
Begitu sampai, dan masuk ke bangunan tua tempat tinggal kami. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa canggung seperti ini, apa mungkin karena aku sedang bersama Yudo yang sedang menyamar menjadi wanita. Kemudian semua orang langsung turun, dan mendatangi kami dengan wajah gembira karena aku pulang.
"Selamat datang nona... siapa wanita cantik yang anda bawa?" tanya mereka.
Ternyata karena ini merupakan gembira menyambut kedatangan kami, "Dia adalah temanku yang akan bergabung dengan kita. Sekarang temanku akan tinggal bersama ku di lantai 4" kataku memberi senyuman manis kepada mereka yang membuat hati mereka luluh.
"Kau menjijikkan sekali tadi" bisik Yudo.
"Diamlah... oh ya aku baru ingat, tolong kalian curi satu kasur, lemari, dan yang lainnya untuk temanku Yaomi" kataku.
"Baik nona... salam kenal nona Yaomi!" kata mereka memberi salam.
Kemudian beberapa dari mereka pergi untuk mencuri barang-barang yang di butuhkan untuk Yudo. Setelah itu aku mengajak Yudo untuk naik ke lantai 4 terlebih dahulu. Mungkin dia masih tidak nyaman dengan situasi yang seperti ini, dan lagi kenapa dari tadi dia bengong seperti itu?.
Kemudian aku melambaikan tanganku di depannya seketika Yudo terkejut, "Ada apa denganmu?" tanyaku.
"Kau... menyuruh, mereka mencuri?" tanya Yudo yang masih menganga.
"Ya? memangnya kenapa? apa kau belum pernah melakukannya sebelumnya?" tanyaku.
"Bukan begitu maksud ku. Aku memang pernah melakukannya, tapi tidak sampai seperti itu!" teriak Yudo.
"Pelan kan suaramu bodoh! dan ubah suaramu menjadi Yaomi. Jangan pernah lagi menggunakan suaramu yang sebenarnya" kataku.
"Ah... baiklah, sedari tadi kau terus menggunakan suara wanita. Pasti sangat mudah untukmu karena sudah terbiasa kan" kata Yudo.
__ADS_1
"Ya, memang seperti itu akhirnya, karena terbiasa akan membuatnya menjadi lebih mudah" kataku.
"Tapi... aku belum pernah melihat dirimu yang sebenarnya, Claude" kata Yudo.
"Nanti akan ku tunjukan... tapi kenapa kau penasaran sekali, apa jangan-jangan kau..."
"Diam bodoh! bukan begitu maksud ku, argh kau bikin kesal saja. Aku mau tidur dulu" kata Yudo yang segera berbaring di kasurku.
"Hei! ini tempat tidur ku tahu!" kataku yang segera membangunkan Yudo. Namun ternyata Yudo sudah tertidur dengan cepat sekali, sepertinya dia sangat kelelahan. Karena sehabis di hajar, dan ku tampar bertubi-tubi, setelah itu langsung berdandan menjadi wanita, dan pergi membeli barang yang di butuhkan.
Itu pasti sangat melelahkan sekali, untuk saja aku membeli bandana untuk menutupi luka di kepalanya yang bocor. Lebih baik biarkan saja dia tidur untuk sementara, dan lebih baik aku turun ke bawah ini berbincang dengan yang lain. Walaupun sebenarnya aku masih sangat kelahan sekali, dan mengantuk.
Oh ya aku baru ingat kalau saat itu aku menyuruh teman-temanku untuk membunuh Peter. Tapi kira-kira sekarang ada di mana mayatnya ya? setelah aku bertanya-tanya kepada yang lain, ternyata Peter sudah di kuburkan di belakang bangunan ini.
Setelahnya aku segera mengunjungi makam Peter, dan memetik bunga liar yang tumbuh di sekitar bangunan ini. Kemudian aku meletakkan bunga liar itu di atas makannya bersama dengan Carlo. Soal Akai... dia masih belum sadarkan diri sekarang, tapi dia masih hidup, dan mungkin dia sedang sekarat.
"Karena dia orang yang sama seperti kita, dia sudah cukup terluka selama ini" kataku sambil mengelus-elus batu nisannya.
