
Aku masuk ke dalam rumahnya, dan di suruh menunggu di ruang tamu. Sementara itu dia berkata untuk menyiapkan beberapa makanan, dan minuman padaku. Lalu aku berpikir apakah waktunya memungkinkan untukku memeriksa ruangan bawah tanah itu?.
Kalau di pikir-pikir, ruang bawah tanah itu di kunci olehnya. Kemungkinan besar ruangan itu sedang terkunci, namun masalahnya dimana kunci ruangan itu. Tidak, cara seperti ini tidak efektif, lebih baik setelah menyantap hidangan ini aku meminta untuk melihat ruang kerjanya.
Agar aku bisa masuk ke ruang bawah tanah itu, dan melihat apa yang ada di dalam pintu itu. Mungkin begitu dia membuka kunci yang menuju ruang bawah tanah itu, aku langsung menendangnya hingga jatuh dari tangga. Ya! itu adalah rencana untuk bagus, walau sedikit kejam.
Lalu Kyura datang dengan beberapa jamuan untuk dia bawa, "Ini... silahkan di nikmati" kata Kyura meletakannya di depan mejaku.
"Wah! terima kasih banyak tuan Kyura!" kataku dengan mata uang berbinar-binar.
"Tidak masalah... oh ya kenapa kau datang malam-malam seperti ini?" tanya Kyura yang mengerutkan sedikit alisnya.
"Ah... hmm... sebenarnya... aku... kedatangan ku kesini... untuk melihatmu" kataku untuk memalingkan wajahku padanya untuk berpura-pura tersipu malu.
"Melihatku? hmm... kalau tidak salah... temanmu pernah mengatakan kalau kau suka padaku" kata Kyura.
Aku langsung menunjukkan aksiku, "Ah!? i-itu... itu ti-tidak benar" kataku dengan suara kecil.
Aku bersikap seperti ini untuk mengecoh rasa curiganya padaku. Agar dia dapat lebih percaya lagi padaku sepenuhnya kalau aku bukanlah ancaman baginya. Kemudian perlahan-lahan aku akan merayunya, sampai dia benar-benar masuk ke dalam jebakan ku.
Beberapa menit berlalu kami keadaan menjadi canggung karena ulahku. Ini semua bagian dari rencana ku, masih ada rencana lagi untuk ke depannya. Waktunya memulai rencana selanjutnya, aku akan memintanya untuk mengunjungi tempat kerjanya di ruang bawah tanah.
"Tuan Kyura... apakah aku boleh melihat ruang kerjamu? aku belum pernah melihatmu untuk sedang bekerja" kataku.
__ADS_1
"Eh... hmm baiklah kalau begitu... ayo ikuti aku" kata Kyura untuk memimpin jalan.
Hatiku sangat berdebar sekali... aku jadi sedikit takut kalau rencana ku untuk menjatuhkannya dari tangga ruang bawah tanah gagal. Tidak boleh seperti ini! aku harus siap, karena aku akan segera mengetahuinya, dan hidup dengan tenang tak seperti saat ini.
Lalu... begitu Kyura membuka kuncinya, sesuai rencana dia berjalan di depanku. Maka aku menghitung aba-aba dari 1 sampai 3 untuk menendangnya dengan sangat keras hingga sampai membuat dia pingsan.
"1... 2... 3... rasakan ini!" teriakku menendangnya dengan keras hingga dia terjatuh dengan sangat keras hingga membuatnya pingsan. Lalu aku tertawa terbahak-bahak dengan puas.
"Nona Gillie? ada apa? kenapa diam saja? ayo masuk" kata Kyura yang baru menginjak anak tangga pertama dari atas.
Aku sangat terkejut kalau ternyata dari tadi itu hanyalah khayalan ku. Ku kira yang tadi terjadi itu nyata, sial kalau dirasakan aku menjadi semakin panik, dan ambigu. Aku harus menendangnya sekarang sampai mampus.
"Tuan Kyura..." kataku dengan tatapan kosong.
"Maafkan aku..." kataku untuk segera menendangnya dengan sangat kencang. Namun... ada apa denganku? tiba-tiba saja pandangan ku menjadi buram. Rasanya dunia ini sedang berputar-putar dengan sangat cepat, akh! sakit sekali kepalaku.
