Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Rencana


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu... akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan niat kami untuk ikut audisi. Karena kami sudah tahu apa yang saja yang di lakukan jika ikut audisi. Sangat berbahaya sekali, sampai jantung kami ingin copot.


Padahal kami sudah lolos pendaftaran saat itu, tapi begitu kami mendengar tentang audisi lebih lanjut, dan jika menjadi idol dari orang-orang lain yang ikut agensi. Bisa-bisa identitas kami akan segera ketahuan nanti, karena itu kami membatalkan untuk ikut audisi.


Padahal saat itu niat kami sudah bulat, dan akan melampaui Glasya. Lalu niat kami untuk bertemu dengan Glasya juga telah hilang. Pasti akan sulit sekali jika kami tak ikut audisi untuk bertemu dengan Glasya. Mau bagaimana pun juga masih ada secercah cahaya bagi kami untuk bertemu dengan Glasya.


Kami tak akan patah semangat untuk bisa bertemu dengan Glasya. Biar pun kami tak ikut audisi yang niat kami untuk bertemu dengan Glasya. Tapi kami masih memiliki cara lain untuk bertemu dengannya. Semoga saja cara kami bisa berhasil dan, berjalan dengan lancar.


"Syukurlah... kita tidak melanjutkan ikut audisinya" kata Yudo.


"Ya... karena pekerja-pekerja disana tidak mau membiarkan kami yang mengurus diri. Karena katanya mereka profesional, mungkin setelah ini kita akan merebut papan berita milik Glasya" kataku bangga.


"Hahaha! kau benar, mungkin beberapa jam lagi akan ada berita tentang kami yang membatalkan ikut audisi" kata Yudo.


"Setelah itu kita hanya membuat vidio untuk menjelaskan kepada publik kenapa kami membatalkan ikut audisi" kataku.


"Oh ya... aku memiliki rencana untuk menemui Glasya secara langsung" kata Yudo.


"Hah? secepat ini kau langsung memiliki ide bagus. Dasar orang jenius! lalu apa ide mu" kataku.


"Karena ide pertama ku gagal, bagaimana kalau kali ini kita mengundang Glasya di stasiun tv kita secara langsung" kata Yudo.

__ADS_1


"Ah... benar juga katamu! kau memang benar-benar anak yang jenius! aku baru ingat kalau kita memiliki stasiun tv sendiri" kataku sambil mengelus-elus kepala Yudo.


Plak! Yudo menyingkirkan tanganku dengan kesal, "Sudahlah jangan seperti itu! jangan menganggap ku seperti anak kecil, bisa-bisa aku melewati batas... hehe" kata Yudo tersenyum seringai, yang membuat jantungku berhenti berdetak sekejap.


Sebelum itu, kami harus mempersiapkan undangan resmi untuk Glasya di stasiun tv kami. Untuk menunggu persetujuan Glasya untuk datang ke siaran langsung di stasiun tv kami. Kami juga telah mengambil waktu malam untuk siaran langsung tersebut.


Tepatnya kami mengambil waktu 2 jam untuk siaran live. Jadi lebih tepatnya kami mengambil tayangan yang menempati jam 8 malam sampai jam 10 malam. Setelah tayangan kami selesai, aku, dan Yudo memiliki rencana untuk mengajak Glasya makan bersama di suatu restoran.


Tepatnya hari itu akan terjadi sekitar 3 hari lagi, karena kami sedang menunggu persetujuan dari Glasya. Mungkin karena Glasya terlalu sibuk berlatih di agensi terkenal, dia harus memilih waktu kosong untuk menerima undangan kami.


Mungkin hampir tidak ada waktu kosong untuknya, aku jadi kasihan padanya karena selalu bekerja keras seharian. Padahal dia adalah seorang wanita yang sangat lemah, huhu aku jadi tidak tega melihatnya terus bekerja keras seperti itu walau aku belum pernah melihatnya secara langsung.


Tangan kecilnya yang menggemaskan, dan juga kakinya yang sangat kecil yang mungkin tak bisa di gunakan untuk berdiri. Pasti sangat melelahkan sekali harus bekerja mati-matian seperti itu untuk menjadi idol terkenal.


