
Besoknya aku terbangun jam 8 pagi, yang padahal jika waktu sekolah aku selalu bangun jam 5 pagi. Tapi karena aku berpikir besok tak masuk sekolah, aku jadi bangun ke siangan. Tapi rasa lelah ini masih terus menempel padaku.
Aku pergi keluar kamar untuk menonton acara televisi hari ini. Aku terduduk di depan televisi dengan lesu, dan tak ada acara televisi yang menarik perhatianku. Lalu aku kembali ke kamarku lagi untuk berbaring, dan merenungkan sesuatu.
Apa yang harus kulakukan? aku tak ada niat untuk membaca buku hari ini. Karena setiap harinya aku selalu mengulang-ulang buku yang ku baca. Semua buku sudah ku baca, dan di pahami dengan baik olehku.
Apa aku pergi bermain ke rumah Robin saya ya... ah iya aku baru ingat kalau dia pasti sedang sekolah di jam seperti ini. Ternyata tidak sekolah itu membosankan sekali, tapi mengapa orang-orang sangat senang sekali jika tak masuk sekolah walau hanya sehari.
Lalu aku terpikir sesuatu, karena aku sudah membaca semua buku yang ku miliki. Aku berniat untuk membeli buku baru di toko buku. Aku pun dengan semangat langsung bersiap-siap mandi, dan makan setelahnya aku pergi ke toko buku.
Aku pun keluar rumah, dan bersiap untuk menaiki motorku. Aku pun terkejut kalau ternyata motor milikku tak ada di tempat. Astaga aku baru ingat kalau motor milikku di tinggal di sekolah.
"Claude! motor milikmu kemana? kenapa dari kemarin kau pulang sekolah tidak ada motornya?" kata ibuku yang barusan keluar rumah.
"Ah... ibu, motornya... aku tinggal di sekolah" kataku ragu-ragu.
"Apa! kau tinggal disekolah? kenapa kamu tinggalkan motormu disitu! bagaimana jika motornya di ambil orang" kata ibuku panik..
"Te-tenang bu... motornya tak akan hilang, percaya padaku ibu" kataku memenangkan ibuku.
"Hah... ibu tak habis pikir denganmu, terserah padamu saja. Pokoknya kalau motor itu hilang, ibu tak akan membelikannya lagi,. mengerti?" kata ibuku kembali masuk ke dalam rumah.
Hah... kalau begitu terpaksa aku harus jalan kaki untuk pergi ke toko buku. Walaupun sebenarnya sedikit jauh sih dari rumahku, lebih baik aku berjalan kaki dari pada menaiki kendaraan umum untuk menghemat uang.
Dan bisa membeli lebih banyak buku untuk ku baca nantinya. Lalu begitu aku sampai di depan pintu toko buku, aku melihat ada seorang pria yang tak asing bagiku. Rasanya aku pernah melihatnya, tapi di mana ya.
Aku pun berpikir keras, akhirnya aku tahu siapa dia. Seingat ku, aku pernah bertemu dengannya saat di mall untuk menonton bioskop bersama dengan Robin. Dia adalah orang aneh yang tak sengaja menabrak bahuku.
__ADS_1
"Hei! tunggu sebentar!" teriakku kepadanya.
"Eh!? k-kau... ah... maksudku... ada apa?" tanya orang itu yang terlihat panik.
"Eh!? sepertinya aku pernah mendengar suaranya, tapi kenapa tiba-tiba dia mengubah suaranya? aneh sekali dia" kataku dalam hati..
"A-ada apa? kenapa kau menatapku begitu? siapa kau? apa kita pernah bertemu?" tanya orang itu.
"Ya! kita pernah bertemu sekali saat di mall, dan lagi-lagi kau bersama dengan orang-orang dewasa" kataku.
"Ah... iya aku baru ingat kita pernah bertemu sebelumnya haha. Tapi ada apa kau memanggilku?" tanya orang itu.
"Ah tidak kok, mari kita berteman" kataku memberikan tanganku.
