Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
William


__ADS_3

Dia mengajakku ke tempat yang sangat sepi, kami pergi ke belakang sekolah yang tak ada siapapun di sekolah ini. Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan, apa jangan-jangan... dia akan mesum padaku.


"Kenapa... kau menutup matamu seperti itu?" tanya Yaomi.


"Eh!? ti-tidak kok, haha" kataku yang membuka mataku.


"Kau tidak berpikir kalau aku akan melakukan sesuatu padamu bukan?" tanya Yaomi.


"Eh!? tentu saja tidak" jawabku.


"Baguslah kalau begitu... ada yang ingin ku tunjukkan padamu. Ini dia... kau pasti mengenalnya kan?" tanya Yaomi menunjukkan sebuah foto padaku.


Aku sangat terkejut setengah mati begitu Yaomi memberikan foto itu padaku. Foto itu adalah foto Eren, tapi... bagaimana bisa dia yang bukan siapa-siapa Eren bisa mendapatkan foto miliknya. Aku berkeringat dingin, dan terus memikirkannya tanpa henti.


"Bagaimana... bisa kau mendapatkan foto itu?" tanyaku.


"Kau tidak perlu tahu bagaimana caraku mendapatkan foto ini. Aku akan memberitahu mu sesuatu tentang..."


"Yaomi! akhirnya kau disini, aku sudah lelah mencari mu. Kenapa kau tiba-tiba menghilang?" tanya William yang kelelahan dengan keringat yang membasahi bajunya.


"Ah... maaf karena aku pergi tanpa memberitahu mu" kata Glasya menghampiri William. Sebelum Yaomi pergi, dia mengedipkan matanya padaku untuk sepertinya mengisyaratkan sesuatu.


Tapi aku tidak mengerti apa maksud dari dia mengedipkan mataku. Apa mungkin dia menyukaiku, Argh! bukan itu masalahnya! tetapi bagaimana cara dia mendapatkan foto itu. Yang seharusnya tidak ada siapapun yang memperoleh fotonya kecuali aku.


Ini sangat aneh sekali... padahal kan foto itu berada di rumah Eren. Sejak aku melakukan kesalahan, maka keluarga ku pindah ke kota, karena katanya ayah mendapatkan pekerjaan baru. Masa Yaomi pergi ke rumah Eren yang bahkan jaraknya sangat jauh dari sini.


Tapi kapan dia mendapatkan foto ini, dan bagaimana bisa dia mengetahui Eren. Padahal kan rumah itu sudah tidak lagi berpenghuni. Apa Yaomi menyelidiki rumah itu? tapi bagaimana bisa dia berpikir kalau Eren mengenalku? begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


Memang benar... semua orang dapat sekitar ku sangat aneh. Tadi Yaomi juga memberikan fotonya kepadaku, aku pun memperhatikan foto itu, dan mulau menangis. Aku sangat menyesali perbuatan ku di masa lalu. Seharusnya aku tak melakukannya... seharusnya aku tak melakukannya.


Kring! bel sekolah berbunyi yang menandakan waktu istirahat sudah selesai, dan segera kembali ke kelas untuk memulai pelajaran biologi. Aku pun menguatkan tekad ku, aku mengepal tanganku dengan perasaan yang tidak jelas. Kalau aku pasti akan membongkar semua hal yang membuatku sangat penasaran ini.


"Hei Claude! ku kira kau ada di kelas tadi. Kau pergi kemana saja? biasanya kau selalu di kelas?" tanya Peter yang sepertinya menunggu kedatangan ku.


"Ah maaf... aku tadi pergi ke suatu tempat" kataku yang segera duduk di bangku.


"Aku masih tidak bisa menerima mu!" kata Peter kesal padaku.


"Hah!? apa maksudmu?" kataku menggaruk-garuk kepalaku.


"Kau... berani-beraninya membiarkan ku makan sendirian di kantin. Padahal kalau saja aku bersama William, sudah pasti dia tidak akan meninggalkan ku sendirian" kata Peter.


"Ah maaf... lagi pula kau sangat menyebalkan dengan tingkah laku mu itu" kataku dengan wajah datar.


Lalu guru biologi kami masuk ke kelas kami, dan segera memulai pelajarannya. Kemudian ketua kelas berdiri, dan kami pun ikut berdiri, dan memberi salam. Tidak seperti suasana kelas yang dulu, sangat berisik. Karena sekarang mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.


