Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 92


__ADS_3

" Jadi katakan, apa hari pernikahan kalian akan di laksanakan pada tanggal yang sama atau tanggal yang lain nya?" Dion menatap Alfaro dan Simi secara bergantian dengan tatapan menyelidik nya.


Setelah kepergian Juan dan Rere tadi Dion dan Sinta menyuruh Alfaro dan Simi duduk di hadapan mereka.


" A aku" Simi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal karena bingung harus menjawab apa. Pasal nya Simi sendiri tidak tahu apa Alfaro mau menikah dengan nya atau tidak, kalau untuk Simi tidak menjadi masalah untuk menikah dengan Alfaro walaupun mereka baru bertemu beberapa kali dan sikap Alfaro yang selalu ketus terhadap nya, tapi Simi merasakan kenyamanan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata - kata bila sedang bersama dengan pria itu. Simi juga berfikir berpacaran selama bertahun - tahun dan sikap baik dari seorang pria juga tidak bisa menjamin pria itu tulus dan setia pada cinta nya, terbukti dengan cinta Juan pada diri nya yang penuh dengan kemunafikan dan kebohongan.


" Aku apa ha? Bukankah kalian yang bilang tadi kalian saling mencintai dan akan menikah?" Dion mengangkat alis nya sebelah.


" Maaf pak, sebelum nya saya minta maaf karena telah berbohong pada bapak dan juga ibu" Alfaro mutuskan untuk berbicara jujur saat ini. " Sebenar nya saya dan Simi tidak mempunyai hubungan apa - apa bahkan kami baru bertemu beberapa kali" Alfaro agak ragu saat mengatakan nya.


" Benarkah itu Simi?" Sinta menatap intens wajah putri nya itu.


" Iya ma, pa, maafkan aku" Simi menunduk dengan wajah yang menyesal. Simi menyesal karena telah membohongi papa dan mama nya tapi yang paling dia sesali adalah karena dia sudah berharap terlalu dalam pada pria yang baru dia kenal. Entah kenapa kenyamanan yang dia rasakan saat bersama dengan Alfaro membuat dia terlalu berharap pada pria itu.


" Kalau seperti itu bagaimana lagi, kami tidak bisa memaksakan kehendak kami pada mu" Dion menatap Alfaro. " Tapi, kalau kamu berubah fikiran. Kamu bisa mendatangi kami" Dion terkekeh saat mengatakan nya begitu pun dengan Sinta yang mengerti ucapan suami nya. sedangkan Alfaro menatap Dion dan Sinta dengan tatapan bingung nya.


" Maksud papa Simi adalah, kalau nak Alfaro berubah fikiran dan ingin menikah dengan putri kami kamu bisa datang kemari dan membicarakan nya pada kami" ucap Sinta dan di angguki oleh Dion.

__ADS_1


" Mana mungkin aku mau menikah dengan gadis gila seperti dia" batin Alfaro menatap Simi dengan tatapan tak suka nya.


Setelah beberapa saat mereka mengobrol, Alfaro pun pamit dari rumah Simi dan pulang ke apartemen nya. Alfaro merasa lega karena semua masalah sudah selesai dan berakhir dengan baik, tapi entah kenapa seakan ada sesuatu yang hampa dalam diri Alfaro saat ini setelah dia tahu bahwa dia mungkin tidak akan bertemu lagi dengan gadis gila nya itu.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Satu minggu telah berlalu dan hari yang di tunggu - tunggu oleh semua orang pun akhir nya tiba juga, hari di mana Mia dan Devan akan mengikat janji suci mereka di hari ini.


Alfaro juga sudah seminggu ini tidak berjumpa dengan Simi dan entah kenapa di saat dia sendirian dan tidak mengerjakan apa pun, selalu saja wajah Simi yang terlintas di depan mata nya. Alfaro terkadang menganggap otak nya sudah mulai koslet karena itu, bahkan dia sampai berniat untuk memeriksakan kepala nya itu ke rumah sakit.


