Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Perjalanan (3)


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu, saat itu aku masih berada berdiri di depan gang kecil itu. Aku sudah menyiapkannya sejak pertama kali berpikir untuk membongkar rahasia tuan Kyura. Sebelumnya aku pernah memberikan alat pendeteksi tubuh pengguna pada Yudo.


Aku menggunakan alat itu sebagai gelang, kalau ada sesuatu yang terjadi padaku. Alat pendeteksi yang kuberikan pada Yudo pasti akan berdering mengeluarkan suara. Yang artinya aku memerlukan bantuan darinya, walau sebenarnya agak menyebalkan kalau orang lain ikut campur dalam urusanku.


Tapi ini juga demi kebaikan diriku, karena sepertinya mustahil untuk melakukan semua ini sendirian. Alat pendeteksi itu juga dapat di gunakan sebagai alat pelacak, agar Yudo dapat dengan mudah menemukan ku. Oh ya, alat itu adalah alat ciptaan ku, aku menciptakan alat itu dengan sangat mudah hehe.


"Kau akan ku buat cacat, dan menderita hari ini. 3 orang pria yang saat itu belum menunjukkan kekuatan yang sebenarnya. Itu hanya rencana ku sejak awal hahaha!" tawa Kyura dengan kejam sambil memegang daguku.


"Benarkah? kurasa kau tidak bisa melakukannya" kataku sambil tersenyum seringai.


Lalu tiba-tiba saja entah kenapa pandangannya terhadapku berubah menjadi kesedihan. Aku cukup terkejut di buatnya karena melihat wajahnya yang tiba-tiba sedih. Namun kurasa ini hanya tipuan yang di buat darinya, tapi... kalau ini tipuan... untuk apa dia memasang wajah sedih padaku?.


Bukankah dia bilang dia ingin membuatku menjadi cacat? sepertinya ada yang janggal pada dirinya. Entah apa lagi yang dia sembunyikan dariku, tapi ngomong-ngomong selama aku di dekatnya aku belum melihat dimana Robin.


Ayolah Robin... tunjukkan dirimu, "Ya... kau benar... aku tak bisa melakukannya" kata Kyura tiba-tiba sambil menundukkan kepalanya.


Aku yang mendengarnya tentu saja terkejut, "Hah!? apa maksudmu? kalau begitu cepat lepaskan aku brengsek!" kataku.


"Tidak akan... aku akan membuatmu menderita di sini untuk selama-lamanya" kata Kyura menatapku dengan tatapan kebencian.


Brak! tiba-tiba saja pintu menuju gudang di dobrak dengan keras oleh seseorang, dan seseorang itu ternyata adalah Yudo. Ah sial, memalukan sekali karena kondisi ku seperti ini, dan meminta pertolongannya, tapi apa boleh buat.


Yudo maju perlahan dengan geram sambil menggenggam kedua tangannya sampai ada darah yang bercucuran akibat menggenggam terlalu keras. Dia juga menggigit bibirnya sampai berdarah karena geram sekali pada Kyura. Matanya yang melotot kemerahan membuatku jadi merinding melihatnya.

__ADS_1


Seolah-olah dia akan membunuh kami, "Tidak mungkin... apa hanya kau seorang diri yang mengalahkan mereka semua!?" tanya Kyura yang terkejut, dan langsung terbangun sambil berjalan mundur dengan perlahan.


"Apa aku harus menjawab pertanyaan mu itu? hah... brengsek!" kata Yudo berteriak dengan keras, dan melayangkan tinjunya.


"Hentikan itu Yudo!" kataku berteriak dengan keras.


Tiba-tiba saja Yudo langsung terdiam, dan menatapku, "Apa kau sedang mengasihani orang yang telah berbuat jahat padamu? Gillie, dan seharusnya kau jangan memanggilku dengan nama itu di saat seperti ini" kata Yudo.


"Percuma saja kalau kita masih menyembunyikan sesuatu darinya. Karena dia telah mengetahui siapa kita sebenarnya, dia bukanlah orang biasa. Dia... sangat jenius, dan hebat dalam segala hal, dan bukannya aku mengasihani dia.


Akan tetapi, kita juga harus mencari tahu siapa dia sebenarnya karena dia telah tahu siapa kita. Benar begitu... tuan Kyura..." kataku sambil tertawa kecil, namun Kyura hanya diam saja dengan wajah yang terkejut.


"Baiklah kalau begitu... kau tetap berdiri disana brengsek kalau tidak ingin mati" kata Yudo sambil berusaha untuk melepaskan ikatan tali yang di ikat di tubuhku.


Lalu setelah ikatannya berhasil di lepas, Yudo menggunakan tali itu kepada Kyura untuk mengikatnya dengan cukup erat. Namun yang ku pertanyakan apa yang terjadi sebelumnya di lantai bawah? kenapa suara bising pukulan, dan benda-benda hancur masih terdengar?.


