
Sekarang sudah jam 9 malam rasanya bosan sekali dari tadi aku hanya memandang ponselku untuk belajar. Sial! mataku sepertinya akan benar-benar pecah karena cahaya ponselnya terlalu terang. Sepertinya hari ini lebih baik aku pergi ke bar saja untuk melakukan kegiatan ku.
Aku pergi membuka lemari ku, dan segera mengganti pakaian yang biasa di gunakan saat aku pergi ke bar. Kemudian begitu aku ingin turun ke lantai 3, tiba-tiba saja Yudo bangun, dan memanggilku masih dalam keadaan mengantuk.
"Claude... kau ingin pergi kemana?" tanya Yudo sambil mengusap-usap matanya.
"Hari ini aku ingin pergi ke bar untuk melakukan aksiku" kataku dengan senang karena sudah tak sabar ingin menghabisi orang-orang.
"Jangan pergi ke bar itu dulu selama satu minggu" kata Yudo yang seolah-olah memberitahu kalau ada sesuatu yang terjadi di bar.
"Memangnya kenapa?" tanyaku.
"Beberapa orang dari organisasi ku selalu pergi ke sana untuk menyelidiki mu. Orang yang selalu membuat keributan di bar" kata Yudo.
"Memangnya kenapa kalau mereka datang? aku hanya perlu menghajar mereka, setelahnya mereka tidak akan kembali karena takut padaku" kata ku dengan bangga.
"Kau saja tak bisa mengalahkan salah-satu dari kami. Kau tahu kan kalau kemenangan mu hanya karena kau beruntung. Lalu orang yang di kirim adalah orang-orang dewasa, dan mereka adalah orang yang lebih kuat dari kami" kata Yudo yang mengkhawatirkan ku.
"Hah... yasudah kalau begitu, aku akan menurut denganmu" kataku kembali lagi ke kasurku, dan berbaring dengan lesu.
"Katanya kau akan menunjukkan dirimu yang sebenarnya. Tapi kenapa kau malah berdandan kembali, dan tak menunjukkannya padaku" kata Yudo kesal.
Kemudian aku langsung bangun, dan menghampirinya, "Dasar sialan! siapa yang malah tidur begitu aku mandi! kenapa kau tidak menungguku sampai selesai brengsek! sekarang kau malah menyalahkan ku" kataku sambil menunjuknya.
"Singkirkan tangan bau mu itu! lalu kenapa kau tidak membangunkan ku!" bantah Yudo yang tak mah kalah.
"Karena aku tak... tega untuk membangunkan mu yang sedang tertidur pulas" kataku yang tiba-tiba mengecilkan suaraku.
Kemudian Yudo terdiam sejenak, "Ah... jadi begitu, yasudah kalau begitu jangan pernah tunjukkan lagi dirimu yang sebenarnya" kata Yudo.
Aku pun terkejut, "Apa kau... marah padaku?" tanyaku.
"Tidak, bukan berarti aku marah... hanya saja aku ingin membuat diriku penasaran untuk selama-lamanya. Aku juga tidak pantas untuk melihat dirimu yang sebenarnya, karena aku telah memfitnah mu saat itu" kata Yudo tersenyum padaku.
"Haha! yasudah kalau mau mu begitu... ayo ikut aku kita ke bawah" kataku yang berjalan duluan.
"Hah? mau kemana? apa dengan penampilan seperti ini!?" tanya Yudo.
"Tentu saja... lebih baik kau cepat sebelum terlambat" kataku.
Setelah itu hubungan ku, dan Yudo menjadi semakin baik. Yudo sangat baik dalam menyamar, mungkin itu karena dia sudah lebih dulu menyamar menjadi wanita dari padaku. Seperti saat dia berubah menjadi Yaomi, mungkin suatu saat nanti kan berdua akan menjadi orang yang hebat.
Kami berjanji akan menjalani hidup bersama, dan akan menjadi orang sukses bersama. Karena aku juga tak ingin selamanya hidup seperti ini, seperti tikus. Lagi pula kehidupan yang seperti ini tidak pantas disebut sebagai kehidupan, karena tak memiliki nilai.
Tapi soal bagaimana cara kami akan menjadi orang sukses. Kami masih belum tahu, dan masih memikirkan caranya, karena di dunia ini tak ada yang namanya keabadian. Seperti halnya hidup manusia pasti akan berakhir.
