
Lalu tiba-tiba saja ada seseorang berjubah hitam yang datang dari balik tembok gang. Orang itu muncul, dan turun dari tembok itu, dan menghampiri para berandalan itu. Tapi anehnya mereka semua terlihat sangat ketakutan padanya.
Wajah mereka menjadi pucat seolah-olah mereka telah bertemu dengan hantu. Pakaian ku baru terbuka sedikit, tapi untunglah orang-orang itu tak jadi membuka pakaian ku, dan berlarian menjauh dari orang berjubah hitam itu.
Kecuali pemimpin dari mereka yang masih berdiri di dekat tong sampah. Rautan wajahnya terlihat sangat kesal sekali begitu orang berjubah hitam ini datang. Begitu juga dengan ketakutan alami yang mendalam pada pemimpin para brengsek itu. Tapi... sebenarnya siapa orang berjubah hitam ini?.
"K-kau... awas kau sialan! aku akan kembali!" teriak orang itu yang kemudian pergi berlari keluar dari gang.
Lalu aku berdiri, dan merapikan pakaian ku, "Terima kasih.... akh!" tiba-tiba saja kaki kananku kesakitan, dan membuat keseimbangan ku tak stabil. Pada akhirnya aku terjatuh, dan berhasil di tangkap oleh orang berjubah hitam itu.
"Terima... kasih, lagi..." kataku dengan wajah mereka kata malu sekali.
"Apa kau baik-baik saja nona Gillie? wajahmu merah sekali" Kata orang berjubah itu.
Lalu aku terkejut begitu dia mengetahui namaku, padahal... ah benar juga topi, masker, dan kaca mataku sudah di lepas oleh pria brengsek berliur itu. Kemudian orang berjubah hitam itu membuka kupluk jubahnya, dan menunjukkan wajahnya.
Astaga! aku sangat terkejut begitu tahu kalau yang menyelamatkan ku itu adalah tuan Kyura. Sialan! sekarang aku masih di gendong olehnya karena terjatuh. Aku pun langsung berdiri dengan tegap, sambil menahan kakiku yang sakit.
"Ayo... masuk ke rumahku, disini sangat berbahaya bagi perempuan lemah seperti mu" kata Kyura sambil menarik ku pergi.
Apa kau bilang! aku lemah! dasar sialan memangnya seberapa kuat dirimu brengsek! tapi... melihat ketiga berandalan itu kari terbirit-birit. Mau tak mau aku harus mengakui kekuatannya, sebenarnya siapa dia ini? tukang pukul, atau penulis novel terkenal.
Kemudian aku masuk ke dalam rumahnya, ternyata rumahnya biasa saja, dan unik yang bergaya kuno. Sebenarnya rumahnya cukup bagus karena tema ruangannya. Tapi kenapa penulis novel terkenal hidup di tempat seperti ini, dan lagi memakai jubah hitam seperti itu.
__ADS_1
Memangnya dia ingin menjadi pahlawan di gang ini, "Maaf karena aku terlambat datang untuk menemui mu" kata Kyura sambil pergi je dapur.
"Tidak, seharusnya aku yang berterima kasih padamu" kataku sambil melihat sekeliling ruangan rumahnya
Melihat dari rumahnya yang sedikit luas ini, sepertinya di rumah ini ada ruang bawah tanah. karena dia bilang dia akan menunjukkan semua karyanya, dan karya yang sedang di buat. Jadi kemungkinan ada ruangan bawah tanah untuk menyimpan karya-karyanya itu.
Lalu Kyura datang sambil membawakan secangkir teh, "Silahkan dinikmati..." kata Kyura memberikan tehnya padaku dengan senyuman.
"Terima kasih... ngomong-ngomong kenapa kau tidak mengenalkan dirimu kepada dunia?" tanyaku yang terus terang.
"Ah... soal itu... aku memiliki alasannya sendiri, hehe" kata Kyura sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Lalu kenapa para berandalan itu berlarian saat melihatmu?" tanyaku lagi.
"Ah... soal itu... aku memiliki alasannya sendiri, hehe" kata Kyura yang mengatakan hal yang sama.
"Ah... soal itu... aku memi..." aku langsung memotong pembicaraan Kyura karena tahu apa yang akan dia katakan. Dia ini seperti sebuah robot, menyebalkan sekali sikapnya. Sepertinya dia berusaha untuk menutup dirinya.
