Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Berjalan Sesuai Rencana


__ADS_3

Besok paginya dunia telah di buat terkejut oleh seorang idol terkenal yang baru-baru ini naik daun, dan "Duo Angel". Itu adalah sebutan bagi orang-orang fanatisme kepada kami berdua. Yang membuat terkejut adalah, itu karena Glasya menerima undangan kami untuk tampil di acara televisi kami secara langsung.


Mungkin ini akan membuat kedua pihak mengalami keuntungan yang sangat besar. Untuk acaranya masih harus menunggu dua hari lagi, karena kami masih mempersiapkannya dengan sempurna. Lalu masih ada satu masalah lagi bagi kami yang belum terselesaikan.


"Argh! bagaimana ini! kita akan tampil lagi di televisi!" teriak Yudo yang ketakutan.


"Kau benar! mulai sekarang kita harus latihan agar semuanya berjalan dengan lancar, dan tidak menimbulkan kecurigaan bagi orang-orang" kataku.


"Ya! kau benar sekali kawan! kita tak boleh gugup begitu sampai di sana nanti. Ayo kita latihan berbicara!" kata Yudo dengan semangat.


Lalu kami latihan berbicara agar tidak gugup begitu siaran langsung di mulai dengan mati-matian. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, kami juga harus menyiapkan pakaian yang menarik, dan juga topik yang menarik untuk di bicarakan.


Sebenarnya aku juga tak sabar, dan gugup sekali begitu memikirkan saat kami pergi makan di restoran untuk berbincang-bincang nantinya. Mungkin ada banyak pertanyaan yang harus ku tanyakan kepada Glasya mengenai diriku, dan jangan sampai saat bertemu dengannya nanti aku malah melupakan semua yang ingin ku tanyakan padanya.


Siang harinya kami selesai berlatih berbincang, dan segera pergi berangkat kerja. Karena aku, dan Yudo telah menerima permintaan untuk menjadi aktor film. Kami akan memerankan film fantasi, dan romantis yang sangat luar biasa dari perusahaan terkenal.


Dengan editan yang sangat luar biasa hingga terlihat seperti alami, dan juga suara-suara efek yang memperjelas suasana. Biasanya setelah satu film yang kami kerjakan telah selesai, semua pemeran film berkumpul untuk menyaksikan film yang telah di buat sama-sama terlebih dahulu.


Lalu seperti biasanya kami selalu bekerja berdua, setiap film yang kami perankan selalu saja berdua. Terkadang di dalam film kami adalah pemeran protagonis, dan juga antagonis, dan bisa juga menjadi pemeran tambahan yang bercerita membantu protagonis, dan juga antagonis.


Lalu untuk berdandan... kami tak meminta seorang profesional yang mendandani kami. Karena kami takut kalau orang lain akan mengetahui privasi kami sebagai laki-laki. Semuanya kami sendiri yang mengerjakan, dan hasilnya pun jauh lebih baik.

__ADS_1


"Kau telah bekerja keras nona Gillie" kata sutradara kepadaku. Gillie adalah nama untuk penyamaran ku sebagai perempuan. Sutradara ku selalu saja memujiku, dan aku tahu kenapa dia selalu memujiku.


Yang pertama karena dia telah pilih kasih terhadap pemeran film yang lain. Lalu yang kedua karena aku memang memerankan tokoh dengan sangat baik. Lalu yang ketiga... ini mungkin terdengar sangat menjijikkan, itu karena dia menyukai ku.


Soal bagaimana aku bisa tahu kenapa dia menyukai ku. Itu karena terlihat jelas dari tatapannya saat menatap ku ketimbang dengan menatap orang lain. Matanya yang berbinar-binar itu sangat menyebalkan sekali saat melihat ku.


"Huh... pak sutradara selalu saja memuji nona Gillie" kata Yudo yang berpura-pura cemburu dengan imut.


"Eh!? maaf... haha, kau juga telah bekerja keras nona Yaomi" kata pak sutradara kepada Yudo, dan nama Yaomi juga adalah nama penyamaran Yudo sebagai perempuan.


Lalu... tak lupa juga bagi kami kalau ada dua orang lagi yang ikut menjadi pemeran tokoh lainnya. Mereka adalah Carlo, dan Akai... mereka juga sama seperti kami, selalu sebagai duet dalam dunia perfilman. Seperti kebalikan dari kami berdua saja, yang hanya menjadi pembeda adalah mereka adalah laki-laki.


