Turns Out He Is A Boy

Turns Out He Is A Boy
Hilangnya Kepercayaan


__ADS_3

Besok saat masuk sekolah terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan, dan membuat orang-orang takut. Di kelasku tertulis beberapa kata di papan tulis yang menggunakan darah seseorang, dan mayatnya di letakan di bawah papan tulis itu.


Tulisan di papan tulis itu, "Tak lama lagi sekolah ini akan mengalami kejadian yang sama dengan sekolah itu... semua orang akan ku bunuh secara diam-diam, haha! tapi... ada satu syarat untuk menghentikan pembunuhan ini. Kalian harus membunuh Claude" isi dari tulisan di papan tulis itu.


Lalu setelah semua orang membaca tulisan yang ada di papan tulis itu, semua orang menghadap ku, dan menatapku dengan tatapan aneh. Apa mereka berpikir untuk membunuhku? aku sangat takut kalau hal itu akan terjadi.


"Ada apa ini sebenarnya!? astaga! siapa yang telah melakukan ini!" kata seorang guru yang baru saja datang, dan melihat apa yang terjadi disini. Tergeletak seseorang yang salah satunya murid dari sekolah ini.


"Lebih baik... masalah ini kita tanyakan saja kepada Claude pak" usul salah satu murid di antara keramaian ini.


"Ya itu benar! karena nama Claude tertulis di papan tulis ini!" orang-orang memihak sesuka hati mereka tanpa memandang pihak lain. Kukira mereka tak akan seperti ini, ku kira mereka akan berada di pihak ku, dan menyelesaikan masalah ini bersama.


Kemudian aku di bawa ke kantor guru, dan di mintai penjelasannya. Karena pesan yang ada di papan tulis itu menyangkut tentangku. Sebenarnya aku sudah tahu siapa yang melakukan ini, aku sangat yakin kalau Robin lah yang melakukan perbuatan keji seperti ini.


Aku sama sekali tak menyangka kalau Robin akan bertindak sejauh ini. Sebenarnya apa tujuan dia melakukan semua ini padaku! kalau dia ingin membunuhku. Bunuh saja aku jangan orang lain dasar brengsek! kenapa kau tidak membunuh ku saja!.


Aku mengerti kenapa Robin melakukan semua ini padaku... dia hanya ingin aku terus menderita, dan menderita untuk selama-lamanya. Kemudian tiba-tiba saja aku berpikir tentang kematian ayah... apa jangan-jangan Robin adalah orang yang membunuh ayah.


Kata-kata itu terus berulang-ulang di pikiranku, aku sangat marah sekali, dan sangat membencinya. Aku menanamkan kebencian ku yang besar padanya, dan juga amarah yang meledak-ledak kepada Robin.

__ADS_1


"Claude! jelaskan tentang semua yang terjadi disini. Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan?" tanya kepala sekolah ku.


"Saya benar-benar tidak melakukan apapun pak! percayalah" kataku dengan panik.


"Bapak sungguh kecewa karena kau telah melakukan hal seperti ini Claude! apa kau ingin mencoreng nama baik sekolah? padahal kau adalah anak yang berprestasi, dan juga baik. Sekarang jujurlah, dan katakan yang sebenarnya!" teriak kepala sekolah ku, yang sangat marah padaku.


"Kenapa... kenapa kalian tidak ingin mendengarkan kata-kata ku dulu. Kenapa kalian selalu bertindak seenaknya! kenapa ada manusia seperti kalian! kalian semua lebih baik mati saja!" teriakku dengan amarah yang sudah meledak-ledak.


Semua guru yang melihat kelakuanku, dan juga semua murid yang melihat ku dari luar sangat terkejut dengan tindakan ku barusan. Aku tidak bisa mengontrol emosiku, karena aku terus berpikir kalau yang membunuh ayahku adalah Robin. Aku sangat marah... aku ingin menghancurkan semua yang kulihat.


"Claude! sekarang kau berani membentak guru! kau pikir kau siapa dasar pembunuh!" teriak kepala sekolah itu yang ikut marah karena sikapku yang tidak sopan padanya.