"Hentikan! ah... sudahlah, jangan katakan hal yang sama lagi, oke" kataku yang pusing mendengarkan kata-kata itu lagi.
"Umm... maaf, karena aku tak bisa memberitahu diriku pada orang lain..." kata Kyura yang tiba-tiba berhenti berbicara, dan terlihat sedikit panik.
Aku memperhatikannya dengan tajam, dan langsung segera mengalihkan pembicaraan, agar dia juga tidak curiga padaku. Aneh sekali, dia memang benar-benar orang yang aneh. Sepertinya dia sudah tahu dari awal, tapi... apa yang dia rencanakan.
__ADS_1
Padahal aku belum memberitahu kalau aku sedang mencari informasi darinya. Tapi dia melakukan kesalahan karena mengatakan tidak bisa memberitahu dirinya. Itu membuatku semakin yakin kalau ada sesuatu darinya, mungkin aku harus lebih akrab dengannya.
"Tidak apa, tidak apa... kalau begitu bisakah kau tunjukkan karya-karya yang telah kau buat?" Kataku sambil merangkul tangannya. Ini adalah teknik untuk menjebak seorang pria ke dalam sangkar singa.
Tapi melihat ekspresinya yang biasa saja membuatku kecewa pada diriku. Apakah dia tidak menyukai ku? memangnya apa yang kurang dengan penampilan yang sangat cantik ini. Kalau begitu aku akan berdandan lebih cantik lagi, dan berpakaian minim untuk bertemu dengannya.
agar dia tergoda olehnya, kecuali pakaian bagian atas, tentu saja aku tak memakainya seminim mungkin. Karena aku adalah lelaki, dan lelaki tak memiliki dada. Mungkin hanya memakai pakaian atas tanpa lengan, dan rok yang pendek.
Dengan begitu dia akan tergoda olehku, jika dia tergoda olehku. Maka aku pun dapat dengan mudah mengetahui informasi tentang dirinya. Karena mungkin dia memiliki hubungan dengan orang yang sedang ku cari dari dulu hingga sekarang.
Yaitu Robin... karena aku memiliki perasaan yang curiga padanya. Karena kata-kata mu saat itu Robin, aku jadi lebih percaya kalau kecurigaan ku ini adalah benar. Karena aku sangat yakin dengan kecurigaan ku selama ini, karena semua kecurigaan ku sudah ku nyatakan sebagai kebenaran.
Karena hal itu sudah sering terjadi, "Baiklah kalau begitu... ayo ikut aku, dan ingat jangan pegang apapun di sini" kata Kyura.
"Kalau memegang tanganmu seperti ini? apa boleh?" tanyaku yang merangkul tangannya sedari tadi, dan menyenderkan kepalaku di bahunya.
"Umm... mungkin boleh" kata Kyura yang sepertinya sedikit malu.
Hehe... sepertinya rencana menggoda ku sedikit berhasil padanya. Aku ini memang seorang pria yang sangat licik, hahaha! entah kenapa aku sangat bangga sekali pada diriku. Kemudian kami berjalan ke suatu ruangan yang terkunci.
Lalu Kyura membuka kunci ruangan itu, dan sesuai dengan dugaan ku kalau rumah ini memiliki ruang bawah tanah. Ada tangga yang menuju ke bawah setelah pintu itu di buka. Kemudian Kyura masuk ke bawah, dan menyuruhku menunggu di atas.
Aku sempat curiga apa yang dia lakukan di bawah karena menyuruhku menunggu disini. Tapi aku taj boleh bertindak gegabah, aku harus melakukannya dengan hati-hati. Kemudian ternyata, Kyura hanya menyalakan lampu di ruangan bawah tanah itu.
__ADS_1
Sial padahal aku sudah sempat curiga tadi, karena dia terlihat seperti sedang melakukan sesuatu sebelumnya. Ternyata dia hanya menyalakan lampu saja, karena ruangan ini tadi gelap sekali. Kemudian aku di persilahkan masuk olehnya, dan aku pun segera menuruni tangga.
Aku sangat takjub melihat semua buku yang tersusun rapih di rak buku. Ruangan bawah tanah ini terlihat seperti sebuah perpustakaan. Ruangannya juga terlihat sangat bersih sekali, dan ada pendinginan ruangan di dalamnya. Ada beberapa rak buku disini dengan jumlah buku yang berbeda di setiap rak.