
Akhir nya hari ini Mia akan resmi di lamar oleh keluarga Devan untuk menjadi istri Devan. Mia sudah membicarakan ini pada Roy dan istri nya Anis tentang lamaran yang akan di lakukan hari ini oleh keluarga Devan, dan Roy pun dengan senang hati akan menyambut mereka. Walaupun dia agak keberatan karena Mia yang masih baru akan lulus sekolah SMA nya dan masih terlalu muda untuk menikah. Tapi Roy juga kembali berfikir, mungkin dengan menikah Mia akan mendapatkan kebahagiaan nya dan Mia tidak perlu bekerja di bar milik nya lagi dengan alasan tidak enak karena diri nya yang telah membiayai kehidupan Mia selama ini.
Mia juga memberitahu Yemi tentang hal ini, dan Yemi pun dengan senang hati dan bersemangat hadir untuk menemani sahabat nya itu. Walaupun Yemi harus dengan susah payah membujuk Kenzi untuk mendapatkan izin dari nya.
Acara akan di laksanakan pada jam tiga sore hari dan Yemi sudah di antarkan Kenzi ke sana sejak pukul satu siang. Kenzi tak bisa ikut hadir karena ada pertemuan penting yang harus dia hadiri pada jam dua, jadi dia tidak akan sempat untuk ikut acara itu. Kenzi hanya akan datang saat urusan nya selesai untuk menjemput Yemi pulang.
" Aish, sahabat gue mau di lamar! Kok jadi gue yang deg - deg an sih" Yemi berkata heboh saat melihat Mia yang sudah merias diri nya dengan make up natural milik nya. Mia terlihat lebih cantik dengan make up itu dan jangan lupakan gaun pendek berwarna salem yang dia pakai sekarang membuat penampilan Mia semakin cantik saja.
" Ya iyalah, lo ikut deg - deg an orang lo gak pernah dilamar sama si uncle" Mia berkata dengan nada mengejek nya.
" Ish, yang penting sekarang gue udah maried dan gue bahagia karena uncle juga cinta sama gue" Yemi mengembangkan senyuman nya. " Bukti nya saja udah ada bayi dalam perut gue sekarang" Mia terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya ya ya" Mia memutar bola mata nya malas. " Lo harus jaga ponakan gue dengan baik oke!" Mia pun memegang perut Yemi yang masih rata. " Gue jadi gak sabar pengen lihat anak lo, pasti ganteng kalau cowok dan cantik kalau cewek" Mia membayangkan wajah anak Yemi nanti yang akan mirip Kenzi bila laki - laki dan akan mirip Yemi kalau itu perempuan.
" Sama, gue juga gak sabar, untung aja gue hamil pas udah mau kelulusan. Gue gak bisa bayangin kalau gue hamil pas sekolah masih lama, bisa heboh satu sekolahan kalau mereka tahu gue hamil. Bisa - bisa mereka bilang kalau gue jadi sugar baby nya si uncle" Yemi brigidig ngeri membayangkan nya.
" Iya juga ya" Mia terkikik geli.
Ceklek
Pintu kamar Mia yang ada di rumah Roy dan Anis pun terbuka dari luar, Anis tampak masuk dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
" Wah, keponakan bibi cantik sekali!" Anis menghampiri Mia dan Yemi. " Beruntung sekali pria yang akan melamar mu ini, dia pasti tidak akan berkedip melihat penampilan mu seperti ini" Anis terkekeh saat mengatakan nya.
__ADS_1
" Bibi bisa aja" Mia tersipu malu dengan wajah yang sudah merah merona.
" Ish, biasa aja kali, gak cocok lo terlihat malu - malu kayak gitu. Elo kan biasa nya malu - maluin" ucap Yemi dengan nada mengejek nya.
" Sialan lo" Mia pun memukul tangan Yemi , namun bukan nya kesakitan Yemi malah tertawa renyah. Anis pun tersenyum seraya menggeleng - gelengkan kepala nya melihat kelakuan dua gadis yang ada di hadapan nya. Eh ralat satu gadis dan satu wanita hamil wk wk wk.
