
Jantung Yemi berdetak semakin kencang seolah akan melompat dari tempat nya saat Kenzi masih dalam posisi nya yang menimpa tubuh nya yang ada di bawah kungkungan Kenzi. Sedangkan Kenzi juga tak jauh berbeda dengan Yemi, entah kenapa waktu seakan berhenti dalam hidup nya saat Kenzi jatuh menimpa tubuh Yemi yang ada di bawah nya.
Sekejap kedua pasang mata itu saling menatap dan saling bersirobok satu sama lain, dan sekejap pula saat itu menjadi saat yang entah lah sulit untuk di artikan oleh kata - kata.
" A apa uncle akan melakukan nya sekarang?" Yemi memberanikan bertanya tentang apa yang di fikirkan nya sekarang pada Kenzi dengan gugup.
" Melakukan, melakukan apa?" Kenzi tampak mengerutkan kening nya melihat wajah Yemi yang berjarak hanya beberapa centi saja tanpa mengubah posisi mereka. Entah lupa atau ke asyikan, entahlah autor juga tak tahu 😅😅
" Tentu saja melakukan malam pertama kita, kita kan pengantin baru" jawab Yemi dengan polos nya seraya mengedip - ngedipkan kedua mata nya lucu.
Kenzi yang mendengar nya pun merasa kaget dan tersadar dari situasi yang terjadi saat ini. Buru - buru dia beranjak dari posisi nya saat ini dan menjauh dari tubuh Yemi yang masih dalam posisi yang sama dengan kening yang mengkerut dalam.
" Ish, apa tidak jadi uncle?" Yemi bertanya saat uncle Ken nya malah menjauh dari nya.
" Jadi apa nya?" Kenzi sudah mulai merasa kesal.
" Tentu saja malam pertama" Yemi mengerucutkan bibir nya.
Pletak
Satu jitakan mendarat pada kening Yemi membuat Yemi meringis kesakitan seraya mengusap - ngusap kening nya yang terasa panas akibat jitakan dari kening Kenzi.
" Uncleeee, sakit tau" Yemi berteriak dengan suara cempreng nya itu dengan bibir yang semakin mengerucut tajam.
" Itu hukuman untuk mu" Jawab Kenzi enteng.
__ADS_1
" Ish, hukuman untuk apa? Memang nya aku membuat kesalahan?" Yemi masih mengusap kening nya.
" Kesalahan mu itu adalah selalu berfikiran kotor, padahal kamu masih anak kecil" Kenzi menatap tajam pada Yemi.
" Ish uncle ini, bukankah kita pasangan pengantin baru? Dan menurut internet, malam petama untuk pasangan pengantin baru itu adalah hal yang wajib di lakukan. Apa lagi kan kewajiban istri itu melayani suami" Yemi berkata dengan senyum mengembang di bibir nya.
" Itu tidak berlaku untuk kita, kamu itu masih kecil ingat! Dan kamu masih sekolah" Kenzi berkata dengan nada tak mau di bantah.
" Oh jadi uncle ingin kita melakukan nya setelah aku lulus sekolah ya?" Yemi malah membuat asumsi nya sendiri membuat Kenzi kehilangan kata - kata nya.
" Terserah pada mu, uncle mau tidur" Setelah mengatakan itu Kenzi pun berlalu meninggalkan Yemi yang masih mengoceh sendirian.
" Aih.. Aku jadi gak sabar ingin cepet lulus sekolah" Yemi berkata dengan wajah yang berbinar menatap punggung Kenzi yang sudah menghilang di balik tembok.
" Ish kenapa juga kami harus tidur terpisah, kami kan sudah menikah" Yemi nenggerutu kesal seraya berlalu masuk ke dalam kamar nya sendiri yang berdampingan dengan kamar Kenzi.
Beberapa hari telah berlalu, tak terasa sudah dua minggu setelah pernikahan antara Kenzi dan Yemi di langsung kan. Hubungan mereka tidak ada kemajuan seperti jalan di tempat membuat Yemi merasa jengah dengan kehidupan nya.
" Kenapa lo? " Mia yang baru datang melihat Yemi yang memajukan bibir nya sampai lima mili itu merasa heran dengan apa yang telah terjadi pada sahabat nya itu.