"Aku tidak mengerti apa maksud mu nona..." tanya Carlo yang kebingungan dengan kata-kataku.
"Apa kau pernah mengalami penderitaan, yang sampai ingin membuatmu bunuh diri?" tanyaku padanya.
"Mungkin ada..."
"Apa itu? umm... kalau kau tak menceritakan masalahmu tidak apa kok" kataku yang sedikit terkejut begitu melihat tatapan kesedihan dari Carlo.
__ADS_1
"Tidak, aku akan bercerita... karena kita semua telah berjanji untuk membagi masalah. Saat aku masih kecil, mungkin saat itu aku masih berumur 10 tahun. Tiba-tiba saja orang tuaku membuang ku seperti barang yang sudah tidak di perlukan lagi, aku tidak tahu alasannya.
Semenjak saat itu aku selalu menderita, kelaparan, dan kedinginan di luaran sana. Hatiku benar-benar hancur saat itu, sudah tidak ada lagi tempat untuk bersandar. Aku hanya orang lemah, yang selalu di tindas selama aku hidup sebagai berandalan seperti ini" kata Carlo.
"Begitulah dunia ini... memang tidak adil, orang yang meninggal ini juga pernah mengalami hal yang sama seperti kita" kataku.
"Apa maksudmu? bagaimana kau tahu kalau dia pernah mengalami hal yang sama seperti kita. Orang seperti mereka hidup dengan bahagia, tanpa penderitaan walau hanya sedikit" kata Carlo.
"Saat itu aku mengintrogasi mereka, dan aku melihat sikap, dan tatapannya padaku. Terlihat sangat jelas kalau kehidupannya selama ini tidak baik-baik saja" kataku.
"Tapi tetap saja! orang lain seperti dia tidak pantas di kasihani" kata Carlo.
"Dunia ini memang tempat untuk menderita... kalau kau ingin bahagia, maka lakukanlah apa yang ingin kau lakukan saat ini" kataku sambil menepuk pundak Carlo, lalu pergi meninggalkannya sendirian.
Lalu aku kembali masuk ke gedung, dan pergi untuk menemui Yudo di lantai 4. Begitu aku kembali ternyata pesanan yang ku minta pada mereka telah datang. Mereka semua menunggu kedatangan ku di depan tangga menuju lantai 4. Sambil membawa barang-barang yang ku sebutkan.
Tapi aku sedikit terkejut, dan iri melihat mereka membawa barang-barang yang lebih bagus dari barang yang mereka bawa padaku dulu. Kalau begitu aku hanya tinggal menukar kasurnya saja, barang-barang yang mereka bawa ini akan ku jadikan untuk ku hahaha.
"Selamat datang nona... kami membawakan pesanan yang anda minta" kata mereka dengan gembira.
"Baiklah, terima kasih karena kalian telah membawakannya untukku. Ayo ikut denganku" kataku yang mengedipkan mataku sambil tersenyum manis pada mereka yang membuat mereka hampir pingsan karena godaan ku.
Setelah itu mereka masuk ke dalam, sambil mengikuti ku dari belakang. Kemudian aku menyuruh mereka meletakkan kasurnya di depan kasur lamaku. Sehingga saling berhadapan, begitu juga dengan lemari, dan lain-lain di letakan sama persis dengan barang-barang ku.
Setelah itu mereka pergi, dan kembali ke bawah. Begitu mereka pergi aku langsung loncat ke kasur baruku, yang sebenarnya ini untuk Peter. Aku memeluk bantal, dan guling yang sangat empuk sambil tertawa manis. Ini karena aku sering menggunakan suara wanita, tanpa sadar aku telah berbuat perilaku, dan suara imut alami.
__ADS_1
Kemudian aku terkejut begitu sadar kalau sedari tadi Yudo memperhatikan ku dengan wajah datar sambil tersenyum seringai. Astaga! saat itu aku benar-benar sangat malu sekali karena Yudo telah melihat kelakuanku yang benar-benar seperti wanita.
Argh! sialan ini karena selama satu tahun ini aku menyamar menjadi wanita, yang membuatku seperti wanita sungguhan. Benar-benar penyamaran yang menyebalkan, kenapa dari tadi Yudo terus menatapku seperti itu, yang membuatku menjadi merinding.