"Oh ya, kata Mia kamu sedang hamil ya Yem?" tanya Anis dengan wajah yang berbinar.
" Ya bi, baru tiga minggu" Yemi nyengir kuda.
" Kamu dan suami kamu pasti sangat bahagia" kali ini wajah Anis berubah sendu dan Yemi tahu kenapa.
" Sabar saja bi, nanti juga Tuhan akan memberikan nya untuk bibi dan paman Roy. Kita sebagai manusia hanya bisa berdo'a dan berusaha" ucap Yemi
" Kalau berusaha hampir tiap hari Yem, cuman ya gimana Tuhan belum ngasih" Anis terkekeh saat mengatakan nya.
" Iya bi, terus aja usaha! Lagian itu usaha ternik mat yang pernah ada kan" Yemi mengerlingkan mata nya sebelah.
" Hus, disini masih ada gadis" Anis melirik Mia dengan ujung mata nya seraya terkekeh pada Yemi.
" Ish, kalian benar - benar ya. Ck ck ck!" Mia berdecak seraya menggeleng - gelengkan kepala nya mendengar apa yang di katakan oleh ke dua wanita yang ada di hadapan nya.
Setelah beberapa lama, akhir nya yang di tunggu datang juga. Mia dan Yemi sama - sama keluar dari kamar yang tadi Mia tempati untuk menemui para tamu yang tak lain adalah keluarga guru mesum menyebalkan nya, siapa lagi kalau bukan Devan.
__ADS_1
Mia dan Yemi sama - sama melangkahkan kaki nya menghampiri keluarga Devan, Devan tampak menatap gadis yang sebentar lagi akan dia lamar dengan mata yang tidak berkedip. Sungguh Devan sangat terpesona dengan penampilan Mia saat ini, gaun pendek berwarna salem dengan make up yang natural tampak membuat Mia semakin cantik dan terlihat anggun saat ini.
" Ngedip Van, jangan lupa lap itu iler!" Bisik Dena seraya menepuk pundak Devan pelan.
Devan yang mendengar mommy nya mengatakan itu dengan spontan mengusap bibir nya seraya mengedipkan mata nya membuat Dena dan Ivan yang berada di sisi kanan dan kiri nya semakin terkekeh.
" Ish, mommy ini apa - apa an sih" Devan yang merasa di kerjai oleh mommy nya itu pun mendengus kesal.
" Habis kamu, sampai lupa ngedip gitu! Mia cantik ya, tapi siapa gadis yang bersama nya?" Dena menatap Yemi dengan dahi yang mengkerut. " Kenapa wajah nya tak asing bagiku" batin Dena masih menatap Yemi dengan tatapan menyelidik.
" Itu Yemi, sahabat Mia" jawab Devan singkat.
" Oh" Dena ber oh ria seraya menatap Yemi dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Tak lama Mia dan Yemi pun duduk di dekat Roy dan Anis duduk saat ini. Mia tampak menatap satu per satu wajah mereka yang sudah datang, dan Mia merasa kalau ada yang kurang dari mereka.
" Om Indra dan tante Cecil tidak ikut?" Tanya Mia saat tidak melihat ke dua orang itu tidak ada di sana.
" Oh, maaf mereka tidak jadi datang karena ada masalah di hotel tempat pesta pernikahan Celin di adakan hari minggu besok. Jadi mereka harus menyelesaikan nya terlebih dahulu, tidak apa - apa kan sayang?" Dena tampak tidak enak.
" Oh, tentu tidak apa - apa mom. Semoga masalah nya tidak begitu serius" Mia tersenyum manis.
" Baiklah, mari kita mulai saja acara nya! Kalian tentu sudah tahu maksud kedatangan kami ke sini dan kami ingin tahu bagaimana tanggapan kalian tentang hal itu?" Ivan mulai berbicara dengan serius.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