
" Tentu saja aku tahu, aku pernah mengalami nya juga. Saran ku, lebih baik kamu cepat mengatakan nya jangan sampai kamu keduluan oleh orang lain dan akan membuat mu menyesal" Kenzi berkata dengan wajah yang serius.
" Apa aku harus menemui nya?" Alfaro mengerutkan kening nya.
" Tentu saja!" Kenzi melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Tapi aku harus menemui nya di mana di jam segini? Aku saja tidak tahu dia di mana sekarang" Alfaro tampak berfikir.
" Kalau itu tentu saja aku tidak tahu, kamu yang harus memikirkan nya! Sudah lah cepat sana pergi! Selesaikan urusan mu agar pekerjaan mu tidak kacau lagi seperti kemarin - kemarin!" Kenzi mengibaskan tangan nya mengusir Alfaro dari hadapan nya.
" Terima kasih bos, aku akan pergi mencari nya sekarang" Alfaro pun pergi keluar dari ruangan Kenzi dengan senyum yang mengembang di bibir nya. Alfaro pun langsung mengambil ponsel yang ia letakan di atas meja kerja nya dan menhhubungi seseorang di sebrang sana, setelah mendapatkan jawaban dari orang itu, Alfaro pun langsung pergi dari Alfano Corp menuju ke tempat yang tadi di sebutkan oleh orang yang dia hubungi barusan.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh Alfaro akhir nya sampai juga di tempat tujuan nya. Sebuah kampus yang sngat besar di kota itu. Ya, Alfaro menanyakan keberadaan Simi pada Demi dan Demi mengatakan kalau Simi saat ini sedang kuliah dan Demi juga memberitahukan nama kampus tempat Simi menimba ilmu nya.
Alfaro mengedarkan pandangan nya setelah dia keluar dari mobil nya yang sudah terparkir rapi di depan kampus tempat Simi kuliah untuk mencari keberadaan gadis yang dia cari.
Alfaro yang sangat tampan dengan pakaian rapi yang dia pakai terlihat menjadi pusat perhatian para mahasiswa di sana terutama para gadis, apa lagi kini Alfaro juga memakai kaca mata hitam yang bertengger manis di atas hidung nya yang semakin membuat penampilan Alfaro menjadi sangat sempurna.
__ADS_1
" Wah, siapa dia? Kereen sekali"
" Ganteng banget"
" Lihat penampilan nya, lihat juga mobil yang dia pakai! Oh seperti nya bukan orang sembarangan"
Seperti itu lah kira - kira ucapan dari orang - orang yang kini sedang menatap kagum pada Alfaro, namun Alfaro tampak tidak memperdulikan mereka dan tetap mencari apa yang sedang dia cari. Menurut informasi dari Demi, sebentar lagi kelas yang di hadiri oleh Simi akan berakhir sebentar lagi.
" Kak Alfaro, sedang apa kakak di sini?" Beberapa waktu telah berlalu dan di saat sedang menunggu, tiba - tiba terdengar suara yang tak asing di telinga Alfaro saat ini.
" Jadi ini kampus tempat Mia juga berkuliah, kenapa aku sampai tidak tahu!" Batin Alfaro merutuki kebodohan nya sendiri karena tidak tahu kalau Mia juga berkuliah di sana. Dia harus menjawab apa coba, kan gengsi kalau Mia tahu kalau dia sedang mencari Simi.
" Itu tidak mungkin, aku hanya sedang menunggu temanku saja" jawab Alfaro asal.
" Oh, seperti itu. Aku fikir kakak sedang mencari Simi, tadi nya aku akan membantu kakak untuk memanggilkan nya karena biasa nya Simi jam segini sedang di kantin bersama dengan Dito dan Rama" Mia melirik Alfaro dengan ujung mata nya seraya berpura - pura bersikap acuh dan mulai melangkah kan kaki nya untuk pergi dari sana. " Kalau begitu aku masuk dulu ya kak!" Mia pun berlalu meninggalkan Alfaro yang wajah nya sudah berubah menjadi masam. Sedangkan Mia melangkahkan kaki nya dengan senyum penuh arti.
