Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Orang Yang Menyebalkan


__ADS_3

Hari-hari berikutnya pun berlalu begitu saja, seperti biasa aku menghabiskan waktuku di kamarku dengan membaca setumpuk buku baru yang ku beli dengan uang yang ku simpan. Tidak hanya belajar saja di kamarku, mulai saat kejadian sebelumnya, aku mengerjakan sesuatu yang baru.


Yaitu dengan berolahraga di pagi hari, dan di sore hari. Aku juga harus melatih kecepatan lari, dan juga kegesitan ku. Ini semua kulakukan demi mengungkapkan siapa sebenarnya dia, dan saatnya tiba nanti... aku akan betul-betul menangkapnya, dan tak akan kubiarkan dia melarikan diri lagi seperti sebelum-sebelumnya.


Aku... memiliki tekad, dan perjuangan yang tinggi untuk mengungkapkan kebenarannya. Lalu saat itu juga, aku akan menanyakan kebenarannya kepada Glasya. Apa yang dia lakukan kepadanya sampai terlihat syok, dan menyembunyikan rahasianya.


Tring! suara notifikasi ponselku, aku menghampiri ponselku yang berada di atas meja belajarku. Ternyata itu notifikasi dari grup chat kami, aku juga terkadang berbicara dengan temanku melalui grup chat ini.


"Hei bagaimana dengan liburan kalian? apa terasa sangat luar biasa?" tanya Peter.


"Entahlah, mungkin semakin buruk bagiku, aku juga harus melakukan kegiatan yang baru" kataku.


"Oh benarkah? aku juga sama sepertimu, hari-hari ku semakin memburuk" kata Peter.


"Oh ya? memangnya seburuk apa?"


"Entahlah, sangat buruk dari yang pernah ku alami" kata Peter dengan emoticon sedih.


"Memangnya apa yang membuat harimu menjadi buruk?" tanyaku.


"Hehe... seperti biasa, aku tak bisa memberitahukannya kepada kalian" kata Peter memasang emoticon tertawa.


"Sial! sudah kuduga, seharusnya aku tak menanyakannya"


"Mungkin hanya aku disini yang hariku semakin membaik" kata William tiba-tiba.


"Oh, hai William..."


"Memangnya apa saja yang kau lakukan di hari libur ini?" tanyaku.


"Membaca buku, membantu kedua orang tuaku, mengurus adikku, membersihkan rumah, membersihkan halaman, membantu tetangga, apa kalian masih ingin tahu lebih lanjut?" kata William.


"Ah sudahlah, sudah cukup" kataku.


Pembicaraan itupun selesai tak lama kemudian, tapi kenapa ponsel Glasya tidak aktif hari ini?. Terakhir dia aktif kemarin, jam tujuh malam, apa mungkin dia sedang sibuk di kafe, karena ini adalah hari libur ya.

__ADS_1


Tiba-tiba saat aku melamun di kamarku, aku terpikirkan untuk membeli pakaian baru. Entah apa yang membuatku berpikir untuk membeli pakaian. Mungkin karena aku sudah bosan, setiap kali aku keluar rumah memakai pakaian yang sama.


Karena itulah aku berinisiatif untuk membeli pakaian baru. Lalu aku mengecek uang yang kumiliki sekarang, dan sepertinya cukup untuk membeli 3 set pakaian. Tapi aku tak akan menghabiskan uangku begitu saja.


Mungkin aku akan membeli 1 set pakaian saja, dan uangnya ku simpan jika aku ingin membeli buku baru lagi. Aku pun segera mandi, dan memilih pakaian terbaik yang ku punya, lalu dengan bergegas menuju sepeda motorku.


"Kak! kakak ingin pergi kemana dengan pakaian yang rapih seperti itu?" tanya adikku Elia yang melihatku segera pergi.


"Kakak ingin pergi ke mall untuk membeli pakaian baru. Kakak tidak akan lama kok, kakak pergi dulu!" kataku sambil memakai helm.


Kemudian aku pergi dengan sendiri ke mall, jarak antar rumahku dengan mall cukup jauh. Aku harus melewati jalan raya, sepertinya aku sudah lama sekali tidak pergi ke mall seperti ini, tapi kenapa aku ingin pergi ya?.


Memang sangat aneh bagiku, tapi aku ingin sekali untuk membeli pakaian baru. Mungkin ini karena aku sebentar lagi akan masuk sekolah, dan menduduki bangku kelas 2 SMA. Semoga saja hal-hal baik seperti di kelas 1 terjadi lagi, atau mungkin akan lebih baik dari sebelumnya.


