Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Siapa Kau?


__ADS_3

Satu jam kemudian... aku kembali ke rumahku, yang ku maksud adalah tempat tinggal saat ini di bangunan yang sudah tak terpakai. Aku kembali dengan penuh darah di sekujur tubuhku, dan semua pakaian bagus yang ku pakai berlumuran darah.


Sambil menggendong Carlo di punggung ku, tak ku sangka badan sekecil ini sangat berat sekali. Aku biasa kembali seperti ini, dengan penuh darah dimana-mana. Para bawahan ku awalnya terkejut begitu melihat ku seperti ini, tapi rasa terkejut itu berubah menjadi rasa takut.


Karena mereka seperti sudah tahu apa yang kulakukan biasanya sendirian pergi ke bar. Tak ada yang berani mengikuti ku, karena aku adalah pemimpin disini. Tentu saja darah yang menempel di sekujur tubuhku ini bukan darah milikku, ini adalah darah orang-orang yang ku hajar habis-habisan di bar tadi.


1 Jam yang lalu...


Beberapa pria dewasa datang mengelilingi ku yang sedang dalam keadaan mabuk, "Hai nona yang cantik... apa hari ini kau mau bermain bersama ku" kata salah satu dari mereka.


Lalu aku tersenyum menggoda, dan menjawab, "Apa maksudmu dengan bermain?" kataku dengan senyuman seringai.


"Hehe... kalau begitu biar paman ajarkan... hihi" kata pria itu yang berani menyentuh tubuhku.


Lalu aku memulai aksiku seperti biasanya... yaitu menghajar orang-orang yang ada di bar dengan semangat yang membara. Mungkin aku bisa menyebutnya sebagai hiburan sehari-hari, rasanya seperti bermain game karena mereka sangatlah lemah.


Ada 3 pria yang bersikap mesum padaku yang padahal aku adalah seorang laki-laki yang sedang menyamar jadi wanita cantik. Aku menghajar mereka sampai membuat mereka pingsan, dan membuat mereka cacat. Begitu juga barnya selalu acak-acakan karena ku, tapi aku tak perlu mengkhawatirkan soal itu.


Karena aku sudah terbiasa... dan juga ini adalah bar milikku sendiri hahaha. Aku tak perlu mencuri uang lagi karena aku sudah memiliki bar ini. Tapi kalau ada sesuatu yang kuinginkan, dan uangnya kurang, maka aku tinggal menyuruh bawahan ku untuk mencuri uang.


Tapi tetap saja aku bukan mencurinya bukan, hahaha!. Bar ini juga awalnya adalah milik bartender itu, dia bekerja sendiri, dan menjadi bartender di barnya. Kemudian saat pertama kali aku datang ke bar miliknya, aku menghajarnya, dan mengambil paksa surat kepemilikan bar ini.

__ADS_1


Tapi biarpun aku sekarang adalah berandalan, tapi aku masih memiliki hati loh. Aku membagi hasil setengah dari penghasilan bar ini perbulannya kepada bartender itu. Lalu untuk kerusakan bar yang kulakukan, tentu saja itu semua di tanggung olehnya, hehe.


"Paman... bereskan tempat ini ya..." kataku dengan senyuman yang menyeramkan.


"Ba-baik nona..." kata bartender itu.


"Aku pulang dulu paman... ugh kau berat sekali, dasar gajah" kataku sambil mengangkat Carlo yang pingsan tergeletak di lantai.


Tapi karena aku terlalu sering menghajar orang di bar, orang-orang yang tadinya bersikap mesum padaku kini sudah tidak ada lagi. Mereka hanya meminum bir saja seperti biasanya, dan tak lagi berani menatapku. Bar milikku selalu ramai seperti biasa, terkadang mereka datang ingin melihat aksiku yang sangat meriah.


Begitulah kehidupan keseharian ku yang menyehatkan. Aku anggap ini adalah sebuah pelatihan untukku agar aku menjadi yang terkuat di jalanan. Karena kehidupan yang seperti ini hanya memandang seberapa kuat diri mereka, dan dapatkan mereka bertahan hidup di kehidupan seperti ini.


Karena yang kuatlah yang berada di atas, yang lemah akan selalu di tindas, dan kehidupannya pun akan semakin memburuk. Tapi itu tidak berlaku untukku, karena aku adalah yang terkuat di jalanan ini... sampai ada satu orang yang berani datang ke tempat tinggal ku.


