Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Rasa Bersalah


__ADS_3

Sudah satu jam berlalu, tapi Yudo tetap menatapku dengan tersenyum seringai seperti itu. Tapi aku tak mempedulikannya, dan pergi untuk tidur. Tapi entah kenapa rasanya sulit sekali untuk tidur, kemudian aku melihat Yudo apakah dia masih melihat, atau tidak.


Ternyata dia masih melihatku! padahal ini sudah satu jam lebih apa dia tak bosan menatapku terus-terusan seperti itu?. Sebenarnya apa yang dia mau, lama-lama aku menjadi kesal padanya.


"Hei! apa yang kau lihat hah?" tanyaku dengan kesal sambil mengepalkan tanganku.


"Haha! apa benar kau adalah Claude yang ku kenal? entah kenapa aku mencurigai mu setelah melihat kejadian tadi. Kau benar-benar terlihat seperti seorang wanita, dan suara laki-laki tadi mungkin saja kau yang membuatnya sendiri" kata Yudo mencurigai ku dengan tatapan serius.


"Memangnya siapa lagi yang tahu rahasia kita saat di hutan selain kau, dan aku?" tanyaku yang membuat Yudo syok.


"Ukh! jangan membicarakan hal itu lagi dasar bodoh!. Baiklah aku percaya padamu" kata Yudo yang memegang kepalanya, seolah-olah dia sedang sakit kepala karena memikirkan hal itu.


"Hah... sudahlah aku mau pergi mandi, awas saja kalau kau mengintip ku" kataku yang segera turun dari kasur.


Yang kemudian aku pergi ke pergi ke kamar mandi yang sudah di buat oleh teman-teman ku sebelumnya. Saat itu aku meminta mereka untuk membuat kamar mandi yang terbuat dari semen, lalu di beri keramik di ruangan dalamnya agar tidak tembus keluar. Mereka membuatnya cukup baik, ruangannya juga cukup luas untuk kamar mandi.


"Tunggu dulu..." kata Yudo.


Kemudian aku menghentikan langkahku, "Ada apa?"

__ADS_1


"Setelah kau mandi... tunjukkan dirimu yang sebenarnya. Karena dari tadi aku sangat penasaran sekali dengan dirimu yang sebenarnya Claude! sampai-sampai dari tadi aku tak bisa tidur" kata Yudo.


"Apa! jadi dari tadi kau tak bisa tidur karena penasaran, dan hanya berpura-pura tidur?" tanyaku yang terkejut.


"Tentu saja! karena... aku sudah lama tidak melihat mu Claude. Padahal kau adalah teman terbaikku, saat aku menunjukkan diriku yang sebenarnya saat di hutan. Kau terasa menyenangkan sekali bagiku" kata Yudo.


Entah kenapa aku sangat terharu mendengarnya, dan tersenyum manis padanya tanpa sadar. Karena aku sudah biasa tersenyum seperti ini kepada semua orang yang ku temui, jadi tanpa sadar aku selalu melakukannya. Akh sialan.


"Senyuman yang menyebalkan... tapi itu murni dari hatimu bukan?" kata Yudo yang membuatku terkejut.


"Ah!? jadi kau menyadarinya ya... yasudah kalau begitu aku akan mandi terlebih dahulu, dan menunjukkan diriku yang sebenarnya padamu" kataku masuk ke kamar mandi.


Kalau untuk tidur aku tidak perlu memakai bra yang menjijikkan itu. Astaga kalau di ingat-ingat saat pertama kali aku memakainya, itu terasa aneh sekali. Sampai-sampai aku ingin mati karena saking malunya, tapi syukurlah tidak ada yang tahu kecuali Yudo. Tapi sekarang Yudo pun sedang memakainya, haha!.


Akhirnya aku selesai mandi, dan keluar daru kamar mandi setelah memakai piyama favorit ku di dalam. Tapi begitu aku keluar aku terkejut, dan sedikit kesal kalau ternyata Yudo sudah tertidur pulas di kasur lamaku. Argh menyebalkan sekali orang itu, tadi dia bilang ingin melihat diriku yang sebenarnya.


