Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Rahasia Di Balik Pintu


__ADS_3

Aku segera masuk ke dalam ruangan itu, dan mencari di mana saklar lampunya. Aku meraba-raba dinding itu, dan akhirnya aku menemukan saklar lampu itu. Setelahnya aku langsung menekan saklar itu, dan... aku... aku sangat terkejut sekali begitu melihat apa yang ada di dalam ruangan itu.


Hingga membuat tubuhku merinding bergemetar, dan membuat kakiku menjadi lemas hingga terjatuh. Di dalam ruangan itu terdapat banyak sekali foto-foto ku, dan di setiap foto yang tertempel di dinding itu di beri tanda silang dengan menggunakan pilok.


Tak hanya itu saja, ada sebuah tulisan di dinding yang mengatakan, "Aku sangat membencimu!". Aku juga melihat ada dua buku di meja yang ada di dalam ruangan itu. Buku itu... adalah buku novel yang berjudul, "Human Heart" sebuah buku yang memiliki kenangan bersama dengan Eren.


Lalu ada sebuah rak yang hanya berisi dua buku, sepertinya dari tampilannya itu adalah sebuah album foto. ada nama seseorang yang tertulis di buku itu, "Aku, dan sahabat terbaikku, Claude" namun namaku sudah di coret di sampul buku itu, tapi masih terlihat sangat jelas kalau itu adalah namaku.


Aku semakin merasa merinding begitu memegang buku itu, tanpa sadar ternyata aku sudah menangis sejak pertama kali masuk ke ruangan ini. Dengan tangan yang bergemetar aku mencoba untuk membuka album foto itu. Aku menguatkan hatiku untuk membukanya, dan melihat isinya.


Begitu aku membuka buku itu, terdapat banyak fotoku di masa lalu saat aku bersama dengan Eren. Aku menangis dengan kencang setelah melihat foto-foto itu, foto-foto itu mengingatkan ku kepada orang yang sangat-sangat berharga bagiku.


Aku tak bisa melupakan sosok Eren di dalam pikiran ku, dan hatiku. Aku masih berharap kalau aku dia masih berada di sampingku, tapi percuma saja itu tidak akan mungkin terjadi. Karena semuanya telah berlalu, karena aku yakin bodoh ini membuat sosok yang berharga menghilang dari dunia ini.


Satu-persatu foto itu mengingatkan rekaman-rekaman masa laluku saat bermain dengan bahagia saat bersamaan dengan Eren. Di setiap foto itu juga tertulis sebuah kata-kata, sesuai pada foto tersebut. Seperti halnya foto yang bergambar aku, dan Eren sedang membaca buku bersama.


Tertulis, "Hari ini aku bahagia sekali karena bisa membacakan cerita yang ku buat kepada orang yang spesial bagiku". Begitu aku membaca tulisan itu, aku sangat terkejut sekali, dan menyadari kalau ada sesuatu yang ganjal dari tulisan-tulisan ini.

__ADS_1


Kemudian aku mengembalikan album foto itu, dan mengambil buku yang ada di sampingnya itu. Buku itu terlihat seperti sebuah buku catatan, dan di sampulnya tertulis kata yang sama seperti album foto itu. Aku tak tahu kalau selama ini Eren begitu bahagia bersama denganku.


Aku pun mulai membaca buku catatan miliknya...


"Dunia ini terasa menyakitkan bagiku, aku tak pernah merasa bahagia selain di rumahku bersama dengan keluargaku. Entah kenapa orang-orang membenciku tanpa alasan, awalnya aku merasa sangat kesal sekali.


Aku merasa di asingkan dari dunia ini, dan di anggap sebagai sesuatu yang berbeda dengan yang lainnya. Seperti halnya seekor ayam berada di kelompok bebek. Seperti itulah diriku, aku sangat membenci diriku sendiri, hingga aku tak peduli lagi pada dunia ini.


Namun... tiba-tiba saja hidupku berubah drastis dari hidupku yang sebelumnya. Begitu aku bertemu dengan dia... Claude, dia anak yang begitu baik walaupun usianya lebih muda dariku. Sosoknya yang misterius, dan cuek, tapi disisi lain dia sebenarnya orang yang cukup menyenangkan bagiku.


