Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 91


__ADS_3

" A apa yang kamu bilang sayang, kenapa kamu berkata seperti itu?" Ucap Juan dengan tergagap


" Ya Simi, bagaimana bisa kamu menuduh kami? Padahal sudah jelas disini kamu yang beselingkuh dengan pria yang sedang bersamamu" Rere tak kalah panik.


" Kamu jangan mengatakan omong kosong Simi, kalau kamu salah akui saja jangan malah melimpahkan kesalahan mu pada orang lain" Dion tampak sangat marah pada putri nya itu sedangkan Sinta hanya mendengarkan saja tanpa berkata apa pun


" Ini bukan omong kosong pa, aku punya bukti nya" Simi berkata dengan penuh percaya diri.


" Bukti? Bukti apa maksud mu?"Juan tampak panik.


" Cih, lihatlah wajah mu itu! Baru aku bilang seperti itu saja kamu sudah panik" Simi berkata dengan nada mengejek nya.


" Bukti, apa benar kamu punya bukti nya?" Bisik Alfaro tepat di telinga Simi.


" Tentu saja aku punya, tadi aku sudah mengambil gambar mereka yang sedang bermesraan di butik" jawab Mia kembali berbisik sambil terkekeh.


" Lalu apa guna nya aku berpura - pura jadi pacar mu? Kalau kamu ada bukti orang tua mu pasti akan membatalkan pernikahan mu walau tidak ada aku" Alfaro mendengus kesal


" Benarkah? Kenapa aku tidak kepikiran ya?" jawab Simi dengan santai nya.


" Kamu" Alfaro gemas sendiri pada gadis gila yang ada di hadapan nya ini dan meraup wajah nya dengan kasar sedangkan Simi hanya mengangkat bahu nya acuh.


" Kalian sedang apa? Kenapa berbisik - bisik? Sekarang cepat tunjukan bukti yang kau miliki itu!" Ucap Dion dengan nada yang tegas.


" Ini, papa lihat saja sendiri!" Simi pun menyerahkan ponsel nya yang sudah dia otak - atik terlebih dahulu agar foto yang tadi sore dia ambil di butik dapat di lihat langsung oleh papa nya itu.


Dion pun mengambil ponsel yang di berikan oleh putri nya itu untuk melihat apa yang ingin di tunjukan Simi pada nya. Juan yang berada di samping Dion pun dengan hati yang penasaran ikut juga melihat isi ponsel itu, dan betapa terkejut nya Juan saat melihat apa yang ada pada layar ponsel itu.

__ADS_1


" Sial, kapan dia mengambil nya?" Batin Juan dengan wajah yang panik.


" Apa - apaan ini? Sekarang jelaskan padaku!" Dion menatap Dion penuh amarah. " Aku tidak menyangka kalian bisa berbuat seperti ini pada putri ku, aku akan membatalkan pernikahan ini dan anggap saja kita tidak pernah menjalin hubungan apa pun sebelum nya!" Dion berkata dengan nada tinggi nya dengan kilatan amarah pada ke dua mata nya.


" I itu mungkin saja editan pak, itu Simi buat untuk menghindari pernikahan kami" Juan mengelak.


" Oh ya, kalau papa tidak percaya. Papa bisa lihat tanggal dan waktu gambar itu di ambil, gambar itu aku ambil tadi sore di butik. Mama ingat saat aku pamit ke toilet? Aku sebenar nya membuntuti mereka berdua" Simi berkata enteng.


" Mana mama lihat!" Sinta pun merebut ponsel dari tangan suami nya dan benar saja apa yang di katakan putri nya barusan. " Kalian ini benar - benar keterlaluan, aku sangat kecewa pada kalian terutama kamu Rere" Sinta menunjuk wajah Rere yang sedang duduk di samping nya. Dan Rere hanya menundukan wajah nya tanpa berkata apa - apa.


" Maafkan saya pak, saya menyesal. Saya mohon jangan batalkan pernikahan ini saya sangat mencintai Simi dan masalah hubungan saya dengan Rere, itu karena Rere yang merayu saya "Juan tampak memohon pada Dion dengan tak tahu malu nya.


