Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Carlo


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah berandal ikan badut terbangun dari tidurnya. Maksud sari ikan badut adalah, karena ikan badut dapat berubah-ubah jenis kelamin mereka. Itu adalah kata yang cocok untuk diberikan untukku dari author brengsek.


Aku bangun dengan keadaan sunyi yang sangat membosankan. Di ruangan yang cukup luas, di lantai milikku ku jadikan seperti rumah saja. Aku menyuruh bawahan ku untuk mencuri kayu-kayu dengan kualitas yang bagus sebagai pagar pembatas di lantai milikku.


Lalu di pasangkan oleh mereka di sisi bangunan di lantai empat. Ini karena aku sebenarnya takut dengan ketinggian, aku takut akan terjadi, oleh karena itu aku menyuruh bawahan ku untuk memasak pagar dari kayu.


Lalu tak lupa juga tangga yang menuju ke arahku di buatkan pintu, agar tak ada yang melihat wujud asliku sebagai seorang pria. Mereka memasang pintu, dan juga tembok dari kayu di depan tangga arah menuju ke lantai 4.


Stok makanan yang mereka curi sangat banyak, mungkin cukup untuk beberapa Minggu. Lalu tak lupa juga aku menyuruh bawahan ku untuk membawakan bak mandi, dan memasang saluran air untuk ku mandi atau melakukan hal lain.


Aku juga meminta mereka untuk membawakan beberapa tanaman untuk hiasan di lantai ku. Sungguh hidup yang sangat menyenangkan, layaknya seorang raja... atau mungkin ratu, apa lebih tepatnya raja yang menyamar menjadi ratu? Argh! untuk apa aku memikirkan itu.


Tok! tok! suara ketukan pintu dari bawahan ku. Sepertinya pesanan yang ku suruh sudah datang, "Permisi nona... kami membawakan barang yang anda inginkan" kata bawahan ku.


"Baiklah silahkan masuk... lalu letakkan di sana" kataku dengan suara perempuan yang tegas.


"Baik nona... kalau ada yang dibutuhkan lagi silahkan suruh saja kami" kata mereka sambil pergi menuruni lantai mereka lagi.


"Akhirnya! hahaha! aku memiliki ponsel gaming, kursi gaming yang empuk, dan juga voucher internet satu kotak! hahaha!" kataku yang sangat senang sekali.


Sebenarnya aku meminta mereka melakukan semua hal tadi bukan karena aku ingin bermain game. Ini semua karena aku ingin belajar, dan mencari ilmu dari ponsel. Aku tetap gigih untuk belajar, dan tak pernah patah semangat, karena aku yakin pada diriku kalau aku akan melampaui mereka semua.


Sampai tidak ada lagi seorang pun yang berada di atas ku. Mereka semua akan ku buat berlutut di bawah ku, dan memohon ampun padaku sambil menangis kencang. Lalu dengan begitu aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan bukan? haha kehidupan yang sangat menyenangkan.


Malam hari pun tiba... aku merasa bosan seharian di atas sini. Kemudian aku segera mengganti pakaianku, dan berdandan secantik mungkin. Kemudian aku menggunakan sepatu high heels, awalnya sangat sulit untukku menggunakan sepatu ini. Tapi sekarang sudah 2 bulan berlalu, dan sangat mudah untuk menggunakannya.

__ADS_1


Begitu aku menuruni tangga, mereka semua langsung berdiri berbaris, dan menundukkan kepalanya padaku dengan hormat, "Selamat malam nona!" kata mereka semua yang ada di lantai 3. Ini semua adalah perintah ku, begitu juga dengan menuruni lantai lainnya.


Lalu saat aku ingin keluar dari bangunan ini, ada seseorang yang menghampiri ku, dan bertanya kepadaku ingin pergi kemana setiap kali aku ingin pergi keluar. Aku sudah terbiasa dengan sikap anak ini, dia adalah seorang anak yang seumuran denganku, dan berada di lantai satu, perkumpulan orang-orang lemah, nama dia adalah... Carlo.


"Nona tunggu! selamat malam nona... nona ingin pergi kemana?" tanya Carlo dengan hormat padaku.


"Itu bukan urusanmu" jawab ku seperti biasa padanya setiap kali dia bertanya seperti itu. Tentu saja tidak ada yang menyukai sikap Carlo selama ini karena sembrono terhadap ku. Karena mereka semua menghormati ku, dan Patih padaku.


