
Malam hari nya di kamar Yemi, tampak Yemi sedang bersiap - siap untuk menyambut kedatangan suami nya Kenzi.
"Aku harus mengajak nya duluan, jadi aku harus bersiap - siap dulu" gumam Yemi sambil melihat pantulan diri nya di depan cermin dengan menggunakan baju perang nya. Yemi juga sudah memoles wajah cantik nya dengan make up tipis untuk melengkapi penampilan nya.
Karena Yemi tidak mungkin memakai lingeri dengan perut nya yang sudah terlihat sangat besar itu, maka Yemi memutuskan untuk memakai pakaian tidur model daster yang lumayan terbuka bagian dada nya dengan rok yang hanya sebatas paha nya.
" Aish, karena perutku yang sudah membuncit aku jadi tidak bisa memakai baju perang ku yang biasa nya" gumam Yemi masih mematut diri nya di depan cermin. " Tapi ini lumayan juga, kamu cantik Yemi" Yemi mengerlingkan mata nya seraya berkata dengan percaya diri memuji diri nya sendiri.
Ceklek
Pintu di buka dari luar dan ternyata itu Kenzi yang baru pulang bekerja dari perusahaan nya. Yemi pun menoleh dan tersenyum melihat kedatangan suami nya itu.
" Aku pulang!" Kenzi langsung masuk dan menyimpan tas kerja nya di atas meja yang berada di dekat pintu. Yemi yang melihat kedatangan suami nya itu langsung menghampiri Kenzi dan langsung mencium tangan suami nya itu dan di balas oleh Kenzi dengan ciuman pada kening Yemi.
" Selamat datang!" Yemi tersenyum manis. "Mau mandi dulu atau makan dulu?" Yemi membantu melepaskan jas yang melekat pada tubuh Kenzi.
Kenzi sejenak tertegun dengan penampilan istri kecil nya malam ini yang terlihat begitu berbeda, bila biasa nya Yemi hanya memakai daster biasa dan tidak memakai make up saat malam hari berbeda dengan malam ini. Kenzi melihat Yemi yang terlihat sangat cantik malam ini dengan penampilan nya, make up tipis yang memoles wajah cantik nya dengan daster yang lumayan seksi. Sungguh Yemi saat ini terlihat sangat menggoda di mata Kenzi.
" Yes, seperti nya aku sudah berhasil!" Batin Yemi tersenyum penuh kemenangan saat melihat wajah Kenzi yang terlihat terpesona dengan penampilan nya saat ini.
__ADS_1
" Sayang, kenapa seperti nya ada yang berbeda dengan mu ya malam ini?" Kenzi memegang dagu nya sendiri dengan tangan yang satu nya terlipat di depan dadanya seraya menatap Yemi dengan tatapan menyelidik.
" Berbeda bagaimana maksud mu?" Yemi berpura - pura tidak tahu maksud dari Kenzi suami nya saat ini.
" Kamu terlihat cantik dan menggoda malam ini" Kenzi mengerlingkan mata nya.
" Ish, gombal" Yemi memalingkan wajah nya yang sudah merona karena malu dan mulai melangkah kan kaki nya menuju tempat tidur dan mendudukkan diri nya di tepi tempat tidur setelah tadi sebelum nya dia menyimpan jas Kenzi ke dalam keranjang pakaian kotor yang ada di sana terlebih dahulu.
" Gombal sama istri sendiri tidak dosa kan?" Kenzi mengikuti langkah Yemi dan duduk di samping Yemi dan merangkul mesra pundak istri kecil nya itu lagi.
Tangan Kenzi kini mulai nakal memegang sesuatu yang sudah menyembul ke atas karena baju yang Yemi pakai memang memiliki belahan dada yang lumayan rendah, apa lagi karena kehamilan nya itu dua gundukan kembar yang selalu menjadi bagian favorit Kenzi itu menjadi semakin besar dan berisi saja. Sehingga membuat Kenzi semakin suka dengan benda kenyal itu.
