
Hari esok pun tiba dengan cahaya matahari yang menyinari lewat jendela kamarku. Aku pun langsung beranjak pergi ke jendela kamarku, dan membukanya. Aku melihat komplek rumahku, dan menghirup udara segar di pagi hariku setiap harinya.
Rasanya sangat lega sekali, dan membuat pikiranku tenang. Syukurlah tadi saat aku tidur aku tak memimpikan apapun. Aku melihat ayahku yang sudah pagi-pagi segera berangkat kerja mengeluarkan mobil miliknya yang berwarna merah.
Aku pun langsung keluar dari kamarku, dan pergi ke meja makan untuk makan. Seperti biasanya ibuku sudah menyiapkan makanan di pagi hari yang ia masak. Saat aku menuruni tangga, aku melihat Yohan yang sedang serius menatap ponselnya.
Aku berpikir mungkin dia sedang bermain game, dan aku pun menghampirinya, "Hei apa yang kau lakukan? setiap hari kau hanya menatap ponselmu" sindir ku.
"Diamlah... aku sedang sibuk, lebih baik kakak pergi sana, jangan menggangguku" kata Yohan yang tak melepas pandangannya dari ponsel yang dia pegang.
"Memangnya apa yang kau kerjakan hah? Eh!? kau sedang bermain apa itu?" tanyaku yang melihat ponsel miliknya.
"Karena itu aku menyuruh kakak pergi, karena kakak tidak tahu apa-apa. Ini adalah saham milik ayah" kata Yohan.
"A-apa!? yang benar saja anak kecil sepertimu seharusnya bermain mobil-mobilan sana!" kataku terkejut.
"Ayah yang menyuruh ku melakukannya, karena jika aku yang mengerjakan keuntungannya lebih banyak dari pada ayah" kata Yohan.
"Yang benar saja! memangnya aku percaya kepada anak kecil sepertimu" kataku.
"Sudahlah aku pergi, aku akan ke kamarku" kata Yohan pergi memasuki kamarnya.
"Apa? hei! tunggu! hah.... yang benar saja anak itu" gumamku.
__ADS_1
Lalu aku pun pergi ke meja makan untuk segera makan. BG aku membuka tudung sajinya, aku terkejut dengan masakan ibu hari ini. Masakan ibu yang dimasak hari ini adalah makanan favorit ku, yaitu opor ayam!.
Aku sangat suka sekali dengan opor ayam, karena sangat lezat sekali. Aku pun langsung melahapnya dengan cepat, karena takut yang lain akan menghabiskannya. Begitu aku selesai makan, aku kembali ke kamarku untuk melakukan rutinitas keseharian ku.
Yaitu belajar di kamar, dan mengunci pintu kamarku supaya tidak ada yang menggangu. Namun sepertinya aku merasakan kebosanan, disaat bosan seperti ini. Sudah waktunya untukku membeli beberapa buku baru.
Aku pun langsung bersiap-siap, dan mengganti pakaianku. Pakaian andalan ku adalah sebuah Hoodie, dan celana training panjang. Tak lupa juga untuk memakai sepatu sneaker milikku yang berwarna putih.
Dan... aku mengeluarkan sepeda motorku untuk pergi ke toko buku yang biasa aku beli. Namun saat aku sedang dalam perjalanan ke toko buku. Aku melihat banyak guru dari sekolahku, dan beberapa orang asing yang sedang berkumpul di trotoar.
Entah apa yang mereka bicarakan, tapi sepertinya pembicaraan mereka menyangkut tentang sekolah. Aku pun tak peduli, dan melanjutkan perjalanan ku untuk ke toko buku. Begitu aku sampai, aku langsung memarkirkan motorku, dan segera turun.
Dengan bergegas aku pun segera memasuki pintu masuk toko. Tepat di saat aku masuk toko, ada seseorang yang keluar, dan berpapasan denganku. Sekilas aku melihat dia tersenyum seringai, tidak salah lagi!.
Aku melihat dia memasuki gang sempit, aku pun segera berlari mengejarnya, dan saat aku tiba di gang sempit itu. Aku terkejut kalau ternyata orang yang ku kejar menghilang entah kemana, padahal gang ini adalah gang buntu.
