Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 94


__ADS_3

Simi dan pria yang bersama nya kini sedang menikmati makanan pesta bersama di sebuah meja yang ada di sudut pesta. Simi agak pusing bila harus berada di tengah - tengah keramaian apa lagi dia kefikiran dengan ucapan Alfaro tadi pada nya. Simi tidak memakan makanan nya dengan benar dan hanya mengaduk - ngaduk makanan nya saja.


" Aaah, lama - lama aku bisa gila!" Simi bergumam sendiri seraya menyugar rambut nya frustasi.


" Kamu kenapa kak? Apa makanan nya tidak enak?" Pria yang datang bersama Simi tadi menatap Simi dengan dahi yang mengerut.


" Diam kamu Demi! Aku sedang pusing!" Simi menancapkan garpuh yang dia pegang pada sepotong daging yang ada dalam piring nya dan mengoyak nya dengan cara yang menyeramkan di mata Demi.


" Kakak ini kenapa? Jangan melakukan itu! Aku menjadi takut tahu, kalau tahu seperti ini jadi nya aku tidak mau menemani kakak walaupun aku di berikan uang berapa pun banyak nya" Demi brigidig ngeri melihat garpu yang di pegang Simi mengoyak daging yang ada dalam piring itu.


Demi adalah adik sepupu satu - satu nya dari Simi yang usia nya dua tahun di bawah Simi, karena mereka tidak ada saudara lain nya jadi mereka sangat dekat satu sama lain nya sejak kecil. Sebenar nya Demi sangat malas kalau harus datang ke acara pesta seperti ini, tapi Simi membujuk nya dengan di iming - imingi sejumlah uang bila Demi mau menemani nya. Demi yang memang masih pelajar dan suka nongkrong dengan teman - teman nya pun tentu saja sangat membutuhkan uang lebih, jadi dia mau saja menemani kakak nya itu datang ke pesta pernikahan itu tapi dia tidak tahu kalau kakak nya itu akan bad mood seperti ini.


Demi sejak dulu paling takut jika kakak nya itu bad mood seperti itu karena ujung - ujung nya pasti Demi lah yang akan menjadi pelampiasan kekesalan nya dan kekesalan Simi pasti akan berakhir dengan kesialan Demi. Pernah suatu hari Simi yang merasa kesal karena ada masalah dengan Juan dulu dan Demi yang menjadi bahan pelampiasan nya. Simi terus mengomeli Demi tidak jelas di kamar nya dan Demi tidak boleh keluar sebentar saja dari hadapan Simi selama tiga jam dan tak jarang juga Simi melemparkam barang yang ada di dekat nya pada Demi untuk melampiaskan kekesalan nya sehingga tak jarang Demi terkena lemparan dari Simi itu. Dan sejak itu Demi tidak pernah mau lagi berurusan dengan kakak nya yang sedang merasa kesal.

__ADS_1


" Kamu ini cerewet sekali, apa kamu ingin benda ini melayang pada wajah mu ha?" Simi mengangkat sendok dan garpuh yang ada di tangan nya membuat Demi brigidig ngeri.


" Kau ini sudah gila kak, lebih baik aku pergi dari sini" Demi pun dengan terburu - buru membawa piring makanan nya dan pergi menjauh dari kakak sepupu nya yang sudah mulai seperti orang gila itu.


" Ya, pergi sana!" Simi pun dengan perasaan yang sangat kesal memakan makanan yang ada di hadapan nya dengan wajah kesal nya.


Sementara dari jarak yang lumayan jauh dari tempat Simi berada sekarang tampak seorang pria sedang melihat Simi dan Demi dengan dahi yang mengerut.


" Kenapa pria itu pergi dari sana, dan kenappa wajah nya seperti sedang ketakutan?" Pria itu yang tak lain adalah Alfaro tampak bergumam pelan. " Dan seperti nya gadis gila itu sedang merasa kesal, apa mereka bertengkar?" Tanpa di sadari sudut bibir Alfaro terangkat dan langsung berdiri dari duduk nya bersiap untuk melangkah kan kaki nya menghampiri gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengganggu fikiran nya.


" Apa pasangan mu kembali meninggalkan mu?" Alfaro yang baru datang langsung mendudukan diri nya di kursi kosong di samping Simi seraya tersenyum mengejek.


" Apa maksud om? Dan kenapa om datang kemari?" Simi memutar bola mata nya malas.

__ADS_1


" Aku hanya ingin melihat seorang gadis cantik yang begitu mudah nya mendapatkan pria dan mudah juga untuk di tinggalkan. Seperti nya kecantikan mu itu masih belum cukup untuk membuat pria bertahan lama di sisi mu" ucap Alfaro dengan wajah datar nya.


" Ya, harus aku akui kalau perkataan om barusan memang benar, tapi kenapa om begitu perduli tentang hal itu?" Simi mengangkat alis nya sebelah.


" Aku, mana mungkin aku peduli" Alfaro memalingkan wajah nya dengan salah tingkah. " Aih dia benar, kenapa aku harus peduli pada nya?" Batin Alfaro merutuki kebodohan nya.


" Kalau begitu, kenapa om masih di sini? Kenapa om tidak pergi seperti pria ku yang lain nya. Oh ya, seperti pria yang satu minggu yang lalu aku ajak untuk berpura - pura mencintaiku. Pria itu juga meninggalkan ku" Simi menatap Alfaro dengan tatapan menyelidik. " Kamu tahu om, tidak semua pria bisa aku dapatkan seperti yang om katakan tadi. Aku tidak bisa mempertahankan kekasih yang sudah menjalin hubungan dengan ku selama tiga tahun dan aku juga tidak bisa membuat pria yang sudah membuatku nyaman bersama nya untuk tetap bersamaku, nasib ku benar - benar menyedihkan" Simi berusaha terkekeh saat mengatakan nya.


Alfaro diam mendengarkan perkataan Simi barusan dan mencoba untuk mencerna perkataan gadis di hadapan nya itu.


" Baiklah om, pesta nya sangat meriah dan makanan nya enak. Terima kasih, sampaikan salam ku pada Mia dan juga Yemi. Aku permisi!" Simi pun membungkukan tubuh nya pada Alfaro sebelum dia pergi meninggalkan pesta itu. Simi sampai melupakan Demi yang datang bersama nya tadi saking terburu - buru nya dia ingin keluar dari pesta itu.


Simi sudah tidak tahan lagi berada lebih lama bersama dengan pria yang sudah membuat hati nya tak karuan selama beberapa hari ini. Apa lagi sikap yang dan perkataan Alfaro tadi pada nya membuat nya hati nya sangat sakit.

__ADS_1


" Kenapa ? Kenapa om bersikap seperti itu pada ku? Padahal jika om tidak menyukai ku, om bisa menghindari ku saja dari pada harus mengeluarkan kata - kata yang menyakiti perasaan ku seperti tadi" Gumam Simi setelah dia memasuki mobil yang dia bawa tadi. Air mata Simi kini sudah menetes begitu saja dari sudut mata nya, sungguh perasaan Simi kini sangat sakit sekali. Entah kenapa rasa nya lebih sakit dari pada saat diri nya melihat Juan yang berciuman dengan Rere saat itu.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2