" Makan nya, kamu puas - puasin mainin ini sekarang sebelum baby boy lahir" Yemi ikut terkekeh.
" Hemm, seperti nya kamu benar sayang" Kenzi tampak berfikir. " Apa lagi pakaian mu saat ini sudah membuat belut albino milik ku sudah terbangun dari tidur panjang nya, coba kamu rasakan!" Kenzi mengarahkan tangan Yemi agar merasakan belut albino milik nya yang masih tersegel dalam kandang nya sudah mulai terbangun dan mengeras.
" Kamu benar sayang, kasihan belut albino milik mu" Yemi memasang wajah sedih nya dengan sengaja tangan nya ia gerakan naik turun memberikan pijatan pada belut albino milik Kenzi membuat Kenzi menge rang nik mat.
" Sayang hentikan! Aku bisa tidak tahan kalau begini" ucap Kenzi dengan suara serak nya menahan gejolak yang sudah mulai muncul dalam diri nya seraya tangan nya menghentikan tangan Yemi yang sedang berbuat nakal pada belut albino milik nya.
__ADS_1
" Siapa yang menyuruh mu untuk menahan nya Hem?" Yemi mengerucutkan bibir nya karena merasa kesal pada suami nya.
" Maksud mu aku boleh melakukan nya? Apa tidak akan apa - apa pada baby boy kita?" Kenzi masih merasa ragu.
" Kata tante, justru itu bagus untuk memperlancar proses melahirkan asal kita melakukan nya dengan gaya yang aman" Yemi tersenyum seraya memeletkan lidah nya pada Kenzi.
" Ish, kenapa Tante Dena tidak mengatakan nya sejak lama. Aku tidak perlu berpuasa lama kalau seperti itu" Kenzi menggerutu kesal. " Kalau begitu, tunggu apa lagi" Kenzi tersenyum menyeringai menatap Yemi yang juga tersenyum penuh arti kepada nya.
Kenzi langsung menautkan ke dua bibir mereka dengan lembut, Yemi pun dengan senang hati langsung menyambut perbuatan suami nya itu dan membalas ciu man dari suami nya dengan lembut juga. Ke dua lidah yang sudah lumayan lama tidak saling bertemu itu terlihat saling membelit satu sama lain nya di dalam sana, ciu man yang tadi nya lembut kini semakin lama semakin menuntut dengan tangan yang tak tinggal diam. Ke dua nya sama - sama terbakar gai rah yang sama luar biasa nya sehingga dengan terburu - buru saling melepaskan pakaian yang melekat pada tubuh pasangan mereka sampai kini ke dua nya tampak polos tanpa sehelai benang pun.
Tangan Kenzi pun tak tinggal diam dan mulai memainkan beberapa bagian favorit nya dan tak lupa Kenzi juga mengecup dan menghisap dua bagian gundukan kembar milik Yemi dengan rakus nya membuat tubuh Yemi menggelinjang hebat dengan beberapa des ahan terdengar dari bibir mungil nya membuat sang suami semakin bersemangat melakukan nya. Di tengah perlakuan nya pada benda favorit nya tak lupa juga Kenzi mengecup perut buncit Yemi yang di dalam nya ada sang baby boy yang sedang menanti kelahiran nya.
" Daddy akan menjenguk mu, tunggu Daddy ya sayang!" Bisik Kenzi pada perut buncit Yemi.
" Yes daddy, aku akan menunggu Daddy" jawab Yemi dengan menirukan suara anak kecil membuat Kenzi terkekeh dan gemas pada istri kecil nya itu.
" Nah jadi sekarang, gaya yang seperti apa yang aman untuk baby boy?" Kenzi mengerutkan kening nya menatap Yemi yang terlihat seperti sedang berfikir.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik gambar hati untuk menambahkan favorit kalian dan berikan juga hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1