Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 98


__ADS_3

Sementara itu di kamar pengantin yang satu lagi, tampak Yemi dan Kenzi yang sudah memakai pakaian tidur mereka. Yemi kini sedang tidur dengan berbantalkan tangan Kenzi seraya tangan nya mendekap dengan posesif tubuh kekar suami nya itu. Sedangkan Kenzi duduk bersandar pada kepala tempat tidur mereka.


" Terima kasih sayang, terima kasih untuk kejutan yang kamu berikan" Yemi semakin mengeratkan pelukan nya.


" Apa aku tadi tidak salah dengar? Kamu memanggil ku apa?" Kenzi terkesiap saat mendengar panggilan yang tidak biasa nya keluar dari bibir mungil istri kecil nya itu.


" Sayang, apa ada yang salah?" Yemi mendongakan kepala nya untuk melihat wajah tampan suami nya itu.


" Tidak, tentu saja itu tidak salah. Tapi kenapa tiba - tiba kamu memanggil ku seperti itu hem?" Kenzi mengangkat dagu Yemi dengan lembut.


" Aku fikir, jika anak kita lahir nanti dan sudah mulai besar pasti akan menjadi bingung saat mendengar mommy nya memanggil daddy nya dengan sebutan uncle" Yemi terkekeh saat mengatakan nya sambil tangan nya mengusap perut nya yang masih rata.


" Ya, kamu benar sayang. Pasti dia akan sangat bingung" Kenzi ikut menyentuh perut Yemi. " Apa aku boleh menjenguk nya sekarang? Bukan kah kata dokter juga tidak apa - apa asal melakukan nya dengan lembut" Kenzi menatap Yemi dengan tatapan puppy eyes nya. Ya, semenjak Kenzi dan Yemi sama - sama mengetahui kehamilan Yemi. Kenzi belum pernah melakukan hal yang iya - iya dengan Yemi karena takut akan membahayakan bayi dalam kandungan Yemi, apa lagi Yemi masih selalu muntah - muntah di pagi hari dan itu membuat Kenzi tidak tega melihat istri kecil nya itu.


" Seperti nya belut albino milik mu sudah merindukan goa milik ku iya kan?" Yemi kembali terkekeh saat mengatakan nya seraya mengalungkan ke dua tangan nya pada leher Kenzi. " Malam ini aku milik mu sayang" Yemi tersenyum menggoda pada Kenzi membuat Kenzi tersenyum penuh kemenangan.


Tak menunggu lama Yemi pun menautkan bibir nya pada bibir Kenzi dan dengan penuh naf su dan gai rah yang tinggi, entah kenapa malam ini Yemi merasa begitu bergai rah. Entah mungkin karena kehamilan nya dan karena sudah lama mereka tidak melakukan nya sehingga Yemi kini merasakan gai rah yang luar biasa pada diri nya.

__ADS_1


Kenzi yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Yemi pun dengan senang hati menerima dan membalas nya dengan gai rah yang tak kalah menggebu - gebu dari Yemi saat ini.


Suara de capan dari ke dua bibir yang sedang beradu dan berperang lidah di dalam sana terdengar menggema di seluruh ruangan. Tangan Yemi kini sudah mulai membuka kancing piyama yang di pakai oleh suami nya satu per satu, Kenzi pun tak tinggal diam begitu saja dan melakukan hal yang sama pada Yemi dengan apa yang di lakukan Yemi pada nya.


Setelah baju bagian atas terbuka dan menampilkan dua gundukan kembar yang selalu menjadi bagian favorit Kenzi itu, Kenzi pun langsung memainkan nya dengan ke dua tangan nya membuat gai rah dalam diri Yemi semakin meningkat dengan sentuhan yang di berikan oleh suami nya itu.


" Aaakh" satu de sahan lolos dari bibir mungil Yemi saat bibir Kenzi menghisap salah satu gundukan kembar milik nya.