Begitu aku sampai, aku langsung memarkirkan motorku di tempat parkiran, dan bergegas masuk ke mall. Sesaat aku memasuki mall, aku menghirup nafasku panjang-panjang. Rasanya sudah lama sekali aku tak datang untuk mencium aroma khas di dalam mall.


Aku langsung pergi ke tempat pakaian yang berada di lantai 3, yang lebih tepatnya lagi berada di ujung kanan lantai 3. Kalau di ingat-ingat terakhir kali aku kesini, kalau tidak salah aku juga datang ke mall sendirian.


Karena aku sudah terbiasa menyendiri, karena bagiku lebih nyaman, dan tenang. Tanpa harus memikirkan masalah yang merepotkan, dan bisa menjalani kehidupan apa yang kuinginkan. Saat aku sedang mencari-cari pakaian yang bagus, ada seseorang yang tak sengaja menabrak ku hingga terdorong.


"Iya tak apa" kataku yang tak peduli.


Kemudian aku melanjutkan untuk mencari pakaian yang bagus, dan akhirnya aku menemukan pakaian yang menarik perhatianku. Saat aku ingin mengambil pakaian itu, ada seseorang yang mengambilnya juga, kami sama-sama memegang pakaian tersebut.


"Eh!?"


"Maaf, aku lebih dulu mengambilnya" ternyata orang itu adalah orang yang sama menabrak ku tadi.


"Tapi aku duluan yang melihatnya..." kataku tak terima.


"Tapi yang mengambil lebih dulu, jadi kau pilih saja pakaian yang lain" kata orang itu tak melepaskan pakaian yang ia pegang.


Begitu pun denganku, aku sama sekali tak melepaskan pakaian yang ku pegang juga, "Kau sudah menabrak ku tadi, jadi sebagai imbalannya berikan pakaian ini padaku" kataku yang mulai kesal.


"Tidak bisa begitu! aku sudah minta maaf padamu kan" balas orang itu.

__ADS_1


"Oh ya, tapi aku tak memaafkan mu tuh"


"Siapa tadi yang berkata, iya tak apa hah?" kata orang itu yang terlihat kesal.


"Baiklah jika ini mau mu..." kataku.


Kemudian aku menarik pakaian itu dengan sangat kencang, begitu juga dengan orang itu. Dia membalasnya dengan lebih kuat, hingga pada akhirnya... Sreeeek! pakaian yang kami tarik itu robek.


Dan pada akhirnya kami harus segera mengganti pakaian yang kami rusak, dan juga kami tak mendapatkan pakaian yang kami inginkan. Karena baju itu sobek, aku pun pulang dengan tangan kosong karena tak ada pakaian lain yang menarik perhatianku.


Saat aku di parkiran untuk mengambil motor milikku, orang yang tadi datang untuk mengambil motor miliknya yang ada di sebelah ku. Kami pun saling bertatapan dengan wajah kusam yang dingin.


"Apa lihat-lihat? cari mati hah?" kataku masih tidak terima dengan kejadian tadi.


"Kau yang melihatku lebih dulu, seharusnya aku yang berbicara seperti itu" balas dia.


"Cepatlah pergi dari sini" kataku.


"Aku memang mau pergi kok" kata dia.


Lalu akhirnya aku pulang ke rumahku, sebelum aku pulang aku membeli minuman untuk meredakan dahaga karena keributan tadi. Tak ku sangka kalau ada kejadian seperti ini, aku terlihat seperti kekanak-kanakan tadi.


Orang itu membuatku malu, begitu aku selesai membeli minuman aku pun langsung menghabiskan minumannya dengan cepat, dan segera untuk pulang. Namun begitu aku sampai di pagar rumahku.


Aku terkejut kalau ternyata orang yang tadi sedang berhenti di pagar rumah seseorang yang tepatnya di sebelah rumahku. Sepertinya dia ingin menemui temannya, atau ada kepentingan lain, tapi aku tak peduli.


"Apa yang kau lakukan disini? apa kau mengikuti ku?" tanyaku.


"Hah? untuk apa aku mengikuti mu? aku tinggal disini. Kau yang mengikuti ku" balas orang itu.


"Apa? kau tinggal disini? aku juga tinggal disini tahu!" balasku.


Lalu kami berdua pun masuk ke rumah masing-masing dengan perasaan kesal. Aku tak menyangka kalau orang yang menyebalkan itu adalah tetanggaku, dan lagi ternyata dia tinggal di sebelah rumahku.


Tapi sejak kapan dia tinggal di sebelah rumahku? aku sama sekali tak menyadarinya karena dia tidak pernah keluar rumah, atau mungkin aku yang tak pernah keluar rumah?. Hari ini pun berakhir dengan buruk lagi, mungkin ke depannya aku harus menyiapkan diri untuk menerima keburukan lagi.

__ADS_1


__ADS_2