Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Peter


__ADS_3

Aku sudah muak dengan semua ini, tapi apa yang harus kulakukan? lagi-lagi aku tak bisa melakukan apapun untuk keluar dari masalah yang di buat oleh Yaomi. Ini seperti suatu karma yang diberikan tuhan untukku karena perbuatan masa laluku.


Apa benar ini adalah balasan untukku? aku memikirkannya berulang-ulang, dan berharap datang seseorang yang menarik ku keluar dari masalah ini. Aku... hanya bisa diam untuk saat ini, jika suatu saat nanti tiba masanya kebenaran, akan ku buat mereka menyesal.


"Memang untuk saat ini kalian tak akan mempercayai ku. Tapi suatu saat nanti aku akan membongkar kebohongan Yaomi yang telah dia lakukan padaku, dan saat itu juga kalian akan menyesal" kataku.


Mereka pun terdiam, dan tak ada yang berani untuk membalas perkataan ku. Lalu waktu pembelajaran di mulai, kali ini ada guru baru di kelas kami, yang akan mengajar di kelas kami sekarang.


"Halo anak-anak! perkenalkan nama bapak, Tenzin, bapak adalah guru baru disini yang akan mengajar untuk kalian" kata pak guru Tenzin.


Kemudian anak-anak di kelas serentak memberi salam untuk guru baru kita. Tapi anehnya saat aku melihat wajah Yaomi, kenapa dia menatap seperti mencurigai seseorang. Aku benar-benar tak pernah paham apa yang dia pikirkan.


Kelas pun berlalu begitu saja, dan sudah saatnya untuk waktu istirahat. Lagi-lagi Yaomi sering pergi sendirian, dan begitu aku mengikutinya, dia selalu saja pergi ke pembuangan sampah untuk memberi makan kepada anjing itu.


Tapi aku tak peduli lagi padanya, aku jadi jarang untuk membaca buku semenjak aku dikucilkan. Aku paham sekarang... bahwa hidup itu bukan hanya membutuhkan kepintaran seseorang, tapi dengan banyak hal lainnya yang bisa kulakukan.


Seperti berteman, melindungi seseorang, dan masih banyak lagi. Tapi tentu saja aku tahu bahwa teman, dan sahabat adalah segalanya dari pada materi. Tapi bukan berarti kita tidak harus belajar, dengan materi, dan teman.


Maka akan menciptakan suatu hal yang baru, yaitu belajar bersama.


"Hei apa yang sedang kau pikirkan? dari tadi kau hanya duduk, dan melamun" kata Robin.


"Ah tidak... hanya saja aku sedang memikirkan sesuatu" kataku.


"Sesuatu? sesuatu seperti apa? apa jangan-jangan sesuatu untuk menembak Yaomi ya?" kata Robin.


"Apa!? untuk apa aku memikirkan dia lagi, aku sudah tidak ada perasaan lagi padanya" kataku.


"Hmm... aku mengerti, lalu apa yang kau pikirkan sampai seperti itu?" tanya Robin yang penuh dengan rasa penasaran.


"Ah dasar kau ini, yang kau pikirkan hanya itu saja. Baiklah akan ku jawab, tapi agak memalukan... aku sadar apa yang telah kulakukan selama ini hanya sia-sia.

__ADS_1


Ah? bukan sia-sia sih... ah bagaimana caraku mengatakannya ya. Pokoknya aku baru sadar, kalau persahabatan itu lebih penting bagiku" kataku.


"Wah wah! aku tak menyangka kalau aku menjadi dewasa secepat ini" canda Robin.


"Apa kau bilang? memangnya aku selalu bertingkah seperti anak kecil hah?" kataku kesal.


Lalu Peter, dan teman-temannya datang, dan duduk bersama kami, "Hmm? apa mau mu?" tanyaku dengan jutek.


"Ah... aku hanya ingin..." kata Peter yang terlihat ragu-ragu.


"Ingin apa hah! cepat katakan!" kataku berdiri, dan berteriak kepada mereka, sehingga mereka terlihat takut.


"Ka-kami hanya ingin belajar bersama mu saja!" kata Peter.


"Eh..."


