
Akai yang melihat ku menangis karenanya begitu terkejut dari raut wajahnya. Aku sangat memahami betul apa yang sedang dia rasakan. Sepertinya kedatangan ku di dunia ini hanya menyebabkan banyak masalah. Aku terus saja melakukan kesalahan-kesalahan yang berdampak kepada orang lain.
Seharusnya aku tidak pernah hidup, atau dilahirkan di dunia ini. Kalau aku tahu aku hidup hanya menjadi beban bagi orang lain. Kenapa aku terus menyaksikan hal-hal yang tak ingin ku lihat, aku terus saja mengalaminya, dan melakukannya berulang-ulang.
Kemudian tangan Akai meraih pipiku, dan memegangnya dengan lembut. Aku terpaksa membiarkan dia memegang pipiku seolah-olah aku adalah seorang wanita sungguhan. Aku tak akan melukai siapapun, meski harga diriku sebagai seorang pria hancur karena ku sendiri.
"Kenapa kau menangis... nona Gillie?" tanya Akai padaku yang berhenti menangis.
"Ma-maafkan aku! huhu!" kataku yang masih menangis.
Hatiku memang sangat lemah, namun terkadang hatiku sekeras batu, dan sedingin es. Hatiku lemah disaat ada seseorang yang menderita karena diriku. Hatiku keras, dan dingin di saat ada seseorang yang dekat dengan ku.
Aneh sekali diriku...
"Kau... tak perlu minta maaf... karena aku yang salah. Tolong... berhenti menangis demi... diriku" kata Akai dengan suara lirih.
"Aku! huhu... aku yang salah!" kataku yang mencoba untuk berhenti menangis tapi tidak bisa ku lakukan.
"Terima kasih... terima kasih untuk semua yang kau lakukan untukku. Aku sangat... menghargainya... mulai sekarang... aku akan pergi jauh dari kehidupan mu" kata Akai.
Ku kira saat itu dia hanya berbicara omong kosong, tapi... ternyata dia sungguhan. Dia menepati perkataannya saat itu, dia benar-benar telah pergi jauh dari kehidupan ku. Dia mengajukan pengunduran diri dari dunia perfilman. Setelahnya... dia benar-benar hilang, dan entah kemana dia pergi.
__ADS_1
Mungkin saat ini dia menjadi orang biasa, dan entah dimana saat ini dia hidup. Tapi sehari setelah dia pergi, ada seseorang yang mengirimkan surat padaku. Surat itu adalah surat yang di tulis oleh Akai untukku, surat yang berisi tentang permohonan maaf.
Padahal saat itu aku sudah bilang kalau aku lah yang salah, dan bukannya dia. Tapi dia tetap pada pendiriannya kalau dialah yang salah. Rasanya... kehidupan ku semakin kesepian karena seseorang telah pergi lagi dari kehidupan ku.
Surat itu berisi, "Maafkan aku nona Gillie, mulai sekarang kau sudah bisa hidup dengan tenang, dan menjalani kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya tanpa ku. Kau memiliki banyak teman yang mendukung mu, dan juga dari orang-orang di sekitar mu.
"Semua orang sangat menyukaimu... karena dimata mereka kau terlihat seperti seorang malaikat yang membuat hati mereka luluh karena keberadaan dirimu. Begitu juga dengan diriku, saat pertama kali melihat mu sebenarnya saat itu aku sedikit terkejut.
Karena bisa melihat malaikat yang sangat cantik di depan mataku. Tapi aku termakan dengan kebencian ku padamu karena kau telah membunuh adikku. Seharusnya aku tak perlu lagi membicarakan masa lalu lagi. Tapi aku hanya ingin mengatakan kalau keberadaan mu selama sepuluh tahun lebih sangat berarti bagiku.
Terima kasih... sudah menjadi bagian dalam hidup ku, kau tak perlu memikirkan ku hidup di mana. Aku sudah hidup bahagia disini selama kau bahagia tanpa diriku" itulah isi surat yang di tuliskan oleh Akai padaku.