"Jadi... bisakah kau ceritakan siapa kau sebenarnya?" tanyaku dengan tersenyum gembira.


"Senyuman itu... menyebalkan sekali" kata Kyura.


"Tunggu... sepertinya dia tak akan membicarakannya, lebih baik kita pergi ke pintu yang terkunci, yang pernah kau katakan saat itu Claude. Kau bilang kalau di dalam sana banyak rahasia yang di sembunyikan bukan?" kata Yudo.


"Kau benar juga, kalau begitu bawa dia, bisa gawat kalau dia berhasil meloloskan diri. Tapi sebelum kita masuk ke dalam ruangan yang terkunci itu, akan lebih baik kita membantu yang lainnya" kataku.

__ADS_1


Lalu setelah itu kami turun ke bawah, Yudo menggendong Kyura di punggungnya. Yang kulakukan ini hanya untuk berjaga-jaga kalau dia berhasil melarikan diri. Orang sepertinya pasti memiliki trik untuk melepaskan ikatan tali itu, karena itu akan lebih baik kalau dia ikut bersama dengan kami.


Namun sepertinya pertarungan di bawah cukup sulit karena jumlahnya tidak sebanding. Tiga lawan empat orang, akan tetapi sekarang lima lawan empat. tapi tunggu... siapa orang yang satu lagi itu? sepertinya aku pernah melihatnya? hah!? di-dia kan... Akai!?.


Tidak mungkin bagaimana bisa dia masih berada disini? bukankah dia bilang kalau dia sudah pergi jauh, dan tak akan berurusan lagi denganku?. Apa ini ulah Yudo? ya, mungkin saja Yudo yang memberitahunya kalau aku dalam bahaya.


"Huh... sepertinya kita harus melakukan hal yang sudah lama tidak dilakukan, Claude" kata Yudo tersenyum seringai.


"Dasar bodoh jangan memanggil nama asliku di saat seperti ini. Kurasa lebih baik kau istirahat saja, karena kebodohan mu telapak tangan, dan bibirmu jadi berdarah tuh, haha!" kataku.


"Berisik! ayo maju nona Gillie yang cantik, haha!" tawa Yudo yang berlari masuk ke dalam pertarungan sengit itu.


"Dasar sialan kau nona Yaomi! haha! tunggu aku dasar kau ini!" kataku berlari ke arahnya.


Sementara itu Kyura di letakan di depan salah satu rak buku miliknya. Kyura menatapku dengan tatapan kosong, yang entah apa maksud dari tatapannya itu. Mungkin untuk saat ini aku masih tidak mengerti arti dari tatapannya yang menjengkelkan itu.


Akan tetapi... sebentar lagi... sebentar lagi aku akan tahu apa maksud dari tatapan mu yang menyebalkan itu brengsek!. Haha! hari ini adalah hari kemenangan ku atas semua apa yang terjadi sejak dulu. Akhirnya aku bisa menyelesaikan masalah ini, terima kasih semuanya walau kalian teman-teman brengsek yang kumiliki.


Aku bahagia bisa berteman dengan kalian, terutama untuk kau Yudo... sejak awal kau sudah hadir dalam hidupku. Yah... walaupun pertemuan pertama kami sangat buruk, karena kau telah membuat hidupku hancur dengan kesalahan pahaman yang kau buat dasar brengsek! tapi aku suka kau yang sekarang haha!.


Lalu untuk Carlo... terima kasih juga karena selalu menemaniku untuk minum-minum di bar saat itu. Kau juga sangat berani sekali padaku, sementara yang lainnya tunduk patuh padaku, padahal saat itu kau yang paling lemah dari yang lainnya. Namun sekarang kau sudah berubah banyak Carlo.


Kemudian untuk Kajo... walaupun aku tak sering berbicara banyak denganmu, dan hanya menjadikan mu sebagai supir pribadi ku. Terima kasih karena kau telah ikut campur dalam masalah ku, aku menghargai apa yang kau lakukan hari ini.

__ADS_1


Lalu yang terakhir untuk Akai... sejak pertemuan kita kau sudah sangat menyebalkan sekali ya. Lalu untuk perpisahan kau juga sama menyebalkan seperti dulu dasar pria mesum brengsek. Tapi aku sudah tak peduli dengan masa lalu, karena berkat kau juga aku bisa menjadi diriku.


Lalu untuk semuanya, berkat kalian semua yang sudah menemaniku sejak awal, walaupun pertemuan pertama denganku sangat buruk karena harus menghajar kalian agar masuk kedalam anggota gengku. Terima kasih berkat kalian semua aku bisa bangkit dari semua yang terjadi, aku yang sekarang... tak akan pernah kalah dengan takdir!. Karena aku adalah... Claude!.


__ADS_2