Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Teman Masa Lalu


__ADS_3

Lalu hari ini adalah hari dimana pertama kali aku mengadakan rapat untuk gengku. Sudah saatnya aku tidak perlu bekerja sendirian lagi untuk mencari Robin. Walau ini masalah ku, aku harus membagikan masalah ku dengan yang lainnya. Karena kami sudah membuat komitmen untuk saling membantu dengan masalah yang di miliki oleh setiap anggota.


"Oke anak-anak mama... seperti yang sudah kukatakan kemarin kita akan mengadakan rapat untuk hari ini. Kumpulkan anak-anak yang lainnya yang masih tertidur" kataku yang baru saja turun dari lantai 4.


Rapat ini di adakan di lantai 3, aku akan meminta mereka untuk mencari Robin untukku. Tapi begitu mereka menemukannya mereka harus melaporkan hal ini padaku, karena tidak ada siapapun yang boleh mengusik Robin kecuali diriku sendiri.


"Oke baiklah karena kalian semua telah berkumpul... aku akan memberitahukan kepada kalian tentang rapat ini" kataku sambil menyalakan proyektor yang dicuri oleh salah satu anak buah ku yang bernama Borg.


Aku menampilkan semua foto-foto Robin yang ku miliki selama ini. Saat itu sebelumnya beberapa bulan yang lalu aku mengambil ponselku di rumahku di malam hari. Saat semuanya tertidur aku masuk ke rumahku melalui kunci rumah yang sudah ku duplikat sebelum kejadian ini terjadi.


Aku masuk dengan perlahan ke dalam rumahku dengan berjalan lancar. Namun sebelum aku keluar dari rumahku, aku sangat merindukan keluarga ku. Aku mengintip mereka saat lagi tertidur, saat aku mengintip adikku Elia dia mengigau seperti ini.


"Kak Claude... aku merindukanmu" kata Elia dalam mengigau nya.


Saat itu hatiku tersentuh, dan suasana hatiku menjadi kacau. Aku ingin sekali kembali ke keluarga ku saat itu juga, tapi disisi lain aku pasti akan tertangkap oleh polisi, dan di masukan ke penjara. Karena setiap harinya rumahku selalu di datangi beberapa polisi untuk memeriksa ku.


Tapi saat itu juga aku mengambil keputusan yang tepat. Kalau aku akan pergi dari keluarga kecil ini, dan tak akan pernah kembali. Aku harus melupakannya, melupakan semua ini, semua hal yang terjadi agar aku bisa tenang untuk kedepannya, dan memiliki keluarga baru di luar sana.


"Maafkan kakak... Elia" gumamku sembari pergi keluar.


Tapi sebelum aku benar-benar pergi, dan tak akan pernah lagi datang kesini. Aku membuang kunci rumah yang sudah ku duplikat itu ke selokan. Setelah itu saat itu juga aku sudah tak pernah lagi menghampiri rumah ku, walau hanya sekedar melihat dari jauh. Karena aku sudah membuang semuanya, dan membuat keluarga yang baru.

__ADS_1


"Baiklah ini dia... ini adalah orang yang harus kalian cari. Karena aku memiliki dendam padanya, jadi begitu kalian menemukan orang ini. Harap lapor padaku, dan jangan mencoba-coba kalian yang mengurusnya. Karena itu adalah urusan ku" kataku dengan tegas.


"Baik nona!" serentak kata mereka.


"Tapi bagaimana cara kami menemukan orang itu?" kata salah satu dari mereka.


"Entahlah... kalian cari saja sendiri aku tidak tahu dimana dia berada. Aku sudah mencari kesana-kemari selama satu tahun, tapi tidak berhasil ku temukan. Jadi kumohon pada kalian, untuk menemukan orang ini" kataku sambil menunjuk foto yang ada di proyektor menggunakan laser merah.


"Baik nona! serahkan semuanya pada kami!" kata mereka dengan semangat yang membara.


Lalu setelah itu aku kembali ke lantai 4, untuk mengganti pakaian. Karena hari ini aku akan pergi ke bar milikku, kini bar yang kumiliki sudah berbeda dengan yang dulu. Barnya sudah semakin luas, karena aku memiliki banyak uang, jadi ku gunakan untuk memperluas lahan bar milikku.