Sekarang Yemi sedang duduk di bangku nya sendiri. Bel istirahat baru saja berbunyi dan tidak ada tanda - tanda Yemi ingin pergi ke kantin untuk makan seperti biasa nya membuat Mia merasa khawatir dengan Yemi.
" Gue bingung Mi" Yemi menjatuhkan kepala nya di atas meja yang ada di hadapan nya.
" Bingung kenapa lagi sih, uncle Ken lagi?" Mia yakin sahabat nya itu pasti memikirkan tentang uncle Ken nya itu, karena apa lagi yang di fikirkan Yemi sampai bingung seperti itu kalau bukan tentang itu. Kalau masalah pelajaran itu mungkin membingungkan diri nya dan Dika tapi tidak dengan Yemi yang otak nya di atas rata - rata.
__ADS_1
" Itu lo tahu" Yemi berkata dengan nada malas.
" Kenapa lagi sih sama uncle lo itu?" Mia terkadang bingung dengan sahabat nya yang satu itu saat dia belum menikah, dia bingung bagaimana cara nya agar bisa menikah dengan uncle nya itu dan sekarang setelah menikah Yemi masih saja merasa bingung. Dia fikir setelah Yemi menikah dengan uncle Kenzi, Yemi tidak akan uring - uringan lagi seperti dulu. Namun nyata nya perkiraan Mia meleset total saat Yemi malah semakin uring - uringan setelah menikah dengan Kenzi.
" Mi, lo fikir deh!" Yemi mengangkat kepala nya yang dari tadi ia tempelkan di atas meja dan memegang kedua tangan bagian atas Mia. Sedangkan Mia fokus mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Yemi selanjut nya." Bukankah suami istri harus tidur bersama dan pengantin baru biasa nya akan mesra?" Yemi mengatakan itu dengan berapi - api membuat Mia hanya bisa menganggukan kepala nya. "Tapi kenapa aku dan uncle malah tidur terpisah dan uncle masih memperlakukan ku seperti anak kecil." Yemi merengek kepada Mia seraya tangan nya mengguncangkan tubuh Mia dengan lumayan kencang membuat Mia sedikit pusing di buat nya.
" Apa yang harus aku lakukan?" Yemi beteriak , untung saja keadaan kelas sedang sepi karena semua siswa sedang berdesak - desakan di kantin untuk makan.
" Ish, untung saja aku belum pernah jatuh cinta" ucap Mia setelah dia dapat menetralisir rasa pusing nya yang ia dapat saat Yemi mengguncangkan tubuh nya lumayan kencang. " Dan seperti nya aku tidak ingin nengalami nya. Melihat mu saja aku sudah ikut pusing apalagi kalau aki sendiri yang mengalami nya. Oh no!" Mia memegang kedua pipi nya dengan raut wajah yang ketakutan.
" Ish, aku tidak ingin membahas mu tapi aku ingin kamu membantu ku untuk berfikir bagaimana cara nya agar uncle Ken bisa melihat ku sebagai wanita, bukan sebagai anak kecil" Yemi menatap Mia dengan tatapan memelas nya.
" Baiklah, mari kita fikirkan!" Mia meletakan jari telunjuknya di depan kening nya dengan tangan yang ia topangkan pada meja di hadapan nya.
Kruuyuuuk
Bukan nya ide yang dia dapat melainkan suara cacing yang berdemo dalam perut nya meminta untuk di berikan makanan.
" He he... Seperti nya aku tidak bisa berfikir bila perutku kosong" Mia nyengir kuda. " Bagaimana kalau kita pergi ke kantin dulu, baru nanti aku akan membantu mu berfikir" Mia menatap Yemi dengan penuh harap.
" Ish, merepotkan sekali. Baiklah ayo kita pergi, tapi janji! Setelah makan kamu harus membantuku untuk berfikir!" Yemi menatap tajam pada Mia.
" Siap Boss!" Mia meletakan tangan nya di dahi nya seperti orang yang sedang hormat di acara upacara bendera.
Kedua nya pun langsung pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan sejak bel istirahat berbunyi.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