Tapi dia malah tertidur pulas! argh menyebalkan sekali! apa aku bangunkan saja orang brengsek ini. Ah... sudahlah lebih baik tidak usah, karena dia bilang daru tadi dia tidak bisa tidur karena rasa penasarannya. Tapi syukurlah dia sudah tertidur sekarang, dan yang lebih menguntungkannya lagi aku bisa tidur di kasur baru.


Tapi sebelum itu aku memindahkan semua barang-barang ku yang ada di lemari lamaku ke lemari baru yang lebih besar, dan bagus. Sebentar lagi akan masuk waktu malam, matahari mulai terbenam, dan hanya memancarkan sinarnya yang berwarna jingga.

__ADS_1


Terlihat sangat indah, aku pun pergi menghampiri pagar pembatas, dan memandang dunia luar. Biasanya hal yang kulakukan dulu di waktu seperti ini adalah menyiram tanaman yang ada di halaman rumahku.


Entah kenapa tiba-tiba aku jadi teringat kembali tentang kenangan masa lalu saat aku masih tinggal di rumah lamaku. Lalu saat malam hari aku masuk ke dalam rumah, dan ibu menyiapkan makan malam yang enak, walau sebenarnya masakan ku lebih enak sih.


Sementara itu tiba-tiba aku jadi tersenyum saat membayangkannya, dan air mataku mulai menetes begitu mengingat lebih dalam lagi tentang masa laluku. Aku sering bertarung, dan bersaing dengan adikku Yohan, tapi sekarang masa-masa seperti itu sudah tidak ada lagi.


Atau mungkin... memang tidak akan pernah ada lagi, lalu untuk adikku Elia... dia selalu mengajakku bermain. Dia jarang sekali bermain dengan kakaknya Yohan karena kayanya sangat menyebalkan, dan itu memang benar. Lalu untuk ibu... dia melakukan pekerjaannya dengan baik, memang benar-benar sosok ibu yang sangat hebat bagiku.


Kemudian untuk ayah... hah... apa aku pantas mengatakan kata ayah padanya. Padahal aku sudah sangat berbeda dari yang duku, aku sudah menjadi orang jahat, pembunuh, tidak ada bedanya dengan orang yang membunuh ayah saat itu.


Lalu aku juga telah menghancurkan harga diri seorang pria karena memakai pakaian wanita setiap harinya, lalu selalu make up, dan memakai bra yang menyebalkan. Aku masih merasa tidak nyaman sampai sekarang dengan memakai bra.


Kalau keluarga ku melihat ku seperti ini sekarang, kira-kira apa reaksi mereka ya. Tentu saja kalau adikku Yohan yang brengsek itu pasti akan tertawa terbahak-bahak karena melihat ku seperti ini, seperti orang aneh. Tapi bagiku ini bukanlah hal yang aneh, ini demi keselamatan hidup!.


Kalau untuk adikku Elia... mungkin dia akan menyukaiku, dan menganggap ku sebagai kakak perempuan, dan bukannya kakak laki-laki. Lalu pasti dia juga akan memperlakukan seperti perempuan, dan mungkin bermain masak-masak... astaga membayangkannya saja sudah mengerikan bagiku.


Kalau untuk ibuku... mungkin dia akan berpikiran seperti adikku Elia. Karena ibuku selalu berharap kalau anak pertamanya adalah perempuan, dan bukannya laki-laki. Yang pastinya kehidupan ku akan jauh lebih menyeramkan jika mereka tahu aku sedang menjadi perempuan.


Lalu untuk ayah... kira-kira apa reaksinya saat melihatku seperti ini yah?. Entah kenapa aku tidak tahu rasanya seperti tidak ada di ingatanku. Karena ayah jarang terlihat di rumah, karena ayah selalu sibuk bekerja. Aku pun tidak tahu setiap harinya ayah bekerja seperti apa, sampai-sampai ayah tidak pulang seharian.

__ADS_1


Oleh karena itu aku tidak tahu apa reaksi ayah saat melihatku yang seperti ini. Tapi mungkin di alam sana, ayah sedang melihat ku sekarang, ah... entah kenapa tiba-tiba rasanya jadi tidak enak. Seperti benar-benar di perhatikan oleh ayahku saat ini.


__ADS_2