
Pagi hari pun tiba, suasana di dalam hutan ini masih sama seperti tadi malam. Berkabut, dan sangat dingin sampai menusuk tulang. Kicauan burung di pagi telah membuatku terbangun dari tidurku, aku sangat terkejut kalau ternyata aku belum mati.
Aku masih berada di dalam hutan, aku sedang terbaring di atas karpet. Entah sejak kapan aku berada atas karpet, dan lagi tempatnya berbeda dengan tempat aku pingsan tadi. Ukh! aku masih tidak bisa menggerakkan tubuhku. Ternyata benar tulang-tulang ku hancur semua karena terjatuh dari jurang itu.
Tapi sekarang aku sedang berada dimana, dan lagi semua lukaku sudah di bersihkan, dan bagian tulang yang hancur sudah di gips. Lalu aku melihat di depanku ada seseorang yang sedang duduk di atas tunggul pohon, dia sedang menggunting kukunya terdengar dari suara kuku yang sedang di gunting.
"Kau sudah bangun? lebih baik jangan banyak bergerak" kata orang itu yang bahkan tak menoleh kebelakang. Tapi dari suara yang kudengar dia sepertinya laki-laki, tapi bukan itu masalahnya... siapa dia?.
"Siapa kau? dasar pembunuhan brengsek! kalau kau benar-benar ingin membunuhku seharusnya kau bunuh saja aku saat... hmm... hmm" tiba-tiba orang itu bergerak, dan menutup mulutku.
"Diamlah dasar bodoh, aku bukan pembunuh... aku... aku adalah orang yang menyelamatkanmu" kata orang itu dengan suara kecil.
Aku terkejut begitu melihat wajah orang yang membantuku ini. Ternyata dia adalah orang aneh yang sebelumnya kutemui, orang yang tak sengaja menabrak pundak ku saat aku sedang berada di mall bersama Robin. Itu adalah pertemuan ku dengan orang ini.
Tapi! bagaimana dia bisa berada disini? apakah dia penyusup atau semacamnya. Sebenarnya siapa laki-laki ini? aku sama sekali tak melihatnya saat perjalanan, ataupun di hutan. Apa mungkin dia adalah salah satu petugas yang ikut wisata ini di bua lain.
"Siapa kau? kenapa aku selalu bertemu denganmu. Semakin aku melihatmu, kau semakin aneh, berada di tempat yang tak terduga seperti ini" kataku.
"Aku!? aku hanya orang yang kebetulan lewat di hutan ini, dan tanpa sengaja aku menemukanmu" kata laki-laki itu.
"Kau pasti berbohong kan... jika kau tak menjawab pertanyaan ku, maka aku akan berteriak" kataku.
__ADS_1
"Berteriak lah, dan saat itu juga aku akan pergi meninggalkan mu dalam keadaan seperti ini" kata laki-laki itu.
"Sialan! aku tahu kau berbohong... tapi ingat kata-kataku ini... aku akan mencari tahu siapa kau sebenarnya, ingatlah itu" kataku.
"Terserah katamu, lebih baik kau jangan banyak berbicara, dan bergerak dengan keadaan seperti itu. Padahal aku berniat baik karena sudah menyelamatkanmu, tapi kau malah bersikap seperti ini kepada orang yang menolong mu" kata laki-laki itu.
Lalu setelahnya orang itu pergi sebentar untuk mencari makanan di hutan. Sebelum dia pergi, dia menutupi ku dengan kain yang sama seperti tanah, dan dedaunan kering yang sudah berjatuhan di hutan ini.
Sudahlah kuduga dia orang yang mencurigakan, bagaimana bisa dia sudah menyiapkan ini semua. Kenapa selalu saja ada orang aneh di sekitarku, orang-orang yang tak ku ketahui kebenarannya. Seperti... Peter, aku masih tak menyangka kalau dia menyembunyikan kemampuannya kepada semua orang.
Dia berpura-pura menjadi orang yang biasa saja, tapi kenyataannya dia lebih pintar dariku. Begitu juga Yaomi, yang sangat aneh sekali, aku sama sekali tak bisa menebak isi hati yang sebenarnya, dia sangat misterius sekali. Dia pandai menyembunyikan identitas dirinya dari semua orang.
Lalu yang baru-baru ini adalah orang aneh ini, orang yang menyelamatkan ku dari kematian. Dia sangat aneh, aku sama sekali tak tahu tentang dirinya. Aku juga belum pernah sempat berbicara padanya, itu membuatku tak tahu siapa dirinya.
