Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 48


__ADS_3

Yemi terlihat sudah rapi dengan pakaian yang tadi di pesankan oleh Kenzi pada penjaga vila yang ada di sana. Yemi saat ini sedang duduk di kursi meja makan yang ada di ruang makan vila itu dengan wajah yang memberengut kesal.


" Kenapa hem, apa kamu masih marah?" Kenzi menghampiri Yemi dengan membawa dua piring makanan untuk nya dan istri kecil nya. " Maaf kan aku, aku akan sedikit menahan diri lain kali" Kenzi sedikit terkekeh saat mengatakan nya membuat Yemi semakin kesal saja.


Bagaimana Yemi tidak di buat kesal oleh Kenzi. Di dalam kamar mandi tadi Kenzi kembali menggila dan melakukan hal yang iya - iya itu beberapa kali. Mereka menghabiskan waktu di kamar mandi hampir dua jam, dan bisa di bayangkan bagaimana rasa nya tubuh Yemi saat ini. Bukan hanya itu saja perut Yemi kini juga sangat lapar karena mereka keluar dari kamar mandi hampir jam dua belas siang dan sudah dipastikan sarapan ke dua nya terlewatkan begitu saja.


" Maafkan uncle oke, sekarang biar uncle suapi kamu makan. Bukankah kita belum sarapan, pasti kamu sangat lapar" Kenzi membujuk istri kecil nya yang masih merajuk dengan bibir yang mengerucut tajam.


" Apa uncle tidak lihat, ini bukan waktu nya sarapan tapi makan siang" Yemi mendengus kesal pada suami nya itu seraya menunjuk jam dinding yang diletakan tidak jauh dari tempat nya sekarang.


" Ya, maafkan uncle! Sekarang kita makan oke! Aaak" Kenzi menyuapkan makanan pada mulut Yemi dan dengan perasaan kesal Yemi membuka mulut nya tanpa berkata sepatah kata pun. Jujur saja saat ini Yemi sangat lapar.


Suapan demi suapan di berikan oleh Kenzi pada Yemi sambil dia juga memakan makanan nya sendiri. Yemi merasa bahagia karena akhir nya perasaan cinta nya pada uncle nya yang selalu menganggap dia anak kecil terbalaskan juga. Apa lagi seperti nya suami nya itu sangat mencintai nya terbukti saat ini Kenzi berusaha keras membujuk Yemi yang sedang merajuk. Padahal itu bukan hanya kesalahan Kenzi saja melainkan salah mereka berdua. Kenapa begitu? Karena siapa suruh Yemi juga ikut menik mati nya.


Tanpa sadar Yemi tersenyum menatap Kenzi yang sedang mengunyah makanan nya seraya tangan nya sibuk menyuapi Yemi.


" Kenapa kamu tersenyum? Suami mu ini tampan bukan?" Ucap Kenzi percaya diri setelah dia menelan makanan nya dan meminum minuman yang ada di gelas nya. Ya mereka sudah menghabiskan makanan mereka. Yemi juga sudah meminum minuman nya tadi.


" Ish, pd sekali anda" Yemi memalingkan wajah nya yang sudah mulai merona.


" Tentu saja, kalau aku tidak tampan. Bagaimana bisa kamu tergila - gila pada uncle" Kenzi menaik turunkan alis nya lucu.

__ADS_1


" Ya ya ya, terserah anda saja tuan tampan" Yemi memutar bola mata nya malas sedangkan Kenzi tampak terkekeh.


" Pokok nya mulai dari sekarang dan seterus nya, kamu tidak boleh berdekatan dengan pria lain apa lagi guru modus kamu itu" Kenzi berkata serius seraya tangan nya terulur mengusap sudut bibir Yemi yang tersisa bekas makanan dengan menggunkan jempol nya.


" Guru modus?" Yemi mengerutkan kening nya menatap Kenzi


" Ya, guru modus. Siapa lagi kalau bukan Si Devan itu" Kenzi terlihat kesal saat mengatakan nya.


