Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 28


__ADS_3

Hari ini Yemi hampir kesiangan karena dia baru bangun saat hari sudah lumayan terang. Belum lagi Yemi harus mempersiapkan semua nya dengan terburu - buru.


" Ini semua salah uncle!" Yemi mendengus kesal pada Kenzi yang kini sedang mengemudi kan mobil nya menuju ke sekolah Yemi terlebih dahulu sebelum dia berangkat ke perusahaan nya.


" Kenapa kamu menyalahkan uncle ? Kamu sendiri yang salah, siapa suruh melempar uncle dengan sendok. Kamu lihat, ini masih ada bekas nya." Kenzi menunjukan kembali kening nya yang kini sudah mulai membiru.


" Ish, sudah ku bilang aku tidak sengaja!" Yemi membuang muka nya ke arah jendela mobil.


Setelah itu hanya keheningan yang menemani ke dua nya selama sisa perjalanan mereka. Setelah beberapa waktu mereka pun akhir nya sampai juga di depan pintu gerbang sekolah Yemi.


Yemi tampak terburu - buru keluar dari mobil uncle nya saat melihat pintu gerbang yang ada di depan nya sudah mulai di tutup oleh pak satpam yang ada di sana. Yemi pun berlari mengejar pintu gerbang yang sedikit lagi akan tertutup itu, dan untung nya Yemi berhasil melewati nya.


" Yes yes" Yemi berteriak kegirangan saat berhasil masuk gerbang tepat waktu sebelum dia melangkah masuk ke dalam gedung sekolah nya. Sedangkan Kenzi yang melihat itu dari dalam mobilnya tampak mengangkat sudut bibir nya melihat kelakuan anak kecil yang kini bersetatus sebagai istri nya itu.


Yemi pun berjalan masuk menuju kelas nya dengan langkah yang percaya diri setelah lolos dari kata terlambat.


" Pagi!" Sapa Yemi kepada seluruh teman sekelas nya yang sudah duduk manis di bangku mereka masing - masing seraya ikut mendudukan diri nya di bangku yang biasa ia gunakan.


" Pagi!" Dika membalas sapaan Yemi seperti biasa nya.


" Pagi !" Mia juga ikut membalas.


" Yem, lo memana kemarin setelah jam istirahat? Pak Bambang nyariin lo" Dika yang duduk nya di belakang Yemi tampak memajukan tubuh nya


" Ada deh, pokok nya gue punya urusan penting" Yemi menjawab tanpa menolehkan pandangan nya karena dia sibuk mengeluarkan buku - buku yang akan dia pakai untuk belajar hari ini karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.


" Gimana berhasil gak?" Mia yang duduk di samping Yemi tampak bertanya dengan antusias kepada Yemi.

__ADS_1


" Ish, apa nya yang berhasil? Yang ada malah gatot , gagal total" Yemi mencebikan bibir nya.


" Lah kok bisa?" Mia tampak menatap heran pada sahabat nya itu.


" Tentu saja bisa, dan lebih sial nya lagi pas pulang aku bertemu dengan om - om yang menyebalkan"


" Menyebalkan bagaimana maksud lo?" Mia semakin penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabat nya itu kemarin.


Saat Yemi ingin melanjutkan cerita nya. Bel masuk terdengar nyaring berbunyi disertai masuk nya pak Bambang sang wali kelas ke dalam sana.


" Yemi, kamu di tunggu di ruang BK" ucap pak Bambang saat sudah mendudukan diri nya di meja kebesaran nya.


" Saya pak, kenapa saya di panggil ya pak? Apa bu Gina kangen sama saya ya pak" Yemi menjawab dengan enteng dan mendapatkan sorakan dari semua teman sejelas nya.


" Huuuuuu" Semua teman sekelas Yemi tampak kompak menyoraki Yemi.


" Ish, si bapa. Saya kan cuma pulang lebih awal kemarin karena ada urusan, lagi pula saya sudah menyelesaikan tugas yang bapak berikan kemarin kok" Yemi lagi - lagi menjawab dengan cuek sehingga membuat pak Bambang semakin pusing saja di buat nya.


" Ya udah Yemi sekarang kamu nurut aja sama bapak dan pergi ke ruang BK sekarang. Nanti kamu teruskan ocehan kamu itu di sana" Pak Bambang tampak memijat pelipis nya yang terasa berdenyut setiap beradu argumen dengan akan didik nya yang satu ini. "Mungkin kelewat jenius kali anak ini sampai - sampai selalu membuatku pusing bila berbicara dengan nya" batin pak Bambang masih dalam posisi sebelum nya sedangkan semua anak - anak di kelas itu tertawa menertawakan Yemi dan pak Bambang yang selalu beradu argumen kalau Yemi sudah di panggil oleh guru BK.


" Baiklah pak Bambang yang baik, Yemi yang cantik ini akan menemui guru kesayangan nya dulu" Yemi memberi bormat seperti putri raja yang undur diri dari hadapan raja nya membuat semua nya semakin tertawa terbahak - bahak sampai Yemi keluar dari kelas nya.


Yemi terus berjalan sendirian menyusuri lorong kelas dengan percaya diri seperti biasa nya. Dan tak lama kemudian di sinilah dia di depan ruang BK yang sudah menjadi ruangan yang lumrah untuk di masuki oleh Yemi selama dia bersekolah di sini.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Yemi mengetuk pintu berwarna hitam itu dengan lumayan keras sebelum memasuki ruangan itu.


" Masuk!" Terdengar suara dari dalam sana, namun ada yang aneh saat ini karena suara yang terdengar dari balik pintu itu berbeda dari biasa nya.


" Kenapa suara bu Gina jadi terdengar seperti suara laki - laki?" Yemi menggaruk kepala nya yang tidak gatal seraya memikirkan apa yang sebenar nya telah terjadi. " Ah sudahlah, mungkin saja bu Gina sedang sakit tenggorokan karena terlalu sering berteriak sehingga suara nya berubah seperti itu" gumam Yemi terkekeh sendiri seraya membuka pintu yang ada di hadapan nya.


Ceklek.


" Pagi bu!" Sapa Yemi seraya menyembulkan kepala nya sebelum dia benar - benar memasuki ruangan itu.


" Ibu? Apa suara ku terdengar seperti perempuan?" gumam seseorang yang sedang duduk di kursi lebesaran nya dengan posisi membelakangi pintu masuk.


" Bu, apa ibu merindukan saya sampai - sampai ibu memanggil saya pagi - pagi begini" Yemi terkekeh saat mengatakan nya. Sedangkan seseorang yang sedang duduk membelakangi Yemi tampak mengernyitkan kening nya saat mendengar kan suara yang terdengar tidak asing di telinga nya.


" Siapa dia, kenapa suara nya tidak asing bagi ku?" gumam seseorang itu pelan.


" Ibu, bu Gina! Kenapa anda diam saja? Apa anda sedang sakit tenggorokan ya?" Yemi memanggil guru nya sekali lagi karena tidak terdengar sahutan dari orang yang ada di hadapan nya.


" Bu Gina?" Tanya orang itu sambil membalikan posisi kursi nya sehingga kini dia bisa melihat seseorang yang telah masuk ke dalam ruangan nya dengan jelas.


Orang itu dan Yemi sama - sama membulatkan bola mata mereka dengan wajah yang sama - sama terkejut saat melihat wajah mereka satu sama lain.


" Kamu?" Ucap mereka bersamaan seraya menunjuk dengan jari telunjuk mereka masing - masing.


**Siapa kah dia? eng ing eng....

__ADS_1


Jangan lupa Like, vote dan komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏**


__ADS_2