" Kenapa aku juga harus berdandan seperti mu, bukankah seorang brides mide biasa nya memakai gaun yang sederhana ya?" Yemi mematut diri nya di depan cermin setelah dia memakai gaun yang di berikan oleh Alfaro tadi..


" Ish, sahabat ku ini cerewet sekali!" Mia mengerucutkan bibir nya. " Kamu cukup keluar dan tersenyum pada tamu yang datang malam ini" Mia tersenyum penuh arti menatap sahabat nya itu.


" Kenapa aku harus tersenyum pada para tamu, aku kan bukan pengantin nya" Yemi mengerucutkan bibir nya. " Aku iri pada mu Mia, semua teman dan kerabat mu mengetahui pernikahan mu dan siapa suami mu dengan pesta ini. Sedangkan aku hanya beberapa orang saja yang mengetahui nya, mungkin kalau perutku sudah membesar nanti mereka akan menganggapku hamil di luar nikah" Yemi berusaha terkekeh walau dalam hati nya dia merasa sedih. Entah kenapa semenjak kehamilan nya, Yemi menjadi sangat sensitif terhadap hal apa pun.


" Itu tidak mungkin, lebih baik kita keluar sekarang, ayo!" Mia pun mengajak Yemi untuk keluar karena mereka juga sudah selesai di dandani sejak dari tadi.

__ADS_1


" Baiklah, aku merasa kalau mereka akan berfikir ada dua pasang pengantin malam ini. Lihatlah penampilan ku dengan penampilan mu, tidak ada beda nya" Yemi menggerutu di sela langkah nya dan Mia hanya terkekeh saat mendengar nya.


Saat mereka keluar dari kamar, ternyata bibi nya Mia dan juga Dena baru akan masuk ke kamar mereka untuk menjemput mereka untuk mengajak mereka ke tempat pesta.


Yemi dan Mia pun berjalan dengan di iringi oleh Dena dan Anis di samping kiri dan kanan nya. Di sana sudah ada seluruh keluarga yang sedang duduk menyaksikan kedatangan mereka berdua. Kakek dan nenek Yemi yang dari Korea juga datang sejak dua hari yang lalu, suasana haru menyelimuti mereka saat Yemi dan mereka di pertemukan oleh Dena dan Ivan pada hari itu.


Yemi dan Mia tampak berjalan dengan anggun nya menuju ke pelaminan yang sudah di hias sedemikian rupa oleh WO yang mereka sewa. Namun Yemi tampak mengerutkan kening nya saat melihat ada yang aneh dengan pelaminan di sana. Kalau biasa nya kursi pengantin ada satu pasang dan dua yang lain nya untuk orang tua mempelai, namun di sana tampak berbeda karena kursi pengantin di sana ada dua pasang dan bukan hanya itu Yemi juga melihat Kenzi sang suami memakai setelan jas yang senada dengan gaun yang dia pakai dan tak kalah mewah dari pakaian yang di kenakan Devan saat ini.


" Ada apa ini? Kenapa aku dan uncle berpakaian seperti pengantin?" Tanya Yemi saat dia sudah berada di hadapan Kenzi.


" Surprise! Apa kamu suka sayang?" Bukan nya menjawab pertanyaan Yemi, Kenzi malah memberikan pertanyaan yang lain untuk Yemi.


" Apa maksud uncle?" Mata Yemi kini sudah mulai berkaca - kaca.


" Malam ini bukan hanya pesta pernikahan Devan dan Mia, tapi ini juga malam pesta pernikahan kita sayang. Coba kamu lihat!" Kenzi memegang tangan Yemi dengan lembut dan menunjuk pada beberapa bagian dekorasi pesta yang ada di seluruh ruangan itu. Bukan hanya nama dan foto Devan dan Mia saja yang di pajang di sana, tapi foto dan nama Kenzi dan Yemi juga tampak terpampang dengan sangat indah di sana.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2