Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Sungai


__ADS_3

Aku terkejut begitu mendengar suara dari Robin, dan aku pun kembali masuk ke dalam tenda. Aku melihat kalau Robin masih tertidur, tapi sepertinya tadi dia baru saja mengigau, dan memanggil namaku.


Kemudian aku menunggu lagi untuk mendengarkan Robin mengigau. Setelah ku tunggu beberapa menit Robin mengigau lagi, "Kenapa kau melakukannya?". Aku yakin mendengarkan Robin mengigau langsung terkejut.


Aku tidak tahu apa yang dia maksud, sebelumnya dia memanggil namaku. Lalu setelahnya dia berkata "kenapa kau melakukannya". Aku tidak mengerti dengan kata-kata itu, memangnya aku sudah melakukan apa padanya.


Kurasa hubungan pertemanan kita baik-baik saja, apa mungkin dia bermimpi yang lain. Lalu aku kembali berkumpul dengan yang lainnya di luar. Aku melihat William berlari ke arah sini dengan bersemangat, entah apa yang membuatnya menjadi semangat seperti itu.


"Hei teman-teman... hah... aku lelah sekali" kata William dengan terengah-engah.


"Ada apa? kenapa kau berlari seperti itu?" tanya Rubby.


"Katanya kita bisa mandi disini! syukurlah kalau kita tak menjadi bau, haha!" kata William.


"Hah!? memangnya kita mandi dimana? memangnya ada kamar mandi disini?" tanya Rubby.


"Bukan kamar mandi, tapi sungai... ayo kita mandi!" kata William dengan semangat.


"Hei kau mau ku pukul? sepertinya kau bersemangat sekali ya, dasar mesum" kata Rubby sambil beranjak berdiri.


"Eh!? bukan seperti itu maksudku, kau salah paham... akh! hentikan" kata William yang di pukuli oleh Rubby.


Di hutan seperti ini ada sungai? tapi kenapa aku tak mendengar, atau mencium bau air ya?. Apa mungkin William sampai berhalusinasi karena ingin mandi. Lalu kami semua menyiapkan pakaian ganti, handuk, dan peralatan mandi untuk dibawa ke sungai.


Aku membangunkan Robin terlebih dahulu yang masih tertidur dengan pulas. Setelah itu kami pergi ke arah sungai itu yang di pimpin oleh William. Hanya Yaomi yang menolak untuk di ajak mandi di sungai, mungkin dia malu atau sebagainya.

__ADS_1


Tapi rasanya ada yang janggal, kenapa hanya anggota tenda kami yang pergi ke sungai. Bagaimana dengan yang lain, "Hei William? kenapa tidak ada orang lain yang pergi ke sungai?" tanyaku.


"Ah itu... karena hanya aku yang menemukan sungainya, jadi ini hanya rahasia kita semua. Tidak ada yang boleh tahu ya" kata William.


Lalu kami semua terkejut begitu tahu kenyataannya, "Apa!? tapi apakah sungai itu aman untuk di jadikan tempat mandi?" tanya Peter.


"Sangat aman, kau tahukan hutan ini sudah terjaga dari binatang buas, dan lagi pula kalian akan terkejut begitu melihat sungainya" kata William dengan percaya diri.


Namun perkataan William tadi memang benar, kami semua terkejut begitu melihat sungainya yang sangat indah. Airnya jernih, dengan bebatuan yang sangat rapih, seperti sungai buatan seseorang.


Kami semua meletakkan peralatan mandi kami di pinggir sungai. Tapi rasanya sedikit menyeramkan, karena tempatnya sunyi, dan sedikit berkabut. Lalu di tambah dengan udara yang sangat dingin menusuk tubuh. Mungkin kita semua akan membeku begitu masuk ke dalam sungai.


"Hei disini dingin sekali, dan tempatnya agak menyeramkan" kata Robin yang terlihat ketakutan.


"Dingin? hoho kau akan terkejut begitu menyentuh air sungainya" kata William.


"Tunggu apa lagi? ayo cepat kita mandi!" kata William yang sedari tadi semangatnya untuk tak menghilang.


