Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Ular Tangga


__ADS_3

Peter terlihat senang, dan bahagia dengan membawa bakul yang besar itu. Entah apa yang ada di dalamnya sampai membuat dia tersenyum lebar begitu. Begitu dia ingin sampai, Peter tak sengaja menginjak akar yang besar keluar dari tanah.


Akhirnya Peter pun terjatuh bersama dengan bakul yang dia bawa. Ternyata isi bakul itu adalah nasi yang sangat banyak, nasi yang dia bawa jatuh berserakan mengenai tanah. Wajahnya yang bahagia itu pun berubah menjadi suram.


"Ah... maafkan aku teman-teman... karena aku nasinya jadi jatuh" kata Peter merasa bersalah.


"Tidak apa, lagi pula kau kan tidak sengaja" kata William membantu membereskan nasi yang berjatuhan.


"Ada beberapa nasi yang masih bagus, lebih baik kita mengumpulkannya untuk di makan. Nasi yang berada di atas, dan tidak menyentuh tanah bisa di ambil, begitu juga dengan yang masih berada di dalam bakul" kataku sambil memunguti nasi yang sekiranya masih layak untuk di makan.


Lalu mereka semua pun mengikuti saran ku, dan setelah itu kami semua makan bersama. Rubby yang tadinya cukup pendiam, ternyata begitu di kenal, dia cukup cerewet dan menyenangkan. Lagi-lagi Yaomi hanya terdiam dengan wajah tanpa ekspresi.


Kemudian aku pun berpindah tempat duduk, ke sebelah Yaomi. Aku berniat untuk meminta maaf padanya, karena aku telah melakukan kesalahan. Begitu aku duduk di sampingnya, Yaomi langsung berpindah tempat duduk menjauhi ku.


Rubby yang melihat kejadian tadi pun bertanya padaku, "Ada apa dengannya? sepertinya dia tidak menyukaimu. Sebenarnya apa yang terjadi saat kalian berduaan?" tanya Rubby sambil memakan masakan ku.


"Tidak banyak yang terjadi, lagi-lagi aku melakukan kesalahan yang tidak di sengaja" kataku sedih.


"Mungkin untuk saat ini dia tidak ingin mendengarkan mu. Kau bisa menyampaikan pesan apa yang ingin kau sampaikan padanya" kata Rubby tersenyum padaku.


"Aku hanya ingin meminta maaf padanya, dan aku berjanji akan menjauhi dia jika itu yang dia inginkan" kataku.


"Baiklah kalau begitu, nanti akan ku beritahu kepada Yaomi. Semoga saja Yaomi bisa memahaminya" kata Rubby.


Ternyata Rubby adalah orang yang baik, terlihat dari wajahnya dan sorot matanya sepertinya dia tidak menyembunyikan sesuatu. Aku sangat senang bisa berteman dengan orang-orang yang baik seperti mereka.

__ADS_1


Ketika aku sedang kesulitan, mereka siap membantuku. Padahal sebelumnya kejadian tadi, masalahku hanya pada kepercayaan orang-orang disekitar ku. Karena Yaomi akan mengatakan sesuatu kepada anak-anak yang lain, agar mereka percaya lagi kepadaku.


Tapi sekarang masalahnya menjadi semakin rumit karena kebodohan ku lagi. Bisa-bisa Yaomi membatalkan perjanjian kita. Hah... sudahlah, percuma saja di pikirkan karena semuanya telah terjadi.


Agar semua masalah terkendali, untuk saat ini aku harus meminta Yaomi mengatakan kepada semua orang yang sebenarnya terjadi pada saat itu walau dengan sedikit kebohongan. Tapi untuk saat ini hubungan ku dengan Yaomi memburuk, bagaimana caraku meminta Yaomi untuk mengatakannya kepada mereka semua.


Berarti sebelum itu aku harus memperbaiki hubungan ku dengan Yaomi. Dengan begitu aku bisa memintanya mengatakan kejadian yang sebenarnya. Dengan begitu perjanjian kita selesai, aku tak akan mendekatinya lagi.


Lalu salah satu guru berdiri di tengah-tengah sekitaran tenda. Untuk memberikan informasi, kalau sudah larut malam, dan waktunya untuk anak-anak beristirahat dengan tenang. Karena besok akan ada ujian, atau tantangan yang menyenangkan katanya.


Lalu semua murid menuruti perintah guru itu, dan masuk ke tendanya masing-masing. Tidak ada yang berkeliaran di luar tenda setelah guru itu memerintahkannya. Di tenda kami, kami membuat batas antara laki-laki, dan perempuan.