Aku jadi malu begitu mendengar jawaban mereka, padahal aku sudah berdiri, dan berteriak-teriak di kantin yang ramai. Orang-orang pada menatapku, dan mengira kalau aku sudah gila.


Entah apa yang terjadi pada Peter, dan teman-temannya. Padahal mereka sebelumnya sangat membenciku, siapa yang telah membuat mereka berubah pikiran?. Ah sudahlah itu tidak penting, asalkan mereka semua bersikap baik lagi padaku.


Walau hanya ada 4 orang saja yang mulai dekat kembali denganku, aku sudah sangat senang. Mungkin dengan begini, pasti kedepannya akan lebih baik, dan kembali seperti sebelumnya. Kami memulai hubungan yang baik lagi.


"Oh ya... bagaimana tanggapan kalian tentang kejadian yang sedang terjadi ini?" tanya Peter.


"Hmm... bagaimana ya, mungkin kita harus lebih waspada, dan jangan pernah berjalan sendirian" kata Robin.


"Ya... aku setuju dengan Robin, lebih baik kita bersama bukan, dari pada berpisah, dan membuat pelakunya mudah untuk melakukan penculikan ini" kataku.


"Benar juga apa yang kalian katakan! tapi kalau mendengar apa yang dikatakan oleh Claude pasti benar. Tapi aku aneh jika mendengar kata-kata bijak dari orang seperti Robin" kata Peter.


"Apa katamu? jadi kau meremehkan orang yang akan menjadi juara satu di semester ini?" kata Robin dengan percaya diri.

__ADS_1


"Hahaha! kau ini terlalu bermimpi apa yang tidak mungkin untukmu" kata Peter.


"Hentikan... kau jangan meremehkan orang, jika nanti Robin benar-benar jadi ranking satu apa yang akan kalian lakukan?" tanyaku.


"Ah itu... ah pokoknya aku minta maaf Robin sudah meremehkan mu" kata Peter.


"Ya baiklah, aku akan memaafkan kalian, tapi ada syaratnya" kata Robin.


"Apa? yang benar saja, hanya untuk memaafkan orang kenapa harus pakai syarat" kata Peter.


"Aku setuju dengan Robin" kataku.


"A-apa kau juga? hah... baiklah, jadi apa yang kau inginkan" kata Peter.


"Jadilah seperti sebelumnya" kata Robin.


Aku, Peter, dan teman-teman lainnya terkejut begitu mendengar apa yang diinginkan oleh Robin. Dia benar-benar sangat peduli padaku, dia menginginkan kehidupan sekolah yang dulu, dia benar-benar teman sejati.


Aku sama sekali tak berpikiran kalau Robin akan meminta hal seperti itu. Ku kira dia akan meminta suatu hak yang aneh-aneh, atau semacamnya. Tapi dia memintakan kepada mereka untukku.


Tapi bagaimana tanggapan mereka, seperti Peter, dan teman-temannya sedang membicarakan sesuatu. Semoga saja Peter, dan teman-temannya setuju pada Robin, lalu Peter tersenyum pada kami.


"Kalau hanya itu syaratnya sangat mudah bagi kami. Kami akan jadi seperti sebelumnya, dan benar-benar melupakan apa yang terjadi" kata Peter.


"Kalau kau berbicara seperti itu, berarti kau masih berada di pihak Yaomi dong" kata Robin.


"Ah... baiklah, aku, dan teman-temanku mengaku kalau sebenarnya Claude tidak bersalah, dan Yaomi hanya memfitnah Claude saat itu!" kata Peter dengan suara lantang.


Sampai semua orang yang berada di kantin mendengar kata-kata Peter. Semua orang terkejut, dari tatapan mereka semua aku mulai mengetahui apa yang sedang mereka pikirkan, dan aku juga jadi tahu satu hak yang menarik.


Satu hal yang menarik tentang tersebarnya dengan cepat rumor buruk tentangku. Kalau yang menyebarkan rumor itu adalah Peter, dan tentang orang-orang sekitar. Di hati mereka terlihat kalau mereka masih ragu-ragu, dan tak tahu harus berada di pihak yang mana.

__ADS_1


__ADS_2