Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Ada Apa?


__ADS_3

Aku pun menjadi semakin panik karena wajahnya yang memerah. Sepertinya dia terluka cukup serius, maka aku segera berlari, dan melewati jalan yang terdekat untuk ke UKS. Aku melewati banyak rintangan, sehingga aku harus parkour.


"Hei ada apa dengannya?" tanya William kepada Peter yang melihatku berlari.


"Hmm? mungkin itu adalah baju, dan celana" kata Peter.


"Hah? apa maksudmu? baju, dan celana?" tanya William.


"Pikirkan saja sendiri"


Kemudian begitu aku sampai di pintu UKS, aku segera masuk, dan membaringkan Glasya. Lalu aku langsung segera mencari obat luka dengan sembrono. Karena aku berpikir kalau saat itu Glasya akan...


"Hei bisa kau pelan-pelan mencari obatnya? kalau seperti itu kau harus membereskannya lagi" kata Glasya.


"Aku tak peduli, aku harus mencari obatnya, dan menyembuhkan mu" kataku masih mengacak-acak rak obat.


"Kenapa dia sampai bersikap seperti itu? padahal hanya luka gores saja" kata Glasya dalam hati.


Kemudian akhirnya aku berhasil menemukan obat salep luka ini Glasya. Aku pun langsung mengoleskan obatnya di lukanya Glasya. Tapi sepertinya Glasya tak meringis kesakitan? ternyata benar dia adalah perempuan yang kuat.


Tapi bisa saja dia sedang menahan rasa sakitnya saat ini. Dia mungkin saja bersikap sok kuat di depanku, dan sebenarnya dia hanyalah sosok perempuan yang lemah. Lihat saja tubuhnya yang kurus, dan kecil itu seperti kekurangan gizi.


"Hei mau seberapa banyak kau terus mengoleskan obatnya. Lutut ku jadi putih semua kan karena obatnya" kata Glasya.


"Diam lah, aku sedang mengobati mu" kataku.


"Tapi untuk apa menggunakannya sebanyak itu! apa kau tak mengerti cara menggunakan obat? ku kira kau pandai dalam segala hal" kata Glasya.


"Yang berhubungan dengan keselamatan seseorang aku memang tidak bisa" kataku sedih.


"Eh!? ma-maafkan perkataan ku" kata Glasya menjadi merasa bersalah.


"Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu, lagi pula apa yang kau tahu?" kataku.


"Ah sudahlah, ayo kita kembali ke kelas, aku sudah tak apa-apa" kata Glasya bangun.

__ADS_1


Kemudian aku langsung mendorong nya lagi supaya tiduran, "Hei! apa yang kau lakukan? aku kan sudah bilang tidak apa-apa, aku ingin kembali ke kelas" kata Glasya.


"Tidak boleh... hiks... pokoknya kau harus tetap disini" kataku sambil menangis, dan menundukkan kepalaku.


Glasya terlihat sangat terkejut melihatku menangis seperti itu. Setelah aku berkata seperti itu, Glasya pun menuruti perkataan ku. Aku harus sampai memaksa guru untuk Glasya tetap di ruangan UKS.


Biarpun itu adalah luka kecil, tapi bagiku... itu adalah kesalahan bagiku. Aku pun langsung kembali ke kelas begitu selesai mengobati Glasya. Aku juga harus belajar, dan belajar biarpun aku sudah mengetahui semuanya.


Sementara di UKS...


"Sebenarnya ada apa dengan Claude? Ini pertama kalinya aku melihat sosok lemahnya" gumam Glasya.


"Hei... apa kau ingin tahu tentang sosok Claude si brengsek itu?" kata seseorang yang datang berdiri di hadapan Glasya.


"Hah? si-siapa kau? sepertinya aku tidak pernah melihatmu disekolah? apa kau anak sekolah disini?" tanya Glasya.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, dan mulai besok aku akan bersekolah disini" kata orang itu.


"Ah jadi kau akan menjadi anak baru ya... oh ya, tapi apa katamu sebelumnya?" tanya Glasya.


"Tentu saja aku ingin mengetahuinya, tapi bagaimana kau bisa kenal dia?" tanya Glasya.


"Ceritanya cukup panjang, aku akan menceritakan cerita singkatnya saja" kata orang itu.


