
Aku sangat gugup sekali, padahal aku hanya melihatnya dari sini, dan lagi aku masih belum berbicara padanya. Apa lagi saat siaran nanti, aku pasti akan sangat gugup sekali berbicara padanya. Lalu Glasya menghampiri kami, dan menyapa dengan senyuman manisnya.
"Hai... nona Gillie, dan nona Yaomi" kata Glasya yang terus tersenyum. Sepertinya hubungan Glasya dengan Yaomi sudah baik-baik saja tidak seperti sebelumnya. Sebenarnya apa yang sudah terjadi selama ini.
"Hai juga... selamat malam nona Glasya, kau terlihat sangat cantik sekali hari ini" kataku memujinya dengan mata berbinar-binar.
"Ah... kau bisa saja nona Gillie, terima kasih atas pujiannya, dan terima kasih telah mengundang ku ke acara mu yang sangat spesial ini" kata Glasya.
"Ini bukan apa-apa kok nona, seharusnya kami yang berterima kasih padamu nona karena sudah datang, dan menerima undangan kami" kataku.
"Nona-nona sekalian silahkan duduk di sana, sebentar lagi kita akan tayang" kata pak produser.
Lalu kami duduk, dan berbincang-bincang terlebih dahulu sebelum acaranya benar-benar di mulai. Kecuali hanya aku yang terdiam kaku karena gugup sekali ada Glasya di sini. Aku kepikiran bagaimana jika Glasya tahu kalau aku adalah Claude pacarnya.
Mungkin dia akan merasa jijik padaku karena menyamar sebagai artis wanita. Penampilan ku yang seperti ini pasti akan terlihat sangat buruk baginya. Ya... laki-laki macam apa aku ini yang sedang menyamar menjadi wanita. Aku memang benar-benar seorang pecundang yang hanya bersembunyi.
"Baiklah... kita akan mulai sekarang juga, kalian bersiap-siaplah. Satu... dua... tiga..."
Lalu akhirnya siaran yang kami adakan akhirnya telah dimulai. Kami saling bertanya-tanya kepada idol Glasya tentang karirnya selama ini. Tidak hanya itu yang kami bicarakan, kamu membicarakan hal lainnya, dan saling tertawa. Aku masih sangat gugup dengan Glasya, acara yang kami adakan tidak ada pemberhentian untuk iklan.
Jadi tayangan ini akan selesai setelah 2 jam berlalu. Kami juga melakukan tantangan kepada idol Glasya untuk menunjukkan bakatnya di siaran kami. Begitu aku melihatnya, ternyata dia memainkan bakatnya lebih bagus dibandingkan aku menonton lewat akun Me Tube miliknya.
"Wah! nyanyian nona Glasya sangat bagus sekali! aku belum pernah mendengar suara yang merdu seperti ini" kata Yudo memuji Glasya setelah mendengar salah satu album Glasya.
__ADS_1
"Benarkah! hihi, terima kasih nona Yaomi" kata Glasya dengan senang.
"Oh ya teman-teman! ada yang ingin ku beritahukan kepada kalian. Kami sudah menjadi teman dekat sejak SMA loh!" kata Yudo sambil melambaikan tangannya di depan kamera.
"Iya! itu benar... kami adalah seorang teman!" lanjut Glasya.
Aku tidak tahu apa yang terjadi selama ini pada mereka berdua. kenapa mereka terlihat akrab sekali, padahal sebelumnya mereka saling bermusuhan karena diriku. Mungkin... karena aku sudah tidak ada di kehidupan Glasya... karena itulah mereka berteman.
Karena sudah tidak ada lagi sosok diriku di dalam hatinya. Entah kenapa... hatiku terasa sakit sekali begitu mengetahui kenyataannya. Aku selalu memikirkan yang terburuk untukku, selalu saja seperti itu. Tapi terkadang... memang hal seperti itu memang benar terjadi.
Karena aku sering mengalaminya, terutama saat aku masih menduduki bangku SD, tidak ada seorangpun yang menyukai ku. Aku di benci di buang, setiap hari aku selalu menangis di bawah lampu jalan. Aku tak berani untuk pulang karena aku tak mau kedua orang tuaku mengetahui kalau aku mengalami hal seperti itu.
