
Aku mengusap air mataku terlebih dahulu, setelah itu keluar dari toilet agar Glasya tidak curiga, atau khawatir padaku. Aku menghampiri Glasya, dan menggenggam kedua tangannya dengan tersenyum padanya.
"Glasya... maaf sepertinya untuk hari ini aku tidak bisa lama. Baru saja tadi aku di panggil oleh atasanku, aku pergi dulu ya, dah" kataku yang segera pergi keluar ruangan.
Ku harap Glasya tidak curiga, tapi sepertinya dia akan curiga karena tiba-tiba saja aku seperti ini. Karena mungkin sudah tidak ada waktu lagi kalau bukan sekarang untuk mengungkapkan kebenarannya. Karena masih ada beberapa hal yang harus ku urus dalam hidup ku.
Rumah Kyura tidak jauh dari sini, jadi lebih baik aku berjalan kaki saja. Maafkan aku Kajo, karena telah membuatmu menunggu di dalam mobil. Maafkan aku lagi karena telah membuatmu menunggu lebih lama lagi, karena ada yang harus ku urus.
Untung saja aku membawa jas hitam untuk berjaga-jaga jika aku membutuhkannya nanti. Aku tidak boleh menarik perhatian orang lain di sekitar sini. Karena bisa repot urusannya nanti, dan semoga saja tidak ada om-om brengsek seperti saat itu begitu aku masuk ke dalam gang kecil itu.
Kalau saja aku bertemu lagi dengan om-om brengsek itu. Aku akan menghajarnya lagi untuk kedua kalinya, meskipun tak berhasil sekalipun karena aku yakin sekarang bukanlah diriku untuk dulu. Otot-otot estetik yang sudah lama ku dambakan jadi mengecil karena sudah tidak pernah di latih lagi.
Sialan! bahkan rasanya seluruh bagian tubuhku seperti tubuh seorang wanita. Menggelikan sekali seorang pria yang dingin, nan kejam berubah drastis seperti ini. Aku jadi merindukan sosok diriku untuk dulu, haha... berapa gagahnya diriku saat itu.
Dengan tatapan yang menusuk, dan sosok yang sangat jahat membuat hatiku tergelitik jika di bandingkan dengan diriku yang sekarang. Yasudah lah... lagi pula nasi sudah menjadi bubur, aku harus menjalani hidup apa adanya yang saat ini.
Untuk menempuh lebih jauh lagi di kehidupan ini, kehidupan yang tiada batas untuk manusia seperti ku. Tunggu aku Robin... aku akan segera tahu siapa kau, dan ada maksud apa dengan diriku, begitu juga dengan... hubungan mu dengan seseorang yang sangat berharga bagiku.
Seseorang yang sangat ku sayangi sampai saat ini, Eren ku harap kau ada di sini. Kira-kira apa yang akan kau lakukan yah? mungkin kau akan menulis sesuatu lagi dengan tumpukan kertas yang tidak ku mengerti. Kira-kira apa yang selama itu dia buat ya? untuk apa dia menulis sesuatu di kertas dengan begitu banyak?.
__ADS_1
Aku masih tidak mengerti saat itu karena aku masih kecil, dan tidak bisa membaca. Jika saja kau ada di sini untuk kedua kalinya, mungkin aku hanya meminta satu hal padanya. Aku ingin kau membacakan buku "Humam Heart" serial kedua untuk terakhir kalinya.
Tapi seperti yang kukatakan sebelumnya, nasi sudah menjadi bubur. Sudah tidak ada lagi yang seharusnya ku pikirkan tentangnya, ini semua karena kebodohan yang ku lakukan. Padahal di kehidupannya dia mengalami banyak hal untuk sulit.
Dia di jauhi teman-temannya entah karena apa, dan di saat dia mendapatkan teman pertamanya yaitu aku. Aku malah mengkhianatinya karena suatu hal. Suatu hal yang sangat ku benci jika ada seseorang yang melampaui ku.
