Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Rahasia Terbesar


__ADS_3

Perbincangan ini di mulai dari kegugupan seseorang, yaitu tuan Kyura. Dia sangat gugup sekali saat makan bersama dengan Yudo yang berpenampilan seperti Yaomi. Antara dia gugup dengan wanita, atau gugup dengan tempatnya yang sangat mewah ini.


Wajahnya tidak bisa di tebak dengan mudah seperti kebanyakan orang. Memang benar-benar orang yang sangat misterius sekali. Tapi kalau dia gugup dengan wanita, kenapa dia tidak gugup saat berada di dekatku saat itu. Apa mungkin dia menyukai Yudo dari awal melihatnya karena saat itu wajahnya menunjukkan wajah terkejut.


Mungkin wajah terkejutnya itu adalah rasa suka pada Yudo.


"Maafkan aku karena telah menabrak mu hingga jatuh tadi. Kau pasti sangat malu sekali tadi" kata Yudo menundukkan kepala sebagai permintaan maaf.


"Sudahlah... tidak usah di bahas, tapi... kenapa kau mengajakku di tempat yang sangat mewah ini!?" kata Kyura.


"Ah... tunggu sebentar... tara!" kata Yudo membuka semua penutup wajahnya.


"Eh!? kau kan... hmm? siapa ya? aku lupa namamu?" kata Kyura yang terlihat gugup.


"Tidak perlu gugup seperti itu padaku... salam kenal namaku, Yaomi" kata Yudo menjulurkan tangannya untuk berjabat.


"Namaku... Kyura... tapi seharusnya kau tidak perlu mengajakku ke tempat seperti ini" kata Kyura.


"Tidak apa kok... lagi pula ini kan salahku, ini adalah kejutan sebagai permintaan maaf ku" kata Yudo.


"Baiklah kalau begitu... hah" kata Kyura menghela nafasnya.


"Oh ya... apa kau kenal dengan sahabat ku, nona Gillie?" tanya Yudo.


Kemudian tiba-tiba tuan Kyura sedikit terkejut begitu mendengarnya, "Ya... aku kenal dia, memangnya kenapa?" tanya kyura.


"Apa kau ingin tahu apa yang dia sembunyikan darimu?" kata Yudo tersenyum seringai.


Lagi-lagi tuan Kyura terkejut, "Hmm... memangnya apa yang dia rahasiakan dariku?" tanya Kyura yang tiba-tiba raut wajahnya menjadi serius. Tentu saja Yudo yang melihatnya sangat terkejut, tapi dia tak menunjukkan rasa terkejutnya kepada tuan Kyura saat itu agar tidak curiga.

__ADS_1


"Ku kira kau sudah tahu... karena nona Gillie bilang dia pernah ke rumahmu" kata Yudo.


"Eh!? apa nona Gillie menceritakannya? apa dia memberitahu mu rumahku?" tanya Kyura yang panik.


"Hah!? tentu saja tidak" kata Yudo.


"Lalu... rahasia apa yang dia sembunyikan dariku?" tanya Kyura dengan wajah yang serius lagi.


"Dia... dia menyukaimu!" kata Yudo yang membuat tuan Kyura terkejut lagi


"A-apa!? yang benar saja? kenapa aku tidak menyadarinya?" kata Kyura yang berpikir.


"Mungkin karena kau bodoh dalam memahami perasaan orang lain" kata Yudo.


Lalu entah kenapa suasananya mulai berubah karena Yudo mengatakan hal tersebut. Perasaan aneh, dan mencurigakan menyelimuti ruangan itu. Raut wajahnya terlihat seperti sangat membencinya. Yang membuat Yudo terkejut, kemudian setelah itu tuan Kyura pergi begitu saja tanpa berkata-kata.


"Jadi seperti itu ceritanya... bukankah dia sangat aneh sekali" kata Yudo.


"Hmm... baiklah kalau begitu sampai ketemu di rumah, jam istirahat sudah habis, waktunya kembali bekerja" kataku yang langsung pergi begitu mendengarkan ceritanya.


"Hei! tunggu! aku ingin mendengarkan penjelasan mu mengenai apa yang ku ceritakan!" teriak Yudo padaku.


"Maaf aku tak memiliki waktu untuk membahasnya. Waktu adalah uang" kataku sambil mengedipkan mataku.


"Hah... benar-benar anak itu... pasti ada yang dia ketahui soal ini. Kalau tahu seperti ini aku tidak akan bercerita padanya tadi" gumam Yudo.


