
Di perjalanan kami selanjutnya, sekarang kami akan menuju untuk pulang. Namun tiba-tiba saja ada kemacetan yang luar biasa yang terjadi di depan. Seluruh jalur di sisi kiri macet karena sesuatu di depan, tepatnya itu adalah di jalur kami. Dilihat bagaimana pun juga sepertinya kemacetan ini sudah lama terjadi.
Sebenarnya apa yang sejak lama terjadi disini, sampai membuat kemacetan besar seperti ini. Lalu nasi instan yang disiapkan oleh Fred sudah matang. Karena sekarang sedang macet total, Peter berhenti mengemudi, dan berkumpul bersama kami di belakang ujian makan bersama.
"Kau makanlah dulu Fred" kataku yang tidak enak dengannya.
"Tidak, aku bisa nanti... tapi kau tidak bisa nanti bukan?" kata Fred dengan perkataannya yang tepat.
"Hah... sebenarnya apa yang sedang terjadi di depan sih. Sampai bisa macet seperti ini" kata Peter yang baru saja datang untuk makan bersama.
"Entahlah... apa kau mau melihatnya setelah selesai makan Peter?" tanya Fred sambil menyuapiku.
"Tentu saja, aku akan makan dulu, setelah itu aku ingin melihat apa yang membuat kemacetan seperti ini" kata Peter.
Lalu seperti yang Peter katakan, begitu dia selesai makan, dia langsung berangkat pergi untuk keluar. Tapi sebelum itu dia membawa sesuatu, dan di masukan ke dalam tas. Sebenarnya apa yang Peter lakukan? kenapa harus sampai membawa barang hanga untuk melihat kemacetan ini.
"Sebenarnya apa yang dia bawa sampai membawa beberapa barang hanya untuk pergi melihat kemacetannya" kataku.
"Entahlah... aku juga tidak tahu, dia selalu seperti itu. Menyiapkan sesuatu yang mungkin dia perlukan" kata Fred sambil mengunyah makanan.
Rasanya bosan sekali karena aku tak bisa bergerak bebas seperti biasanya. Aku tak bisa melakukan apapun yang kuinginkan di kondisi seperti ini. Menyebalkan sekali, lama-lama aku kesal sendiri karena aku tak bisa menggerakkan tubuhku, dan hanya diam di tempat.
"Ada apa dengan raut wajahmu? kenapa aku terlihat kesal seperti itu?" tanya Fred yang menyadarinya.
"Ah... tidak, aku hanya kesal saja karena tak bisa bergerak sesuai yang ku inginkan" kataku yang tiba-tiba membuat Fred tersedak.
__ADS_1
"Uhuk... uhuk... khoek"
"Hei ada apa denganmu?" tanyaku yang terkejut.
Free pun langsung bergegas mengambil air minum yang ada di tas yang berisi air minum yang sangat banyak. Fred langsung menghabiskan satu sampai dua gelas plastik air minum dengan terburu-buru, dan itu malah membuatnya semakin tersedak.
Feed berlarian kesana-kemari karena tersedak, sepertinya Fred akan mati karena tersedak. Lalu Fred terpeleset, dan terjatuh hingga tak sadarkan diri. Aku sangat panik dengan kondisi Fred saat ini, sebenarnya dia pingsan atau sudah mati.
"Fred sadarlah! hei! bangun Fred! jangan menakutkan ku!" teriakku dengan keras, dan kepanikan.
Sementara itu tak ada yang bisa kulakukan, dan lagi Peter sepertinya sudah berjalan cukup jauh ke depan. Aku penasaran apa yang sedang Peter lakukan disana. Aku juga belum tahu pasti apa yang membuat kemacetan besar di jalan tol ini.
Di saat itu juga Fred sedang berjalan ke depan untuk melihat apa yang terjadi di sana hingga bisa macet seperti ini. Lalu Peter menemukan hal yang sangat aneh begitu dia berada berjalan semakin ke depan. Semakin dia berjalan ke depan, anehnya semua mobil yang ada di sana kosong, tidak satu pengendara pun yang terlihat.