Laki-laki di sebelah kiri, dan perempuan di sebelah kana yang di batasi oleh sebuah guling yang dibawa oleh Robin. Karena semua perlengkapan tidur ada pada Robin. Padahal kami tidak saling merencanakan siapa yang membawa siapa.


Semuanya terjadi kebetulan, peralatan memasak di bawa oleh Rubby. Karpet, dan lentera di bawa oleh William. Sedangkan yang lainnya membawa barang-barang tersendiri, seperti makanan atau kebutuhan untuk berwisata disini.


Lalu semua serentak menjawab, "belum" kecuali Yaomi. Setelah kejadian tadi Yaomi tidak berbicara sedikitpun. Mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat dia menjadi normal.


"Apa kalian ingin bermain kartu lagi?" tanya William dengan semangat sambil mengangkat tangannya ke atas yang memegang sebuah kartu.


"Oh ayolah... apa tidak ada permainan lain selain kartu?" tanya Peter yang sepertinya sudah bosan dengan permainan kartu.


"Haha bilang saja kalau aku tidak bisa memainkannya, haha!" tawa Robin.


"Sudahlah jangan ribut semuanya, bisa gawat kalau ada seorang guru yang mendengarnya. Aku membawa satu permainan lagi kok yang untuk di mainkan bersama" kataku sambil merogoh tasku.

__ADS_1


"Wah benarkah!? apa itu?" tanya Peter dengan yang langsung bangun dari tidurnya.


"Ya tentu saja, tunggu sebentar... nah ini dia!" kataku menunjukkan kepada mereka sebuah buku pelajaran.


Setelah ku tunjukkan keadaan mereka, wajah mereka menjadi tak bersemangat lagi, "Apa kau sedang bercanda?" tanya Peter dengan wajah malasnya.


"Haha aku hanya bercanda kok, baiklah tunggu sebentar ya..." kataku merogoh tasku lagi.


"Ini dia! apa kalian tertarik untuk memainkannya?" tanyaku sambil menunjuk kepada mereka sebuah permainan ular tangga yang terbuat dari magnet.


"Haha... kau bercanda? tentu saja aku tertarik untuk memainkannya selama itu bukan kartu. Karena permainan ini mengandalkan keberuntungan, dan soal keberuntungan akulah jagonya" kata Peter membanggakan diri.


"Hahaha... aku tak yakin dengan kata-katamu, pasti kau akan kalah lagi" kata William.


"Baik, mari buktikan" kata Peter dengan serius.


Lalu akhirnya kamu semua bermain bersama, kecuali dengan Yaomi. Kami semua merasa tidak enak karena bermain tanpa Yaomi. Akhirnya kami semua berniat untuk membujuknya bermain bersama.


Awalnya Yaomi tidak mau di ajak bermain bersama, dan memilih untuk tidur. Tapi karena kami terus membujuknya, dan membuatnya terganggu. Akhirnya Yaomi pun turun tangan, dan mengikuti permainannya.


Mungkin selama masih ada Rubby Yaomi masih bisa di ajak untuk bermain. Karena sepertinya bagi Yaomi Rubby adalah segalanya, entak kenapa aku merasakannya seperti itu. Lalu Rubby memerintahkan Yaomi untuk duduk di sebelah ku dengan niat agar hubungan kamu kembali seperti sebelumnya.


"Yaomi... bisakah kau duduk di sebelah Claude?" tanya Rubby dengan memohon kepada Yaomi dengan senyuman manisnya.


"Ah... baiklah" jawab singkat dari Yaomi, dan akhirnya Yaomi bertukar tempat duduk dengan William yang ada di sebelahku. Benarkan kataku, ternyata Yaomi akan menuruti kata-kata Rubby, sesuai dugaan ku.

__ADS_1


Lalu akhirnya kami akhirnya bermain bersama, dengan memulai awal permainan kami melakukan permainan kertas gunting batu untuk menentukan siapa yang akan jalan lebih dulu. Peter mendapatkan posisi pertama untuk jalan lebih dulu.


Lalu Robin, William, Rubby, Yaomi, dan terakhir adalah aku sendiri. Tak ku sangka aku sial sekali karena mendapatkan posisi terakhir untuk memulai permainan. Begitu permainan baru saja di mulai, kami semua dikejutkan dengan keberuntungan Peter, dia mendapatkan gambar tangga yang berarti bisa melewati angka secara instan.


__ADS_2