Aku bisa melihat dari tatapan mereka yang sangat membenci Carlo karena bertindak tidak sopan padaku yang seorang pemimpin disini. Wakt itu aku pernah menghajarnya, dan mematahkan tulang lengannya dengan sangat mudah. Kemudian aku langsung merekrut nya karena sepertinya berguna sebagai pesuruh.


"Tapi nona... kumohon biarkan aku ikut..." kata Carlo bersujud padaku.


"Hei hentikan sikapmu itu!" kata orang-orang yang ada di lantai satu yang datang kemari, dan menyeret masuk kembali Carlo.


"Tunggu... lepaskan dia..." kataku yang membuat buku kuduk mereka berdiri hanya dengan mendengarkan suaraku.


"Hah!? jadi... apakah nona mengizinkan ku untuk..."


"Jangan salah paham... kau boleh ikut karena aku sedang membutuhkan satu orang untuk membantuku" kataku dengan menatap tajam Carlo, dan membuat dia merinding ketakutan.


Kemudian kami pergi berdua ke suatu tempat, aku pergi ke bar untuk minum-minum hari ini. Karena rasanya penat sekali karena belajar seharian dengan menatap ponsel. Mataku perih sekali menatap ponsel seharian, lebih baik aku membaca buku dari pada membuka ponsel.


"Nona... apa boleh kita datang kesini?" tanya Carlo.


Aku tak mempedulikannya, dan tetap saja masuk... karena aku sudah sering masuk ke sini untuk minum. Lalu ada hal yang ingin kulakukan juga selain minum... haha!. Kemudian Carlo ikut masuk dengan keadaan ragu-ragu, karena sepertinya Carlo belum pernah masuk ke tempat ini.

__ADS_1


"Seperti biasa..." kataku


"Baik nona..." kata bartender.


"Cepat duduk di samping ku! apa kau ingin berdiri seharian disitu?" kataku dengan tegas.


Kemudian Carlo langsung duduk di samping ku dengan bergemetaran, "Apa hari ini nona sedang membawa pacar?" tanya bartender itu sambil membuatkan ku minuman.


"Hahaha iya... ini adalah pacar baruku... iya kan sayang..." kataku kepada Carlo sambil memegang tangannya dengan lembut. Pertama kali aku melakukan hal ini pada seorang pria itu sangat menggangguku, dan sangat menjijikkan. Tapi karena aku sudah terbiasa, aku jadi bersikap layaknya seorang wanita.


Bukan berarti aku adalah orang yang sudah tak waras, aku masih normal. Aku hanya sedang beraksi seperti biasanya, aku hidup selalu berakting di depan orang-orang yang kutemui. Karena aku sudah terbiasa dengan semua ini, kehidupan yang seperti ini.


"Ah... i-iya... nona... adalah pacarku" kata Carlo gugup yang wajahnya memerah.


Kemudian aku mendekatkan mulutnya ke telinga Carlo, dan berbisik, "Jangan memikirkan hal aneh... aku begini hanya berakting saja. Awas saja kau kalau macam-macam, akan ku patahkan lengan, dan kaki kecilmu itu haha!" kataku dengan berbisik.


"Ini dia pesanan nona... Silahkan di nikmati, oh ya tuan... ingin memesan apa?" tanya bartender itu.


Karena sepertinya Carlo kebingungan, dan hanya terdiam. terpaksa aku yang harus menjawabnya, "Buatkan saja yang sama sepertiku" kataku


"Baiklah nona... oh ya apa hari ini..."


"Tentu saja... aku tak akan pernah melewatkan hal ini, hihi" kataku dengan menyeringai yang membuat bartender itu merinding.


Hari ini aku berhasil menjadi lebih kuat lagi, sekarang aku sudah bisa minum sebanyak 5 gelas, padahal sebelum-sebelumnya aku hanya bisa minum 3 sampai 4 gelas saja. Ini adalah rekor baruku yang sepertinya harus ku rayakan sendiri setelah pulang dari sini.

__ADS_1


Sementara Carlo sudah pingsan hanya dengan minum setengah gelas saja. Dia benar-benar tidak kuat minum, kemudian tiba-tiba aku melihat ada beberapa pria yang datang menghampiriku. Haha! ini adalah waktunya... hal yang sangat ku nantikan saat datang kesini, aku akan melancarkan aksiku.


__ADS_2