
Yah walaupun saat kelas satu Peter itu cukup pandai bagi orang-orang biasa. Tapi semenjak dia kelas 2, dia berubah total entah karena apa, dia juga tak memberitahuku tentangnya. Dia selalu beralasan, "Maaf aku tak bisa memberitahumu". Sebenarnya aku sangat penasaran apa yang terjadi padanya saat itu.
"Eh!? kenapa kalian kesini?" tanyaku.
"Ah... anu, kami hanya ingin ikut belajar saja, dari tadi kami mencari mu kesana-kemari. Namun akhirnya ada seseorang yang memberitakan kami kalau kalian ada disini" kata Peter.
"Oh benarkah? baiklah kalau begitu mari kita belajar bersama. Tapi kenapa sebelum pulang sekolah kalian tak mengabariku dulu?" tanyaku.
"Sebenarnya ini permintaan Peter, dia memaksa kami untuk ikut belajar bersama mu" kata salah satu temannya yaitu William.
"Baguslah kalau begitu, memang pantas untuk kalian agar menaiki nilai kalian yang buruk. Jika ada yang tidak kalian ketahui kalian bisa tanyakan padaku, atau Robin" kataku.
"A-apa!? Robin? yang benar saja, apa dia bisa membantu" kata Peter.
Robin terlihat sangat kesal sekali, "Haha, sabar Robin mungkin mereka sedang bercanda. Apa kau meragukan perkataan ku?" tanyaku.
"Hah... baiklah jika kau yang berkata seperti itu apa boleh buat" kata Peter.
Lalu kami memulai belajar bersama di perpustakaan, kami belajar dengan serius. Kadang juga kami bercanda sedikit, dan saling bertanya, dan bercerita. Rasanya sangat menyenangkan dengan kehidupan sekolah seperti ini.
Malam hari jam setengah enam, sudah waktunya kami untuk pulang bersama. Keadaan sekolah ini sudah sangat gelap, dan kosong tak ada satupun orang tersisa. Lalu kami pergi ke parkiran untuk mengambil motor kami.
Namun sesaat kami sampai di parkiran, aku melihat ada 3 orang berpakaian serba hitam. Aku menghentikan teman-temanku yang berjalan di depanku dengan merentangkan tanganku. Aku melihat dari balik dinding apa yang sedang mereka lakukan.
"Ada apa di depan sana Claude?" tanya Peter.
"Pelankan suara mu, dan biarkan aku saja yang melihatnya. Bisa gawat kalau kalian keluar untuk melihatnya beramai-ramai" kataku.
"Selalu saja seperti ini, teman-teman ikuti apa kata Claude" kata Robin.
__ADS_1
Lalu aku melihat ketiga orang itu membawa sebuah karung berwarna hitam, dan sebuah benda tajam. Lalu mereka mengeluarkan isi karung itu, dan aku sangat terkejut setengah melihat apa yang ada di dalam karung hitam itu.
"A-ada apa denganmu Claude? kenapa kau bergemetar seperti ini?" tanya Robin.
"Semuanya ayo ikut aku..." kataku berjalan mundur.
"Apa yang sebenarnya terjadi Claude?" kata Peter.
"Nanti saja aku ceritakan, setelah kita keluar dari sekolah ini. Ayo kita lewat pintu belakang" kataku berjalan lebih dulu.
"Lalu bagaimana dengan motor kita?" tanya Peter.
"Lupakanlah, nyawa kita lebih berharga" kataku.
Setelah aku berkata seperti itu kepada teman-temanku. Mereka semua terdiam, dan seolah-olah mereka tahu apa yang ku maksud. Kami melewati pintu belakang sekolah untuk keluar dari sekolah.
Begitu kami sudah keluar dari sekolah, aku berlari dengan kencang ke tempat yang ramai. Dengan begitu teman-temanku ikut berlari mengikuti ku. Karena di sekitar sekolah ku ini tempatnya sangat sunyi, dan sepi.
"Sebenarnya... apa yang terjadi... hah... aku lelah sekali" kata William.
