
Akhirnya sudah waktunya untuk kamu selesai syuting, dan menjalankan rencana untuk berbincang-bincang dengan Kyura berdua saja. Karena kalau ada Yudo disini, bisa-bisa dia menyembunyikan sesuatu dariku. Karena dia takut akan ketahuan, walau ini masih belum pasti, tapi kalau sudah mendapatkan informasi yang cukup darinya.
Mungkin rencana kami untuk datang ke sekolah terkutuk itu dibatalkan. Saat ini aku sedang berada di basement bersama dengan Kyura. Sedangkan yang lainnya ku suruh pulang terlebih dahulu. Aku membutuhkan beberapa menit untuk mengurus anak sialan Akai yang ingin pulang bersamaku.
Dan pada akhirnya dia pulang karena ku bilang dia jelek, "Jadi... nona..." kata Kyura yang sepertinya tidak tahu namaku.
""Gillie... panggil, bicara santai saja seperti seorang teman" kataku tersenyum manis agar dia tergoda dengan ku. Dengan begitu akan memudahkan ku untuk mengetahui sesuatu darinya. Tapi sepertinya dia biasa saja, dan tak terpengaruh dengan kecantikan ku.
Huh, menyebalkan... sepertinya dia seorang pria yang menjual mahal. Tapi... bagaimana dia tidak tahu dengan namaku? apa aku masih tidak terkenal?. Sampai-sampai ada orang yang tak tahu namaku seperti dia. Ini aneh sekali, kenapa dia tidak tahu namaku.
Lagi pula dia adalah pengarang cerita yang kami perankan. Apa selama ini dia tidak tahu kalau ceritanya selalu di perankan oleh kami. Padahal namaku, nona Gillie sudah terkenal di seluruh dunia. Tidak ada seorangpun yang tak tahu namaku, orang yang sangat cantik ini, dan mendekati dengan kesempurnaan.
"Jadi... apa yang ingin nona Gillie bicarakan padaku?" tanya Kyura.
"Aku hanya ingin bertanya, apa benar kau penulis novel terkenal itu?" tanyaku.
"Ya, benar... lalu kenapa?" tanya Kyura yang terlihat ingin segera pergi dari sini.
"Wah! benarkah! apa aku boleh lihat cerita yang sedang kau buat?" tanyaku dengan girang.
"Umm... tapi sebelumnya, aku tak pernah orang lain melihat isi karyaku. Karena aku takut isi cerita ku akan di bocorkan ke publik" kata Kyura. Dia terlihat seperti seorang pria yang sangat tertutup, dan seperti dia sangat pendiam.
"Percayakan saja padaku! kalau aku tak akan membocorkan isi karyamu!" kataku yang memohon padanya.
"Umm... baiklah, apa besok pagi... kau bisa datang ke rumahku? agar aku bisa menunjukkan karya yang sedang ku buat, dan beberapa karya lainnya" kata Kyura.
"Wah! benarkah! baiklah besok aku akan mengosongkan jadwalku, untuk datang ke rumahmu!" kataku sambil memeluk Kyura, ini hanya bagian dari akting ku tahu.
__ADS_1
"Eh!? ja-jangan memelukku seperti itu... aku, aku merasa tidak enak" kata Kyura.
"Ah... maafkan aku, saking senangnya aku sampai lupa berbuat seperti ini. Maaf..." kataku yang berpura-pura sedih.
"Ah... tidak apa kok, baiklah kalau begitu bisa berikan nomor ponselmu? aku akan kirimkan alamat rumahku padamu" kata Kyura.
"Baiklah, ini dia..." kataku memberikan ponselku padanya.
"Baiklah kalau begitu... aku pergi dulu ya, sampai jumpa!" kata Kyura melambaikan tangannya.
Sikapnya... sangat aneh sekali, setelah ku peluk seperti itu biasanya para lelaki akan semakin tertarik denganku. Tapi dia sangat berbeda sekali, biarpun lelaki itu pendiam seperti apapun, pasti akan bereaksi walau hanya sedikit. Tapi aku tak melihatnya reaksi darinya begitu ku peluk seperti itu.
Dia terlihat, dan terasa sangat berbeda dengan para lelaki yang ku temui selama ini. Keberadaannya juga... entah kenapa, rasanya aneh sekali bagiku. Seperti seseorang yang ku kenal... tapi siapa ya? apa mungkin orang itu adalah teman masa kecilku.