"Tunggu... tapi bagaimana dengan Rubby? hanya dia perempuan yang ada disini" kata Peter.


Kemudian William melihat-lihat sekitar, "Itu dia! kau bisa mandi di balik batu besar itu, kurasa di sana aman" kata William.


"Baiklah... tapi awas saja jika di antara kalian ada yang mengintip" kata Rubby dengan tatapan tajam.


Kemudian Rubby pergi ke arah batu besar yang di tunjuk oleh William. Sementara kami langsung melepas pakaian kami, dan mandi di sungai. Rasanya hangat sekali, membuat semua beban pikirannya menghilang karena air hangat sungai ini.

__ADS_1


"Oh ya ngomong-ngomong bagaimana bisa kau menemukan sungai ini? padahal sungainya cukup jauh dari rombongan kita" kata Robin.


"Aku mendengar aliran sungainya, itupun sangat kecil sekali. Kemudian aku menelusuri arah suara itu, dan ternyata benar aku menemukan sungai" kata William.


"Hah!? enak sekali jadi dirimu, indra pendengaran milikmu sangat tajam sekali" kata Peter.


"Jangan melebih-lebihkan, lebih baik kita cepat-cepat mandi. Karena tantangannya akan segera di mulai" kata William.


Setelah kami selesai mandi di sungai, akhirnya kami kembali ke rombongan. Rasa air hangatnya masih terasa di tubuhku. Karena rasanya sangat nikmat, mungkin karena aku belum pernah mandi di sungai yang hangat seperti itu.


Begitu kami kembali ke rombongan, beberapa orang ada yang melihat kami. Lalu mendatangi kami, dan menanyakan kami mandi dimana. Mungkin terlihat jelas karena kami baru saja selesai mandi, tapi kami berbohong, dan berkata kalau kami tidak mandi.


Ini akan menjadi rahasia milik kami bersama selama di hutan ini. Begitu kami kembali ke tenda kami, aku melihat Yaomi yang sedang memasak makanan. Baunya sangat harum, aku tidak pernah tahu kalau ternyata Yaomi juga pandai memasak.


Ah benar juga, aku hampir saja lupa kalau dia adalah saingan terberat ku. Wajahnya Yaomi masih sama seperti sebelumnya, wajah tanpa ekspresi. Kami semua jadi canggung untuk berbicara padanya, hanya Rubby yang dapat berbicara padanya.


"Baunya enak sekali, ternyata kau pandai memasak juga Yaomi" puji Rubby kepada Yaomi.


"Terima kasih" jawab Yaomi dengan singkat.


Karena kesalahan ku Yaomi tidak jadi memberitahukan kepada orang-orang tentang kejadian kami yang sebenarnya. Aku harus cepat-cepat mengembangkan hubungan pertemanan kami seperti sebelumnya.


Mungkin harus aku sendiri yang mengatakan minta maaf padanya. Kemudian aku berjalan, dan duduk di samping Yaomi, "Yaomi... aku ingin meminta maaf padamu. Aku tahu aku salah, jadi tolong maafkan aku, dan berteman baiklah denganku" kataku.


"Pfft..." tiba-tiba Peter menahan tawanya, entah apa yang dia tertawakan. Padahal tidak ada hal lucu yang sedang terjadi, mungkin itu karena dia sedikit aneh, dan sering tertawa. Oleh karena itu dia jadi tidak bisa mengendalikan tawanya di segala keadaan.

__ADS_1


"Aku tahu, aku sudah mendengarnya dari Rubby. Tapi aku masih membutuhkan waktu untuk berteman denganmu. Jadi kumohon jangan mendekati ku, dan biarkan aku fokus memasak" kata Yaomi yang membuat kami semua terkejut.


Karena sudah lama tak mendengar suara Yaomi yang sedang berbicara. Kemudian demi hubungan yang baik antara aku, dan Yaomi. Aku pun menuruti permintaan, dan segera pergi menjauh darinya agar dia fokus untuk memasak.


__ADS_2