" Apa tadi dia bilang? Gadis itu sedang bersama dengan teman laki - laki nya? Tidak bisa aku biarkan" Alfaro pun langsung berjalan cepat untuk menuju kantin kampus yang di maksud oleh Mia tadi.
__ADS_1
Sebenar nya Mia sengaja mengatakam itu pada Alfaro agar Alfaro menunjukan perasaan nya yang sebenar nya pada Simi, siapa suruh Alfaro selalu bersikap munafik dan gengsi untuk mengakui perasaan nya pada Simi. Sebenar nya Simi memang selalu ke kantin setelah jam pelajaran nya selesai tapi dia tidak hanya dengan Dito dan Rama saja yang merupakan teman laki - laki nya, namun di sana juga ada teman wanita Simi yang ikut berkumpul di sana.
Alfaro berjalan menuju kantin dengan tergesa - gesa tanpa menghiraukan setiap mata yang menatap aneh kepada nya karena baru pertama kali mereka melihat kehadiran Alfaro di kampus mereka.
" Itu dia kantin nya, lihat saja kalau aku menemukan mu!" Alfaro memasuki kantin dan mulai mengedarkan pandangan nya mencari sosok yang dia cari.Tak membutuhkan waktu lama untuk Alfaro bisa menemukan gadis itu karena memang benar apa yang di katakan Mia barusan. Simi sedang duduk di sebuah meja dengan teman - teman nya dan gadis itu tampak sedang bersenda gurau dengan teman - teman nya dan sesekali Simi juga terlihat tersenyum dan tertawa dengan lepas membuat Alfaro terpesona dengan Simi yang ceria seperti itu, namun sepersekian detik kemudian rahang Alfaro tampak mengeras dengan tangan yang terkepal erat saat mata nya melihat seorang pria yang duduk di sebelah Simi tampak merangkul pundak Simi sambil tertawa bersama.
" Apa - apa an pria itu, berani nya dia menyentuh Simi seperti itu" Alfaro pun melangkah menghampiri Simi dan teman - teman nya dengan langkah lebar nya. " Turunkan tangan mu dari pundak nya!" Ucap Alfaro dengan suara bariton nya saat diri nya berdiri tepat di hadapan Simi membuat Simi dan teman - teman nya menatap aneh kepada nya
Simi merasa terkejut melihat kehadiran Alfaro yang tiba - tiba ada di sana, tapi Simi berusaha bersikap acuh karena dia masih teringat akan ucapan Alfaro pada nya saat di pesta pernikahan Devan dan Mia. Sungguh Simi masih sakit hati atas hal itu, tepat nya dia sangat kecewa pada pria yang kini ada di hadapan nya.
" Siapa kau? Kenapa kau mengaturku ? Simi saja tidak keberatan aku melakukan ini pada nya" ucap pria itu yang tak lain adalah Dito seraya menurunkan tangan nya dari pundak Simi karena jujur saja Dito merasa takut pada Alfaro yang menatap tajam pada nya setelah dia melepaskan kaca mata hitam yang dia pakai.
" Ya, siapa kau? Terserah pada ku apa yang aku lakukan dengan siapa pun" ucap Simi ketus
" Coba saja kalau berani, aku pastikan akan melakukan sesuatu pada mu!" Alfaro tersenyum menyeringai seraya melayangkan tatapan tajam pada Simi, sedangkan Simi tampak tak merasa takut sedikit pun.
" Katakan, om mau melakukan apa pada ku ha? Om tidak mau kalau Dito merangkul pundaku seperti ini kan?" Tangan Simi meraih tangan Dito dan dengan sengaja merangkul kan tangan teman nya itu pada pundak nya sendiri.
__ADS_1
" Aku sudah memperingatkan mu sebelum nya, jadi jangan salahkan aku" Alfaro pun langsung menghempaskan tangan Dito dengan kasar dan langsung menggendong Simi di pundak nya seperti sedang memanggul karung beras.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