Tapi aneh sekali dengan dirinya... kenapa tiba-tiba dia langsung meminta nomor ponselku, dan akan memberikan alamat rumahnya padaku. Padahal kan dia adalah orang yang sangat tertutup dari masyarakat. Bahkan tak ada seorangpun yang mengenalinya begitu melihatnya.
Setiap karya yang di tulis olehnya, lalu di terbitkan. Semua penggemarnya langsung berbondong-bondong ke toko buku untuk membeli buku-bukunya. Begitupun dengan diriku yang membeli buku novel buatannya.
Karena buku novel buatannya... sama seperti dengan novel yang diberikan Eren padaku. Padahal di buku itu tak tertulis siapa pengarangnya, tapi aku bisa tahu kalau novel, "Human Heart" adalah novel yang dia tulis.
Melihat buku novel yang diberikan oleh Eren saat itu. Berarti sejak dulu Kyura adalah seorang pengarang novel. Sejak kecil dia sudah bisa membuat berbagai novel yang menarik hingga sekarang.
Lalu yang membuatku sangat penasaran, bagaimana saat itu Robin bisa mendapatkan buku yang bahkan tidak di terbitkan. Buku serial kedua dari novel, "Human Heart" apakah dia mengenal pengarang novel Kyura saat itu?.
Tapi yang membuatku sangat penasaran, dan aneh adalah, mengapa serial kedua dari novel, "Human Heart" tidak di terbitkan, dan tidak di publikasikan. Namun sekarang serial kedua dari novel itu ada di tanganku karena Robin memberikannya padaku saat itu.
Sampai sekarang pun... aku masih belum membaca serial kedua dari novel favorit ku. Karena bagiku itu bukanlah sekadar sebuah buku biasa. Tapi buku itu... memiliki arti yang lebih dari sebuah buku, bagiku buku itu adalah... sebuah kenangan yang berharga bagiku, dan juga rasa penyesalanku.
__ADS_1
Tring! aku mendapatkan notifikasi dari Kyura, ternyata dia sudah memberikan alamat rumahnya padaku, dan dia bilang jangan di sebarkan alamat rumahnya. Baguslah kalau seperti ini, semuanya berjalan dengan lancar.
Setelah itu aku pulang, dan menemui Yudo di kamar yang sedang berbaring di kasurnya dengan lesu. Sepertinya dia sangat kelelahan sekali, melihatnya yang tidur lemas seperti itu. Kemudian aku menghampirinya, untuk memberi tahu tentang Kyura padanya.
Dia pun terkejut, mungkin karena dia tidak tahu kalau aku sudah masuk dari tadi. Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Yudo sampai dia bengong seperti itu.
"Jadi... besok dia memintamu untuk datang ke rumahnya?" tanya Yudo.
"Ya benar... tak ku sangka akan berjalan dengan mudah seperti ini" kataku.
"Tapi tepat saja bukannya ini sangat mencurigakan. Kau harus membawa benda tajam untuk berjaga-jaga" kata Yudo.
"Baiklah... oh ya, besok apa yang akan kau lakukan? besok kan jadwal kosong" kataku.
"Besok aku akan pergi ke sekolah terkutuk itu" kataku Yudo yang membuatku terkejut.
"Apa!? untuk apa kau pergi ke sana? petunjuknya sudah ada di tanganku" kataku.
"Tapi tetap saja, kita masih harus mencaritahu tentang dia lebih lanjut" kata Yudo.
"Huh baiklah, kalau saja kau masih bergabung dalam organisasi mu itu. Pasti mencari informasi tentang seseorang sangat mudah" kataku.
"Ya, kau benar sekali, oh ya bukankah hari ini kita harus pergi siaran dengan Glasya?" tanya Yudo.
"Astaga aku lupa! kalau begitu ayo kita cepat-cepat bersiap" kataku yang lupa kalau masih ada jadwal lainnya.
Kemudian kami bersiap-siap lagi, dan berdandan dengan mempesona dengan memakai dress warna hitam yang anggun. Setelah itu kami berangkat bersama dengan mobil pribadi kami yang dikendarai oleh Kajo.
__ADS_1
Seperti biasa Kajo menyambut kami dengan sopan, dan baik. Setelah itu sebelum siaran di mulai, kami bersiap-siap terlebih dahulu, dan berbincang-bincang dengan yang lain. Lalu Glasya datang dengan pakaian mewahnya yang membuatku terpesona, hari ini... dia terlihat sangat cantik sekali