Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Identitas ku


__ADS_3

Begitu aku melepaskan ikatannya, Yudo segera berdiri, dan merentangkan tubuhnya yang pegal-pegal. Aku harus waspada terhadapnya, karena dia bisa saja menyerang ku tiba-tiba. Aku menjaga jarak, dan bersiap untuk menyerang jika dia tiba-tiba menyerang.


"Hahaha! dasar bodoh kau! Yudo, tunggu apa lagi cepat hajar dia!" kata Peter yang tertawa jahat.


Tapi Yudo hanya berdiri, dan terdiam saja, "Yudo... apa yang kau lakukan? kenapa kau tidak menyerangnya. Kau tidak mungkin menuruti permintaannya kan?" tanya Peter yang sedikit kecewa dengan sikap Yudo.


"Maafkan aku Peter, aku sudah berjanji padanya. Aku bukanlah pria brengsek yang tidak menepati janjinya" kata Yudo yang sepertinya terlihat menyindir Peter.


"A-apa... apa kau bilang!" kata Peter yang terlihat sangat kesal.


"Yudo... duduk terlebih dahulu disini" kataku membantunya berjalan ke kasurku, dan mendudukkan dia di kasurku.


"Apa... sekarang kau percaya padaku?" tanya Yudo.


"Tidak..." kataku yang sedang mengeluarkan kotak yang berisi obat.


"Lalu... kenapa kau melepaskan ku tanpa rasa takut kalau aku akan menghajar mu?" tanya Yudo.


"Itu karena aku hanya ingin melihat wujud mu sebagai wanita saja" kataku mengelap darah di kepalanya, lalu mengobatinya agar cepat sembuh. Setelahnya aku membuat perban di kepalanya agar darahnya berhenti mengalir.


"Kenapa kau melakukan semua ini... padahal aku sudah jahat, sudah melukai semua teman-temanmu disini" kata Yudo yang merasa bersalah.


"Setiap orang pasti memiliki kehidupannya sendiri. Kau tunggu lah disini..." kataku yang pergi meninggalkan Yudo, dan turun ke lantai 3.


"Hei Yudo... cepat lepaskan aku" kata Peter.


"Tidak... maafkan aku Peter, mungkin aku sudah mengkhianati kau, dan organisasi kita. Aku akan menjalani hidup seperti dulu lagi saja" kata Yudo tersenyum menangis bahagia.


"Apa? apa otakmu sudah rusak! dasar bodoh jangan menakut-nakuti ku! apa jangan-jangan... kau menyukai wanita busuk itu!" kata Peter.


"Kalian semua lah yang bodoh... kalian semua tak memikirkan perasaanku. Kalian semua bertindak seenaknya, dan memperlakukan ku seperti boneka, dan kurasa... aku benar-benar menyukainya" kata Yudo.

__ADS_1


Lalu tak lama lagi aku datang kembali, sambil membawa dua orang dari anggota gengku. Kemudian aku menyuruh dua orang itu untuk membawa Peter pergi dari sini. Sebenarnya aku menyuruh mereka untuk membunuhnya, karena aku sudah bisa melihat siapa orang yang benar.


Aku melihat kebusukan hati Peter, dia benar-benar orang yang sangat berbeda dengan Peter yang ku kenal. Seperti orang lain saja, tapi aku menyembunyikan kematiannya dari Yudo karena aku takut kalau dia akan membenciku, dan sedih karena temannya sudah ku bunuh.


"Apa yang akan kau lakukan pada Peter?" tanya Yudo padaku.


"Dia hanya di pindahkan ke lantai bawah saja, karena aku hanya ingin melihatmu menjadi seorang wanita" kataku menatap Yudo dengan serius.


"Baiklah kalau begitu... aku akan memulainya" kata Yudo yang mencoba merias dirinya. Dia duduk di depan cermin, itu adalah tempat yang biasa ku gunakan untuk merias diriku menjadi wanita ini menyamar.


Beberapa menit kemudian aku sangat terkejut kalau wajah Yudo saat ini menyerupai Yaomi yang ku kenal. Tinggal satu langkah terakhir saja yaitu menggunakan wig rambut. Aku semakin terkejut dengan wajahnya yang menyerupai Yaomi. Tapi kenapa dia terlihat sangat malu saat merubah penampilannya.


Lalu tanpa sadar aku mengucapkan kata-kata yang seharusnya tak ku katakan, "Yaomi..." gumamku.


"A-apa!? apa kau mengenalku?" tanya Yudo yang terlihat sangat terkejut.


"Ah... maksudku..." kataku yang kehabisan kata-kata untuk menangkalnya.


