
Kami pergi ke restoran biasa yang kamu kunjungi bersama dengan Akai, dan Carlo. Karena bagi kami itu adalah restoran yang terbaik, dengan pelayanan yang terbaik, dan hidangan yang terbaik juga. Seperti biasa kami memesan ruangan VIP, tempat yang sangat nyaman, dan ruangan yang kedap suara.
"Terima kasih sudah mengajakku untuk makan malam bersama kalian" kata Glasya yang terlihat senang.
Entah kenapa wajah senangnya terlihat sangat alami bagiku. Kenapa dia sampai sesenang ini dengan hanya bertemu kami. Apa mungkin... dia senang seperti ini karena bertemu dengan Yudo, argh! kalau dia senang karena itu, tak akan ku maafkan kau Yudo.
"Makanlah sepuasnya, dan bersenang-senang bersama kami!" kata Yudo.
"Tolong tuangkan satu gelas wine untukku" kata Glasya kepada pelayan.
Lalu kami minum sebanyak-banyaknya sampai kami benar-benar dalam keadaan mabuk yang sudah tak terkendali. Kami seperti menjadi orang yang kehilangan akal, kebiasaan buruk ku meminum alkohol masih belum hilang. Padahal saat itu aku ingin sekali berhenti untuk minum-minuman seperti ini.
"Nona... Gillie... kau juga terlihat, sangat cantik sekali... hari ini" gumam Glasya yang membaringkan kepalanya di meja. Sepertinya dia sudah tak sanggup untuk mengangkat kepalanya.
Kemudian tanpa sadar aku memeluknya, "Oh benarkah? apakah aku terlihat sangat cantik di matamu?" tanyaku.
"Tentu saja... nona Gillie... aku... sangat menyukaimu" kata Glasya dengan wajah yang memerah.
"Segitu sukanya kau padaku... ngomong-ngomong, sejak kapan kau menyukaiku? nona Glasya?" tanyaku.
"Sejak dulu... aku sangat menyukaimu begitu aku melihatmu di televisi... aku pikir... saat itu aku benar-benar sudah gila... karena menyukai seorang wanita. Ternyata aku benar-benar sudah gila..." kata Glasya yang setelahnya tertawa terbahak-bahak.
Karena omongan Glasya barusan membuat kesadaran ku kembali secara perlahan. Hatiku menjadi berdebar begitu dia mengatakan kalau dia menyukaiku sejak pertama kali melihat ku di televisi. Tapi disisi lain.... aku berpikir buruk tentang Glasya.
Apa jangan-jangan dia ini tidak normal ya? karena dia bilang dia sangat menyukaiku. Apa dia menyukai sesama jenis? tiba-tiba saja aku jadi merinding ketakutan. Tapi sementara disisi lain... aku merasa sangat senang kalau dia memiliki insting yang kuat karena dapat menyukaiku.
__ADS_1
Karena dia tadi berkata kalau dirinya gila karena menyukai sesama jenis, "Kau sama sekali tidak gila Glasya... karena aku sebenarnya adalah seorang pria" gumamku.
"Menikahlah... denganku... nona Gillie yang sangat cantik" kata Glasya menyenderkan kepalanya di bahuku.
Kemudian aku menggenggam tangannya, "Aku pasti akan menikahi mu suatu hari nanti... nona Glasya, aku janji" kataku.
"Benarkah... terima kasih nona Gillie... bolehkah aku mencium mu?" tanya Glasya yang membuat wajahku memerah seperti sebuah tomat.
Karena perkataannya barusan membuat kesadaran ku kembali sepenuhnya, karena aku benar-benar sangat terkejut. Tapi tubuhku masih sangat lemah sekali karena terlalu banyak minum tadi. Aku tak boleh melakukan kesalahan, aku harus mengontrol diriku.
Tapi kalau dia ingin mencium ku... aku... aku persilahkan saja, hahahaha! karena ini adalah kesempatan emas bagiku. Kalau ku lewatkan kesempatan ini, bisa-bisa aku akan menyesal suatu hari nanti. Karena... aku sangat mencintai Glasya sepenuh hatiku.
"Silahkan... kau mau mencium pipi yang sebelah mana?" tanyaku, lalu aku terkejut begitu dia langsung mencium bibirku. Wajahku semakin memerah, dan hatiku menjadi sesak sekali, rasanya aku akan pingsan.