"Eh!? ba-baiklah..."
"Apa? teman? umur kalian terlihat jauh berbeda dengannya" kataku.
"Lebih baik cepat kau urusi dirimu di tempat ini, lalu pergi" kata orang dewasa itu.
"Iya, iya... dasar menyebalkan" kataku dengan suara kecil.
Mereka tidak masuk, dan sedang menunggu di luar, dan sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu. Kenapa mereka tak ikut masuk ke dalam, dan anehnya lagi orang-orang yang ingin berkunjung masuk untuk membeli buku tidak dibolehkan lagi setelah aku.
Begitu aku selesai membeli beberapa buku yang ku butuhkan. Aku pun langsung pergi keluar, dan segera kembali ke rumahku. Tapi sekilas saat aku menatap wajah orang aneh itu, dia berwajah sangat dingin kepada ku.
Dasar... padahal tadi sepertinya dia sangat baik sekali padaku. Sebenarnya apa yang dibicarakan orang-orang dewasa itu, sampai-sampai orang aneh itu menjadi membenciku.
__ADS_1
Ah sudahlah sepertinya itu tidak penting, lebih baik aku cepat pulang, dan membaca buku baru yang ku beli. Namun aku merasakan ada yang aneh di saat aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.
Rasanya ada mobil yang sedang mengikuti ku di belakang. Jantungku menjadi berdegup lebih kencang karena mulai merasa takut. Mobil itu terus mengikuti ku dari belakang dengan pelan, aku harus mencari cara untuk kabur dari sini.
Aku pun melewati jalan yang berbeda untuk pulang ke rumah. Aku segera berlari secepat mungkin dari mobil itu, aku pergi ke gang kecil yang sempit. Lalu ada bangunan tua di sebelahnya, dengan pagar yang tinggi.
Aku pun langsung loncat menaiki pagar yang tinggi itu, dan masuk ke dalam bangunan tua yang terlihat mengerikan. Sudah lama sekali aku tak ke tempat ini lagi, seingat ku terakhir kali aku kesini waktu SD bersama teman-temanku.
Di belakang bangunan tua ini adalah rumahku, aku langsung masuk ke dalam bangunan tua ini segera mungkin mendobrak pintunya. Dan ada sebuah tangga untuk ke atas, aku langsung menaiki tangga itu, dan pergi ke teras atas.
Lalu aku menaiki atap bangunan tua, dan menuruni tembok yang membatasi rumahku, dan bangunan tua ini. Aku sangat lelah sekali, rasanya mau pingsan, perutku sakit sekali karena jarang berolahraga.
Aku pun langsung masuk ke dalam rumah dalam kondisi terengah-engah, "Dari mana saja kamu Claude?" tanya ibuku.
"Aku... habis membeli beberapa buku, bu" kataku.
"Tapi kenapa kau terlihat lelah seperti itu? apa kau baik-baik saja?" kata ibuku khawatir.
"Ibu tenang saja, aku tidak apa-apa kok. Aku hanya berolahraga saja tadi" kataku.
"Yasudah baiklah, kalau begitu cepat kamu mandi, badanmu penuh dengan keringat" kata ibuku.
Lalu aku mendengar suara mobil, dan aku melihat ke jendela rumah. Mobil itu bagaimana bisa tahu rumahku! padahal aku kan melewati jalan yang sulit. Seharusnya mereka tak tahu kalau aku sampai sini.
Bagaimana bisa mereka mengetahui keberadaan rumahku. Lalu mobil itu pun segera pergi, setelah berhenti beberapa detik di depan rumahku. Sebenarnya siapa yang mengikuti ku? aku menjadi takut untuk keluar rumah.
Mulai saat ini aku harus berjaga-jaga, dan waspada akan orang-orang seperti itu. Bisa jadi mereka adalah para pembunuh yang di suruh untuk membunuhku. Ini sangat bahaya sekali, kehidupan ku mulai terancam karena kejadian yang sedang terjadi ini.
__ADS_1