
Devan memggelengkan kepala nya dengan bibir yang tersenyum melihat Mia yang terburu - buru memasuki kamar mandi dengan salah tingkah sambil tangan nya bergerak melepaskan jas dan dasi pada tubuh nya sehingga menyisakan kemeja berwarna putih dengan kancing yang sudah dia buka di tubuh nya. Setelah beberapa saat pintu kamar mandi kembali terbuka dan menampilkan Mia yang keluar kembali masih menggunakan gaun pengantin yang melekat di tubuh nya.
" Kenapa?" Devan mengerutkan kening nya.
" Apa bapak bisa membantuku sebentar?" Mia mengatakan itu dengan wajah yang terlihat malu - malu, apa lagi saat ini suami nya itu memakai kemeja yang tidak di pasangkan kancing nya membuat tubuh kekar Devan terekspose di depan mata nya.
" Membantu? Apa kamu mau aku membantu memandikan mu?" Devan tersenyum menggoda kepada Mia.
" Ish, bukan itu pak! Cepat kemari!" Mia pun merengek manja seraya menggerakan tangan nya agar Devan mendekati nya.
" Apa?" Devan pun menghampiri Mia yang berada di ambang pintu masuk kamar mandi.
" Tolong bukakan ini!" Dengan wajah yang sudah merona, Mia membalikan badan nya dan menunjukan resleting gaun yang sulit dia gapai dengan menarik rambut yang tergerai menutupi nya ke bagian depan. " Tangan ku tidak sampai untuk menggapai nya" tambah Mia lagi seraya menolehkan wajah nya pada Devan.
" Ah, jangan kan hanya membukakan resleting. Membuka semua pakaian mu pun dengan senang hati akan aku lakukan!" Devan mengerlingkan sebelah mata nya membuat Mia semakin salah tingkah saja.
Tangan Devan pun terulur untuk membuka resleting gaun yang di pakai Mia saat ini sehingga terpangpanglah punggung putih mulus milik Mia yang membuat Devan terpesona dengan keindahan yang sedang dia lihat saat ini. Itu baru punggung, bagaimana kalau Devan melihat semua nya. Bisa - bisa air liur Devan keluar 😅😅
" Apa aku bawa dia ke atas tempat tidur sekarang saja ya, rasa nya aku sudah tidak tahan" batin Devan seraya menahan has rat yang tiba - tiba muncul dalam diri nya.
__ADS_1
" Apa sudah selesai pak?" Tanya Mia dengan gelisah.
" Tunggu sebentar" jawab Devan dengan suara serak nya karena menahan sesuatu yang sudah bergejolak dalam diri nya bahkan bagian bawah nya kini sudah terasa sesak minta untuk di keluarkan.
" Kenapa, apa sangat sulit? Kenapa lama sekali?" Mia merengek manja.
Cup
Bukan nya menjawab Devan malah memberikan satu kecupan pada leher jenjang Mia yang tidak terhalang oleh rambut nya. Tubuh Mia meremang seketika serasa ada aliran yang aneh menjalar di seluruh tubuh nya saat Devan melakukan itu pada nya.
" A apa yang bapak lakukan" tanya Mia dengan terbata.
" Aku sudah tidak tahan sayang, apa aku boleh melakukan nya sekarang?" Ucap Devan dengan posisi wajah nya masih setia di ceruk leher Mia.
" Aakh!" Mia kembali terpekik kaget saat tubuh nya terasa melayang di udara karena Devan sudah mengangkat tubuh nya yang hanya memakai pakaian dalam saja.
" Aku sudah tidak tahan sayang!" Mata Devan sudah berkabut gai rah. Mia pun hanya pasrah saja dengan apa yang akan di lakukan oleh suami nya itu, bukan kah dia fikir ini bukan pertama kali juga untuk nya karena sebelum nya bukan kah diri nya sudah merenggut keperjakaan Devan saat dia mabuk.
Apa lagi saat ini Mia dapat merasakan sesuatu menusuk - nusuk di bagian belakang nya saat Devan menggendong nya.
__ADS_1
Melihat Mia yang hanya diam saja Devan pun langsung menautkan bibir nya dengan bibir istri nya itu dengan lembut sambil berjalan ke arah tempat tidur mereka. Setelah sampai di tempat tidur Devan pun mendudukan diri nya di pinggir tempat tidur dengan masih menggendong tubuh Mia di pangkuan nya tanpa melepaskan tautan pada bibir mereka.
Ciuman itu semakin lama menjadi semakin dalam dan menuntut, bahkan Mia yang awal nya hanya diam saja kini sudah ikut membalas permainan yang dilakukan Devan pada nya. Ini memang bukan yang pertama kali nya berciu man bagi mereka berdua, namun baru pertama kali untuk Mia dalam keadaan yang sadar.
Tangan Devan perlahan melepaskan pengait pada punggung Mia dan melepaskan nya serta melemparkan nya kesembarang arah sehingga terpang - pang lah dua gundukan kembar yang terlihat menyembul dengan ukuran yang begitu pas dalam genggaman Devan. Tak menunggu lama tangan Devan pun langsung memegang dan meremas benda kenyal itu dengan penuh naf su dan gai rah yang sudah memuncak. Merasakan ada yang memegang bagian atas nya, Mia pun lansung melepaskan tautan di bibir mereka.
" A apa yang bapak lakukan?" Mata Mia membulat sempurna saat melihat tangan Devan yang dengan lincah nya memainkan benda kenyal milik nya itu. " Aaaakh" satu desa han lolos begitu saja dari bibir Mia saat jari - jari Devan memainkan benda kecil bulat berwarna pink yang ada di ujung nya.
Bibir Devan pun tak tinggal diam, kini sudah mendarat pada ceruk leher Mia dan menyesap bagian itu dengan kuat sehingga meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana. Tubuh Mia menggelinjang hebat dengan tak karuan saat mendapatkan sensasi yang baru pertama kali ini dia rasakan saat setiap sentuhan demi sentuhan di berikan oleh suami nya itu.
Setelah cukup puas bibir Devan bermain pada leher dan dua gundukan kembar milik Mia yang sudah di penuhi bekas merah ke unguan di sana Devan pun membaringkan Mia pada tempat tidur sambil menautkan kembali bibir mereka. Kemeja yang di pakai Devan pun sudah tergeletak begitu saja di atas lantai. Tangan Devan pun kini sudah dengan nakal nya melepaskan kain segitiga yang menutupi bagian bawah Mia dan membuang nya ke sembarang arah. Tangan Devan mulai mengelus dan mengusap bagian itu dengan lembut.
Tubuh Mia semakin mengginjang hebat dan tak karuan saat salah satu jari milik Devan sudah memasuki gua hangat nyaman milik Mia dan memainkan jari - jari itu di sana.
" Aaakh" de sahan kembali keluar dari bibir mungil Mia saat Devan terus memaju mundurkan tangan nya di bawah sana sampai beberapa lama kemudian Mia merasakan ada sesuatu yang akan meledak di bawah sana.
" Pak, hentikan! Aku harus kekamar mandi sekarang" Mia mendorong tubuh Devan yang berada di atas nya dengan keras
" Ke kamar mandi? Untuk apa?" Devan mengangkat alis nya sebelah.
__ADS_1
" Aku mau pipis" Mia memainkan jari - jari nya dengan wajah yang menggemaskan di mata Devan membuat nya menjadi semakin tidak tahan saja ingin segera memiliki gadis ini seutuh nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