Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 54


__ADS_3

Sementara di apartemen Kenzi, pagi ini Yemi terbangun lebih dulu dari suami nya Kenzi saat merasakan sinar matahari yang menembus celah gorden dan menimpa wajah nya.


" Sudah pagi ternyata" Yemi membuka ke dua mata nya dan yang pertama dia lihat adalah wajah tampan suami nya yang menghadap ke arah nya dengan mata yang masih terpejam.


" Tampan nya suamiku" gumam Yemi dengan suara pelan seraya mengusap pipi Kenzi yang di tumbuhi bulu - bulu halus yang hampir tidak terlihat.


Yemi pun menggeliatkan tubuh nya dan tak sengaja dia melihat sesuatu yang aneh pada diri nya. " Oh God, sejak kapan aku mengenakan ini?" Yemi membulatkan ke dua bola mata nya saat melihat pakaian yang dia kenakan. Karena seingat nya pakaian itu dia simpan di tempat yang aman.


" Ini kan senjata pamungkas ku, bagaimana aku bisa nengenakan nya? Apa uncle mengetahui nya?" Yemi melihat wajah Kenzi yang masih menutup mata nya.


" Senjata pamungkas, untuk apa hem?" Kenzi bertanya dengan mata yang masih terpejam.


" Uncle sudah bangun, sejak kapan?" Yemi terkejut saat mendengarkan suara dari suami nya.


" Sejak istri kecil ku mengusap wajah ku" Kenzi pun membuka ke dua mata nya dan menatap istri kecil nya dengan tatapan menyelidik. " Sekarang katakan, baju itu untuk apa ha?"


" Ah itu, aku em aku" Yemi menggaruk tengkuk nya yang tak gatal


" Aku apa hem? Cepat katakan!" Kenzi semakin mendekatkan wajah nya pada Yemi membuat Yemi semakin gugup, apa lagi tangan Kenzi kini sudah mulai menjelajahi tubuh di balik kain tipis yang di kenakan oleh Yemi dan bermain dengan bebas di dalam sana. Membuat tubuh Yemi meremang seketika dan sepersekian detik kemudian


" Aaakh" satu de sahan lolos begitu saja dari bibir mungil Yemi saat tangan Kenzi dengan nakal nya memainkan ujung berwarna pink dari salah satu dua gundukan kembar nya.


" Ayo katakan sayang!" Kenzi berbisik di dekat telinga Yemi membuat Yemi semakin tidak tahan lagi.

__ADS_1


" Baju ini aku beli untuk senjata pamungkas ku uncle" Yemi berkata sambil menahan perasaan aneh yang lagi - lagi menyerang diri nya di kala uncle nya mulai berbuat nakal pada nya.


" Senjata pamungkas?" Kenzi mengerutkan kening nya seraya sedikit bangkit dari posisi tidur nya saat ini untuk melihat wajah istri kecil nya.


" Y ya, senjata pamungkas" Yemi memalingkan mata nya ke sembarang arah agar mata nya dan mata suami nya tidak saling bersirobok.


" Untuk?" Kenzi menaikan sebelah alis nya.


" Tentu saja mendapatkan hati uncle, apa lagi?" Yemi memberengut kesal kepada suami nya itu sedangkan Kenzi tampak mengangkat sudut bibir nya.


" Apa kamu berniat ingin merayuku dengan menggunakan pakaian ini hem?" Kenzi tersenyum menggoda pada Yemi yang kini wajah nya sudah merona seperti udang rebus.


" Tadi nya begitu, tapi ternyata tidak di rayu pun uncle sudah tergila - gila pada tubuh indah ku ini" Yemi berkata dengan malu - malu tanpa melihat wajah suami nya.


" Setelah aku fikir - fikir, aku ingin melihat mu merayuku. Aih, seandai nya aku sedikit lebih lama lagi berpura - pura acuh pada mu, aku pasti akan melihat usaha keras mu itu" Kenzi memasang wajah menyesal nya seraya menjatuhkan kepala nya pada pundak Yemi dan mendusel - dusel hidung nya yang mancung pada ceruk leher Yemi. " Apa tidak bisa kamu menunjukan nya pada ku hem?" Kenzi menatap Yemi dengan puppy eyes nya.


" Apa dia bilang? Aku harus merayu nya begitu?" Batin Yemi dengan wajah yang sulit untuk di artikan. " Ta tapi uncle aku malu" Yemi menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya.


