Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Akhir Dari Kisah Yang Menyakitkan


__ADS_3

Dua minggu berlalu... kami hanya mengandalkan food court yang kami miliki untuk bertahan hidup. Namun karena kejadian yang tak terduga dua Minggu yang lalu, kini food court kami menjadi sepi. Tak seramai dulu saat kami masih di kenal dengan idola mereka.


Kenyataan bahwa kehidupan ku akan seperti memang sangat sulit. Aku juga telah memberitahukan namaku di depan publik saat itu. Mereka semua sangat terkejut, wajah mereka terlihat merinding ketakutan saat itu. Namun entah bagaimana aku tidak lagi menjadi buronan, mungkin itu yang ayah maksud telah mengurusi permasalahan ku.


Aku lega karena berakhir seperti itu, namun sudah lama ini aku tidak lagi mendengar kabar dari Eren. Apakah ayah mengorbankan Eren demi keselamatan ku? tapi ku rasa itu tidak mungkin. Rasanya... saat aku tahu bahwa dia adalah Eren, aku seperti bermimpi di dunia yang penuh dengan derita, dan bahagia.


Namun, kini mimpi itu sudah pergi berlalu, dan mungkin aku tidak akan pernah mendapatkan mimpi itu lagi. Karena mungkin saja Eren masih tak bisa memanfaatkan ku, dan yang paling ku takutkan dia tidak akan pernah memaafkan ku untuk selama-lamanya. Padahal aku ingin hubungan kami kembali baik seperti sebelumnya.


Aku ingin sekali kembali ke masa-masa itu, dan lagi aku belum sempat melihat wajah aslinya. Karena saat itu dia masih menyamar dengan wujud Kyura, begitu juga dengannya yang belum melihat wajahku karena saat itu aku masih dalam wujud nona Gillie.


"Bau gosong apa ini... hmm... astaga! Gillie lihat masakan mu!" kata Carlo.


"Apa!? bagaimana bisa begini! astaga aku lupa kalau aku sedang membuat pancake. Sial kenapa kau tak memberitahuku daru tadi! dan lagi jangan lagi memanggilku dengan nama itu!" kataku yang ternyata sedari tadi aku sedang melamun memikirkan Eren.


"Hahaha! baiklah maafkan aku, tapi kesalahan mu ada pada pancake yang kau buat itu" kata Carlo.


"Ah sial aku harus memasak ulang lagi!" kataku.


Lalu tiba-tiba saja Akai datang, "Sini... biar aku saja yang membuat pancake nya, kau bisa beristirahat sekarang" kata akai yang kantung matanya menghitam semenjak dia tahu kalau aku adalah seorang pria.


Aku jadi merasa bersalah padanya, karena aku dia telah mengalami hal-hal yang baik berubah menjadi buruk begitu tahu kenyataannya kalau aku adalah seorang pria. Namun syukurlah semua orang yang ada bersama ku tidak membenciku.


Lalu tiba-tiba saja ada orang yang sangat mencurigakan yang datang. Orang itu menggunakan masker hitam, kaca mata hitam, dan juga topi berwarna hitam. Tapi keberadaannya tidak asing bagiku, dan lagi rambut pirang itu... sepertinya tidak asing bagiku.


"Permisi... apa kau benar Claude?" tanya orang itu padaku.


"Ya!? ada apa?..." kemudian tiba-tiba saja orang itu langsung menarik tanganku, dan membawa ku ke tempat yang sepi. Aku diam saja selama di bawa oleh orang ini, karena aku sudah tak peduli lagi apa yang terjadi padaku.


"Hei... sepertinya boss kita di culik oleh orang aneh berambut pirang itu" kata Akai.

__ADS_1


"Hmm? sudahlah biarkan saja, dia bisa mengurus dirinya sendiri"


Lalu tiba-tiba saja Yudo datang menuruni tangga, dan menghampiri mereka berdua, "Hei apa kalian melihat Claude? hoaam" kata Yudo yang terkantuk-kantuk selepas baru bangun tidur.


"Entahlah bung... tadi sepertinya dia di bawa oleh perempuan berambut pirang yang mencurigakan" kata Carlo.


"Hmm? rambut pirang? baiklah aku mengerti!" teriak Yudo yang membuat semuanya terkejut.


