
" Ish, apa yang ada di fikiran uncle cuma kak Alfa?" batin Yemi seraya mengeeucutkan bibir nya lucu. " Aha, aku punya ide!" gumam Yemi pelan seraya melangkahkan kaki nya dengan pelan menghampiri uncle nya yang masih terlihat sibuk dengan berkas yang ada di tangan nya dan belum menolehkan wajah nya untuk melihat nya.
Posisi Kenzi saat ini sedang duduk bersandar di kursi kebesaran nya dengan posisi kursi yang membelakangi pintu masuk.
Kenzi yang tidak mendengarkan ada suara yang menjawab nya pun merasa heran dan bermaksud untuk melihat siapa yang datang dengan memutarkan kursi yang ia duduki, namun sebelum itu terjadi, tangan Yemi lebih dulu menutup mata Kenzi.
" Siapa ini? Jangan bercanda!" Kenzi berbicara dengan nada kesal nya.
Yemi terkikik pelan seraya tangan nya masih setia meutup kedua mata Kenzi.
" Yang selalu iseng seperti ini biasa nya Yemi, tapi tidak mungkin karena ini masih jam sekolah nya" gumam Kenzi pelan pada diri nya sendiri.
" Apa ini kamu Celin? Bagaiman kamu bisa tahu tempat kerja ku pindah di sini?" Kenzi tampak mengerutkan kening nya sedangkan wajah Yemi kini sudah berubah sendu.
" Celin, apa dia wanita yang ada dalam mimpi uncle saat dia tidak sadar membalas ciuman ku semalam ya?" batin Yemi dengan tubuh yang tiba - tiba terasa lemas.
" Celin? Siapa dia?" Yemi melepaskan tangan nya dari mata Kenzi dengan menahan rasa sesak yang tiba - tiba menghantam dada nya saat Kenzi menyebutkan nama seorang wanita.
Kenzi yang merasa kaget saat suara Yemi yang malah ia dengar pun langsung berdiri untuk melihat wajah gadis yang kini bersetatus sebagai istri nya itu.
__ADS_1
"Yemi, apa yang kamu lakukan di sini?" Kenzi bersikap sebiasa mungkin menghadapi Yemi yang kini menatap nanar pada diri nya. Sebenar nya Kenzi takut Yemi menjadi salah faham atas apa yang terjadi barusan tapi Kenzi juga tidak mau menjelaskan apa pun pada Yemi. Sebenar nya Celin adalah nama seorang gadis yang sudah di anggap sahabat baik nya oleh Kenzi. Mereka teman masa kuliah dulu yang sampai sekarang masih sering bertemu.
Kenzi dan Celin sangat akrab dan mereka saling percaya satu sama lain sehingga hampir tidak ada yang mereka sembunyikan satu sama lain. Celin juga terbiasa datang ke tempat Kenzi bekerja hanya untuk bertemu dengan Kenzi yang selama ini selalu sibuk dengan pekerjaan nya sehingga dia selalu tidak ada waktu bila di ajak bertemu di luar.
Hanya saja sudah 2 bulan ini Celin berangkat ke luar negri untuk mengurusi bisnis keluarga nya yang ada di sana.
" Katakan uncle! Siapa Celin, apa dia kekasih uncle" Yemi berbicara sambil menahan sesuatu yang sudah berdesakan ingin keluar dari ujung mata nya.
" Kamu tidak perlu tahu, itu bukan urusan mu?" Kenzi berkata dengan acuh. " Sekarang lebih baik kamu jelaskan, sedang apa kamu di sini? Bukankah seharus nya ini masih jam pelajaran?" Kenzi menatap tajam pada Yemi
" Mampus, aku lupa kalau aku sudah bolos. Uncle pasti marah besar pada ku" batin Yemi dengan perasaan yang campur aduk.