Suatu hari dia memintaku untuk membacakannya sebuah buku cerita. Untunglah saat itu aku membawa novel pertama ku yang baru saja ku terbitkan. Yang berjudul, "Human Heart" dia terlihat sangat tenang sekali begitu mendengar ceritanya.


Mungkin dia adalah cinta pertamaku, entah apa yang membuatku menyukainya. Namun... setelah beberapa waktu berlalu aku mulai mengerti kenapa aku menyukainya. Aku menyukainya karena dia adalah orang asing yang pertama yang hadir di dalam hidupku yang suram.


Dia menerima ku apa adanya, tak seperti yang lainnya yang selalu menjauhiku. Apa mungkin dia masih seorang anak kecil, oleh karena itu dia menerima ku langsung. Jika saja dia seumuran denganku... apa dia akan bersikap sama seperti yang lainnya?.


Aku mulai meragukan keberadaannya, namun begitu aku bertanya kepadanya apakah dia merasa nyaman di dekatku atau tidak. Dia menjawab sambil menatapku, "Aku belum pernah merasa nyaman seperti ini" jawabnya.

__ADS_1


Aku sangat terkejut, dan membuat wajahku merah seperti tomat.


Karena pertemanan kami yang semakin akrab, akhirnya kedua orang tua kami menjadi saling kenal seiring berjalannya waktu. Hingga pada suatu saat keluarga Claude mengajak keluarga ku untuk menginap di hotel yang mewah.


Awalnya keluarga ku tidak setuju karena tak memiliki uang yang cukup untuk menginap di hotel. Namun karena keluarga Claude mengatakan kalau mereka yang akan menanggung semua biaya hotelnya, maka keluarga kami pun mengikutinya.


Tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa ada yang aneh dengan Claude. Dia bersikap tidak seperti biasanya padaku, rasanya... perlahan-lahan dia mulai menjauhiku. Saat itu aku berpikir kalau Claude sudah mengerti tentang perasaan, dan itu membuatku gila.


Padahal aku hanya menduga-duga saja kalau dia sudah mulai menyukai ku. Saat di hotel itu aku mengajak Claude untuk pergi ke atap hotel itu, karena suasananya sangat bagus. Mungkin karena suasana yang pas Claude bisa menembak ku, dan menjadikan ku sebagai pacarnya.


Aku sudah tidak sabar dengan hal yang kupikirkan. Aku sangat berharap sekali, setiap langkah ku menuju ke atap hotel itu, aku selalu berdoa kalau hak yang kupikirkan akan terjadi. Aku juga sudah menyiapkan rencana, kalau-kalau dia menembak ku di hotel.


Awalnya aku akan menolaknya, namun begitu dia memohon padaku. Maka dengan senang hati aku akan menerimanya, namun rasanya aneh kalau aku berpacaran dengan seorang anak kecil di depan umum. Tapi apa boleh buat! cinta tidak memandang umur.


Begitu sampai di atap, dia mengajakku untuk ke pinggir atap. Dia bilang, "Keindahan dunia akan terlihat dari atas sini, mari kita ke pinggir atap" kata Claude padaku. Aku yang mendengarnya sangat gugup sekali, rasanya jantungku akan meledak.


Namun... tentang mengapa dia mengajakku ke atap karena dia merencanakan sesuatu padaku. Ini sama tidak seperti apa yang ku harapkan, benar-benar berbeda dengan apa yang ku harapkan. Dia..." aku langsung menutup buku itu, dan berlari keluar ruangan itu, dan menghampiri Yudo, dan tuan Kyura.

__ADS_1


Aku menatap tuan Kyura dengan penuh tangis, aku langsung memeluknya dengan erat, dan memohon maaf kepadanya. Tentu saja Yudo yang melihat ku tiba-tiba seperti itu sangat terkejut dengan apa yang kulakukan. Aku menangisi, dan terus meminta maaf kepada tuan Kyura dengan kencang, karena dia...


__ADS_2