Argh! ini semua karena aku tidak hati-hati dalam berbicara, dan lagi aku terlalu terbawa suasana tadi. Jadi tanpa sadar aku mengatakan nama Yaomi. Kalau sudah seperti ini apa boleh buat, aku harus menunjukkan diriku yang sebenarnya juga.


Karena niatku untuk membunuhnya sudah hilang begitu aku tahu rasa sakitnya melalui tatapan yang menyedihkan darinya. Tapi apa yang akan dia lakukan nanti jika aku sudah menunjukkan diriku yang sebenarnya. Apa dia akan segera menangkap ku, karena aku termasuk buronan yang di cari di organisasi nya.


"Baiklah aku akan menunjukkan sesuatu padamu... ehem, aku adalah Claude" kataku mengubah suaraku menjadi laki-laki.


Tentu saja Yudo akan sangat terkejut begitu mendengar suara ini, dan kalau aku adalah Claude. Rasa sukanya padaku menjadi hilang karena dia sudah tahu kalau aku adalah laki-laki, dan lagi adalah teman lamanya. Kemudian berujung ke rasa mual yang sangat kuat, hingga Yudo muntah-muntah.


"Apa... benar... kau adalah Claude?" kata Yudo yang masih merasa mual.


"Tentu saja dasar bodoh! apa kau tak mengenali suaraku?" tanyaku.


"Tidak... hanya saja, aku berpikir kalau kau adalah wanita sungguhan" kata Yudo yang kecewa.

__ADS_1


"Hahaha! sialan! aku juga berpikir seperti itu, tapi begitu aku tahu Yaomi adalah kau. Aku langsung mual seperti tadi" kataku.


"Apa!? pantas saja tiba-tiba kau mual seperti itu. Tapi apa kau masih mengingat tentang kejadian di hutan... hoek!" kata Yudo yang tiba-tiba muntah.


"Ah sudahlah... jangan di pikiran lagi... itu adalah hari yang paling buruk bagiku" kataku yang ikut merasa mual.


"Hahahaha! sial... kita sama-sama bodoh, hahaha!" kata Yudo yang tiba-tiba tertawa.


"Hahaha! sudahlah tak perlu di pikirkan lagi. Oh ya... apa kau percaya kalau aku adalah pelakunya?" tanyaku pada Yudo yang tiba-tiba, dan merubah suasana ini menjadi serius.


"Tentu saja tidak, karena aku sudah tahu siapa pelakunya. Kau mungkin juga langsung tahu begitu ada kejadian seperti itu kan" kata Yudo yang langsung menjawabnya tanpa ragu, yang mendambakan bahwa dia telah jujur.


"Terima kasih... karena sudah mempercayai ku, tapi bagaimana kau tahu soal pelakunya kalau pelakunya adalah..." tiba-tiba saja Yudo memotong pembicaraan ku.


"Robin... aku sudah menyelidiki nya sejak pertama kali bertemu dengannya" kata Yudo dengan tatapan serius.


"Jadi maksudmu... kau menyelidiki Robin bukan dari perintah organisasi mu. Melainkan itu karena keinginan mu sendiri? tapi untuk apa tiba-tiba kau melakukan itu saat pertama kali bertemu dengannya?" tanyaku yang heran.


"Ku lakukan semua itu karena mu, dan juga rasa penasaran ku ini" kata Yudo.


"Baiklah aku mengerti... kalau begitu, tentang foto Eren yang kau dapat itu. Saat itu kau ingin memberitahu apa padaku?" tanyaku.


"Ah... itu... aku mungkin sudah menyelidiki Robin terlalu dalam. Sebenarnya dia memiliki hubungan dengan Eren temanmu di masa lalu, yang kau..." kata Yudo yang menjadi ragu-ragu untuk mengatakannya..


"Huh... sudahlah... katakan saja yang intinya padaku" kataku dengan sedih.


"Kalau Robin sebenarnya adalah..."


Aku sangat terkejut begitu tahu kebenarannya tentang Robin. Setelah aku mendengar perkataan Yudo barusan, membuat suasana hatiku menjadi kacau. Entah aku akan sangat marah sekali, atau aku sangat sedih sekali. Rasanya kedua perasaan itu telah bercampur di hatiku.


Yang membuatku hatiku menjadi bimbang, dan entah apa yang harus kulakukan pada Robin jika aku bertemu dengannya nanti. Jadi... aku mengerti tentang rasa sakit yang dikatakan oleh ayah saat itu. Aku sangat tak menyangka akan seperti ini... maafkan aku Robin.

__ADS_1


__ADS_2