"Aku hanya sedang memikirkan Glasya, tubuhnya yang mungil itu apa bisa bekerja seharian dengan mati-matian seperti itu?" tanyaku.


"Apa yang kau pikirkan sih. Kau terlalu mengkhawatirkannya tahu! apa kau lupa dulu dia orangnya seperti apa?" tanya Yudo yang membuatku memikirkan masa lalu Glasya.


Kalau di ingat-ingat saat itu Glasya selalu merebut kemanapun pertandingan sepak bola. Dia selalu ikut lomba yang di adakan di sekolah ataupun lomba yang di adakan di luar sekolah, dan tim yang bermain dengan Glasya pasti persentase kemenangannya adalah seratus persen.


Lalu... Glasya orangnya sangat tomboy, dan sangat mengerikan. Dia sering menghajar para laki-laki yang meledeknya dengan sebutan "Ball Girl". Sampai sekarang aku masih mengingat nama itu, nama yang diberikan oleh orang-orang untuk mengejek Glasya.

__ADS_1


Tapi... walaupun dia memiliki fisik yang sekuat 10 ribu gajah. Dia memiliki hati yang rapuh bagaikan sebuah kaca yang sangat tipis. Aku mengenal Glasya lebih baik dari siapapun, karena aku adalah mantan pacarnya.


Tapi mungkin saja aku masih menjadi pacarnya sekarang, karena saat pertama kali Glasya menyatakan perasaannya padaku, sampai sekarang kami tidak pernah putus. Mungkin saja sampai sekarang dia masih menganggap ku sebagai pacarnya.


Tapi kalau di pikir-pikir tentang perubahan Glasya di akhir-akhir kehidupan ku yang baik telah hilang. Dia telah berubah sangat jauh daru dirinya, dan tak pernah melakukan hal buruk yang biasa dia lakukan pada orang lain. Seperti orang yang berbeda.


Dia terlihat lebih anggun, dan wanita baik hati, lalu sikapnya padaku saat itu sangat lemah lembut. Seperti seorang putri kerajaan yang baik hati kepada seluruh rakyatnya. Sampai sekarang aku masih tidak tahu alasannya kenapa dia berubah seperti itu.


Kalau tidak salah dia berubah karena kata-kata ku saat itu. Tapi aku masih benar-benar tidak bisa mengingat apa yang terjadi saat itu. Lalu terkadang aku menonton siarannya di televisi, dan juga di akun Me Tube Glasya.


Begitu ku lihat dia memang benar-benar menjadi orang yang berbeda. Ku kira dia akan berenergi di depan publik, dia menunjukkan sisi halusnya yang lemah lembut. Wajahnya juga telah berubah... dia menjadi semakin sangat cantik sekali seperti seorang putri kerajaan.


"Kau benar juga Yudo... seharusnya aku tak perlu mengkhawatirkannya. Tapi apa kau tahu sikap dia akhir-akhir ini seperti apa?" tanyaku pada Yudo.


"Eh!? benar juga katamu... dia terlihat lebih pendiam, dan tidak menunjukkan isi hatinya kepada orang lain. Dia seperti orang yang berbeda" kata Yudo mengerutkan dahinya.


"Kau benar! aku juga berpikir seperti itu... tapi saat itu dia pernah berkata kalau aku lah yang telah membuatnya berubah. Tapi aku masih tak ingat apa yang kulakukan saat itu, hingga telah merubah semua sikap Glasya yang dulu" kataku.


"Dasar kau! payah sekali! mungkin saja, saat kita mengobrol dengannya. Akan sangat terasa asing nanti" kata Yudo.


Entah kenapa perkataan Yudo saat ini benar, karena mungkin saja Glasya akan terasa berbeda dengan yang dulu. Tapi sepertinya kalau Yudo, kira-kira akan bagaimana pembicaraan mereka berdua. Lalu untukku, yang mungkin dia tidak mengenalku.

__ADS_1


Pasti akan terasa lebih asing lagi, karena dia tidak mengenaliku, dan sangat terasa asing sekali. Untuk siaran langsung yang kami adakan adalah talk show. Kami akan hanya berbincang-bincang mengenai karir, atay semacamnya yang tak berhubungan dengan pribadi seseorang.


__ADS_2