
Hari ini aku memulai hariku dengan pergi bersantai di gedung milik kami bersama. Seperti biasa karena hari ini aku tak sedang bekerja karena sedang tak ada yang membutuhkan pekerjaan ku. Jadi aku hanya menghabiskan waktuku di rumahku dengan membaca buku.
"Oh ya Claude, apa kau mendapatkan petunjuk dari orang yang bernama Kyura itu?" tanya Yudo yang tiduran dengan santai di atas kasurnya sambil menonton televisi.
"Dia memang sangat mencurigakan sekali, sepertinya kemungkinan besar dia memiliki hubungan dengan Robin" kataku mengerutkan dahi ku.
"Sudah ku duga, tapi syukurlah kau tidak apa-apa" kata Yudo.
"Tak apa-apa apanya! aku hampir di lecehkan oleh 3 pria brengsek tahu! untung saja dia datang menolong ku saat itu. Kalau tidak... aku bisa mati oleh pria brengsek itu" kataku.
"Sudah ku bilang kan... kalau kau sudah tak sekuat dulu lagi Claude. Begitu juga dengan diriku, karena aku sudah tak pernah melatih diriku lagi" kata Yudo.
"Ya, ya aku tahu itu... aku memang sudah menjadi orang lemah sekarang" kataku dengan sedih.
"Apa maksudmu dengan orang dia yang menolong mu adalah tuan Kyura?" tanya Yudo.
"Ya, memangnya siapa lagi... aku sempat berprasangka buruk padanya" kataku.
"Tapi bisa saja dia yang merencanakan itu semua bukan" kata Yudo.
"Kurasa tidak, aku yakin kalau ketiga pria brengsek itu bukan rencananya. Karena kalau mereka bagian dari rencana Kyura, maka sudah pasti aku di biarkan di lecehkan oleh para pria brengsek itu" kataku merinding.
"Hmm... baiklah kalau kau yang berkata begitu... apa ada hal aneh lagi?" tanya Yudo.
"Tapi sebelum aku memberitahumu apa kau tahu sesuatu tentang teman masa laluku yang bernama Eren?" tanyaku.
__ADS_1
"Tentu saja... aku sudah menyelidiki sampai sejauh itu saat itu. Namun sekarang aku taj perlu menyelidiki mu lagi kawan" kata Yudo.
"Di tahun 2017 sampai tahun 2020 dia berhenti menulis novel. Bukankah di tahun 2017 itu tepat saat aku melakukan pembunuhan itu, dan dia berhenti menulis novelnya juga. Apa kau tahu sesuatu tentangnya setelah aku berkata seperti ini?" tanyaku.
Kemudian Yudo terdiam, dan mengerutkan dahinya sambil berpikir keras, "Mungkin... dia adalah seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan Eren. Seperti seorang kakak, atau hubungan darah lainnya, dan selama 3 tahun itu dia depresi karena mendengar kalau Eren meninggal" kata Yudo.
Apa yang dikatakan Yudo ada benarnya juga, Yudo benar-benar hebat bisa berpikir sejauh itu. Lagi-lagi aku merasa bahwa diriku tidak berguna, dan tak dapat berguna untuknya. Kalau soal hubungan darah, itu kemungkinan besar benar sekali.
Karena kalau misalnya dia seorang kakak, atau adiknya. Mungkin dia sangat depresi karena adiknya yang sangat dicintainya meninggal. Setelah itu dia berhenti untuk menulis cerita selama 3 tahun. Kemudian setelahnya karena keadaan sudah membaik dia memulai kembali bakatnya untuk menjadi penulis terkenal di tahun 2021.
Mungkin dia memiliki alasan untuk tidak memberitahukannya di depan publik bahwa dirinya adalah penulis novel terkenal. Itu karena kejadian dulu ya menimpa adiknya. Karena saat itu ayahku menutupi rumor tentang ku membunuh Eren.
Di ganti dengan bunuh diri, dan Kyura tidak percaya bahwa adiknya tidak mungkin untuk bunuh diri tanpa alasan. Karena Eren adalah orang yang sangat ceria seingat ku, keberadaannya juga sangat menyenangkan, dan menyejukkan hati.