Aku melihat tatapan orang-orang yang tak ingin ku lihat. Tatapan yang pernah terjadi di masa lalu, yang di akibatkan oleh Yaomi. Tatapan kebencian dari mereka... aku sangat marah besar kepada mereka semua juga.


Padahal aku sudah berlaku baik kepada mereka semua, tapi sekalinya mereka aku berbuat jahat, mereka langsung membuang ku begitu saja seperti barang. Tatapan... senyuman... mereka telah hilang, yang selalu diberikan kepadaku.


Kebaikan yang telah kulakukan semuanya sia-sia, hanya karena... Robin!. Akan ku bunuh kau Robin! akan ku bunuh kau Robin! awas saja kau sialan!. Maaf ayah... lagi-lagi aku telah melanggar janjiku, aku harus membenci Robin biarpun dia telah terluka selama ini.


Aku tak akan pernah melepaskannya begitu saja, aku tak perlu mencari tahu siapa dia, begitu aku menemukannya aku akan langsung berlari mengejarnya, dan membunuh dia. Aku tidak peduli dengan rasa sakit yang ayah maksud dengannya, rasa sakit ku pasti sudah lebih jauh darinya.

__ADS_1


"Claude! jadi ini sosok dirimu yang sebenarnya!" kata kepala sekolah dengan membentak ku.


Kemudian aku menundukkan kepalaku, dan segera berlari keluar dari ruang guru dengan segera mungkin. Karena aku tahu jika aku tidak melarikan diri dari sekarang, aku sudah pasti akan di tangkap, dan di masukkan ke dalam penjara. Aku tak ingin berada di tempat yang seperti itu, karena aku masih memiliki tujuan.


"Hei mau kemana kau! cepat tangkap anak itu!" teriak kepala sekolah menyuruh semua orang berlari, dan menangkap ku.


Kemudian mereka semua beramai-ramai mengejar ku. Tapi aku tetap melarikan diri, aku tak akan pernah menyerahkan diri meskipun aku yang salah sekali pun. Mereka benar-benar telah hanyut dalam pendirian yang mereka buat sendiri, mereka benar-benar orang-orang egois.


Sekilas saat aku sedang berlari, aku berpapasan dengan Glasya. Aku melihat Glasya yang menangis kencang sambil menatapku dengan penuh kesedihan. Aku berkata dalam hatiku, "Maaf Glasya... karena lagi-lagi aku telah membuat kekacauan".


Aku terus membuat kekacauan, dan lagi-lagi Glasya telah salah paham padaku. Padahal kemarin adalah hari yang sangat menyenangkan untukku saat bersama dengan Glasya, dan juga Peter, dan Yaomi.


Aku tak menyangka setelah aku mengalami kebahagiaan, penderitaan langsung datang menjemput ku. Maaf Glasya... suatu hari nanti aku akan menjelaskannya padamu, setelah tujuanku telah selesai semua. Mungkin... kita tidak akan bertemu lagi... entah kenapa aku sangat yakin dengan itu.


Air mataku mulai keluar, dan membasahi pipiku. Aku terus menangis, dan memikirkan semuanya yang telah terjadi. Aku sangat membenci semua orang, akan ku tanamkan kebencian ku kepada orang lain di lubuk hatiku yang paling dalam.


Aku berjalan tidak akan bersikap baik lagi kepada semua orang, akan ku buang semua sikapku selama ini. Ini sama sekali sikap yang tidak berarti, hanya sikap yang membawa masalah! aku sangat membenci kebaikan.


Mungkin suatu saat nanti... aku akan menjadi orang yang brengsek, haha! entah kenapa aku sangat yakin dengan itu. Senyuman yang mereka berikan padaku, dan sikap baik mereka itu hanyalah palsu. Aku tak akan pernah percaya kepada orang lain, biarpun mereka memiliki hubungan darah denganku.

__ADS_1


Aku sama sekali tak peduli... aku mulau memahaminya mulai sekarang. Karena semua orang akan bersikap semaunya, dan tak memikirkan orang lain yang menderita karenanya. Persetan dengan orang-orang baik! mereka semua itu hanyalah penipu!.


__ADS_2