Lalu setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, setiap penderitaan pasti akan berubah bahagia. Setiap kesalahan pasti akan berubah menjadi kebenaran, karena itulah keabadian menjadi mustahil di dunia ini. Seperti halnya juga barang yang baru, pasti akan rusak.
Karena tak mungkin barang baru akan terus selamanya menjadi baru. Selama dunia masih berjalan, dan waktu terus berputar... maka tidak ada keabadian di dunia ini. Sampai kapanpun itu... aku yakin, pasti kami semua akan berubah, menjadi lebih baik lagi.
Karena dunia ini juga seperti roda yang berputar, semuanya akan selalu terbalik. Seperti halnya seseorang yang selalu mengalami penderitaan, pasti akan berakhir dengan bahagia, begitu juga sebaliknya. Karena yang hanya menunggu di depan sana... adalah akhir yang bahagia.
__ADS_1
Beberapa bulan berlalu lagi... sudah tentu Yudo sangat berbeda jauh dari sebelumnya. Dia sudah terbiasa dengan semuanya, kalau di ingat-ingat sosok dia yang dulu saat ku suruh dia memakai bra. Aku selalu tertawa terbahak-bahak karena wajahnya yang terlihat suram.
Kini dia telah jauh berubah dari yang ku perkirakan. Dia seperti benar-benar menjadi seorang wanita! astaga aku dah terkejut sekali begitu melihat dia berubah drastis seperti itu. Dia bahkan hampir setiap harinya selalu pergi untuk membeli beberapa pakaian wanita sendirian.
Dan yang lebih mengejutkannya lagi dia membeli pakaian yang sangat indah. Seperti benar-benar seorang wanita sungguhan yang tahu pakaian yang cocok untuk di pakai. Lalu dia juga membeli beberapa perlengkapan wanita lainnya.
Seperti bulu mata tambahan, lipstik, anting, gelang, Kalung, dan lain-lainnya yang bahkan aku belum pernah mencobanya. Sepertinya aku bisa jadi pria tidak normal karena melihat kecantikan Yudo yang menyerupai model. Aku memang sangat mengagumi penampilannya yang luar biasa itu.
Oh ya... untuk Akai, dia sudah sadar dari koma, kini dia sudah terlihat sangat sehat. Walau karena kejadian saat itu telah membuat sebelah matanya menjadi buta. Dia juga jadi lebih bersemangat, dan berenergi dari sebelumnya.
Dia juga sangat terkejut begitu melihat Yudo yang menjadi wanita. Sepertinya rasa suka dia padaku jadi menghilang karena penampilan Yudo yang seperti seorang model. Mungkin bukan hanya Akai saja yang seperti, rasanya semua orang sangat menyukai Yudo.
Entah kenapa rasanya aku jadi kesal, karena tak di sukai, dan menjadi iri pada Yudo. Tapi seperti diriku yang kalian kenal! aku tak akan kalah darinya!. Maka aku mengikuti semua yang Yudo lakukan, seperti memakai lipstik, dan perhiasan-perhiasan lainnya.
Karena aku tak akan kalah... lalu begitu beberapa orang yang memihak Yudo saat itu berkurang karena aku mengubah penampilan ku. Yudo jadi merasa kesal, dan semakin mempercantik dirinya. Begitu juga dengan diriku aku tak akan mudah di kalahkan begitu saja.
Lalu karena sudah berbulan-bulan berlalu, kini Yudo tidak lagi menggunakan wig rambut karena rambutnya sudah cukup panjang. Walau rambutnya tidak sepanjang wig rambutnya, tapi dia malah terlihat semakin cantik. Aku sangat kesal sekali karena fans ku masih kalah jauh dari Yudo saat ini.
Aku menggertakan gigiku, dan mengepalkan tanganku, dan bertekad untuk menjadi wanita yang jauh lebih baik dari pada Yudo. Bukan berarti aku melakukan operasi atau semacamnya, aku hanya ingin mengalahkan Yudo saja di permainan ini.
Lalu... karena kami sering terlihat di luar berdua, kami menjadi menarik banyak perhatian dari orang-orang. Bahkan ada yang menawari kami menjadi model, iklan, dan lain-lainnya yang berhubungan dengan karir seorang wanita.