Akhirnya setelah beberapa jam kemudian waktu yang ku tunggu-tunggu sudah tiba. Yaitu untuk pulang ke rumah, dan membuka buku untuk belajar lagi di rumah. Ah iya aku baru ingat kalau ada Glasya di UKS.


Dia sudah menjadi tanggung jawabku bagiku, aku harus mengantarnya untuk pulang. Dia tidak boleh kerja sambilan untuk saat ini karena lukanya. Sekalian aku juga ingin tahu dimana dia tinggal selama ini.


Aku pun segera pergi ke UKS, begitu aku masuk ada seseorang yang baru saja keluar. Entah kenapa... saat aku bersebelahan dengan orang itu... rasanya sangat aneh sekali. Aku tak sempat untuk melihat wajahnya, tapi dia ingin bertemu dengan siapa ke UKS?.


Sedangkan di UKS hanya ada Glasya saja, tapi sekilas aku melihat dia sedang tersenyum kepadaku. Ah sudahlah aku tak usah memikirkan hal yang tak berguna, mungkin saja tadi dia kesini karena butuh sesuatu.


"Hai Glasya..." aku terkejut begitu melihat Glasya.


Tatapan dia aneh sekali hari ini, dia seperti sedang terkejut. Ada apa dengannya, kenapa matanya melotot, dan mulutnya terbuka, seolah-olah dia telah mengetahui sesuatu. Aku pun langsung menghampirinya, dan menyadarkan dia.

__ADS_1


"Glasya ada apa denganmu?" kataku memegang pundaknya.


"C-claude..."


"Ya? ada apa? apa orang tadi yang telah melakukan sesuatu padamu?" tanyaku.


"O-orang tadi? ti-tidak kok" kata Glasya yang terlihat masih syok.


"Apa yang terjadi padamu Glasya? kau terlihat aneh saat ini. Apa ada masalah denganmu? kau bisa menceritakannya padaku" kataku.


"Sudah semestinya kau tahu, jadi aku tak perlu menceritakannya lagi" kata Glasya.


"Hah? apa maksudmu? apa yang sedang kau katakan. Hah, sudahlah ayo aku antar pulang" kataku.


"Baiklah, antarkan aku di kafe, aku harus bekerja" kata Glasya.


"Tidak boleh, kau harus pulang karena lukamu saat ini" kataku.


"Sudah ku bilang aku tidak apa-apa!" teriak Glasya.


"Hah!? Glasya? apa... kau tidak apa-apa?" tanyaku.


"Ma-maafkan aku, ayo kita pergi" kata Glasya.


Kemudian aku terpaksa harus mengantarkan Glasya ke tempat sambilan dia bekerja. Entah apa yang terjadi padanya, tadi saat di UKS dia terlihat sangat aneh sekali. Padahal sebelumnya, dia tidak seperti ini.


Kalau begitu... sudah pasti orang yang tadi lewat di sebelah ku, dia adalah orangnya. Orang yang sudah membuat Glasya menjadi aneh seperti ini. Dari sikapnya tadi saja mencurigakan, dia tersenyum padaku.


Siapa dia sebenarnya, kalau sampai melihat Glasya seperti itu. Berarti dia ada hubungannya denganku, tapi siapa orang itu. Ah sial! kenapa tadi aku tidak sempat melihat wajahnya, jika saja aku melihat wajahnya.


Aku bisa menghajarnya jika bertemu dengannya lagi. Tapi apa yang sudah dia lakukan pada Glasya, sampai-sampai Glasya menjadi seperti ini, dan kelihatannya Glasya sedang membenciku.


Sudah pasti orang itu ada hubungannya denganku. Semoga saja aku bisa bertemu dengannya lagi, atau menunggu Glasya menceritakannya sendiri. Apa yang telah dia lakukan padanya, tapi sepertinya ini akan memakan waktu yang lama.


Tapi bagaimana caraku tahu kalau orang itu adalah orang yang telah membuat Glasya menjadi seperti ini, dan lagi di sekitar UKS sangat sepi. Sudah pasti tidak akan ada yang melihat orang itu.

__ADS_1


Mungkin besok saat aku masuk sekolah, aku bisa bertanya kepada orang lain. Semoga saja besok aku bisa bertemu dengannya lagi. Karena aku... ingin sekali bertemu dengannya, dan memberinya pelajaran.


__ADS_2