"Ya, sebenarnya apa yang terjadi? kau membuat kami takut saja" kata Robin yang tampaknya dia tidak lelah sama sekali.
Karena Robin sering sekali berolahraga, terutama futsal, "Eh!? tunggu... dimana Peter! apa kalian melihatnya?" tanyaku.
Lalu kami semua terkejut begitu sadar bahwa Peter tak ada bersama kami. Namun terlihat dari kejauhan ada seseorang yang berjalan ke arah kami. Perlahan-lahan aku melihat sesuatu, ternyata dia adalah Peter.
Dia wajahnya sangat pucat, dan berkeringat banyak. Sepertinya dia sangat kelelahan sekali, begitu sampai, dia langsung membaringkan tubuhnya di jalan. Mulutnya sangat kering sekali, astaga dia benar-benar seperti mayat hidup.
"Apa yang terjadi padamu Peter?" tanya Robin.
__ADS_1
"Aku... hah... lelah... sekali" kata Peter ngos-ngosan.
"Baiklah karena Peter sudah ada, jadi ceritakan apa yang kau lihat saat disekolah. Sampai-sampai menyuruh kami berlari mengikuti mu sampai sini" kata William.
"Baiklah aku akan menceritakannya kepada kalian, jadi dengar cerita ku baik-baik. Karena aku hanya menceritakannya sekali" kataku.
Beberapa menit sebelumnya saat kami semua masih berada di sekolah. Tepatnya di parkiran, aku melihat ketiga orang aneh itu mengeluarkan sesuatu dari karung besar yang berwarna hitam itu.
Begitu mereka mengeluarkan apa yang ada di dalam karung hitam itu. Aku sangat terkejut kalau di dalam karung itu berisi tiga orang. Yang lagi, jika ku lihat dari pakaiannya, pakaian itu adalah seragam sekolah kami.
Aku sangat terkejut sekali, kaki, dan tangan mereka di ikat. Lalu mulut mereka di tutup dengan lakban, dan matanya di tutup dengan kain. Mereka berteriak-teriak kecil dengan suara tak jelas karena mulutnya di tutup.
Lalu aku aku tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, "Hei... rumah sakit yang mana yang sedang membutuhkan organ tubuh saat ini?"
"Tenang saja, aku selalu mendapat informasi tentang hal ini. Rumah sakit Fallen Jersey sedang membutuhkan 3 organ paru-paru sekarang"
"Hahaha kau memang hebat, tapi apa mereka bisa menutup mulut soal bagaimana kita bisa mendapatkan organ-organ ini?"
"Kau tidak perlu khawatir soal itu, dan lagi aku mendengar sedikit sesuatu dari bos kita. Kalau disekolah ini ada satu anggota S.M.F yang menyamar menjadi murid disini"
"Apa!? organisasi S.M.F, itu sangat berbahaya sekali. Bagaimana cara kita menemukan orangnya?"
"Kau tak perlu khawatir soal itu, aku akan mencaritahu sendiri, dengan cepat. Baiklah kalau begitu, ayo kita belek yang ini dulu"
Setelah aku mendengarnya, aku langsung mengajar teman-temanku keluar dari sekolah lewat pintu belakang. Aku sangat ketakutan begitu tahu siapa mereka... mereka adalah pelaku kejadian yang sedang menimpa di sekolah ini.
Ternyata mereka memiliki organisasi sendiri, ini sangat berbahaya karena mereka tidak bergerak sendirian. Aku tak menyangka kalau aku akan melihat kejadian ini secara langsung, dan untungnya kami tidak ketahuan.
Kalau saja saat itu kami ketahuan oleh para pembunuh itu. Bisa-bisa kami juga menjadi korban mereka, kali ini mereka membunuh tiga orang murid. Lalu bagaimana selanjutnya, dan sepertinya aku tahu sedikit hal tentang mereka.
__ADS_1
Kalau mereka tidak asal-asalan membunuh begitu saja. Mereka membunuh orang berdasarkan kebutuhan rumah sakit. Lalu ada yang membuatku terpikirkan sesuatu, apa sebenarnya itu S.M.F.