat ini.


Hari ini adalah hari selasa dan tadi baru saja Mia bersekolah dan entah kenapa pak guru mesum menyebalkan nya mengajak nya pergi ke sebuah rumah yang entah milik siapa tanpa mengizinkan nya untuk mengganti seragam nya terlebih dahulu, dan beginilah keadaan Mia sekarang masih mengenakan seragam lengkap dengan tas dan sepatu nya. Seperti nya di rumah itu akan ada sebuah pesta karena terlihat di sana ada beberapa orang yang sedang sibuk mempersiapkan beberapa hal.


Tadi Devan mengatakan akan memanggilkan seseorang terlebih dahulu dan meninggalkan Mia sendirian disana. Sudah lima belas menit Mia menunggu di sana setelah Devan tadi pamit untuk menemui seseorang di lantai atas.


Setelah beberapa menit berlalu, akhir nya Devan datang juga dengan di ikuti oleh dua pasang paruh baya dan seorang wanita cantik yang sudah pernah Mia temui sebelum nya, siapa lagi kalau bukan Celin.


" Maaf, membuat mu menunggu lama" ucap Devan seraya mendudukan diri nya di samping Mia dan orang - orang yang datang bersama Devan tadi duduk di sofa yang ada di depan dan di samping Mia.


" Tidak apa - apa pak" Mia pun tersenyum kikuk. Jujur saja Mia saat ini sangat tegang sekaligus cemas. " Apa pak Devan sudah menceritakan semua nya pada mereka ya?" Batin Mia menatap ragu pada ke lima orang yang ada di sekitar nya.


" Nama mu Mia, benar?" Salah satu pria paruh baya yang duduk di hadapan Mia terdengar bertanya dengan wajah datar nya. Pria itu bernama Ivan, dia adalah ayah kandung Devan yang kebetulan sedang berada di Jakarta bersama dengan istri nya Dena yaitu ibu kandung Devan. Mereka akan di Jakarta untuk sementara karena ikut membantu mengurus pernikahan Celin kakak sepupu Devan.


" I iya, pak" Mia menganggukan kepala nya.


" Benar , kamu murid Devan yang saat ini sedang menunggu kelulusan?" Ucap pria paruh baya yang lain nya yang bernama Indra. Dia adalah ayah kandung dari Celin, dan itu berarti dia adalah paman dari Devan dan wanita yang ada di samping nya adalah Cecil, istri dari Indra dan ibu kandung dari Celin.

__ADS_1


" Iya pak" Mia kembali menganggukan kepala nya.


" Jadi, benarkah kamu mau menikah dengan Devan setelah hari kelulusan mu tiba?" Dena tampak mengerutkan kening nya seraya menatap gadis yang ada di hadapan nya dengan tatapan menyelidik


" Iya, eh tunggu dulu! Menikah?" Mia tentu saja terkejut dengan apa yang di katakan oleh wanita paruh baya yang ada di hadapan nya.


" Ya, menikah. Devan bilang kalau kalian akan segera menikah dalam waktu dekat ini, apa itu benar?" Cecil ikut menatap Mia dengan tatapan yang sama seperti yang di lakukan oleh Dena saat ini.


" Tunggu - tunggu!" Mia menatap Devan dan meminta penjelasan dengan menggunakan isyarat dengan mata nya, namun yang di tatap tampak acuh membuat Mia menjadi bingung harus menjawab apa. " Begini pak, bu dan kak" Mia menatap semua orang satu per satu. "Aku memang akan bertanggung jawab pada pak Devan atas apa yang sudah aku lakukan pada nya, tapi kalau untuk menikah dalam waktu dekat ini aku harus membicarakan nya terlebih dahulu pada paman dan bibi ku" Mia berkata dengan serius.


" Bertanggung jawab? Bertanggung jawab untuk apa?" Dena tampak menatap putra nya dam meminta penjelasan melalui tatapan itu. Sedangkan yang di tatap malah mengangkat ke dua bahu nya dengan acuh.


" Apa pak Devan belum mengatakan nya pada kalian?" Mia berkata santai dan ke lima orang itu tampak menggeleng kan kepala nya dengan wajah yang penasaran. " Aku akan bertanggung jawab pada pak Devan karena kemarin malam aku sudah mem _" belum sempat Mia melanjutkan kata - kata nya, Devan sudah membekap mulut Mia dengan tangan nya.


" Kemarin malam Mia sudah mengatakan kalau dia mencintai ku, jadi dia akan bertanggung jawab dengan ucapan nya waktu itu, begitu" Devan tersenyum kikuk tanpa melepaskan tangan nya yang sedang membekap mulut Mia.


" Apa? Aku tidak pernah mengatakan hal itu pada bapak ya, kapan aku mengatakan nya?" Mia mengerucut kan bibir nya.


" Kamu mengatakan nya sayang, malam kemarin apa kamu tidak ingat?" Devan menatap Mia dengan tatapan intimidasi.

__ADS_1


" Apa tadi dia bilang? Sayang, pak Devan memanggil ku sayang?" Batin Mia tidak percaya dengan wajah yang berubah merah merona.


" Kamu jangan bodoh Mia, apa kamu ingin mempermalukan diri mu sendiri dengan mengatakan hal yang sebenar nya?" Bisik Devan dengan nada penuh penekanan.


" Aish, bodoh sekali aku ini! Hampir saja" Mia merutuki kebodohan nya sendiri dengan suara pelan sambil memukul pelan bibir nya dengan tangan nya.


Sementara Devan dan Mia yang sibuk dengan urusan mereka. Orang tua Devan dan orang tua Celin tampak saling melemparkan pandangan mereka dengan wajah yang bingung dan penuh tanda tanya. Sedangkan Celin tampak mengulum senyum di bibir nya melihat interaksi pasangan yang ada di hadapan nya.


" Ekhem, jadi bagaimana? Apa kalian jadi menikah?" Dena tampak bertanya dengan wajah yang antusias sekaligus penasaran. Karena jujur saja Ivan dan Dena sangat senang saat mendengar Devan membawa teman wanita nya dan mengatakan ingin menikah secepat nya. Dulu Devan memang pernah beberapa kali berpacaran, namun semua nya tidak ada yang pernah di bawa atau di kenalkan pada mereka berdua apa lagi kalau untuk menikah, Devan bahkan enggan untuk membicarakan nya. Dan saat ini adalah saat yang di tunggu - tunggu oleh Dena dan juga Ivan.


" I itu" Mia tampak ragu.


" Tentu saja mom, aku dan Mia akan menikah dan aku ingin mommy and Daddy segera melamarkan Mia untuku pada paman dan bibi nya" Devan berkata dengan mantap membuat Mia menatap Devan dengan tatapan tak percaya, bahkan Mia tampak mengedipkan mata nya berkali - kali untuk memastikan apa yang terjadi sekarang bukan lah khayalan nya semata.


" Tapi aku_" Mia hendak protes namun Devan dengan cepat berbisik di telinga Mia membuat Mia menghentikan ucapan nya.


" Ingat Mia, kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan pada ku!" bisik Devan tepat pada telinga Mia dengan seringai di wajah nya membuat tubuh Mia menegang seketika.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2