" Tidak perlu malu, lakukan lah sayang! Tunjukan ke bar - baran mu yang dulu!" Kenzi menurunkan tangan Yemi yang menutupi wajah nya dan mengangkat tubuh mungil Yemi sehingga kini tubuh Yemi menindih tubuh Kenzi dengan posisi duduk di atas perut nya. " Mulai lah!" Kenzi tersenyum manis pada Yemi yang tampak bingung harus melakukan apa terlebih dahulu. Jujur saja dia sangat malu saat ini, tapi Yemi juga tidak mau mengecewakan uncle nya. Apa lagi jujur saja tubuh Yemi juga sudah mulai terpancing gai rah yang luar biasa saat ini.


Setelah beberapa saat berfikir, Yemi pada akhir nya memutuskan untuk memulai nya dengan mencium bibir Kenzi dengan lembut. Perlahan lidah Yemi mulai bermain dan me ***** bibir Kenzi dengan begitu rakus nya. Kenzi pun tak tinggal diam dan ikut mengimbangi permainan dari istri kecil nya itu.


Setelah puas bermain di sana, bibir Yemi kini dengan nakal nya mengecup dan menyesap leher Kenzi dan berusaha untuk menciptakan tanda kepemilikan nya di sana. Namun setelah beberapa saat dia melakukan nya, Yemi tak berhasil juga membuat tanda merah itu. Dan itu cukup membuat Yemi merasa kesal dan Yemi pun memutuskan untuk menggigit leher Kenzi saja.

__ADS_1


" Aw" Kenzi meringis kesakitan saat gigi Yemi menancap sempurna pada kulit leher nya. " Kenapa kamu menggigit ku sayang?" Kenzi terlihat kesal namun berusaha untuk meredam nya.


" Ish, aku kesal uncle. Kenapa susah sekali membuat tanda merah pada leher uncle? Dari pada susah - susah, kan lebih baik aku gigit. Tuh kan langsung merah!" Yemi menunjuk bekas gigitan nya sendiri dengan senyum mengembang di bibir nya.


" Merah sih merah, tapi tidak perlu di gigit juga kali" batin Kenzi menatap tak percaya pada istri kecil nya itu. " Baiklah, sekarang lanjutkan! Tapi ingat jangan mengigit lagi oke!" Kenzi berkata dengan selembut mungkin agar Yemi tidak tersinggung.


" Baiklah, apa itu sakit? Maaf" Yemi mengecup bekas gigitan yang tadi dia gigit dengan lembut. " Apa masih sakit?" Yemi menatap Kenzi.


" Tidak, itu terasa nik mat sayang" Kenzi tersenyum nakal pada istri kecil nya itu.


Tangan Kenzi juga sudah tidak bisa di kondisikan lagi, tangan nya sudah mulai menelusup ke dalam pakaian tipis yang Yemi kenakan dan mulai mencari apa yang menjadi mainan favorit nya setiap kali bersama dengan istri nya itu. Kenzi pun mulai memainkan ke dua gundukan itu dengan lembut dan sesekali memainkan benda berwarna pink yang ada di sana.


" Aaakh" Yemi semakin tak karuan merasakan sesuatu yang menjalar di seluruh tubuh nya rasa geli yang mendominasi rasa nik mat itu membuat tubuh Yemi menggelinjang hebat di atas tubuh Kenzi.


Kenzi yang sudah tidak tahan lagi pun langsung membalik posisi mereka sehingga kini diri nya yang ada di atas tubuh Yemi. Dengan tidak sabar nya Kenzi merobek pakaian tipis yang membungkus tubuh istri nya itu dan membuang nya ke sembarang arah.


" Uncle kenapa merobek nya? kan sayang" Yemi menatap nanar pada pakaian nya yang kini sudah tidak berbentuk.


" Nanti uncle belikan yang baru untuk mu sayang, yang penting sekarang kamu harus menjinakam belut albino ku terlebih dahulu" Kenzi langsung menautkan bibir nya dan bibir Yemi seraya tangan nya juga yang bergerak lincah mengabsen setiap inci tubuh Yemi.


Setelah itu dengan terburu - buru pula diri nya membuka celana boxer yang dia kenakan dan langsung memulai aksi permainan nya bersama dengan sang belut albino yang sudah menegang sedari tadi. Dan akhir nya pagi itu mereka lewatkan dengan kegiatan panas mereka.


**Hareudang lagi guys 😜😜

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**


__ADS_2