Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Sebuah Pintu


__ADS_3

Aku pergi berkeliling di ruang bawah tanah itu untuk melihat semua buku yang dia tulis. Ternyata sudah banyak sekali karya yang dia ciptakan, dan karya ini jelas adalah karya yang terbaik dari seorang penulis novel jenius.


Di setiap rak yang berbeda itu, tentunya setiap rak buku memiliki kenangannya. Seperti rak buku yang ini, dan lainnya, ini adalah karya Kyura di tahun 2020, begitu juga seterusnya, dan sebelumnya. Lalu ada juga karya yang tertulis di papan nama yang bernama, "Spesial".


Di rak buku itu hanya ada dua buku saja, lalu karena aku penasaran apa yang membuat buku itu spesial. Kemudian aku mengambil buku itu untuk melihat judulnya, dan... aku sangat terkejut sekali. Kalau buku itu adalah buku novel, "Human Heart" serial pertama, dan kedua.


Tubuhku menjadi lemas karena melihat buku novel itu. Lalu saat Kyura mendatangiku, aku langsung cepat-cepat menaruh kembali buku novel itu ke tempatnya semula. Aku terkejut bukan karena ternyata yang menulis novel ini adalah Kyura. Karena dari awal aku sudah yakin kalau penulis novel ini adalah Kyura.


Yang membuatku sangat terkejut adalah hal lain, karena... dia memiliki hubungan dengan Robin. Entah kenapa aku sangat yakin sekali dengan hal itu, karena bagaimana mungkin saat itu Robin bisa mendapatkan novel, "Human Heart" serial kedua, sedangkan buku ini tidak di terbitkan secara publik.


"Ada apa? kenapa kau terlihat terkejut seperti itu?" tanya Kyura, yang lalu menghampiri ku, dan dia melihat ke rak yang sama padaku. Rak yang tertulis, "Spesial" itu, lalu dia menatapku sambil mengerutkan dahinya. Setelahnya dia tersenyum padaku.


"Aku... tadi hanya sedikit terkejut karena kau datang. Karena tempat ini sedikit menyeramkan bagiku" kataku beralasan.


"Oh... jadi begitu... baiklah kalau begitu ayo ikut aku ke tempat kerjaku. Dimana aku meluangkan waktuku hanya untuk duduk menulis seharian" kata Kyura mengajakku.


Kemudian kami berjalan, dan nampak sebuah meja, kursi, dan lampu belajar untuk dia menulis disana. Sepertinya itu adalah tempat kerja yang dia maksud. Ada banyak kertas yang berisi tulisan, dan ada juga tumpukan kertas yang sudah di lecek yang di masukan ke tempat sampah.


Sepertinya itu adalah karya yang gagal, dan juga banyak sekali kertas yang berserakan. Ternyata seperti ini kehidupan seorang penulis novel, dan lagi dia sangat terkenal. Kemudian dia menunjukkan karyanya yang masih dalam tahap pembuatan.


"Ini adalah karya yang sedang ku buat, sekitar 10 bab lagi karya ini akan selesai" kata Kyura mempersilahkan ku duduk di tempat kerjanya untuk membaca karya-karya yang sudah dia tulis. Gaya penulisannya sama sekali dengan karya-karya sebelumnya. Mungkin inilah yang membuat dia terkenal dengan ceritanya.


"Kau sangat hebat dalam membuat cerita!" kataku dengan senyum riang.

__ADS_1


"Begitu kah?" kata Kyura yang mengepal tangannya di depan mulutnya sambil tersipu malu. Lalu... wajahnya memerah!? mungkin dia sudah termasuk jebakan ku, Haha!.


"Tentu saja! karena aku telah mengoleksi hampir semua karya milikmu!" kataku.


"Ah, sudahlah jangan seperti itu. Kau membuatku malu" kata Kyura yang wajahnya semakin merah. Di dalam hatiku aku semakin senang karena dia mulai terjebak dalam jebakan yang ku buat. Mari kita lihat ke depannya, sebenarnya kau memiliki hubungan apa dengan orang yang bernama Robin.


Mungkin... dia bisa memberitahu ku tentangnya, dan juga dimana saat ini dia berada. Setelah aku tahu itu semua... aku akan mengejar mu Robin, aku bersumpah pada diriku. Aku akan menemukanmu Robin, dimana pun kau berada, aku pasti akan menemukan mu.


"Bagaimana? apa karya ku yang kali ini bagus menurutmu? tapi ingat, jangan memujiku lagi" kata Kyura malu-malu.