Seperti biasa yang kulakukan di bar, pasti kalian tahu lah apa yang kulakukan di bar setiap kali aku datang ke sana. Hanya untuk mencari hiburan dengan orang lain untuk menghajar mereka. Karena bar ku semakin ramai, maka orang-orang baru, yang ingin bertarung denganku pun semakin ramai.


"Selamat malam nona..." kata bartender menyambut ku dengan hangat.


"Selamat malam juga untukmu..." kini aku tak perlu lagi memesan, karena bartender sudah tahu aku akan memesan seperti biasanya. Hanya tinggal duduk di kursi, bartender langsung menyiapkan minuman untukku.


Tapi karena Carlo sudah sering minum bersamaku, dia menjadi lebih kuat untuk minum-minum keras. Bahkan tidak ada yang bisa mengalahkan dia minum, di berhasil minum 7 sampai 10 botol lebih. Dia selalu bertarung dengan orang-orang di bar, dan yang kalah harus membayar sesuai yang dijanjikan.


Carlo sudah bekerja keras untuk mendapatkan uang, tak ku sangka yang awalnya dia anak yang pemalu, dan masih polos. Kini sudah terlihat seperti orang dewasa yang gaul. Aku saja sekarang sudah bertambah 10 gelas lebih untuk minum.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu hari ini nona?" tanya bartender itu memberikan minumannya padaku.


"Seperti biasa... aku selalu dalam keadaan baik" jawabku dengan berbohong, yang padahal selama ini aku selalu menderita. Bukan menderita karena aku tinggal di jalanan, akan tetapi karena aku terus mengingat-ingat selalu perbuatan Robin padaku.


Walau sekarang dia sudah tidak lagi mengganggu ku. Mungkin karena dia sudah berhasil membuatku hancur sepenuhnya, dan hidup di jalanan seperti ini. Tapi aku masih yakin kalau dia akan bertindak melebihi batas kalau menemukan ku.


Tapi dia tak akan bisa menemukan ku dengan penyamaran yang sempurna ini. Sudah satu tahun aku menyamar, dan tidak bersikap layaknya seorang pria, begitu juga aku selalu memakai pakaian pakaian wanita. Robin pasti tak akan mungkin menemukan ku, karena akulah yang akan menemukan dia.


"Pacarmu yang ada disana selalu bertaruh dengan peminum lain. Dia sangat kuat sekali" kata bartender yang kagum dengan Carlo.


"Haha iya... padahal sebelumnya dia sangat lemah minum-minuman seperti ini. Bahkan baru setengah gelas saja dia sudah pingsan tak sadarkan diri" kataku tertawa kecil, ini adalah tawa yang ku buat sendiri, bukan tawa yang asli.


"Haha, benar juga katamu nona. Aku masih belum bisa melupakan bagaimana saat dia minum pertama kali" kata bartender itu.


"Huh... apa lagi-lagi kali ini aku harus menunggu lama sampai orang-orang menggoda ku lagi?" gumamku yang kesal karena belum ada orang yang datang kepadaku, dan berbuat mesum.


Tak seperti dulu biasa orang-orang yang melihatku langsung mendatangiku dengan wajah yang mesum. Begitu mereka bertindak, aku langsung menghajarnya, dan lagi-lagi aku selalu merepotkan bartender karena setiap kali ada pertarungan di bar. Dia harus selalu yang mengurus bar ini sendirian.


Awalnya aku menawari bartender untuk memperkerjakan orang lain agar dia tidak bekerja sendirian disini. Tapi dia menolak karena ingin bekerja sendirian seperti saat dimana dia masih memiliki bar ini.


Kring! suara lonceng yang ada di pintu masuk berbunyi yang menandakan seseorang masuk. Kemudian orang itu datang, dan duduk di samping ku untuk memesan minuman. Sepertinya dia adalah orang baru, mungkin dia akan bertindak seperti pria yang lainnya terhadapku.

__ADS_1


Tapi... aku sangat terkejut begitu melihat siapa orang baru yang duduk di samping ku ini. Dia adalah orang dari masa laluku, yang ingin sekali ku lupakan. Tapi... kini dia datang lagi di kehidupan kubu baru... dia adalah... Fred.


__ADS_2