"Eh!? entahlah... aku tidak sadar kalau aku sedang di ikuti. Ini... kalian bawalah anak ini, aku ingin mengganti pakaianku" kataku memberikan Carlo kepada bawahan ku, dan kembali ke lantai 4.


"Tunggu..." kata orang yang mengikuti ku.


"Kalau dia macam-macam urus saja dia, aku ingin tidur ini sudah larut malam" kataku yang sama sekali tak mempedulikan orang itu.


Orang yang akan menghancurkan hidup ku dalam sekejap mata. Seharusnya aku lebih waspada terhadap orang-orang seperti itu, karena dia... sangat kuat. Begitu aku selesai mandi, dan memakai pakaian wanita lagi...

__ADS_1


Brak! orang itu menendang pintu yang menjadi penghalang untuk menuju ke lantai 4 milikku. Aku di buatnya terkejut melihat tatapan yang sepertinya ingin membunuhku. Semua tubuhnya penuh dengan darah, aku tidak percaya kalau semua bawahan ku yang sebanyak 52 orang di habisi oleh satu orang ini.


Sebenarnya... siapa dia... aku jadi merasa takut padanya, tanpa sadar kakiku bergerak sendiri perlahan ke belakang. Lalu orang itu mulai berjalan ke arahku, dan sama sekali tak mengubah pandangan yang menyeramkan itu.


"Tunggu... apa kau datang kemari ingin menjadi bawahan ku?" tanyaku dengan tatapan dingin.


Kemudian dia berhenti berjalan, "Bawahan mu? haha... omong kosong macam apa itu. Ku dengar kau adalah pemimpin di tempat ini, dan sudah menguasai semua daerah. Apa itu benar?" tanya orang itu.


"Ya, itu betul... memangnya kenapa hah?" kataku yang tak suka padanya.


"Baguslah kalau begitu... sudah waktunya kau turun jabatan dari pemimpin menjadi bawahan ku, hahaha!" kata orang itu berlari dengan cepat ke arahku.


Dia mulai melayangkan tinjunya ke arah wajahku, aku pun mengangkat tanganku untuk menangkis serangan itu. Namun... buak! ternyata serangan itu hanya sebuah pengalihan, yang dia incar sebenarnya adalah perutku, dia berhasil menendang perutku dengan kencang hingga aku terpental, dan terbatuk-batuk.


Kemudian dia berjalan ke arahku, dan bersiap menendang ku, lalu aku segera menghindar namun aku kehilangan keseimbangan ku karena serangan tadi. Lalu dia memanfaatkan momen itu untuk menyerang ku, dia memukulku dengan tangan kanannya ke arah dagu ku.


Bugh! rasanya sakit sekali sampai aku terpental untuk kedua kalinya. Lalu aku segera berdiri, dan berlari ke arahnya untuk menghajarnya habis-habisan. Aku melayangkan kakiku ke arah kiri lehernya dengan cepat. Namun dia dapat menangkisnya dengan mudah, dan memegang kakiku.


Kemudian dia mengangkat ku, dan membanting ku jatuh dengan keras. Kepalaku pusing sekali, sampai membuat pandangan ku menjadi buram. Saat aku mengangkat kepalaku, ada sesuatu yang mendekat, aku tak dapat melihatnya dengan jelas.


Buagh! kepalaku di tendang, dan lagi-lagi aku terpental, dan terbaring lemas. Aku terus mencoba bangkit... tapi dia selalu menghajar ku, dan tak membiarkan ku bangkit kembali. Aku salah sudah meremehkannya tadi, karena aku menganggap mereka semua sama lemahnya dengan orang-orang yang pernah ku hajar sebelumnya.

__ADS_1


Kali ini... untuk pertama kalinya di pertarungan ku yang ke 500... aku sama sekali tak berkutik di hadapan lawan. Aku mulai berpikir kalau dia akan membunuhku, tapi tiba-tiba saja aku melihat sosok Robin di depanku yang membuatku sangat marah. Kemudian aku bangkit, dengan amarah yang meledak-ledak, dan menganggap lawan yang sekarang ku hadapi adalah Robin.


__ADS_2