"Tentu saja ini sangat bagus? hatiku sampai bergetar membaca kisah romantis ini. Siapapun yang membaca karya milikmu pasti akan takjub. Kredit tokoh utama pria bertekad untuk mencari kembali tokoh perempuannya yang menghilang" kataku dengan mata berbinar-binar.


"Huh, sudah ku bilang jangan memujiku lagi, rasanya kepalaku akan meledak" kata Kyura yang memalingkan wajahnya.


"Sudahlah tidak apa, kalau begitu apa kau mau melihat-lihat lagi karya yang ku buat di sini?" tanya Kyura.


"Baiklah... aku masih ingin melihatnya" kataku dengan riang segera pergi untuk melihat rak buku yang banyak itu.


Kemudian aku berputar-putar melihat papan nama yang tertulis di rak buku itu. Mungkin ada kata lain yang tertulis selain kata, "Spesial", dan tahun pembuatannya. Namun aku merasa ada yang janggal dengan tahun pembuatan buku novel yang dia buat.


Dia memulai karirnya membuat novel sejak tahun 2014 lamanya, dan di tahun 2017 tidak ada satupun karyanya sampai 2020. Dia mulai menciptakan karyanya kembali setelah 3 tahun lamanya. Sebenarnya apa yang dia lakukan selama 3 tahun itu? dan lagi di tahun tepat dia berhenti menciptakan karyanya.


Itu adalah tahun yang paling buruk bagiku, karena di tahun itulah aku membunuh Eren sahabatku. Berarti bener bahwa kecurigaan ku terhadap Kyura tentang memiliki hubungan dengan Robin adalah benar adanya. Karena tahun pemberhentian dia menulis karya ini sama dengan saat aku membunuh Eren.

__ADS_1


Tapi... ngomong-ngomong sekarang dia berumur berapa?


"Ada apa nona Gillie? kenapa kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu?" kata Kyura yang tanpa sadar kalau dari tadi aku hanya diam saja.


"Ah... tidak, hanya saja kenapa tidak ada tahun 2017 sampai tahun 2020 di rak buku ini" kataku yang pura-pura polos.


"Ah... soal itu... aku memiliki..." aku langsung memotong pembicaraannya karena aku sudah tahu dia akan mengatakan apa. Lagi-lagi dia sedang berusaha untuk menutup sesuatu dariku. Kalau saja dia adalah pria yang lugu, dan brengsek seperti pria lainnya. Sudah pasti aku akan mendapatkan informasi tentang Robin dengan mudah sekali.


"Ah sudahlah! jangan mengatakan hal itu lagi... eh!? apa ini?" kataku yang melihat ada sebuah pintu di ruang bawah ini. Kemudian aku berjalan menuju pintu itu, dan begitu aku memegang gagang pintunya, Kyura datang, dan menangkap tanganku yang ingin membuka pintu itu.


Aku melihat wajah yang aneh darinya yang membuatku terkejut. Tatapannya... terlihat seperti tatapan kebencian, wajahnya jadi menakutkan bagiku setelah melihat tatapan yang berbeda darinya. Dia terlihat ngos-ngosan, dan wajahnya menjadi pucat, lalu seketika dia berkeringat dingin.


"Eh!? ada apa Kyura? kau menakut-nakuti ku" kataku yang berpura-pura ketakutan.


"Ah... maafkan aku, pokoknya jangan buka pintu ini. Aku kan sudah bilang padamu... kalau jangan sembarangan menyentuh sesuatu yang ada di sini" kata Kyura.


"Baiklah... maafkan aku... aku memang perempuan yang bodoh! huhu! aku suka tidak mendengarkan kata-kata orang lain! huhu!" kataku yang berpura-pura menangis dengan kencang.


"Eh!? ja-jangan menangis seperti ini, sudahlah berhenti menangis. Aku minta maaf karena sudah menakut-nakuti mu" kata Kyura memelukku dengan erat.


Aku sengaja menangis seperti itu karena tadi aku merasa firasat buruk darinya. Kalau dia... sudah mengetahui apa tujuanku datang kesini, aku merasakan perasaan curiga darinya. Oleh karena itu aku menangis, dan bersikap layaknya orang bodoh.


Jujur saja tadi jantung ku berhenti sekejap begitu dia menangkap tanganku secara tiba-tiba seperti itu. Ku kira aku sudah ketahuan dari tadi, karena tatapannya yang aneh saat itu membuatku merinding. Tapi semoga saja... aku dapat menjalankan hal ini dengan mudah ke depannya.

__ADS_1


__ADS_2