Lalu aku, dan Yudo memilih untuk menjadi endorse saja karena pekerjaan itu terlihat sangat mudah, dan tentunya mendapatkan banyak uang. Uang yang kami dapatkan adalah hasil kerja keras kami berdua, kemudian kami tidak pernah lagi untuk mencuri lagi.
Lama-kelamaan karena keadaan semakin membaik, kebiasaan buruk yang biasa kami lakukan seperti mencuri, bertarung, dan lainnya di kehidupan jalanan, lama-kelamaan mulau memudar. Lahan bangunan tua itu juga sudah sepenuhnya menjadi milik kami bersama.
Karena aku, dan Yudo telah membelinya melalui hasil kerja keras kami. Kemudian kami merenovasi tempat itu menjadi food court, dan tempat hiburan lainnya. Kemudian kami juga memperluas area itu, dan yang sebelumnya bangunan itu setinggi 4 lantai. kini sudah setinggi 5 lantai, dan kani geng Angel of Death, menjadikan lantai 5 tempat tinggal kami.
Begitu juga dengan keseharian yang sering kulakukan di bar. Aku sudah tak menghajar mereka semua, namun aku memperlakukan mereka dengan baik sekarang, begitu juga dengan mereka. Kehidupan ku saat ini jauh lebih baik dariku dulu.
Ku harap kehidupan seperti ini tidak akan pernah sirna. Lalu untuk bartender yang sebelumnya bar miliknya sudah ku curi. Aku mengembalikan padanya, namun dia menolaknya, dan hanya ingin menjadi bartender saja, dan membiarkan ku menjadi pemilik bar ini.
Kemudian karena dia menolaknya, aku berusaha untuk menyenangi bartender itu dengan cara memperluas barnya. Karena barnya ku perluas, dia menjadi semakin kesulitan untuk mengalami pelanggan karena semakin ramai begitu diperluas.
Lalu aku meminta anggota ku yang masih belum bekerja untuk bekerja di bar itu. Tak seperti sebelumnya, bartender kini tidak menolak begitu aku tawarkan seseorang untuk membantunya bekerja. Mungkin itu karena dia sudah tahu situasi, dan membutuhkan bantuan.
Hari-hari semakin berlalu... aku, dan Yudo di tawarkan untuk menjadi aktor di film terkenal. Kami semakin menempuh jalan kesuksesan, karena kami dikenal dengan artis yang selalu berdua. Jadi bagi mereka yang ingin memperkerjakan ku
Rasanya tidak pas jika tidak ada salah satu dari kami. Karena kami sudah terbiasa terlihat berdua saat bekerja sebagai sponsor iklan, atau pun yang lainnya. Lalu untuk menambah penghasilan, karena aku sudah terkenal. Kini aku membuat chanel ku sendiri di akun Me Tube.
Bertahun-tahun berlalu lagi, tak pernah terasa kalau tahun terus saja berganti. Karir kami semakin meningkat, dsn terus seperti itu selamanya. Mungkin karena kami sudah sangat nyaman sekali dengan kehidupan yang seperti ini, rasanya sangat jauh lebih menyenangkan.
Sampai-sampai aku sudah lupa dengan keluarga lamaku. Sudah beberapa tahun ini aku tak mengingat mereka, mungkin karena aku sudah terlalu sibuk dengan urusan ku. Sekarang umur kami sudah memasuki umur orang dewasa, yaitu umur 26 tahun.
Kami juga sangat berhati-hati saat bekerja, karena bisa sangat berbahaya kalau mereka tahu kalau kami sebenarnya adalah seorang pria. Argh! jangungku selalu berdebar begitu bekerja, karena aku takut mereka akan segera mengetahuinya nanti.
Aku selalu membayangkan diriku, dan juga Yudo saat semua rahasia kami terbongkar di depan publik bahwa kami adalah seorang pria sedang menyamar. Membayangkannya saja sudah membuatku gila, kadang sampai membuatku tertawa terbahak-bahak sendirian memikirkannya.
"Hei Yudo... apa setiap harinya jantungmu selalu berdebar karena takut kalau rahasia kita akan terbongkar" kataku yang sedang berbaring di kasurku.
"Haha! tentu saja... ku pikir hanya aku yang seperti itu" kata Yudo.
__ADS_1
"Haha syukurlah kalau kau juga seperti itu. Apa kau tahu sudah berapa tahun kita tak pernah bersikap layaknya seorang pria, dan memakai pakaian pria?" tanyaku.