Tapi sepertinya untuk sekarang aku sudah tidak lagi membenci seseorang karena alasan yang sama. Aku terlalu munafik sekali, padahal kehidupan seseorang sudah diatur, tapi aku malah menghancurkannya begitu saja tanpa rasa bersalah.
Akhirnya aku sampai di depan gang, suasana nya jadi sedikit menyeramkan. Karena tempatnya yang mengerikan, dan di gang ini kenapa gelap sekali. Lalu hanya ada satu lampu utama menyala seperti di film-film horor. Tidak! aku tidak boleh takut, aku harus segera melangkah maju untuk mencari kebenaran tentangnya.
Tanpa ragu aku melangkahkan kakiku ke depan dengan tegak sambil mengepalkan kedua tanganku. Lalu tiba-tiba saja ada suara berisik di belakang yang membuatku terkejut, yang ternyata itu hanya suara kucing yang sedang berkelahi.
Tentunya aku sangat terkejut, saking terkejutnya aku tak bisa menggerakkan tubuhku. Tubuhku di penuhi dengan keringat, dan detak jantung yang berdebar-debar karena ketakutan. Sepertinya aku jadi trauma dengan seorang pria yang bertubuh besar.
"Siapa kau?" tanya pria yang berdiri di hadapan ku dengan suara machonya.
"A-aku... hanya orang yang ingin berkunjung ke rumah temanku" kataku yang bergemetar.
Mungkin kalau diriku untuk dulu, aku pasti akan langsung menghajarnya tanpa basa-basi karena muak dengan orang-orang yang tak tahu diri. Tapi api keberanian ku jadi menciut begitu aku mengalami kehidupan yang mudah ini.
__ADS_1
Namun yang anehnya lagi setelah aku berkata seperti itu, pria yang tadi berdiri di hadapan ku pergi begitu saja meninggalkan gang kecil ini. Aku menghela nafas untuk yang kedua kalinya, sepertinya aku cukup beruntung kali ini.
Begitu aku sampai di depan rumahnya, aku menekan tombol bel rumahnya berkali-kali, dan akhirnya tuan Kyura keluar menghampiri ku dengan sedikit terkejut. Terlihat dari raut wajahnya yang sedikit mencurigakan. Entah kenapa rasanya semakin hari semakin ada yang aneh dengannya.
Apa mungkin... dia sudah mencurigai ku? tapi itu tidak mungkin, mau bagaimana pun juga penampilan asliku dengan untuk saat ini berbeda sangat jauh sekali. Tidak mungkin kan kalau dia benar-benar tahu kalau aku adalah Claude, jadi benar... dia ada hubungannya dengan Robin.
Kalau begitu... aku juga harus bertindak dengan cepat, selangkah lebih maju darinya. Sebelum dia benar-benar mengetahui siapa diriku untuk sebenarnya, aku tidak tahu rencana macam apa lagi untuk direncanakan orang-orang brengsek ini. Tapi aku harus lebih waspada lagi, karena tidak hanya Robin untuk harus ku hadapi.
"Eh!? nona Gillie? kenapa anda tidak bilang kalau ingin kemari?" tanya Kyura untuk sedikit blak-blakan.
"Hihi... sebenarnya aku ingin memberikan kejutan untuk tuan Kyura" kataku untuk memasang wajah gembira.
Tiba-tiba saja tatapan Kyura menjadi sangat serius, "Ada apa tuan kyura?" tanyaku.
"Ah!? tidak ada apa-apa, kalau begitu silahkan masuk" kata Kyura yang membukakan pintu pagar rumahnya untukku.
Aku pun di antar masuk ke dalam rumahnya, entah kenapa rasanya suasananya berubah menjadi lebih menegangkan. Aku harus bersikap sepolos mungkin di depannya, agar tak timbul rasa curiga padanya terhadap diriku.
Aku harus mencari celah agar aku bisa masuk ke dalam pintu yang ada di ruang bawah tanahnya itu. Mungkin, tidak! sudah pasti ada petunjuk untuk sangat besar untuk mengungkapkan siapa sebenarnya mereka. Tunggu lah saat itu tiba, maka dunia kalian akan hancur... Kyura... Robin.
__ADS_1