
" Bagaimana sekarang?" Yemi melipat ke dua tangan nya di depan dada nya dengan wajah yang memberengut kesal menatap wajah suami nya yang dengan seenak nya menyuruh Yemi mengganti pakaian yang dia pakai untuk ke pesta pertunangan sahabat suami nya itu.
Ini adalah gaun ke tiga yang Yemi kenakan setelah dua kali mengganti nya. Kini Yemi memakai gaun berwarna merah menyala dengan rok panjang yang memiliki belahan sebatas paha pada pinggir nya serta atasan tanpa lengan yang terlihat sangat pas pada tubuh mungil Yemi.
" Itu" Kenzi sebenar nya ingin kembali protes, namun dia mengurungkan niat nya saat melihat wajah istri kecil nya yang sudah terlihat sangat kesal. Entah kenapa Kenzi tidak rela bila penampilan Yemi yang sangat cantik akan di lihat oleh banyak orang " Itu sudah sempurna sayang" Kenzi tersenyum kaku pada Yemi.
" Ya sudah, ayo berangkat! Nanti kita bisa terlambat" Dengan wajah yang masih terlihat kesal Yemi pun melangkahkan kaki nya hendak mendahului suami nya namun tangan Kenzi dengan cepat menarik tangan istri kecil nya sehingga tubuh Yemi terpental menubruk dada bidang suami nya.
" Tapi ini terlihat terlalu tebal sayang" Kenzi menyentuh bibir Yemi yang terlihat berwarna merah menyala karena liptstik yang dia gunakan. " Biar aku membantu menghapus nya" Tanpa menunggu persetujuan dari Yemi, Kenzi pun langsung mengecup dan ******* bibir mungil Yemi. Setelah dia rasa cukup, Kenzi pun melepaskan tautan bibir mereka.
" Sudah pas, ayo!" Kenzi pun menggandeng tangan Yemi yang masih tampak kaget dengan perlakuan yang di berikan Kenzi akhir - akhir ini yang selalu mengejut kan nya.
Di pesta.
Pesta peetunangan Celin di laksanakan di ball room salah satu hotel mewah yang ada di ibu kota, suasana pesta sangat meriah yang di hadiri dari berbagai kalangan. Seperti nya itu teman - teman dari pasangan yang bertunangan karena terlihat dari umur mereka yang seperti nya seumuran. Ada yang datang dengan pasangan, ada yang sesama teman dan ada juga yang sudah membawa anak mereka. Di sana juga terlihat beberapa orang tua yang hadir dan sudah di pastikan kalau itu keluarga dari pasangan yang bertunangan.
" Selamat Celin, Denis. Semoga semua nya lancar sampai acara pernikahan" Kenzi menjabat tangan pasangan yang ada di hadapan nya dengan tangan yang setia menggenggam tangan istri kecil nya.
" Terima kasih, dan terima kasih juga untuk istri kecil mu karena mau hadir di acara ku ini" Celin memeluk Yemi dan Yemi pun membalas nya.
" Istri kecil, apa maksud mu Kenzi sudah menikah?" Denis yang memang belum tahu tentang pernikahan Kenzi tampak mengerutkan kening nya.
" Ya sayang, apa aku belum menceritakan nya pada mu?" ucap Celin dan Denis pun menggelengkan kepala nya. " Nanti aku ceritakan pada mu oke" Celin terkekeh saat mengatakan nya.
__ADS_1
" Aku tidak menyangka, tuan Kenzi yang selalu bersikap dingin dan cuek pada setiap orang yang di temui nya ternyata malah menikah lebih dulu dari kita" Denis ikut terkekeh dengan nada bicara mengejek nya.
" Aku hebat bukan? Bahkan aku sudah menjaga istri ku ini sejak dia masih bayi" Kenzi berkata ponggah.
" Ish, ternyata kau fedofil ya" cibir Denis membuat semua nya tertawa.
Suasana pesta pun semakin lama semakin meriah saja. Kenzi tidak melepaskan tangan istri kecil nya itu barang sedikit pun, hanya saat ini dia melepaskan tangan istri nya itu, kini Yemi dan Kenzi sedang menikmati makanan yang di sediakan di sana sambil duduk di salah satu meja yang ada di sana. Kenzi juga sesekali menyuapi Yemi makanan yang ada di piring mereka.
" Uncle, kak Celin terlihat bahagia ya" Yemi memandang Celin yang sedang bercengkrama dengan beberapa teman nya.
" Tentu saja, mereka sudah pacaran selama tiga tahun dan akhir nya mereka bertunangan juga" Kenzi ikut melihat apa yang sedang di lihat istri kecil nya itu.
" Eem, apa lagi pesta nya sangat meriah dan semua orang bisa tahu kalau kak Celin milik kak Denis begitu pun sebalik nya." Wajah Yemi berubah sendu saat mengatakan nya dan Kenzi menyadari itu.
" Mari kita buat pesta pernikahan yang lebih meriah dari ini" Kenzi menggenggam tangan Yemi yang di letakan di atas meja.
" Eh, bukan itu maksud ku" Yemi menggelengkan kepala nya. Yemi merasa tidak enak pada Kenzi, karena perkataan nya membuat Kenzi merasa bersalah pada nya.
" Tidak apa - apa, aku yang ingin melakukan nya. Nanti setelah kamu lulus sekolah kita akan mengadakan pesta peenikahan kita oke, kamu boleh mengundang semua teman - teman mu" Kenzi tersenyum manis.
" Terima kasih uncle, Aishiteiru" Yemi membalas senyuman Kenzi tak kalah manis.
Sementara di tempat Celin dan Denis kini berada, tampak seorang pria tampan nan gagah menghampiri pasangan yang sedang berbahagia itu dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
" Maaf aku terlambat" ucap pria itu dengan wajah bersalah nya menghampiri pasangan yang sedang berbahagia itu.
" Kemana saja kamu huh?" Celin memberengut kesal. " Bisa - bisa nya kamu terlambat di hari penting kakak sepupu mu sendiri" Celin berkata ketus pada pria yang beberapa tahun lebih muda dari nya itu.
" Aku tadi ada sedikit urusan dan ban mobil ku pecah saat di jalan menuju ke sini. Jadi maafkan aku oke" pemuda itu menunjukan wajah memelas nya.
" Oke tapi lain kali aku tidak akan memaafkan mu Devan" Ya pria itu adalah Devan, adik sepupu Celin. Celin dan Devan pun berpelukan satu sama lain dengan senyum mengembang di bibir nya.
" Selamat ya kak" ucap Devan di sela pelukan nya. " Dan selamat juga untuk mu" Devan melepaskan pelukan nya dari Celin dan beralih pada Denis.
" Terima kasih" balas Denis dengan senyum mengembang di bibir nya.
" Lalu kapan kamu akan mengenalkan gadis yang kamu ceritakan itu?" Celin menatap Devan dengan tatapan menyelidik.
" Itu, aku bahkan belum menyatakan perasaan ku pada nya" Devan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Ish, jangan lama - lama! Nanti keduluan orang baru tahu rasa" Celin berbicara dengan nada mengejek nya.
" Kamu benar sayang, dengarkan kata kakak mu ini" Denis ikut menimpali.
" Tenang saja, sebentar lagi aku akan mengatakan nya" Devan terkekeh saat mengatakan nya.
Setelah merasa puas bercerita , Celin dan Denis kembali menyapa tamu mereka yang lain sedangkan Devan mengambil minuman yang ada di sana seraya mata nya menyapu ke setiap sudut pesta, sampai mata nya tak sengaja menangkap sosok yang yak asing lagi di mata nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