
"Hei apa kalian ingin ikut bersamaku ke pantai?" kata Peter lewat chat.
"Sepertinya aku tidak" kataku.
"Hah... mana nih yang lainnya? kenapa belum muncul juga. Sepertinya hanya kita berdua saja yang on ya?" kata Peter.
Setelah beberapa menit kemudian ada chat lagi, "Hei aku on nih... kalau aku sih bisa-bisa saja" kata William.
Namun tak ada yang menjawab pesan dari William, karena aku sibuk belajar di kamarku dengan tenang, dan aku mematikan ponsel ku. Sementara Peter, mungkin dia sedang melakukan hal lain.
Tapi selama aku sedang belajar, entah kenapa aku selalu memikirkan Glasya. Tak seperti dulu, aku tak bisa fokus saat belajar disaat aku sedang memikirkannya. Tapi sekarang aku bisa fokus belajar, dan memikirkan Glasya.
Mungkin ini adalah akibat dari dia selalu menggangguku. Oleh karena itu aku jadi terbiasa, dan tak merasa terganggu lagi. Setelah beberapa jam kemudian, di grup chat pun menjadi ramai.
"Sial! kenapa tidak ada yang menjawab chat ku! sudah dua jam ini!" kata William sambil menggunakan emoticon marah.
"Oh William, maaf karena aku tadi sedang ada urusan penting yang mendadak" kata Peter.
"Hah, kau selalu saja beralasan seperti itu, memangnya urusan apa sih?" tanya William yang sepertinya sudah terbiasa dengan alasan Peter.
"Seperti biasanya, haha... aku tak bisa memberitahukannya" kata Peter.
"Lagi-lagi seperti itu"
"Hai... grup apa ini?" kata Glasya yang baru saja ikut bergabung ke grup.
"Oh hai Glasya! apa kau ingin ikut ke pantai bersama kami?" tanya Peter.
"Ah... soal itu... maaf aku tidak bisa ikut bersama kalian. Aku kan sudah bilang sebelumnya kalau aku tak bisa ikut" kata Glasya memberikan emoticon sedih.
"Ah... baiklah kalau begitu" kata Peter.
Pada akhirnya hanya Peter, dan William saja yang pergi berlibur ke pantai. Karena aku juga tidak bisa, seperti yang sudah ku bilang sebelumnya. Kalau aku hanya ingin fokus belajar di liburan seperti ini.
__ADS_1
Aku tahu kenapa Glasya tidak bisa ikut, itu karena dia tak memiliki uang yang cukup untuk pergi berlibur. Karena dia harus selalu menghidupkan dirinya. Tapi entah kenapa hatiku merasakan kalau sebenarnya dia ingin ikut pergi bersama dengan yang lainnya.
Namun saat aku sedang belajar di ruang tamu, dengan adik-adikku di sekeliling ku. Aku mendengar ada suara keributan dari luar. Kemudian aku beranjak meninggalkan buku milikku, dan melihat keluar jendela.
Aku melihat ada segerombolan orang yang sedang berdemo. Entah apa yang mereka lakukan, tapi sepertinya dunia sedang baik-baik saja. Tapi kenapa mereka semua mengadakan demo seperti itu?.
Aku melihat sekilas papan yang mereka angkat bertuliskan tentang, "0,5 lagi". Entah apa yang dimaksud dengan "0,5" tapi kenapa mereka berdemo di komplek rumahku?. Aneh sekali? sebenarnya apa yang mereka lakukan disini?.
Lalu tak lama setelahnya, aku mendapatkan chat dari teman-temanku, "Hei apa kalian kedatangan orang-orang aneh?" tanya Glasya di grup.
"Hah? maksudmu orang aneh yang sedang berdemo?" kata William.
"Iya benar itu maksudku? sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan? kenapa mereka demo di komplek rumahku. Apa kau sedang di rumahmu William?" tanya Glasya.
"Aku sedang di rumah Peter, karena kami akan berangkat sebentar lagi. Aku juga merasakan ada yang aneh dengan orang-orang itu" kata William.
"Hei... di rumahku juga ada orang seperti itu, beberapa menit yang lalu mereka lewat di komplek rumahku" kataku ikut bergabung.