Sialan Yudo! dia masih tidak terima kalau cinta pertamanya ternyata adalah seorang pria. Yaitu diriku, hatinya benar-benar telah hancur karena dia mengetahui faktanya. Aku menjadi merasa kasihan padanya, harus ku apakan bocah ini.
Kemudian tiba-tiba saja yang tadinya Yudo tergeletak di lantai langsung berdiri dengan tegap, dan berjalan ke arahku dengan sempoyongan. Kedua tangannya hendak meraih sesuatu dengan lemas berjalan ke arahku, sambil mengucapkan namaku.
Aku menjadi merinding saat itu, bulu kudukku berdiri tegap, dan jantungku berdegup begitu kencang hingga mau lepas. Tapi sekarang Glasya sedang duduk di pangkuanku, aku harus segera menghindar secepat mungkin sebelum si idiot ini melakukan hal aneh padaku!.
Kemudian aku menggendong Glasya, sambil berlarian menjauh dari si idiot ini. Maksudku ada Yudo yang sudah kehilangan akalnya karena cinta, dan mabuk. Inilah saat-saat yang paling ku takutkan kalau Yudo sudah mabuk berat, dan tak bisa mengendalikan dirinya.
"Nona Gillie... jangan lari!" teriak Yudo sambil berjalan ke arahku dengan sempoyongan.
"Pergi kau dasar gila!" kataku yang berlarian di dalam ruangan VIP.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya... Yudo terjatuh karena sudah tak kuat lagi, dan pada akhirnya dia oun pingsan karena kelelahan. Lalu begitu juga dengan Glasya yang sedang ku gendong ini, dia sudah tertidur pulas sedari tadi saat aku berlari di kejar oleh Yudo.
Hanya aku saja yang masih normal disini, karena aku seperti memiliki kemampuan yang kuat untuk mengontrol diri saat mabuk. Rasanya sekarang aku benar-benar sudah tidak mabuk lagi karena kata-kata Glasya tadi, dan juga berlari dari kejaran idiot ini.
Kemudian aku menggendong mereka berdua keluar, dan di luar ada pengawal, dan sekertaris Glasya. Aku meminta mereka untuk mengantar Glasya untuk pulang ke rumahnya. Begitu juga dengan kami, Kajo sudah menunggu kami di luar ruangan sambil berdiri tegap.
"Ada apa dengan nona Yaomi hari ini?" tanya Kajo yang panik.
"Dia terlalu banyak minum, cepat bantu aku mengangkat bocah ini" kataku"
"Baiklah nona..." kata Kajo sambil merangkul Yudo bersama dengan ku.
Setelah itu akhirnya kami berhasil pulang, rasanya semua badanku sakit semua karena merangkul Yudo. Aku tak boleh membiarkan Kajo untuk menggendong Yudo, karena bisa-bisa dia tahu identitas Yudo yang sebenarnya.
Karena itu aku tadi meminta padanya untuk membantu merangkul Yudo. Kepalaku juga sakit semua, kemudian aku berbaring di kasurku dengan lemas. Sambil memikirkan kejadian tadi... saat-saat Glasya mengatakan kalau dia menyukaiku.
Sampai sekarang hatiku masih berdebar begitu setiap kali aku mengingat kata-kata yang keluar dari mulutnya. Tiba-tiba saja aku jadi teringat dengan sikapnya selama bertemu dengan kami. Dia selalu tersenyum, dan senang seperti itu bukan karena bertemu dengan Yudo.
Akan tetapi... dia tersenyum, dan terlihat sangat senang itu karena dapat bertemu dengan ku. Karena dia mengatakan kalau dia sangat menyukai ku. Huh... syukurlah ternyata aku hanya salah paham, kalau tidak sudah ku bunuh tadi si idiot ini.
Sekarang dia malah tertidur dengan lelap begitu membuat orang lain kesulitan karena nya. Menyebalkan sekali bocah ini! karena ini pertama kalinya dia minum sangat banyak, akhirnya dia menunjukkan sisi yang sebenarnya, sisi yang sangat menakutkan bagiku.
Seperti sedang di kejar oleh hantu yang sangat menyeramkan. Untung saja saat itu aku masih bisa berlari dengan benar, kalau saja dia berhasil menangkap ku. Maka seumur hidup aku tak akan memaafkan diriku. Kemudian aku memegang bibirku, dan tersenyum sendiri karena teringat Glasya yang mencium ku saat itu.
Hari ini adalah hari yang baik untukku...
__ADS_1