" Oh, pak Devan! Jangan bilang kalau uncle cemburu pada nya?" Yemi terkekeh saat mengatakan nya seraya menatap Kenzi dengan tatapan menyelidik.


" Ish, siapa yang tidak akan cemburu bila istri nya di dekati oleh pria lain" Kenzi mendengus kesal.


" Ada apa?" Kenzi menaikan sebelah alis nya menatap istri kecil nya yang tampak panik.


" Kenapa uncle tidak mengingatkan ku, semua orang di penginapan pasti panik mencariku yang menghilang dari semalam. Apa lagi aku ketua dari mereka" Yemi mendengus kesal pada suami nya itu.


" Tidak akan, Mia pasti sudah mengatakan pada guru mu itu kalau kamu di jemput oleh uncle" Kenzi berkata santai seraya melipat ke dua tangan nya di dada nya.


" Mia? Apa Mia mengetahui kedatangan uncle ke sini?" Lagi - lagi Yemi di buat kaget dengan ucapan uncle nya.


" Tentu saja, kamu fikir siapa lagi orang yang mengirimkan foto mu dengan guru modus itu kalau bukan dia"

__ADS_1


" Jadi Mia pelaku nya? Ck ck ck, untuk apa dia melakukan nya?" Yemi tak habis fikir kenapa sahabat nya itu mengambil foto nya bersama dengan Devan dan mengirim kan nya pada Kenzi.


" Mungkin sahabat mu itu ingin kita menghabiskan waktu berdua sayang" Kenzi menatap menggoda pada Yemi.


" Aih, kenapa uncle Ken jadi mesum seperti ini sih? Padahal dulu saja dia selalu bersikap ketus pada ku" batin Yemi menatap aneh pada uncle yang bersetatus sebagai suami nya itu.


Hari itu Nami dan Kenzi menghabiskan waktu hanya berdua saja di dalam vila itu, karena kondisi Yemi yang kelelahan akibat ulah Kenzi membuat Yemi malas untuk menggerakan tubuh nya. Mereka menghabiskan waktu dengan menonton drakor kesukaan Yemi di kamar mereka. Kenzi sesekali bersikap nakal dan menggerayangi tubuh Yemi, Yemi pun sesekali melarang uncle nya itu karena dia merasa risih akan apa yang di lakukan suami nya itu.


Bayang kan saja kalau Yemi saat ini sedang asyik menonton acara kesayangan nya dan Kenzi suami nya dengan tidak tahu malu nya menciumi pipi Yemi dengan sesekali ciuman itu mendarat pada bibir Yemi. Tak jarang juga Kenzi menempelkan wajah nya pada ceruk leher Yemi dengan sesekali dia mengendus dan meyesap bagian itu hingga meninggalkan tanda kepemilikan nya di sana, serta tangan yang selalu nakal menelusup ke dalam baju yang di kenakan Yemi saat ini.


" Ish unclee, apa uncle bisa diam?" Yemi mendengus kesal pada pria yang ada di samping nya.


" Tidak bisa sayang" Kenzi berkata dengan nada merengek membuat Yemi tidak bisa berkata apa - apa lagi. Jujur saja Yemi menyukai Kenzi yang seperti ini, rasa nya seperti bukan seorang Kenzi saja.


Yemi pun dengan berat hati harus membiarkan Kenzi melakukan apa pun yang dia ingin kan. Yemi hanya bisa pasrah saja walau pun dia merasa risih dan terganggu saat menonton acara kesukaan nya.


" Sayang, apa kita tidak bisa melakukan nya lagi?" Kenzi menatap penuh permohonan pada Yemi dengan mata yang berbinar.


" What, tadi dia bilang apa? Apa dia tidak merasa kelelahan?" Batin Yemi seraya menelan saliva nya susah. Dia fikir bagaimana bisa suami nya itu tidak merasa kelelahan bahkan setelah beberapa ronde yang mereka lewati sejak dini hari tadi.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2