"Sudahlah, mungkin saja mereka sedang membuat konten atau semacamnya" kata William.
"Ah iya, benar juga katamu William" kata Glasya.
Tapi kurasa tidak, mereka tidak sedang membuat konten atau semacamnya. Mereka memang benar-benar sedang berdemo, bukan... kurasa, mereka sedang memperingati orang-orang yang dilewatinya.
Seketika aku memikirkannya membuat bulu kudukku berdiri, dan aku merasa merinding jika mengingat orang-orang itu lewat di depan rumahku. Apa benar mereka sedang memperingati orang-orang?.
Suasana hatiku menjadi kacau, dan aku sangat gelisah sekali. Padahal tak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi kenapa firasat ku mengatakan kalau hal buruk akan terjadi, otakku mulai berpikiran yang aneh-aneh.
Aku jadi tak bisa fokus untuk belajar lagi, karena otakku selalu memikirkan akan terjadi sesuatu yang buruk kedepannya. Tapi... apa yang dimaksud dengan kata, "0'5 lagi" sebenarnya apa yang mereka maksud dengan kata-kata itu.
"Claude keluarlah dari kamar! ayo kita makan!" kata ibuku sambil mengetuk pintu kamarku.
"Baik bu!"
__ADS_1
Aku menaruh buku yang sedang ku baca, kemudian aku segera keluar kamar, dan pergi ke meja makan untuk makan bersama dengan keluarga ku. Meja makannya ada di bawah, jadi aku harus turun untuk makan.
"Loh ayah sudah pulang kerja?" kataku yang terkejut ayah sudah lebih dulu duduk di meja makan.
"Iya, hari ini ayah pulang cepat"
Lalu setelah itu ibu membawakan masakannya ke meja, dan kami makan bersama. Tapi entah kenapa, saat ini aku sedang tidak enak untuk makan, mungkin karena kejadian aneh tadi. Hal itu membuatku terus memikirkannya tanpa henti.
"Claude? kenapa kamu tidak memakan makanan mu? apa masakan ibu tidak enak?" tanya ibuku tiba-tiba.
Aku yang sedang melamun langsung terkejut begitu mendengar perkataan ibu, "Eh!? ti-tidak kok bu, aku hanya sedang memikirkan sesuatu" kataku.
"Apa yang kau pikirkan nak? cepat makanlah" sambung ayahku.
"Baik yah..."
"Atau kau ingin menceritakannya dulu kepada kami? kau tahu nak, jika kita menceritakan masalah kita kepada orang lain, itu akan membuat masalah itu menjadi ringan" kata ayahku.
"Benar kata ayah, baiklah aku akan menceritakannya kepada kalian. Sebenarnya beberapa jam yang lalu, aku melihat ada segerombolan orang aneh di luar" kataku.
"Segerombolan orang? segerombolan orang seperti apa yang kau maksud?" kata ayahku sambil minum.
"Orang-orang aneh, yang sepertinya sedang berdemo. Orang itu membawa papan yang bertuliskan, 0,5 lagi..."
Ayahku yang mendengar ceritaku pun langsung terkejut, dan tersedak saat minum air, "Uhuk... uhuk, a-apa!? kau benar-benar melihatnya?" tanya ayahku dengan wajah yang sangat serius.
"Iya ayah... memangnya kenapa? apa ayah tahu sesuatu tentang kejadian ini?" tanyaku.
"Eh!? ti-tidak kok, ayah tidak tahu apa-apa, tapi kalau katamu mereka adalah orang-orang aneh. Maka lebih baik kita harus waspada terhadap orang seperti itu" kata ayahku dengan serius.
Aneh sekali, kenapa tiba-tiba ayah menjadi sangat serius seperti itu. Apa sebenarnya ayah tahu sesuatu tentang kejadian yang ku alami, karena saat aku sedang menceritakannya, ayah tiba-tiba terkejut, dan berubah menjadi serius.
Entah kenapa hatiku berkata, kalau ayahku sedang menyimpan sebuah rahasia yang besar. Tapi aku juga tidak tahu mana yang benar, mungkin saja ini hanya perasaanku. Semoga saja hak buruk tidak akan pernah terjadi pada keluarga kami, ataupun orang lain.
__ADS_1