Masih ada lagi orang aneh yang kurasakan, yaitu orang yang kutemui saat aku kelas 1 SMA. Orang yang sangat mencurigakan yang tak pernah kutemui lagi. Orang yang sangat aneh sekali, begitu aku mengejar dia, dia berlari dengan sangat cepat lalu menghilang entah kemana.
Lalu siapa lagi orang berikutnya yang datang kehidupan ku sebagai orang yang aneh. Kemudian setelah beberapa lama aku menunggu, ada seseorang yang berjalan mendekat ke arahku dengan suara berjalan yang aneh.
Laki-laki aneh itu berpesan kepadaku kalau jangan keluar dari kain yang ditutupinya jika ada seseorang yang mendekat ke arahmu sampai seseorang itu datang kepadamu, dan membukakan kain ini.
Aku menjadi semakin takut karena suara langkah kaki itu mendekat ke arahku, keringat di tubuhku bercucuran begitu banyak. Saat ini aku sedang berada di antara kedua benda besar, pohon, dan batu. Aku di selipkan di antara pohon, dan batu oleh laki-laki aneh itu.
__ADS_1
Lalu suara langkah kaki itu berhenti di depan kakiku, aku menjadi semakin takut, dan jantungku berdegup begitu kencang. Kemudian orang itu bergerak lagi yang membuatku terkejut, hampir saja aku mengeluarkan suara.
Jika aku mengeluarkan suara tadi, aku pasti akan ketahuan, dan dibunuh. Dari suara orang yang berada di dekatku tadi, sepertinya dia sedang duduk bersandar di pohon. Tubuhku di basahi dengan keringat, suasana disini semakin panas, dan membuatku sulit bernafas.
Bisa-bisa aku akan mati disini jika aku tak mengeluarkan kepalaku dari kain ini sedikit saja untuk bernafas. Tapi aku baru ingat kalau aku sama sekali tak bisa menggerakkan tubuhku walau hanya sedikit saja.
"Sialan! hiks... harus kemana lagi aku berlari... kenapa... kenapa hal seperti ini terjadi padaku... hiks, ibu... aku ingin pulang" kata seseorang yang duduk bersandar di pohon.
Aku terkejut kalau ternyata orang itu bukanlah para pembunuh. Dari suaranya dia sepertinya salah satu rombongan yang ikut bersama kami. Mungkin ini saatnya aku bersuara untuk meminta orang ini membukakan kainnya untukku.
"Hei kau! tolong bukakan kain ini!" teriakku dari dalam kain.
Tapi anehnya orang itu tak menjawab pertanyaan ku, namun setelah beberapa saat dia berkata, "Hahahaha! dasar bodoh! akan ku bunuh kau anak kecil!" kata orang itu membukakan kainnya untukku.
Aku sangat terkejut sekaligus takut saat melihat wajah orang itu. Ternyata bukan seorang anak seumuran yang ku bayangkan, melainkan orang yang sudah dewasa, dan yang membuatku terkejut orang itu adalah seorang guru yang ada di sekolah.
Guru itu memegang sebuah golok di tangannya, dan memegang sebuah ponsel. Yang ternyata suara yang tadi ku dengar itu adalah suara rekaman dari salah satu korban yang dia bunuh. Aku sama sekali tak menyangka kalau selama ini pelaku pembunuhan itu adalah para guru.
Aku menjadi semakin yakin kalau para pembunuh itu adalah para guru disekolah kami. karena para guru terlihat biasa-biasa saja setelah apa yang terjadi di sekolahnya, yaitu tentang kasus pembunuhan berantai.
Dan lagi kenapa tidak ada satupun seseorang yang curiga kalau ternyata para gurulah yang menjadi pelaku pembunuhannya. Seharusnya kami bisa merasakan keanehan saat sekolah di tetapkan untuk masuk walau ada kejadian pembunuhan seperti ini.
__ADS_1
Seharusnya kami tahu kalau para guru menyuruh kami tetap masuk sekolah karena kami semua akan di bunuh, lalu di ambil organ kami, dan di jual. Lalu wisata ini tidak bisa di bilang wisata, ini adalah neraka. Kita semua sudah terjebak disini, dan tak dapat keluar dari neraka ini.
Karena sifat guru yang sangat bersahabat, jadi orang lain tak mencurigainya sama sekali. Sudahlah tidak ada yang bisa kulakukan sekarang, aku bahkan tak dapat bergerak walau hanya sedikit. Sepertinya ini sudah menjadi akhir hidupku yang sebenarnya. Pada akhirnya... kematian akan datang kepadaku.