" Apa kamu bilang? Aku yang merayumu? Yang benar saja" Rere langsung berdiri dari duduk nya karena merasa tak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Juan barusan. " Bukan kah kamu yang bilang kalau kamu mencintai ku dan pada Simi hanya memanfaatkan harta nya saja" Tambah Rere lagi dengan wajah yang sangat kesal.


" Diam kamu!" Juan malah membentak Rere untuk menutupi kebusukan nya.


" Simi sayang, kamu percaya pada ku kan? Aku sangat mencintaimu dan kamu pasti bisa merasakan nya selama tiga tahun ini. Apa kamu mau hubungan kita berakhir begitu saja?" Juan yang merasa di abaikan oleh Dion memilih berdiri menghampiri Simi yang berdiri tak jauh dari sana dan memegang tangan Simi dengan tatapan memohon nya.


Entah kenapa Alfaro yang melihat Juan memegang tangan Simi merasa sangat kesal dan tak terima dalam hati nya. " Lepas kan tangan kotor mu dari calon istri ku" Alfaro menepis dengan kasar tangan Juan dari tangan Simi dan langsung menarik bahu Simi agar menempel pada nya.


Simi yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Alfaro pun tampak berwajah heran. " Aneh sekali si om ini, tadi dia jelas - jelas keberatan di sebut sebagai calon suami ku. Tapi sekarang dia sendiri yang mengatakan nya" batin Simi menatap heran pada Alfaro sedangkan yang di tatap menjadi salah tingkah saat menyadari perbuatan nya dan langsung menurunkan tangan nya dari pundak Simi.


" Kamu bodoh sekali Alfaro, kenapa kamu mengatakan itu barusan?" Batin Alfaro merutuki kebodohan nya.


" Ini semua gara - gara kamu" Juan menatap nyalang pada Alfaro sambil mengangkat telunjuk nya menunjuk wajah Alfaro sedangkan yang ditunjuk tak menunjukan eksfresi apa pun.


" Enak saja kamu menyalahkan orang atas kesalahan mu sendiri, dasar rubah!" Simi menendang kaki Juan dengan sangat keras membuat Juan meringis kesakitan.

__ADS_1


" Aw, apa yang kamu lakukan?" Juan memegangi kaki nya yang terasa sakit.


" Itu hukuman yang pantas untuk pria berengsek seperti mu" Simi berkata dengan santai nya.


Plak


Sebuah tamparan kembali mendarat pada pipi Juan saat ini.


" Dan itu hukuman dari ku, aku mau kita putus dan jangan pernah mengganggu ku lagi" Rere berkata dengan nada tinggi dan wajah yang kesal.


" Sekarang kamu pergi dari sini! Aku tidak mau melihat wajah mu lagi dirumah ku" Simi pun mengusir Juan dari sana dan Juan pun langsung pergi dengan perasaan yang sangat kesal.


" Maafkan aku Simi, aku menyesal karena percaya ucapan manis Juan dan menghianati sahabat baiku sendiri" Rere menatap Simi dengan tatapan memohon nya.


" Maaf, tapi aku tidak bisa dengan mudah nya percaya lagi pada orang yang sudah menghianati ku" jawab Simi.


"Aku mengerti, aku harap kamu bisa berbahagia bersama dengan kekasih mu itu!" Rere melirik sekilas pria tampan yang berdiri di samping Mia.


" Ah ya, terima kasih" Simi tersenyum kikuk pada Rere.


" Aku permisi, semoga kamu mau memaafkan ku dan kita bisa seperti dulu lagi" ucap Rere dengan wajah yang lesu.


" Aku bisa memaafkan mu tapi untuk kembali seperti dulu, seperti nya aku tidak bisa" ucap Simi dengan wajah yang sendu.


" Aku mengerti, mungkin kalau aku ada di posisi mu aku juga akan seperti itu" Setelah mengatakan itu Rere pun pergi setelah pamit terlebih dahulu pada ke dua orang tua Simi.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2