Isi suratnya sungguh berarti sampai-sampai aku menangis kembali begitu membaca setiap kata pada surat yang dia tulis itu. Padahal aku sudah bilang kalau aku lah yang salah atas semua yang terjadi pada hari itu
Sudah 3 bulan berlalu sejak kejadian itu, aku sudah berusaha keras untuk berubah, dan melupakan semuanya. Aku akan terus bangkit, dan tak akan pernah meratapi masa lalu lagi. Karena aku... masih memiliki tujuan, meskipun masa lalu itu masih menghantui pikiran ku.
Sekarang aku memiliki 3 surat yang sangat berharga bagiku. 2 surat yang di tulis oleh Robin, dan satu surat lagi yang di tulis oleh Akai. Aku masih menyimpannya di dalam peti kecil, aku hanya membacanya sekali saja, setelah itu aku menaruhnya di dalam peti itu, dan tak pernah membukanya kembali untuk membacanya.
"Hei Claude... kenapa kau mengambil akting film yang berbeda denganku? bukankah selama ini kita selalu akting di film yang sama?" tanya Yudo padaku.
"Aku... aku hanya ingin mencoba hak baru saja, aku ingin tahu bagaimana rasanya" kataku.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, yang penting kita masih bekerja di satu perusahaan film yang sama" kata Yudo.
"Oh ya... aku baru ingat kalau hari ini aku ada janji kepada Glasya setelah pulang kerja. Jadi maaf aku tak bisa menemanimu untuk menonton televisi" kataku.
"Baiklah tidak apa... aku bisa kok menonton televisi sendirian" kata Yudo yang matanya berkaca-kaca.
"Hei kau ingin menangis tuh" kataku.
"Apa? tidak kok, mungkin ini karena debu" kata Yudo.
"Hahaha! baiklah kalau begitu, waktu istirahat sebentar lagi akan berakhir, dan kita harus mulai bekerja lagi. Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan tentang pertemuan mu dengan Kyura saat itu?" tanyaku.
"Ah benar juga! tadi malam sebenarnya aku ingin membicarakan hal ini padamu. Tapi saat itu aku mengantuk sekali, dan malah tertidur, haha!" kata Yudo.
"Jadi... hal apa saja yang kalian bicarakan saat tidak sengaja bertemu dengan tuan Kyura saat di jalam?" tanyaku.
Kemudian setelah itu Yudo menceritakan semuanya yang dia lakukan saat bertemu dengan tuan Kyura saat itu. Saat itu tepat malam hari saat Yudo ku suruh untuk membeli makanan di luar. Yudo tidak sengaja menabrak tuan Kyura hingga terjatuh di jalan.
Tapi tuan Kyura tidak marah saat itu, dan hendak buru-buru untuk pergi. Kemudian di saat itu sebagai permintaan maaf Yudo karena tidak sengaja menabrak tuan Kyura saat itu, Yudo mengajak untuk mentraktir makan tuan Kyura ke sebuah restoran.
Tentu saja awalnya saat itu tuan Kyura menolak mentah-mentah permintaan maaf Yudo. Namun karena akting Yudo yang luar biasa berkat ajaran seorang pangeran tampan, yaitu diriku sendiri. Pada akhirnya tuan Kyura pasrah, dan menerima tawaran Yudo untuk mentraktir makan ke restoran.
__ADS_1
Saat itu tak ada siapapun yang mengenal kalau Yudo adalah seorang aktris terkenal. Karena dia menutup semua wajahnya dengan perlengkapan ku. Sebuah masker, topi, dan kacamata hitam yang serba hitam. Kemudian Yudo mengajak tuan Kyura untuk makan di restoran yang biasa kami kunjungi, dan di tempat VIP.
Setelah itu... mulailah perbincangan yang menegangkan.