Keanehan itu mulai memasuki suasana, begitu juga di tambah dengan suara klakson dari para pengendara yang ada di belakang yang cukup mengganggu pendengaran. Lalu Peter kembali lagi ke belakang untuk bertanya kepada seseorang di area belakang yang masih terdapat beberapa pengendara.
"Entahlah... aku tidak tahu pastinya apa yang terjadi di depan. Coba kau tanya kepada pengendara lain yang ada di sana" kata pengendara itu.
Lalu Peter segera bertanya kepada pengendara yang lainnya, "Hei kau anak muda" kata Peter dengan lancang kepada seseorang yang mungkin seumuran.
Pengendara itu merasa sedikit terganggu dengan perkataan Peter yang seenaknya, "Ada apa?" tanya pemuda itu yang sebenarnya malas melayaninya.
"Apa yang sedang terjadi di depan sana?" tanya Peter kepada pemuda itu.
"Entahlah aku tidak tahu, beberapa saat yang lalu orang-orang yang berada di bagian depan berlarian kemari. Lalu sebelumnya... sepertinya ada suara ledakan besar yang terjadi di depan sana" kata pemuda itu.
__ADS_1
"Hei... apa kau ada benda yang berat, atau benda tajam?" tanya Peter.
"Ada... memangnya apa yang ingin kau gunakan?" tanya pemuda itu yang terlihat heran.
"Aku akan meminjamkannya" kata Peter dengan wajah yang sangat serius.
Lalu... beberapa jam kemudian, sekitar 12 jam sudah berlalu. Akhirnya yang ku tunggu tunggu datang juga, akhirnya aku bisa pulang ke rumahku setelah melalui banyak kejadian yang menegangkan, dan juga menyebalkan. Aku bisa sampai disini semua berkat teman-temanku, Peter, dan Fred.
"Apa ini rumahmu?" tanya Peter.
"Ya... ini rumahku!" jawabku.
"Baiklah... Fred antarkan anak ini bertemu dengan keluarganya kembali" kata Peter.
Aku jadi merasa ada sesuatu yang janggal dengan keberadaan Peter 12 jam yang lalu. Sebenarnya apa yang terjadi saat itu, begitu dia memasuki bus saat itu, dia sama sekali tak menatapku sedikitpun. Aku sempat melihat wajah yang tak pernah kulihat sebelumnya dari Peter.
Wajah yang penuh dengan keseriusan. Lalu yang lebih anehnya lagi, tiba-tiba saja begitu Peter kembali ke dalam bus. Semua pengendera berlaku dengan normal lagi, dan kemacetan yang terjadi pun mulai menghilang dengan perlahan.
Sebenarnya apa yang baru saja dia lakukan saat itu, apa masalah kemacetan ini di selesaikan dengan Peter?. Aku sama sekali tak mengerti, dan juga begitu dia kembali ke dalam bus. Semua barang yang dia bawa sebelum pergi, tidak dia bawa kembali.
Dia kembali hanya dengan tangan kosong, dan juga seluruh pakaiannya berubah. Sebenarnya apa yang kau lakukan Peter, dan hal apa lagi yang kau sembunyikan dariku?. Aku benar-benar sangat penasaran dengannya, sebenarnya siapa dia?.
"Astaga! apa yang terjadi dengan anakku!?" teriak ibuku yang terkejut melihat keadaanku.
"Ah itu... lebih baik soal itu ibu tanyakan saja langsung kepada anak ibu" kata Fred yang meletakan ku di kursi teras.
__ADS_1
Kemudian setelahnya Fred kembali lagi ke bus untuk menyusul Peter di sana. Begitu Fred sudah masuk ke dalam bus, busnya pun langsung segera berjalan. Lalu ibu membawaku masuk ke rumah, dan ingin mendengarkan penjelasan ku, kenapa aku bisa seperti ini.
Aku sampai di rumahku, tepat jam delapan malam. Seluruh keluargaku menyaksikan ku di ruang tamu untuk mendengarkan ceritaku. Lalu seperti biasanya, agar tidak menjadi hal yang merepotkan, aku pun berbohong tentang kejadiannya. Aku berbohong kalau saat itu aku tak sengaja jatuh dari pohon yang tinggi, yang ku panjat.