Saat ini dia memang merasa bersalah karena dia sudah membuat kesalahan dengan bolos dari sekolah, tapi Yemi juga merasa kesal pada Kenzi yang berani nya menyebut nama wanita lain di hadapan nya
" Ah, itu! Aku emm aku.." Yemi bingung harus menjawab apa karena yang di katakan oleh Kenzi barusan sangat tepat sekali. Tapi Yemi tidak mungkin mengakui nya, bisa - bisa dia akan di hukum oleh uncle nya itu. " Aih kenapa jadi begini? Seharus nya yang marah di sini itu kan aku, karena dia menyebutkan nama wanita lain di hadapan ku istri nya sendiri, tapi ini apa? Kenapa malah dia yang memarahiku sekarang" batin Yemi mendengus kesal. Jujur saja Yemi sangat benci dengan situasi seperti ini
" Aku apa hem, yang uncle katakan benar bukan" Kenzi melipat ke dua tangan nya di depan dada nya seraya menatap Yemi dengan tatapan intimidasi. " Cepat katakan!" Kenzi menekankan setiap perkataan nya.
" Ya, aku bolos. Memang kenapa ha?" Yemi menjawab dengan suara tinggi nya. " Lalu uncle mau apa ha?" Yemi memberanikan diri nya menantang Kenzi padahal dalam hati nya Yemi merasa takut akan kemarahan dari uncle nya itu.
__ADS_1
Kenzi sedikit terkejut saat Yemi berkata dengan nada tinggi pada nya, karena sebelum nya Kenzi belum pernah melihat Yemi bersikap seperti ini pada nya sebelum nya.
" Kenapa uncle diam ha? Apa uncle merasa bersalah kepadaku? Seperti nya aku salah sudah datang ke sini untuk memberikan makanan ini untuk uncle, karena bahkan yang selalu uncle fikirkan adalah wanita lain" Yemi meletakan kantong plastik berisikan makanan tadi yang ia bawa dengan kasar di atas meja Kenzi dan berlalu begitu saja dari sana sambil menahan rasa sesak yang sedari tadi di rasakan nya.
Brraakk
Yemi membantingkan pintu ruangan Kenzi dengan sangat keras sebelum benar - benar pergi dari sana membuat Alfaro yang masih fokus bekerja terperanjat kaget saat mendengar suara nya.
" Apa yang terjadi pada mereka di dalam sana?" Alfaro menatap bingung pda punggung Yemi yang perlahan menjauh dan masuk ke dalam lift sambil mengusap - usap dada nya yang masih berdetak sangat kencang karena kaget tadi.
Sementara di dalam sana Kenzi juga tampak mengusap dada nya karena rasa kaget yang dia dapat barusan. " Kenapa hati ku sangat sakit saat melihat wajah nya yang terlihat hampir menangis seperti itu?" Kenzi berwajah sendu sambil membayangkan kembali wajah Yemi sebelum dia pergi meninggalkan ruangan nya.
Kenzi melihat ke arah meja kerja nya yang terdapat kantong plastik yang tadi Yemi bawa. Perlahan dia mengambil nya dan membuka nya. " Sushi dan katsu kesukaanku, dia pasti membeli nya di sana." Kenzi hafal betul Yemi pasti tahu makanan kesukaan nya dan tempat di mana Kenzi selalu membeli nya karena terkadang Kenzi juga mengajak Yemi ke sana.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di pinggir jalan raya yang tak jauh dari perusahaan ayah nya, Yemi tampak berjalan menyusuri pinggir jalan kota yang lumayan padat dengan perasaan hati nya yang hancur. " Celin, siapa dia? Apa dia lebih cantik dari ku?" Yemi menendang kaleng yang ada di hadapan nya dengan sangat keras ke sembarang arah, namun sepersekian detik kemudian
" Aw" Terdengar suara mengaduh dari seseorang yang mungkin terkena kaleng yang tadi Yemi tendang.
__ADS_1
" Mampus" gumam Yemi pelan dengan perasaan bersalah
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