Bagaimana bisa dia menghilang begitu saja, aku pun segera memasuki gang kecil itu, dan mencari-carinya. Namun semua usahaku itu sia-sia, aku tak menemukan orang itu. Lalu tiba-tiba ada sebuah kertas yang jatuh di atas kepalaku.
Aku pun langsung memungut kertas itu, dan ternyata kertas itu terdapat tulisan. Aku membaca kertas itu...
"Kau tidak akan pernah bisa menjadi yang pertama" isi kertas itu.
Apa maksudnya ini!? aku tidak bisa menjadi yang pertama?. Apa mungkin ini hanya kertas yang kebetulan jatuh di atas kepalaku saja, atau orang itu yang memberikan kertas ini?. Aku sangat kebingungan sekali, dan yang sangat membingungkan adalah... bagaimana bisa dia tahu kalau aku ingin menjadi yang pertama.
__ADS_1
Orang pertama yang dimaksud adalah seseorang yang terhebat di dunia, dan tak dapat seorang pun bisa melampaui ku. Itulah impianku, menjadi yang pertama dari sekian banyaknya manusia.
Seseorang yang benar-benar bisa di andalkan, dan bisa menjadi apa saja yang ku inginkan, dan tak ada seorangpun yang bisa melampaui ku. Jika ada seorang saja yang hendak melampaui ku, aku sudah pernah berkata.
Kalau aku... akan menjatuhkan orang itu, jatuh sangat dalam, dan tak dapat bangkit lagi. Sebenarnya... siapa orangnya itu, aku ingin mengetahui siapa dia. Semenjak pertama kali aku bertemu dengannya, aku selalu memikirkannya.
Dia selalu membuatku penasaran, dan membuatku berpikiran keras. Sebenarnya siapa dia! kenapa dia selalu membuatku memikirkannya, dan yang anehnya lagi... kenapa dia tak terasa asing bagiku.
Padahal... aku tidak tahu siapa dia, sudah beberapa kali aku bertemu dengannya. Tapi lebih tetap juga aku tak dapat melihat wajahnya, siapa dia?. Kumohon... sekali saja biarkan aku melihat wajahnya, agar aku dapat mengenalinya siapa orang yang keberadaannya tak asing bagiku.
Biasanya selama ini aku bertemu dengannya di sekolah, namun kenapa sekarang aku menemukannya di luar sekolah. Apa itu berarti dia seumuran denganku, dan lagi kenapa sebelumnya aku menemukannya selalu saja di sekolahku.
Lalu aku sudah putus asa untuk mencarinya lagi, aku pun segera kembali ke toko buku, untuk membeli beberapa buku. Aku berjalan dengan perasaan sedih karena tak bisa menangkapnya.
Lalu aku memikirkan kembali tentang orang itu, memikirkan dari pertama kali bertemu dengannya saat di UKS. Kalau tidak salah saat itu... hanya Glasya yang bertemu dengannya, dan saat itu... sifat Glasya sangat aneh sekali.
Padahal sebelumnya jelas-jelas dia biasa saja, tapi kenapa ketika orang itu masuk, dan keluar Glasya menjadi aneh. Dia terlihat seperti ketakutan, atau syok... hanya Glasya yang dapat mengetahui siapa sebenarnya orang itu.
Namun, kenapa Glasya tidak menceritakannya kepadaku, kenapa dia menyimpannya sendiri. Aku jadi terus memikirkannya, karena orang aneh itu. Sebenarnya kenapa aku selalu memikirkannya, dan kenapa aku mengejarnya tadi.
Padahal dia sama sekali tak menggangguku, kami seperti orang asing. Tapi kenapa aku selalu ingin mengetahui siapa sebenarnya orang itu. Rasa penasaran ini terus berlanjut, salah satu cara untuk menghilangkan rasa penasaran ini adalah dengan cara mengetahuinya.
Siapa sebenarnya orang itu, tapi jika aku bertemu dengannya lagi. Apa yang harus ku lakukan, aku saja kalah cepat saat berlari dengannya. Kalau begitu satu-satu caranya, dengan mengubah keseharian ku dengan berolahraga, dan akan ku ungkapkan siapa sebenarnya dia.
__ADS_1