Walaupun sebenarnya kami juga laki-laki, "Hai nona Yaomi... apa hari ini kau mau makan bersamaku?" tanya Akai.


"Hei apa-apaan kau ini! aku yakin Ingin mengajaknya duluan!" kata Carlo kesal.


"Apa katamu!? aku yakin sudah mengatakannya lebih dulu tahu!" kata Akai tak terima.


"Sudah-sudah... lebih baik kita makan bersama saja. Ayo Gillie, kita makan bersama" kata Yudo.


Dari dulu sampai sekarang mereka selalu saja memperebutkan Yaomi. Saat pertama kali Yaomi datang, dsn bergabung ke gengku, perhatian semua orang terlah tertuju pada Yaomi. Sampai sekarang pun aku masih iri dengannya, karena telah merebut banyak penggemar.

__ADS_1


Tapi iri yang ku rasakan ini bukan berasal dari hati. Aku hanya iri karena banyak penggemar padanya, dan membuatku lebih semangat lagi untuk mendapatkan lebih banyak lagi penggemar yang menyukai ketimbang dengan Yaomi brengsek!.


Tentu saja aku tak akan betul-betul membenci Yudo karena telah merebut banyak penggemar dariku. Karena aku... tak akan mengulangi hal yang sama, seperti apa yang kulakukan dahulu kepada sahabat terbaikku, Eren.


Setiap kami selesai syuting... seperti biasanya Carlo, dan Akai selalu ribut seperti ini di depan banyak orang. Mereka benar-benar tidak tahu malu, dan tidak menjaga image mereka sebagai seorang artis terkenal. Mereka terlihat seperti anak-anak, dan itulah yang membuat penonton, dan penggemar menyukainya.


Karena sikap mereka yang terlalu kekanak-kanakan membuat banyak penggemar bagi mereka berdua. Tapi rata-rata penggemarnya adalah perempuan-perempuan yang sudah tergila-gila dengan ketampanan mereka berdua.


Biasanya juga mereka berdua selalu syuting film romantis, dan yang membuat hati penonton luluh dengan adegan romantis yang mereka buat. Tentu saja wanita yang ikut dalam film romantis bukan kami! karena kami tak pernah ikut syuting film romantis.


Karena itu sangat menjijikkan, dan untuk pertama kalinya mereka berdua ikut syuting film bersama kami. Karena kami yang telah mengajak mereka agar popularitas kami semakin naik karena kami sudah di kenal dengan pemain duo.


Pembuatan film ini menjadi sangat terkenal, karena, "Duo Angel", dan "Duo Mens" ikut dalam pembuatan film ini. Film ini juga di adaptasi dari penulis novel terkenal yang mendunia. Beberapa karya novelnya selalu diadaptasi menjadi film, atau komik.


Karena cerita buatannya yang membuat pembacanya seakan-akan masuk ke dalam novel yang ditulis. Karyanya benar-benar sangat luar biasa, dan identitas tentang dirinya masih di sembunyikan karena dia tidak ingin di sebarkan ke publik tentang dirinya.


Yang ku dengar-dengar selama ini kalau penulis novel terkenal itu adalah seorang laki-laki. Tapi itu masih hanya gosip, dan masih belum benar tentang kebenarannya. Sebenarnya aku jadi ikut penasaran tentang dirinya.


"Tak ku sangka kehidupan kita akan menjadi seperti ini ya? haha!" kata Akai yang memulai pembicaraan.


"Ya aku juga sangat tak menyangka kalau kita akan seperti ini. Ini semua berkat kerja kerasmu nona... Gillie" kata Carlo tersebut padaku.

__ADS_1


Senyumnya sangat menyebalkan, dia selalu bersikap sok ganteng di hadapan kami berdua. Tidak hanya Carlo saja, tapi juga dengan Akai yang bersikap sok ganteng di hadapan kami. Kami berdua tahu apa alasan mereka bersikap seperti itu di depan kami.


Hahaha! mereka benar-benar bodoh sekali karena mereka berpikir kalau kami akan tertarik padanya. Tapi kami tidak akan pernah tertarik dengan pria! karena kami masih normal, dan akan menikahi seorang wanita!. Eh!? tapi bagaimana cara kami menikahi wanita suatu saat nanti?"


__ADS_2