Sampai hatiku menjadi keras, dan kosong... barulah ada seseorang yang mendatangiku yang sedang menangis di bawah lampu jalan. Jujur saja saat itu... aku tidak tahu kenapa aku menangis, rasanya... aku hanya ingin menangis tanpa tahu apa alasannya aku menangis.
Tapi... dia sama sekali tak berhasil menarik ku dari lubang itu walau hanya sedikit. Lalu saat aku sudah memasuki bangku SMP, aku membuang dia seperti barang. Aku mengkhianatinya karena dia tidak dapat membantuku keluar dari lubang terdalam itu.
Aku tak merasakan apapun setelah membunuhnya... rasa bersalah, kasihan, sedih, atau apapun itu. Tidak ada hal lain yang kurasakan selain aku tertawa sendirian saat itu. Entah kenapa... aku tertawa saat itu, padahal aku tak merasakan apapun yang membuatku tertawa.
Seperti naluri untuk tertawa, lalu... datang seorang perempuan lagi yang mencoba untuk menarik ku keluar dari lubang itu. Tepatnya saat aku menduduki bangku SMA, Dia datang dengan keberadaan yang berbeda. Dia terus memaksaku menarik keluar dari lubang itu.
Mungkin karena hal itu dia bisa menarik ku keluar dari lubang, dengan apa yang dia katakan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sebuah buku. Kemudian datang orang lainnya yang datang membantu diriku untuk menarik ku keluar dari lubang itu.
Hingga mereka semua menarik ku keluar secara bersamaan. Pada akhirnya... aku berhasil keluar dari kehidupan yang menyedihkan itu. Namun... setelah aku keluar dari lubang itu, beberapa dari mereka mulai menghilang karena ada satu orang yang berkhianat padanya.
__ADS_1
Dan... membuat kami terpisah satu sama lain, hingga pada akhirnya... kami di pertemukan lagi sekarang.
"Oke baiklah! siaran hari ini sudah selesai! terima kasih atas kerja keras kalian untuk siaran ini nona-nona!" kata pak produser.
"Nona Gillie... kenapa dari tadi kau hanya diam saja?" tanya Glasya.
Tanpa sadar ternyata sedari tadi aku hanya diam saja, dan tak berkata sedikitpun. Sial bagaimana bisa hal ini terjadi! bisa-bisa para penonton salah paham padaku. Mungkin mereka akan menganggap ku tidak menyukai keberadaan Glasya disini.
Kalau begini aku hanya tinggal membuat vidio klarifikasi saja, aku hanya perlu beralasan kalau aku sedang tidak enak badan saat itu, atau aku sangat mengagumi Glasya karena dia terlihat istimewa sekali bagiku. Dengan begitu para penonton bodoh akan percaya padaku.
"Ah maaf... hanya saja hari ini aku sedang sedikit lelah karena banyak kerjaan" kataku sambil memegang kepalaku untuk berpura-pura kalau aku pusing.
"Baiklah kalau begitu... karena siaran hari ini telah selesai. Bagaimana kalau nona Glasya ikut bersama kami untuk makan bersama di restoran mewah" kata Yudo.
"Ah, baiklah... tapi bagaimana dengan nona Gillie? bukankah dia sedang sakit?" tanya Glasya yang mengkhawatirkan ku.
"Kau taj perlu mengkhawatirkan aku nona Glasya, aku baik-baik saja" kataku.
"Baiklah kalau begitu, tapi kau jangan memaksakan diri ya" kata Glasya yang khawatir dengan keadaan ku.
Aku sangat senang kalau Glasya sangat mengkhawatirkan ku. Hatiku bisa merasakan rasa khawatirnya padaku biarpun dia tak mengenali diriku yang sebenarnya. Maafkan aku Glasya, karena aku tak bisa menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya.
Mungkin jika aku menunjukkan diriku yang sebenarnya kau akan terkejut, dan terluka. Kau pasti akan membenciku kan, dengan penampilan ku yang seperti ini, dan juga... tentang rumor masa laluku. Yang padahal rumor itu tidak ada benarnya, kau pasti akan sangat terluka jika bertemu dengan diriku yang sebenarnya, Glasya.
__ADS_1