"Entahlah... mungkin sudah 10 tahun, tapi entah kenapa ku tak ingin memakai pakaian pria lagi" kata Yudo.
"Apa!? kenapa seperti itu? apa kau sudah tak normal?" tanyaku.
"Bukan begitu maksudku dasar bodoh, lihat saja bicara sehari-hari kita menggunakan suara wanita. Tak pernah sekalipun keluar suara kita yang sebenarnya. Karena sudah terbiasa suara yang kita buat menjadi suara wanita, sepertinya itu berpengaruh pada suara asli kita" kata Yudo.
"Astaga kau benar juga! aku baru sadar kalau suara asli ku seperti ini. Sial apakah selamanya aku akan bersuara seperti wanita" kataku.
"Hahaha! sudahlah jalani saja... lagi pula ini yang kita inginkan bukan. Hidup mewah seperti ini" kata Yudo tersenyum.
"Hahaha! kau benar juga, kita sudah susah payah untuk hidup seperti ini" kataku.
"Oh ya... bagaimana dengan teman-teman kita yang lainnya?" kata Yudo tiba-tiba.
"Berita terpanas hari ini katanya ada artis baru yang sedang naik daun saat ini" kataku sambil memandang ponselku.
"Oh ya? siapa dia?" tanya Yudo.
"Dia... adalah salah satu teman masa lalu kita yang tersisa... dia Glasya" kataku yang membuat Yudo terkejut.
"A-apa!? dia kan mantan pacarmu... dan lagi sepertinya dia masih mengenal diriku. Karena aku menyamar menjadi Yaomi yang dia kenal, apa dia masih membenci ku seperti saat itu?" kata Yudo.
"Hahaha! entahlah aku tidak tahu... disini dua tertulis sebagai seorang penyanyi, dan sudah menjadi penyanyi terhebat, dan termuda saat ini. Sepertinya artikelnya terlalu di lebih-lebih kan" kataku.
"Haha! bilang saja kalau kau iri padanya. Memangnya dia umur berapa sampai di bilang muda?" tanya Yudo.
"Mungkin saat ini dia berumur 22 tahun" kataku yang membuat Yudo tersedak.
"A-apa!? bagaimana bisa dia semuda itu, dan lagi saat itu sekelas dengan kita!" kata Yudo yang tak percaya.
"Aku pernah mendengar darinya kalau dia selalu saja lompat kelas. Tapi entah kenapa dia bisa lompat kelas, padahal aku jauh lebih pintar darinya, dan tak pernah merasakan lompat kelas" kataku yang iri padanya.
"Sudahlah... sepertinya aku punya ide bagus, hehe" kata Yudo tersenyum seringai.
"Hah!? ide seperti apa?" tanyaku.
"Bagaimana kalau kita ikut audisi, kemudian setelahnya kita pasti bisa bertemu dengannya" kata Yudo.
"Kau benar juga... tapi mungkin aku akan sangat gugup begitu melihatnya langsung" kataku.
"Kau tak perlu gugup seperti itu... karena kau sedang menyamar jadi dia tak akan mengenalimu" kata Yudo.
"Baiklah... akan ku usahakan. Tapi ngomong-ngomong soal ikut audisi bagaimana cara kita mengikutinya, memangnya kau bisa bernyanyi?" tanyaku padanya karena aku bisa nyanyi dengan merdu. Karena aku selalu bernyanyi sambil mandi di kamar mandi.
"Apa kau lupa saat kejadian dulu ya terjadi pada kita. Saat itu aku turun meninggalkan bus untuk untuk bernyanyi di rest area, dan merebut semua perhatian penontonnya... ah" kata Yudo yang tiba-tiba sedih.
Benar juga saat itu aku pernah mendengar nyanyian Peter saat di rest area. Suaranya terdengar sangat indah, dan enak di dengar di telingaku. Dia memang benar-benar hebat dalam menyanyi, sudah pasti saat kami ikut audisi pasti kami akan lolos.
Lalu menjadi penyanyi terkenal yang akan melampaui Glasya. Apa Yudo masih sedih jika memikirkan yang terkait dengan Peter. Karena Peter adalah sahabat terbaik baginya, dan mungkin dia belum bisa melupakannya, dan aku tak mungkin menjadi sahabat terbaik bagi Yudo saat ini.
__ADS_1
Karena posisi sahabat itu sudah di tempati oleh Peter...