Setelah pulang sekolah aku segera menghampiri Yaomi yang sedang tengah membaca buku sendirian di pojok kelas. Itu karena dia memilih tempat duduk yang disana, karena dia masih saja bersikap dingin seperti dulu. Tapi dia mulai bisa menerima orang lain di sekitarnya.


Aku ingin mendengarkan perkataan dia yang belum terselesaikan saat berbicara dengan ku di belakang sekolah tadi karena William datang mengganggu pembicaraan kami. Aku pun segera duduk di sampingnya.


"Hei Claude... apa kau tidak pulang?" kata Peter yang merangkul ranselnya.


"Aku nanti saja, aku masih ada urusan disini" jawabku.


"Ah... apa jangan-jangan kau ingin menembak Yaomi!" teriak Peter dengan keras yang membuat orang-orang menatapku.

__ADS_1


Tentu saja aku sangat kesal sekali dengan kelakuan Peter. Dia memang benar-benar sangat menyebalkan sekali, Peter tersenyum seringai padaku. Aku pun melototi Peter, namun ada masalah yang lebih besar dari pada itu. Begitu mendengar perkataan Peter, Glasya langsung segera pergi ke arahku dengan melotot.


"A-ada apa Glasya?" tanyaku.


"Kau... ku ingatkan jangan coba-coba berani mendekati wanita lain" kata Glasya.


"Ba-baiklah... kau tidak perlu khawatir. Apa bisa kau pergi dari sini, ada yang ingin ku bicarakan dengan Yaomi saat ini" kataku.


Lalu mata Glasya semakin melotot, "Aku sudah memperingatkan mu" kata Glasya.


Hubungan ku dengan Glasya sudah tidak di tutupi seperti dulu lagi. Karena semuanya sudah terbongkar oleh si brengsek ini (Peter). Mulut dia ember sekali, dan suka berbicara seenaknya saja. Tapi syukurlah rumor tentang aku berpacaran dengan Glasya tidak sampai terdengar guru.


Bisa-bisa gawat sekali kalau rumor tentang aku berpacaran dengan Glasya ketahuan oleh guru. Karena aku sudah di cap sebagai anak yang sangat baik, dan teladan di sekolah ini, walaupun aku selalu telat masuk sekolah karena membantu orang-orang.


"Jadi... apa yang ingin kau bicarakan denganku Claude?" tanya Glasya yang sama sekali tak memperhatikan ku. Dia masih fokus memperhatikan buku yang dia baca.


"Yang tadi ingin kau sampaikan saat di belakang sekolah itu apa? kau belum menyelesaikan perkataan mu?" tanyaku.


Lalu tiba-tiba saja wajah Yaomi terlihat ketakutan, dan terkejut begitu aku menanyakan hal yang tadi. Sebenarnya apa yang baru saja terjadi setelah dia di ajak pergi bersama William?. Apa jangan-jangan William... juga bersangkutan dengan masalah ini?.


"Tidak... aku hanya asal bicara saat itu" kata Yaomi yang segera meninggalkan ku.


Sebenarnya... apa yang baru saja terjadi setelahnya? aku sama sekali tidak tahu. Ini juga pertama kalinya aku melihat wajah Yaomi yang seperti itu. Padahal biasanya dia selalu berwajah tebal, dan dingin. Walaupun sebenarnya dia pernah menunjukkan wajah ketakutannya di depan semua orang.


Yang membuat rumor buruk tentang ku sih, tapi wajahnya yang saat ini... terlihat sangat alami. Wajah ketakutan yang alami, seperti ada sesuatu yang membuatnya terancam. Mungkin ada seseorang yang mengancamnya sehingga tidak ada yang boleh mengatakan sesuatu tentang kejadian Eren.


Tapi siapa itu? masa iya... William yang melakukannya. Padahal sebelumnya saat dia membicarakan tentang Eren denganku saat di belakang sekolah. Dia terlihat biasa saja, dan dingin seperti biasanya, tapi... begitu dia pergi bersama William, dan setelah ku tanyakan lagi tentang Eren... tiba-tiba saja dia terlihat ketakutan seperti itu. Sebenarnya apa yang baru saj terjadi?.

__ADS_1


__ADS_2