Sebenarnya ada apa dengan diriku? saat aku menendang tak mengenai apapun. Ah... aku baru ingat... sepertinya dia menaruh obat-obatan pada hidangan yang dia berikan padaku. Sial... aku ceroboh sekali, bodohnya aku, ternyata dia sudah mencurigai ku lebih awal.
Mungkin... masih ada kesempatan kalau aku tak menendangnya saat ini. Karena dengan begitu dia masih menganggap ku gadis yang polos. Obat-obatan untuk di berikan pada hidangannya tadi hanya untuk memastikan apakah aku ada niat buruk padanya atau tidak.
Habis sudah... aku akan mati disini mungkin... sial! kenapa di saat seperti ini lagi-lagi aku selalu gagal. Aku terus gagal, dan gagal... lagi-lagi aku selalu tertinggi beribu-ribu langkah dari orang yang berhubungan dengan Robin.
Aku selalu saja gagal, dan tak pernah berhasil, menyedihkan sekali diriku yang seperti ini. Kalau aku pingsan disini sepertinya dia akan segera membongkar identitas ku yang sebenarnya, dan kemungkinan terburuknya adalah kalau dia menyebarkan kebenaran tentang diriku ke media.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian... akhirnya aku sadarkan diri kembali. Aku menatap sekitar, sepertinya dari yang kulihat saat ini aku sudah di pindahkan di lantai atas. Tempatnya lusuh sekali, dan ada satu jendela bundar untuk melihat keluar. Sepertinya aku pernah melihat jendela bundar itu, ah iya aku baru ingat, kalau jendela bundar itu terdapat di bagian paling atas di rumahnya.
Kemungkinan besar aku sedang berada di atas, dan tempat ini adalah gudang. Begitu aku mencoba untuk berdiri, tiba-tiba saja aku tak bisa menggerakkan tubuhku. Ternyata seluruh tubuhku di ikat dan sangat keras, sialnya begitu aku tahu kalau aku di ikat, rasanya tubuhku menjadi sakit karena ikatannya untuk terlalu keras.
"Nona Gillie... siapa sebenarnya dirimu?" tanya seseorang dari belakang ku. Aku sangat terkejut, dan langsung bersusah payah untuk menghadap ke belakang. Aku terkejut kalau ternyata ada banyak orang disini, yang lebih terkejutnya lagi aku melihat 3 orang yang saat itu berusaha untuk melecehkan ku.
Aku menjadi sangat ketakutan, jantungku berdebar-debar begitu kencang. Ternyata 3 orang pria itu sudah menjadi bagian darinya, ternyata mereka bersekongkol. Lalu ada satu orang lagi, yaitu orang dengan pakaian yang berwarna hitam yang tadi malam ku temui.
Sebenarnya siapa mereka semua? apa yang sedang mereka rencanakan? apakah sudah sejak awal aku sudah menjadi target mereka?. Sialan... habis sudah diriku, aku sangat ketakutan sekali sampai tubuhku bergemetar meski di ikat erat seperti ini.
"Jawab aku... nona Gillie... siapa sebenarnya kau. Untuk saat ini... hanya aku yang tahu tentang rahasia mu yang sebenarnya. Tentang siapa dirimu yang sebenarnya" kata Kyura dengan suara yang kejam.
Lalu tiba-tiba saja ada suara bising dari bawah, dan suara teriakan seseorang. Seperti suara ruangan yang sedang di porak-porandakan oleh seseorang. Kemudian aku tersenyum sinis di hadapan mereka, dan tertawa kecil.
"Sialan! kalian semua cepat periksa apa yang terjadi di bawah!" teriak Kyura.
"Baik!" jawab mereka serentak yang segera turun ke bawah.
"Dasar bajingan! apa yang kau rencanakan hah!" tanya Kyura yang menghampiri ku.
"Haha... kalian semua akan habis di tanganku, terutama kau! siapa kau sebenarnya" kataku yang membuat terkejut dirinya.
Aku menjadi semakin yakin kalau dia memiliki hubungan dengan Robin, dan yang pastinya juga dengan Eren. Siapa sebenarnya kalian berdua, sebentar lagi aku akan segera mengetahui siapa kalian berdua keparat!
__ADS_1