Tentu saja apa yang dikatakan Yudo barusan itu benar. Aku mengetahui sesuatu tentang apa yang dia ceritakan tadi... mendengar apa yang dilihat Yudo, dan yang dia ceritakan. membuatku berpikir kalau ada yang aneh dengan tuan Kyura.


Seperti ada sesuatu yang janggal... tapi aku tidak tahu apa itu. Berhubung dengan perasaan, dia... lebih tepatnya mirip sekali dengan seseorang yang dulu ku kenal. Mungkin aku tahu dimana aku dapat menemukan jawabannya... yaitu... di pintu yang kulihat saat itu, saat aku berada di ruang bawah tanahnya.

__ADS_1


Itu adalah penghalang yang menghalangiku untuk mengetahui rahasianya. Raut wajah yang dibicarakan oleh Yudo barusan... tidak salah lagi kalau dia menyembunyikan rahasia yang sangat besar di dalam pintu itu. Sesuatu yang tidak boleh di ketahui orang lain, sesuatu yang sangat rahasia.


Sepulang kerja nanti aku akan... ah... benar juga, hampir saja aku lupa kalau aku ada janji dengan Glasya setelah pulang kerja nanti. Anggap saja hari ini kau beruntung... tuan Kyura, atau mungkin aku yang beruntung. Karena mungkin saja akan ada sesuatu yang buruk yang akan menimpaku jika aku pergi ke rumahnya hari ini.


Seperti saat itu, aku masih belum bisa melupakan 3 pria brengsek yang mau melecehkan. Mungkin untuk saat ini adalah kesempatan ku, karena tuan Kyura masih belum mengetahui siapa diriku yang sebenarnya.


Mungkin saja kalau dia tahu aku ini Claude, sudah pasti dia akan segera bertindak. Karena dia... memiliki hubungan dengan orang-orang itu, Robin, dsn Eren. Aku sangat yakin dengan kecurigaan ku terhadapnya, karena aku yakin dengan rasa curiga ku berkat kata-kata Robin yang dia tulis melalui surat yang dia berikan di saat-saat terakhir aku bertemu dengannya.


Aku sudah lama sekali tak bertemu dengannya... tapi sebentar lagi, kebenaran akan terungkap. Tunggu saja kalian berdua, Robin... tuan Kyura, aku akan segera mengetahui apa yang kalian sembunyikan dariku. Mungkin aku akan sangat terkejut begitu tahu apa yang mereka sembunyikan, tapi aku harus siap untuk ini semua.


Karena aku sudah membulatkan tekad ku dengan sempurna, dan tak akan ada seorangpun yang dapat meruntuhkan tekad yang ku bangun dengan kokoh. Tekad seorang pria yang mengalami berbagai rasa... adalah tekad murni yang akan menghasilkan sesuatu yang besar.


Setelah itu seperti yang ku katakan kalau aku ada janji dengan Glasya. Kami sebelumnya sudah berjanji bertemu di restoran yang biasa kami kunjungi, di tempat VIP yang biasa kami tempati. Ternyata nona Glasya sudah lebih dulu datang, sepertinya dia sangat menunggu kedatangan ku.


Aku pun masuk, dan menghampirinya, "Sayang! kenapa kau lama sekali? aku sangat merindukanmu" kata Glasya yang memelukku dengan wajah imutnya.


"Maafkan aku ya... aku berusaha untuk menepati janji ku" kataku.


"Yasudah kalau begitu... sayang ingin memesan apa?" tanya Glasya yang membuka buku menu.


"Seperti biasa" kataku dengan senyuman manis.


"B-baiklah" kata Glasya yang wajahnya memerah, dan gugup begitu melihat senyuman ku.


Benar juga, aku belum mengatakan kepada kalian kalau beberapa bulan yang lalu kami sudah berpacaran. Tentu saja aku tidak menunjukkan diriku yang sebenarnya, aku masih menunjukkan diriku sebagai nona Gillie. Aku sangat terkejut sekali begitu aku mengajak dia untuk makan di restoran.


Begitu sampai, dia langsung menembak ku... aku berpikir dia sudah gila karena menyukai perempuan. Walau sebenarnya aku laki-laki, tapi dia masih belum tahu kalau aku sebenarnya adalah laki-laki. Sikapnya yang manja, dan imut seperti ini bukanlah Glasya yang ku kenal dulu.


Dia benar-benar telah berubah, walau aku masih tidak ingat apa yang membuatnya berubah. Tapi... ya ku khawatirkan, bagaimana jika Glasya benar-benar tidak normal. Karena dia menyukai ku yang perempuan, maafkan aku Glasya... karena sudah membuatmu seperti wanita yang tidak normal.

__ADS_1


__ADS_2