"Lalu... apa ada sesuatu lagi yang menurutmu mencurigakan?" tanya Yudo.
"Apa!? dia memiliki ruang bawah tanah? tapi... soal pintu itu... kira-kira apa ya? pasti ada rahasia terbesar yang berada di balik pintu itu" kata Yudo.
"Aku juga berpikir seperti itu, tapi... kemungkinan besar yang ada di balik pintu itu adalah informasi yang sangat besar tentang Robin, dan Eren" kataku.
"Jadi begitu ya, orang yang bernama Kyura itu sudah pasti memiliki hubungan dengan kedua orang itu. Eren, dan Robin..." kata Yudo.
"Ya kau benar, aku sangat yakin sekali dengan hal itu. Biarpun sedikit demi sedikit informasinya terbongkar, pasti di depan sana ada informasi yang lebih besar lagi menunggu kita" kataku.
"Tapi ingat kata-kataku ini Claude... berhati-hatilah terhadap Kyura" kata Yudo dengan serius.
__ADS_1
Memang benar, aku harus berhati-hati terhadap orang itu. Karena aku baru saja mengenalnya, mungkin saja dia ada orang yang sangat berbahaya suatu saat nanti. Karena sementara ini dugaan kami tentang Kyura memiliki hubungan dengan Eren, sudah pasti Robin juga memiliki hubungan dengan mereka berdua.
Mereka bertiga saling terikat satu sama lain, mereka saling terhubung. Sebenarnya apa hubungan mereka bertiga, kenapa mereka saling terhubung dengan Eren, begitu juga Eren dengan yang lainnya, dan Robin dengan yang lainnya, dan seterusnya.
Robin saat itu sedang berusaha untuk mencoba mengingatkan ku kembali dengan kenangan ku bersama Eren dahulu. Lalu... bagaimana dia bisa tahu tentang hal itu semua? itu adalah pertanyaan ku yang sangat sulit. Apa setiap kali Eren selesai bermain bersamaku dia menceritakan pengalamannya kepada Robin.
Kemudian dengan Kyura... untuk saat ini aku masih belum banyak menemukan keanehan darinya. Hanya ada beberapa hal saja yang membuatku merasa curiga padanya. Yaitu dengan ruangan itu, rak buku di tahun 2017 sampai 2020 tidak ada. Kemudian karena dia dari tadi berusaha sedang menyembunyikan sesuatu dariku saat aku bertanya padanya.
"Oh ya Claude, apa hari ini kau tidak ingin pergi keluar untuk bersenang-senang? mumpung saat ini sedang tidak ada kerjaan kan?" tanya Yudo.
"Hmm? entahlah tapi... kurasa itu adalah ide bagus!" kataku yang tiba-tiba menjadi bersemangat.
"Dasar anak ini, tapi baguslah akhirnya kau mau di ajak keluar. bagaimana kalau besok kita akan pergi berwisata di pegunungan?" tanya Yudo padaku.
"Apa!? pengunungan? apa kau gila, tempat itu kan berbahaya!" kataku.
"Haha! kau pikir sudah berapa tahun berlalu sejak kejadian saat itu hah" kata Yudo dengan bersikap santai.
"Tapi... bagaimana kalau masih tersisa seorang pembunuh di gunung itu?" tanyaku.
"Ah! kau ini! siapa yang bilang kita akan pergi ke gunung yang saat itu. Kau pikir di dunia ini gunung hanya ada satu? tempat disana sangat sejuk, dengan perumahan dari kayu yang berada di pinggir tebing. Bukankah itu sangat luar biasa!" kata Yudo yang matanya berbinar-binar.
"Ah... kalau begitu, kita akan pergi dengan siapa saja?" tanyaku.
"Tentu saja dengan tokoh-tokoh yang memiliki nama, bukan tokoh figuran disini, Haha!" kata Yudo.
__ADS_1
Lalu kami berencana untuk pergi berlima, yaitu yang pastinya kami berdua, dan sisanya adalah Carlo, Akai, dan juga Kajo supir pribadi kami berdua. Mungkin ini adalah hari liburan terbaik bagi kami, aku sangat menantikan liburan kali ini. Sampai-sampai aku terus memikirkan saat-saat aku berada di sana.