Kemudian wanita aneh itu berhenti menarik ku, begitu kita sampai di sebuah taman. Dengan cahaya rembulan, dan angin yang berhembus yang membuat dedaunan terjatuh. Lalu suasana hening ini, membuatku berkhayal kalau aku sedang berada di dimensi yang berbeda sekarang.


Setelah itu, wanita itu melepaskan semua benda yang menutupi wajahnya, dan melepaskan ikat rambutnya. Rambutnya berterbangan mengikuti kemana arah angin berhembus. Berkibas-kibas di tengah rembulan, dan tersenyum manis kepadaku sambil mengeluarkan air mata yang berkilauan.


Kemudian wanita itu mengulurkan tangannya, dan sepertinya aku tahu kalau aku menggenggam tangannya itu, aku akan di bawa ke dunia lain yang lebih indah, dunia tanpa penderitaan, dan hanya berisi kebahagiaan untuk selama-lamanya.


Hatiku berkata, "raihlah" maka aku meraih tangannya, dan menggenggam nya dengan terbengong. Pikiranku terus berkata, "ini adalah mimpi yang indah" ya... aku ingin terus seperti ini, kebahagiaan, dan debaran yang hangat seperti ini.


Aku terus di tarik, dan berlari ke arah bulan yang indah itu. Sampai akhirnya kami berhenti di pagar pembatas taman itu, yang di bawahnya adalah air laut yang berkilauan bersamaan dengan cahaya rembulan yang indah itu. Wanita itu terus menggenggam tanganku dengan wajahnya yang bahagia.


Lalu wanita itu menunjuk jarinya ke bulan yang indah itu. Angin pun berhembus dengan kencang, dan suara ombak yang enak di dengar mengisi suasana yang indah itu. Rasanya... dunia ini hanya milik kita berdua, untuk selama-lamanya, dan tak akan pernah berakhir.


Kemudian wanita itu memegang pipiku dengan tangannya yang lain, dan dia mulai mendekatkan wajahnya kepadaku. Lalu kami berciuman di tengah dunia yang indah ini, mungkin tidak akan ada lagi dunia yang seperti ini untuk kami setelahnya.


"Claude..."


"Ya..."


"Aku mencintaimu..."


"Aku... juga, mencintaimu..."

__ADS_1


"Ku pikir selama ini kau sudah pergi dari hidupku... tapi... akhirnya kau kembali"


"Aku juga berpikir seperti itu... kalau kau tidak akan pernah kembali"


"Aku sangat takut kehilanganmu... karena itu... mulai sekarang jangan pergi lagi ya..."


"Iya... aku akan terus berada di sisimu kemanapun kau pergi. Aku akan tetap berada di samping mu sambil menggenggam tanganmu dengan erat supaya kita tidak berpisah lagi"


"Berpegang erat seperti ini?"


"Ya... mulai saat ini aku tak akan pernah melepaskan genggaman ini... untuk selama-lamanya"


"Terima kasih... terima kasih Claude karena kau masih menginginkan ku..."


"Aku juga berterima kasih padamu karena kau masih mau menerima ku kembali... padahal aku adalah pria yang buruk untuk wanita sempurna seperti mu"


"Kau sama sekali tak buruk... hanya dunia ini yang buruk"


"Aku juga merasa seperti itu... merasa kalau dunia ini akan memisahkan kita berdua"


"Tapi bagus juga bukan? dengan begini hubungan kita menjadi semakin erat"


"Ya... ternyata dunia memberikan kehidupan buruk ini demi kita berdua. Untuk saat ini..."


Aku menyadari banyak hal yang dapat di. ambil dari kisah ku. Tentang apa itu sesuatu yang berharga, tentang apa itu penderitaan, dan rasa sakit, itu semua hanyalah proses untuk kita menuju kebahagiaan yang sebenarnya.


Tak peduli sekeras apa hidup, tak peduli seberapa banyak kau menangis, tak peduli betapa menyakitkannya dunia ini, tak peduli dunia telah memisahkan kita. Dengan bertahan, dan diam... semuanya akan baik-baik saja. Karena pada akhirnya kebahagiaan lah yang menunggu kita di masa depan.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2