Mereka masih dalam posisi mereka tadi yaitu duduk bersandar pada kepala ranjang dengan Yemi yang gai rah nya sudah semakin tinggi pun langsung merubah posisi nya yang awal nya duduk saling berhadapan kini Yemi naik di atas tubuh Kenzi seraya melepaskan kain bagian bawah nya yang masih tersisa, begitu pun Kenzi yang juga melakukan hal yang sama sehingga terpangpang lah belut albino milik Kenzi yang sudah lama tidak di lepaskan.


Tak menunggu lama Yemi pun langsung menaikan tubuh nya di atas pangkuan Kenzi seraya memasukan belut albino milik Kenzi pada goa milik nya sambil kembali menautkan bibir nya dan bibir suami nya itu. Tak cukup di situ saja, Yemi juga terlihat menggerakan pingul nya dengan begitu lincah di atas tubuh Kenzi membuat Kenzi menjadi khawatir dengan kandungan istri nya itu.


" Kenapa? Apa kamu tidak menyukai nya?" Yemi mengerucutkan bibir nya.


" Aku sangat suka kamu seperti ini sayang, tapi apakah tidak akan apa - apa untuk bayi kita" Kenzi mengusap kening Yemi yang sudah di penuhi oleh keringat itu.


" Tidak apa - apa, lagi pula entah kenapa aku sedang sangat menginginkan nya. Mungkin juga ini karena kemauan bayi kita" Yemi tersenyum manis membuat Kenzi menjadi semakin gemas dan langsung kembali menautkan bibir mereka setelah sebelum nya dia membalikan posisi mereka dengan begitu hati - hati.

__ADS_1


Kini posisi Yemi yang berada di bawah Kenzi, dan Kenzi pun mulai menggesekan belut albino milik nya dengan sangat lembut dan hati - hati agar bayi mereka dalam keadaan baik - baik saja. Malam itu mereka melakukan nya hanya satu kali namun itu juga membuat mereka bisa sama - sama melepaskan rasa rindu pada sentuhan hangat satu sama lain nya.


Cup


" Terima kasih sayang" Kenzi mengecup kening Yemi dengan sayang saat istri nya itu sudah tertidur pulas dalam dekapan nya. Yemi mungkin merasa sangat kelelahan setelah aktifitas panas yang sudah mereka lakukan barusan. Tak membutuhkan waktu lama, Kenzi pun ikut menyusul Yemi ke alam mimpi nya.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Keesokan pagi nya di saat matahari sudah mulai meninggi, tampak sinar mata hari masuk ke dalam celah - celah gorden sebuah kamar hotel. Namun itu semua tidak mengganggu sepasang pasangan pengantin baru yang sedang tertidur dengan pulas nya dengan posisi saling mendekap erat satu sama lain di bawah selimut yang sama.


Mia yang merasa terganggu dengan sinar mata hari yang masuk menerpa wajah nya tampak mengerjapkan mata nya berkali - kali untuk membiasakan mata nya dengan cahaya yang ada di dalam ruangan itu, dan yang pertama kali di lihat nya saat ini adalah wajah tampan Devan sang guru BK yang sejak kemarin sudah sah menjadi suami nya baik di mata hukum maupun di mata agama.


" Ish, bagaimana bisa aku mendapatkan suami yang tampan seperti ini?" Gumam Mia seraya menyentuh wajah Devan dengan lembut.


" Kamu benar, aku memang tampan" Devan berkata dengan suara serak nya seraya tersenyum dengan mata nya yang masih tertutup. Devan sebenar nya masih tidur tadi, namun dia terbangun saat Mia memegang wajah nya dan bergumam sendiri.


Mendengar suara dari Devan membuat Mia terkesiap sekaligus malu dengan ucapan nya barusan " Bapak sudah bangun?" Tanya Mia dengan wajah yang sudah merona.

__ADS_1


" Tentu saja aku bangun, aku sangat ingin melihat wajah cantik istri ku ini" Devan membuka mata nya dan menyentuh wajah Mia.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2